Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 90 Kasih sayang pada sesama


__ADS_3

Mita memandang sekitar,masih ramai orang berdatangan sekedar melihat-lihat. Ada yang menanyakan harga bunga seperti iseng-iseng terus balik ke tempat parkir,pulang. Merasa tidak ada yang menarik mungkin. Lagipula cuacanya terik hari ini,jadi yang datang sejak pagi memutuskan untuk pulang ke rumah mungkin mereka memilih menghabiskan sisa waktu dihari minggu dengan istirahat dan bersantai dirumah bersama keluarga.


Memandang wajah-wajah lelah saudara-saudara seperjuangannya,Mita merasa kasihan. Kasihan juga sebetulnya pada diri sendiri yang sama lelahnya. Akhirnya ia memutuskan untuk menutup acara hari ini.


"Dek Irham tolong pagernya ditutup setengah!" Irham langsung kembali bersemangat mendengar perintah Mita.


"Maaf bapak ibu kakak adik sekalian tempat ini akan segera ditutup dan sampai jumpa dilain hari yah. Terima kasih untuk kunjungannya dan kami mohon maaf jika ada salah kata dan perbuatan yang mungkin menyinggung bapak ibu semua. Semoga hari ini semuanya diberi kebahagiaan dunia akhirat,dimudahkan segala urusannya dan diberi keberkahan dalam hidupnya oleh Allah aamiin ya robbal 'alamin."


"Sekian dan terima kasih atas perhatiannya assalamu 'alaikum wr wb...."


"Waalaikum salam wr wb...."


Mita membereskan wadah-wadah bekas makanan dan minuman lalu dibawa ke belakang dibantu emak. Sedangkan untuk kaum laki-laki sibuk membereskan sampah yang berserakan sampai ke jalan umum.


Tiba-tiba ada rombongan anak muda datang dan berhenti dipinggir jalan. Salah satunya melepas helm dan mengibaskan rambutnya ala-ala orang keren.


"Pantesan gak jadi double date sibuk rupanya. Habis kena badai atau apa ini kok banyak sampah?" rupanya teman-teman Dani, menyapanya tanpa turun dari motor.


"Jangan banyak omong,turun kalian!" hardik Dani pada temannya yang malah cengengesan,menertawakan kesulitannya.


"Mau dapet makan gratisan gak?" Dani melempar umpan membuat mereka saling berpandangan. Kebetulan tadi nongkrong dikafe cuma beli minuman,tanggal tua jadi uang menipis. Sekarang baru terasa lapar,waktu masuk tengah hari memang waktunya makan siang.


"Apa?" ada yang memakan umpannya.


"Bantuin beresin!" Dani mengangkat kantong sampah yang langsung disambut ekspresi tak suka.


"Hah...gila lu ye kita keren gini suruh ngumpulin sampah?"


"Iya nih!"


"Balik ajalah!"


"Beresin sampah pake tangan bukan pake kekerenan kalian." cibirnya sambil menatap malas.

__ADS_1


"Yakin gak pengen ketemu adik gw." sambungnya yang mengundang kemarahan macan betina dibelakangnya.


"Kurang keras kak ngomongnya aku gak denger!" suaranya terdengar tegas dan mengintimidasi. Begitu nengok ke belakang Dani hanya cengar cengir melihat adiknya berkacak pinggang dengan mata melotot tajam.


"Kebangetan punya saudara,apa maksudnya ngomong gitu?" suaranya terdengar galak.


"Enggak...mereka cuma pengen kenalan sama kamu." alasan Dani takut-takut sambil garuk kepala.


"Iya kan?" Dani mengkode teman-temannya dengan kedipan mata. Mita memperhatikan wajah teman-teman Dani dengan tatapan tajam,mencium bau-bau tidak beres.


"Ah i i iya..." jawab salah satunya gagap


"Tertarik sama telur." Dani tepuk jidat.


"Eh maksud dia pengen beli telur ayam kampung. Dia begitu orangnya suka gak jelas ngomongnya kalau lihat cewe." Mita mengurut pelipis,mendadak pusing lalu mengucap istighfar.


"Ayok deh kita bantuin kasihan lelah hayati,tampangnya sudah seperti tukang kebun." langsung pada nimbrung saling bahu membahu membersihkan sampah.


"Lho mas Adnan belum pulang?" ucapnya kaget.


