LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AIR PUTIH BAGAI SUSU


__ADS_3

Ketika Aulian sudah menepikan mobilnya, Aulian langsung saja meminum air mineral yang diberikan Zahra yang mengambil dikursi penumpang tadi.


Aulian yang meminum air mineral sambil melihat kearahnya Zahra terus, hingga membuat Zahra salah tingkah dan malu.


"Tu.... Tuan Aulian kenapa melihat saya seperti itu", kata Zahra memberanikan diri bertanya kepada Aulian sambil menahan rasa malunya karena dilihatin terus oleh Aulian.


"Alhamdulillah", kata Aulian ketika sudah meminum air mineralnya dan langsung menutup tutupnya kembali.


"Karena dengan melihatmu saja, air putih yang rasanya tawar ini bisa menjadi manis seperti susu karena senyuman dan kecantikan alami dari wajahmu Zahra", jawab Aulian kepada Zahra sambil menggombal dan tertawa sendiri mendengar kalimatnya yang baru saja dia katakan kepada Zahra.


Zahra yang mendapat jawaban dari Aulian dia langsung saja tertawa dengan pipi yang memerah pink karena malu dan tersanjung akan gombalannya Aulian.


Mereka berdua tertawa bersama-sama didalam mobil yang sedang terparkir. Walaupun cuman berdua saja didalam mobil, jangan ragukan keimanan dari seorang Aulian. Dia tidak akan berani menyentuh wanita yang bukan saudara ataupun mahramnya. Seperti yang diajarkan kedua orang tuanya kepadanya dan Kakaknya Qiyas.


"Tuan Aulian sering ya menggombalin wanita, seperti sudah terbiasa begitu, kalau saya lihat", kata Zahra sekaligus tanpa sadar Zahra kepingin tahu bagaimana Aulian itu.


"Jika aku sudah sering menggombalin wanita, pasti aku tidak akan satu mobil denganmu saat ini Zahra, pasti saat ini aku sedang bersama istri dan anakku mungkin. Daaaan.......


Jika aku ketahuan sering menggombalin wanita, bisa habis aku disunat sepuluh kali sama Bunda", jelas Aulian panjang lebar kepada Zahra sambil tertawa kecil.


Dan entah kenapa Zahra yang mendengar perkataannya Aulian dihatinya dia merasa bahagia. Karena arti dari perkataannya Aulian itu sama saja Aulian tidak pernah menggombali wanita selain dirinya.


"Kenapa hatiku rasanya ingin menari mendengar jawaban dari Tuan Aulian", batin Zahra sambil menyembunyikan rasa bahagianya dengan cara mengalihkan pandangannya.


Aulian setelah berkata panjang lebar kepada Zahra, dia lalu melanjutkan lagi perjalanannya untuk menuju keapotek.


Ketika mobil sudah melaju lagi, mereka berdua dilanda keheningan lagi, karena bingung mau membicarakan apa. Aulian dia menyetir sambil terus tersenyum, sedangkan Zahra dia sudah tidak kefikiran atasannya Kia, malah kefikiran perkataannya Aulian tadi yang membuat dia juga ingin terus tersenyum, akan tetapi dia tahan.


Cuman beberapa menit melaju akhirnya mereka sampai juga diapotek yang terdekat dari kantor. Ketika mobil sudah terparkir rapi Zahra dia langsung saja turun dari mobil.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan, saya masuk dulu untuk membeli obat", kata Zahra kepada Aulian sebelum turun dari mobil.


"Iya", jawab Aulian dengan tersenyum.


Ketika turun dari mobil Zahra terus saja tersenyum sampai dia masuk kedalam apotek. Zahra tersenyum sambil membelakangi Aulian karena Zahra malu jika sampai ketahuan dari Aulian.


Ketika Zahra sudah keluar dari mobilnya dan masuk keapotek. Aulian dia yang sedang menunggu didalam mobil berandai-andai dan membayangkan jika seumpama Zahra sudah resmi menjadi istrinya.


"Apa begini ya rasanya sedang menunggui seorang istri", kata Aulian sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi mobil.


"Astaghfirullah", Aulian langsung tersadar dari bayangan berangan-angannya dan berandai-andainya.


