Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 22 Surga atau neraka


__ADS_3

Mulai hari ini Mita akan lebih sering dirumah lebih tepatnya bisa tiap hari dirumah,mungkin masuk ke sekolah nanti saat ada pengumuman dan mengurus kelengkapan ijazah saja.


Dan pagi ini ia duduk termangu diteras rumah merasa tidak bersemangat untuk melakukan apapun. Rumah memang sudah disapu dan dipel tapi belum cuci baju dan membersihkan dapur bekas memasak tadi.


Mita menarik napas,pikirannya melayang ke beberapa menit yang lalu saat sedang sarapan.


"Gak sekolah dek?" tanya Dani sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Gak...habis ujian." jawab Mita pendek.


"Mau daftar kuliah dimana?"

__ADS_1


"Aku mau kerja cari pengalaman dulu ntar kalau sudah kekumpul uang ku baru kuliah." Dani meletakkan sendoknya menatap lekat ke arah adiknya.


"Dek...apa yang kamu khawatirkan? Masalah biaya?" Mita tidak menjawab,pikirannya sudah terbaca oleh Dani menyangkal pun percuma.


"Rezeki sudah diatur sama Allah selama niat kita baik,ada ikhtiar dan terus berdoa Insya Allah dikasih jalan. Kita harus yakin sama Allah!" Mita menunduk sedih.


"Aku tahu itu kak...sekarang kakak gak punya waktu untukku apalagi nanti aku kuliah mungkin kakak gak pulang dan gak istirahat juga terus mencari uang tambahan buat kebutuhan kita yang makin banyak." Membayangkan saja Mita sudah tidak sanggup lebih baik dia mengalah menunggu kakaknya menyelesaikan kuliahnya.


"Insya Allah aku kuliahnya nunggu kakak lulus dan dapat kerjaan yang baik dan halal." Dani tersenyum,bangga dengan pemikiran adiknya yang pengertian tapi disisi lain dia merasa sedih karena adiknya harus menunda untuk kuliah demi dirinya.


"Alhamdulillah...Allah masih memberi iman ke kamu,kemarin-kemarin kakak sempet cemas,bingung kamu sendirian dirumah karena kesepian takutnya mencari kesenangan diluar kumpul-kumpul sama anak seumuran dan terjerumus dengan hal yang gak baik tapi sekarang Alhamdulillah kakak bisa lega. Semoga Allah selalu melindungi kita dari semua hal buruk...aamiin."

__ADS_1


"Aamiin kak...aku juga bersyukur disaat terburuk Allah terus menyayangiku mengingatkan ku untuk tetap memilih jalan yang benar."


"Ngomong-ngomong kaya nya kamu menemukan banyak pemahaman tentang ilmu agama dari mana?" Mita tertunduk malu sebenarnya tidak sengaja saat main hp buka aplikasi YouTube dia tertarik setelah membaca judul dari dakwah salah satu ustad begitu melihat isi videonya dia merasa pembahasannya ringan tapi mengena dihati eh malah ketagihan terus menonton...ya dari pada galau memikirkan apa yang hilang dari hidupnya dan akhirnya pasti mengeluh kan lebih baik melakukan sesuatu yang positif pikir Mita,sekali dayung dua pulau terlampaui dapat ilmunya,dapat ridhonya Allah.


"Dari YouTube kak..." Dani tersenyum tak hentinya mengucap syukur bahwa adiknya telah dijaga dan dibimbing sampai sejauh ini oleh Allah mengingat kesibukannya yang padat,tidak bisa memantau adiknya. Maklum juga keduanya masih sama-sama muda tentunya Dani juga belum punya pemahaman tentang agama yang bisa untuk mengarahkan adiknya dengan sepenuhnya bisa disebut'orang awam' jadi sekedar tahu salah dan benar dan belum mendalam secara agama.


"Alhamdulillah...semoga Allah selalu memberikan yang terbaik dan nanti kalau ada waktu kakak pengen belajar intinya dari kamu...oke."


"Insya Allah...aamiin."


Mita yang kemarin-kemarin sering mengeluhkan hidupnya,sering merasa sedih berlebihan juga kini perlahan-lahan dia belajar untuk berubah karena yang ia tahu mau enak atau tidak hidupnya itu ketetapan Allah disitulah ujiannya apakah mau belajar menerima atau terus mengeluh semuanya dapat balasan antara surga atau neraka.

__ADS_1


__ADS_2