"Ini adeknya tidur,ayo tidurin dikamar aku aja!" Merasa kasihan pada si bayi yang tertidur pulas dengan posisi yang tidak nyaman menurutnya. Adnan mengikuti Mita dibelakang. Sejak pagi menggendong bayi,pundaknya terasa pegal. Merasa harus segera diakhiri.


Mita meraih tubuh mungil itu lalu menidurkan dikasurnya.


"Terbiasa pake kipas angin?" takut si bayi masuk angin jika kena angin dari kipas angin. Adnan mengangguk.


"Itu mulutnya kenyot-kenyot minta susu kayanya." Adnan keluar lalu kembali dengan membawa tas perlengkapan bayi.


"Aku numpang bikin susu yah." Mita mengangguk dan Adnan langsung pergi ke dapur. Mita menunggu si bayi sampai bapaknya balik tapi ternyata si bayi sudah bergerak gelisah sambil merengek.


"Iya itu susunya dibawa sama Ayah,sabar yah!" Mita berupaya menenangkan si bayi yang ternyata malah terbangun dan mulai terisak pelan. Mita langsung menggendong dengan posisi berdiri menghadap badannya lalu menepuk-nepuk pelan punggung si bayi.


"Iya maaf tadi ayah lupa kasih susu buat adek,sabar yah." terasa muka si bayi mengusel-usel ke dadanya. Kaget sekaligus merasa geli tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian terdengar suara Adnan dari pintu.

__ADS_1


"Tidurin biar aku kasih susu." perintahnya dan saat diletakkan dikasur si bayi malah nangis kejer. Tapi Adnan tampak biasa saja,terlihat sudah terbiasa mengurus bayinya. Begitu dot masuk ke mulut,si bayi langsung diam. Jadi Mita langsung pergi,meninggalkan Adnan menyusui bayinya.


Saat di ruang tamu Mita dikagetkan dengan kedatangan Ita,sahabat SMA yang lama tidak bertemu. Wajahnya tampak murung.


"Ya Allah lama gak ketemu,apa kabar?" sapanya,Ita malah mewek duluan,Mita kebingungan melihat reaksi Ita yang langsung memeluknya erat seakan sedang menumpahkan perasaannya. Jadi Mita membiarkannya,menunggu sampai Ita merasa tenang.


Tiba-tiba muncul teman Dani dari depan disusul sama yang lain.


"Numpang ke kamar mandi." Mita membalas dengan anggukan.


"Langsung ke belakang kalau mau makan,ada emak dibelakang." sambil menggerakkan dagu,meminta semua orang ke belakang. Setelah beberapa saat Ita kembali tenang.


"Hiks...hiks...hiks..." hanya tersisa isakan yang membuat Ita seperti kehabisan napas.


"Aku ambilin minum sama makan yah?" selesai menangis biasanya seseorang terasa lapar jadi makan yang kenyang bisa dianggap pelampiasan sempurna. Ita mengangguk dan pasrah saat ditinggal ke dapur. Setelah beberapa menit Mita kembali dengan makanan dan minuman.


"Maaf yah seadanya!" Ita kembali mengangguk dan langsung menyuap makanan ke dalam mulutnya. Mita hanya menyaksikan dalam diam tapi lama-lama dia ikut lapar melihat cara makan Ita yang terlihat menikmati. Ditengoknya memang sudah tengah hari mungkin sebentar lagi terdengar azan dhuhur.


Merasa lapar Mita kembali ke dapur melihat apakah masih ada makanan? Dan Alhamdulillah masih banyak nasi.


"Kok makan sama sambel dan peyek neng?" tanya emak heran.


"Biar dimakan pak Bowo sama pak Darman. Emak juga makan gih!"


"Masak nasi lagi Mak tadi?" sambungnya dengan perasaan bersalah. Takut emak kecapekan. Emak hanya tersenyum.


"Maaf yah Mak! Habis makan dan sholat emak tidur yah,biar Mita yang cuci semuanya."


"Gak pa pa neng,emak gak capek kok biar habis ini emak bersihin." Mita menggeleng tegas,tidak menerima penolakan.


"Emak butuh istirahat!" Emak mengangguk patuh. Mita balas tersenyum senang.


"Mita gak mau emak sakit. Mita sayang sama emak."

__ADS_1


__ADS_2