LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
ZAIN MASIH CEMBURU


__ADS_3

Zahra menceritakan kepada Ameera, Zain dan juga Aulian hanya bagian terpentingnya saja, tidak semuanya, karena fikir Zahra tidak baik menceritakan semuanya yang Khansa ceritakan kepadanya, karena disitu juga ada Aulian serta Zain.


Ameera, Zain, dan juga Aulian yang mendengar perkataannya Zahra, jika Zahra hanya mengerjai mereka saja membuat mereka langsung tertawa, karena aktingnya Zahra benar-benar membuat mereka bertiga pada ketakutan.


"Sungguh Zahra, aku sangat takut jika kamu akan marah besar kepadaku", kata Ameera kepada Zahra.


"Sekali lagi aku minta maaf ya Zahra", kata Ameera lagi kepada Zahra sambil memegang tangannya Zahra.


"Tidak apa-apa Ameera, kali ini aku maafkan, tapi untuk lain mungkin aku akan sungguhan marah kepadamu", jawab Zahra kepada Ameera sambil tersenyum manis.


"Zahra baru kali ini aku melihatmu berbicara sedingin itu tadi", kata Zain kepada Zahra. Sedang Zahra dia hanya tertawa kecil menanggapi perkataannya Zain.


"Tadi kalian sedang apa ditoko tadi?? ", tanya Zahra kepada Ameera dan juga Zain.


"Tadi sedang ingin mencari kado untuk pernikahannya Hafiz dan Khansa Ra", jawab Ameera kepada Zahra.


"Kamu sendiri sedang apa dimall ini Ra?? ", tanya balik Ameera kepada Zahra.


"Aku kesini ingin menghabiskan uangnya Abang Aul, karena dompet sama kartu ATMnya sudah tidak muat", jawab Zahra sambil tertawa kecil, membuat Aulian yang mendengar perkataannya Zahra dia langsung tertawa terbahak sambil mengusap lembut kepalanya Zahra yang tertutup hijab.


"Kamu bisa saja Zahra, dan sejak kapan kamu menjadi wanita matre begitu, bukannya dari dulu kamu adalah orang yang paling irit diantara kita bertiga", jawab Ameera kepada Zahra sambil tertawa juga.


Sedangkan Zain, dia tidak bisa membohongi perasaannya, jika masih ada tersisa sedikit perasaannya kepada Zahra, dan dia sedikit cemburu kepada Aulian akan tetapi dia juga ikut bahagia melihat Zahra berbahagia bersama Aulian.


Zain sekuat tenaga berusaha menunjukkan wajah biasa saja dihadapan mereka bertiga, serta Zain juga sudah berjanji ingin membuka lembaran baru bersama Ameera.


Tidaklah mudah untuk melupakan yang namanya cinta pertama, walau bisa akan tetapi membutuhkan waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Begitulah yang dirasakan oleh Zain. Cinta pertama kepada lain jenis bisalah hilang dengan sendirinya nanti dengan berjalannya waktu, dan niat dari dalam diri kita sendiri.


"Sejak tadi masuk mall ini Meer", jawab Zahra kepada Ameera sambil menggerakkan tangannya, dan tidak sengaja telapak tangannya Zahra menimpa telapak tangannya Aulian.


Membuat Aulian dan Zahra langsung saling pandang, dan saling terdiam dari tertawanya. Zahra yang sadar dia ingin segera menarik tangannya dari atas tangannya Aulian, akan tetapi Aulian lebih dahulu menggenggam tangannya Zahra.


Zahra reflek langsung memukul kecil pahanya Aulian, membuat Aulian pura-pura mengaduh kesakitan dan langsung melepaskan tangannya Zahra.


"Sepertinya kita mengganggu mereka berdua Ameera", kata Zain kepada Ameera sambil pura-pura tertawa.


Karena bagaimana pun juga pemandangan Zahra dan Aulian yang romantis masih sedikit menyisahkan luka untuk Zain. Dan Zain termasuk pintar bisa menyembunyikan mimik muka sedihnya dihadapan mereka bertiga.


"Iya nih Zain, kita pergi saja yuk, lanjut cari kado buat Khansa dan Hafiz lagi", jawab Ameera dan juga tertawa karena melihat kemesraannya Aulian dan juga Zahra.

__ADS_1


"Yaaah jangan dong", jawab Zahra kepada Ameera ketika mendengar perkataannya Ameera.


"Sudah kalian lanjutkan saja, kita pamit dulu ya Ra, Tuan Aulian", jawab Ameera kepada Zahra dan juga Aulian sambil bercipika cipiki dengan Zahra.


"Kami pamit Tuan Aulian, Zahra", pamit Zain kepada Zahra dan juga Aulian sambil tersenyum manis dan ramah.


Aulian serta Zahra dia hanya mengangguk dan tersenyum mendengar perkataannya Zain. Akhirnya tinggallah mereka berdua Aulian dan juga Zahra.


"Abang sih, mereka jadi pergi kan", kata Zahra dengan nada manjanya kepada Zahra.


"Malah bagus dong, Abang jadi leluasa bersama ratu hatiku ini", jawab Aulian sambil menghadap kearahnya Zahra.


Zahra hanya menanggapi perkataannya Aulian dengan memajukan bibirnya pura-pura cemeberut.


"Jangan dibegitukan itu bibirnya, kalau minta dicium bilang sama Abang, dengan senang hati Abang akan mencium mesra bibirmu itu Zahra", goda Aulian kepada Zahra membuat Zahra langsung memukul kecil lengannya Aulian yang berada dikursinya, membuat Aulian langsung tertawa.