Karena didalam Islam berandai-andai atau pengandaian/seandainya adalah sebuah bentuk protes kita kepada takdir Allah SWT. Kemudian, beberapa ulama juga sepakat hukumnya haram.


Hal ini dikarenakan pengandaian semacam ini biasa dilakukan orang-orang yang munafik. Ia percaya takdir Allah SWT, namun di lain waktu ia meragukanya, dan menyesalinya apabila takdir tersebut tidak sejalan sesuai dengan keinginannya.


Rasullullah SAW juga pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim:


Aulian terus beristighfar dan sambil menunduk dengan kepala yang ditundukkan distir mobil, hingga dia tidak menyadari jika Zahra sudah berjalan keluar dari apotek dan akan masuk kedalam mobil.


"Bissmillah, ayo jantung tolong kerjasamanya ya", batin Zahra sambil berjalan menuju mobilnya Aulian.


"Astaghfirullah", kata Aulian kaget karena mendengar suara pintu mobil yang tiba-tiba sudah tertutup, karena dia tadi sedang menundukkan kepalanya distir mobil.


"Maaf Tuan saya mengagetkan anda", kata Zahra dengan sopan ketika sudah masuk kemobil dan sudah duduk dikursi dalam mobil.


"Tidak apa-apa, apa sudah selesai?? ", tanya Aulian kepada Zahra.


"Sudah Tuan", jawab Zahra kepada Aulian.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita segera kembali kekantor", kata Aulian dan langsung menyalakan mesin mobilnya untuk kembali kekantor.


Ketika perjalanan pulang pun terjadi keheningan lagi, setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mobil yang dikendarai Aulian dan Zahra sudah sampai juga diloby kantor.


Ketika Aulian dan Zahra yang sama-sama keluar dari mobilnya Aulian, sontak saja langsung membuat berbagai gosip merebak dikantor, para karyawan wanita yang pada menaruh hati kepada Aulian mereka pafa kecewa dan patah hati, ada juga yang langsung membenci Zahra.


"Eeeh Gi, itu yang baru turun dari mobilnya Tuan Aulian siapa ya", kata salah satu karyawan kepada temannya yang bernama Gia.


"Heleh sok kecantikan, mendingan juga aku", Gia bukannya menjawab malah langsung menghujat Zahra.


"Heeey, dia itu emang cantik jika dibandingkan kamu yang cantik karena makeup", jawab temannya kepada Gia karena mendengar perkataannya Gia.


"Kamu ini temanku atau temannya sih, kenapa malah membela dia daripada aku", jawab Gia dengan sebal.


"*Kita itu teman lu, tapi jika dibandingkan dan dinilai, tetap cantikan wanita itu, realistis dan sesuai fakta yang ada kita ber*bicaranya", jawab temannya lagi kepada Gia.


"Terserah kamu saja, hari ini tidak ada traktir-traktiran lagi", jawab Gia sambil marah dan langsung meninggalkan temannya itu.


Yah begitulah salah satu perkataan yang menggosipkan Zahra. Semoga saja diantara mereka yang mempunyai rasa terhadap Aulian tidak ada yang melakukan hal-hal yang tidak kita sukai terhadap Zahra.


Ketika baru turun dari mobil Zahra dan Aulian mereka berjalan berdampingan menuju keruangannya Qiyas Kakaknya Aulian. Sebenarnya Zahra sudah jalan dibelakangnya Aulian, akan tetapi Aulian dia tidak mengijinkan jika Zahra berjalan dibelakangnya, alhasil mereka akhirnya jalan berdampingan dengan diiringi gombalan renyahnya Aulian kepada Zahra dan mereka juga bercengkrama serta saling menatap dengan pandangan yang sangat terlihat jelas, jika mereka berdua mempunyai ketertarikan satu sama lainnya.


Ada dua pasang mata yang tadi tidak sengaja melihat Zahra dan Aulian turun dari mobil yang sama, dan Aulian serta Zahra dengan saling tertawa dan tersenyum serta saling menatap yang sedikit berbeda dari yang lain membuat kedua pasang itu langsung saja membuat hati mereka menjadi tidak karuan.


🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽


Hayoooo kedua pasang mata itu milik siapaπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ˜œ


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2