Dan Zahra juga ikut-ikutan tertawa sama seperti Aulian.


"Zahra tadi walau kamu berpura-pura marah kepada Ameera, Abang juga takut lho sebenarnya, karena sikap dingin dan tegas kamu tadi sungguh sangat meyakinkan sekali", kata Aulian lagi kepada Zahra.


"Iya begitulah Abang jika Zahra marah", jawab Zahra kepada Aulian.


"Em kamu sudah tahu belum mau memberi hadiah apa sama Khansa dan juga Hafiz?? ", tanya Aulian kepada Zahra.


"Kalau begitu ayo beli, Abang nanti yang membayar semuanya", jawab Aulian kepada Zahra.


"Abang sendiri nanti mau memberi Hafiz apa, kan dia sahabatnya Abang", tanya Zahra kepada Aulian.


"Apa ya, Abang juga belum kefikiran mau memberi Hafiz apa?? ", jawab Aulian kepada Zahra.


"Bagaimana kalau kita membeli satu set alat sholat untuk mereka Abang, seperti mukena, sarung, sajadah sepasang, Al-Qur'an, peci, kerudung, koko, tasbih untuk mereka Abang, supaya pahala mereka jika mereka beribadah menggunakan hadiah dari kita, kita juga bisa ikut mendapatkannya, bagaimana Abang, walau sederhana akan tetapi itu lebih bermanfaat Bang untuk mereka", saran Zahra kepada Aulian.


"Boleh juga itu idenya sayang, kamu adalah istriku yang hebat sayang", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum senang.


"Calon Abang, belum sah kita", jawab Zahra kepada Aulian.


"Sama saja bagi Abang Zahra", kata Aulian untuk Zahra sambil tertawa, sedangkan Zahra dia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuannya Aulian kepadanya.


"Dan nanti Abang juga akan menambahkan sama tiket liburan untuk mereka berdua, sertap juga sejumlah uang, bagaimana sayang", kata Aulian meminta pendapatnya Zahra.

__ADS_1


"Iya Zahra setuju Abang, boleh juga itu", jawab Zahra setuju dengan idenya Aulian juga.


"Baiklah ayo kita pergi mencari kado untuk mereka, sebelum keburu malam, tapi sebelum itu Abang bayar dulu ya makanannya", kata Aulian kepada Zahra.


Dan ketika Aulian ingin membayar makanan yang mereka pesan, ternyata makanannya sudah dibayarkan oleh Zain semuanya.


Aulian dan Zahra sedikit terkejut ketika mendengar perkataannya waitress, jika makanannya sudah dibayar. Zahra hanya mengucapkan terimakasih saja kepada waitress tersebut dan lalu Aulian serta Zahra mereka langsung saja keluar untuk mencari kado untuk Hafiz dan Khansa seperti yang sudah dibicarakan oleh mereka tadi.


Dan walau cuma seperangkat alat sholat, Aulian dan Zahra tidak main-main dalam memilihkan barang-barangnya, semuanya bermerk dan berkualitas bagus, dan jika ditotal semuanya pun sepuluh juta lebih.


Setelah selesai dan mendapatkan semua yang mereka inginkan, Zahra dan Aulian mereka langsung saja keluar dari mall dan pulang kerumah mereka.


Aulian mengantarkan Zahra terlebih dahulu kerumah pemberian dari Papah Ziyas. Setelah itu Aulian baru pulang kerumahnya Papah Ziyas.


Aulian ketika sudah sampai rumah dan sudah pula masuk kedalam kamarnya, Aulian merasakan ponsel yang ada disaku celana bergetar dan berbunyi.


Dan ketika dibuka, ternyata Zahralah yang mengirimkan pesan kepadanya.


"Abang sudah sampai rumah belum", tanya Zahra melalui pesan WA kepada Aulian.


"Sudah sayang, alhamdulillah ini baru saja masuk kamar", balas Aulian kepada Zahra.


Dan Aulian langsung saja meletakkan ponselnya diatas meja, karena Aulian ingin membersihkan badannya serta menunaikan sholat isya' dahulu sebelum tidur, karena tadi dimall Aulian dan Zahra belum sempat menunaikan sholat isya'.


Ketika sudah selesai semuanya, Aulian langsung menuju keranjangnya untuk merebahkan badannya sambil membuka pesannya Zahra sebelum dia tidur.


"Kalau begitu selamat beristirahat Abang, Zahra juga mau istirahat sudah malam, Assalamu'alaikum", pesan Zahra lagi kepada Aulian ketika Aulian sudah selesai dan sedang berbaring diatas ranjangnya.


"Wa'alaikumussalam, jangan lupa besok berangkat bekerja Abang jemput, mimpi indah Zahra", balas Aulian kepada Zahra.


Dan setelahnya mereka sudah tidak berbalas pesan lagi, karena mereka sudah pada bersiap-siap tidur untuk mengistirahatkan badan mereka, supaya besok bisa fit dan bugar ketika bangun.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Selamat author ucapkan untuk readers, karena ini Up yang ke100πŸ‘


Author tidak menyangka bisa sejauh ini menulis Aulian dan Zahra, yang dari awal tidak ada diplanningnya Author sama sekali, karena Novel ini real hadiah untuk pembaca setia Bissmillah With You😘😘😘


Terimakasih readers atas suportnya sampai saat iniπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***


__ADS_2