
Perempuan itu langsung menunduk melihat kearah tanda pengenalnya yang memang sedang terbalik itu, karena dia tertalu banyak bergerak.
"Emm nama saya................. ", kata perempuan itu dengan sedikit gerogi.
"Emm nama saya Khansa Tuan Hafiz", jawab perempuan itu yang ternyata adalah Khansa sahabatnya Zahra.
"Apa benar nama kamu Khansa", goda Hafiz kepada Khansa membuat Khansa langsung memasang wajah cemberut.
Pembawaan Hafiz yang humble dan menyenangkan membuat Khansa nyaman serta tidak canggung tidak seperti sedang berbicara dengan seorang CEO melainkan dengan temannya sendiri.
"Nih kalau anda tidak percaya, baca saja sendiri", kata Khansa dengan jutek sambil membalik tanda pengenalnya dan menunjukkannya kepada Hafiz.
Hafiz sengaja menggoda Khansa karena memang Hafiz ingin mengetahui nama lengkapnya Khansa.
"Ayunda putri Khansa", kata Hafiz membaca tanda pengenalnya Khansa.
"Sudah tahu kan Tuan, dan ijinkan saya pergi dari sini, karena pekerjaan saya masih banyak", jawab Khansa dengan nada galaknya.
Memang sahabat Zahra yang satu ini terkenal sangat galak dikampusnya dahulu, bahkan laki-laki tidak ada yang bertahan lama ketika mendekati Khansa, karena sikap jutek dan galaknya itu.
"Ok silahkan Ayundaku, Kakanda juga akan melanjutkan perjalanan Kanda melihat-lihat tempat kerjanya calon istri kanda disini", jawab Hafiz kepada Khansa sambil menggoda Khansa.
"Dasar CEO gila", kata Khansa sambil berlalu pergi dari hadapannya Hafiz dan bahkan Khansa menjadi lupa untuk menjaga attitudenya didepannya Hafiz.
Ketika baru beberapa langkah Khansa berjalan, tiba-tiba dia mendengar jika namanya sedang dipanggil.
"Ayunda tunggu", panggil Hafiz kepada Khansa, membuat Khansa langsung saja menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Hafiz.
"Apa lagi Tuan", jawab Khansa kepada Hafiz dengan malas.
"Jika kita nanti bertemu lagi, berarti Kita berjodoh dan saya akan secepatnya datang menemui Keluarga kamu", kata Hafiz kepada Khansa membuat Khansa memberikan tanggapan dengan memberi tanda sinting didahinya untuk Hafiz, dan terus berlalu dari hadapannya Hafiz.
"Katanya sudah punya calon istri, masih juga berani mendekatiku dan menggodaku seperti itu, dasar CEO gila", gerutu Khansa sambil berjalan menuju keruangannya.
"Bu Khansa kenapa ya?? ", tanya salah satu bawahannya kepada Khansa, yang melihat Khansa berbicara sendiri.
"Oh saya tidak apa-apa hanya sedang menghafalkan kata-kata untuk meeting dengan atasan nanti", jawab Khansa berbohong kepada bawahannya yang bertanya tadi. Dan ditanggapi Oh ria saja oleh bawahan yang bertanya tadi.
"Ih gara-gara CEO gila itu membuatku malu dengan bawahanku", batin Khansa menggerutu.
Sedangkan Hafiz walau dia sudah dikatai oleh Khansa bukannya marah, dia malah tersenyum manis tadi. Dan sekarang dia masih tersenyum terus sambil berjalan karena mengingat wajahnya Khansa yang lucu menurutnya.
"Aaaah, sepertinya aku sedang jatuh cinta, pantas saja kemarin Aulian seperti orang gila ketika jatuh cinta sama Zahra, ternyata begini rasanya", kata Hafiz sambil berbicara sendiri.
__ADS_1
"Rasa gembiraku tiba-tiba membuatku menjadi lapar, ternyata sudah jam dua belas siang, makanya aku lapar, ini kantinnya dimana ya", kata Hafiz lagi ketika melihat jam yang melingkar ditangan kekarnya sambil berjalan mencari kantin yang ada dikantor itu.
"Nah itu kantinnya sepertinya, aku tunggu Adzriel disini sajalah", batin Hafiz sambil berjalan masuk kedalam kantin.
Dan ketika Hafiz berjalan masuk, dia tidak sengaja ditabrak seseorang hingga membuat kuah sayur yang sedang dibawa orang itu mengotori jas mahalnya Hafiz.
"Anda", kata orang itu kepada Hafiz dan Hafiz bukannya marah malah tersenyum manis ketika sudah melihat wajah orang yang menabraknya.
.............. °°°°°°°°°°°°°°°°°°.............
Kembali keAulian, saat ini dia sedang perjalanan pulang untuk melihat keadaannya Zahra. Karena semenjak berita Keluarga Ferdinan tersebar tadi Aulian menjadi tidak fokus untuk bekerja karena kefikiran dengan keadaannya Zahra dirumah.
"Eh itu seperti mobilnya Abang Aul", kata Zahra yang sedang duduk digazebo yang ada ditamannya Papah Ziyas.
Aulian yang baru saja sampai dirumahnya, dia langsung saja turun dari dalam mobil dan tidak menyadari jika Zahra daritadi memperhatikannya dari gazebo taman.
Ketika baru berjalan beberapa langkah, Aulian mendengar suara seseorang yang sedang dikhawatirkannya. Dan ketika Aulian mencari sumber suara, Aulian melihat Zahra sedang duduk digazebo taman.
"Abang Aul", panggil Zahra kepada Aulian.
Dan Aulian yang sudah melihat Zahra sedang duduk digazebo dia langsung menyamperi Zahra.
"Kamu lagi sedang apa Zahra??, keadaan kamu baik-baik saja kan?? ", tanya Aulian dengan bernada khawatir ketika sudah sampai didepannya Zahra.
"Zahra tidak apa-apa kan?? ", tanya Aulian lagi kepada Zahra.
"Zahra baik-baik saja ko Abang", jawab Zahra dengan tersenyum kepada Aulian.
"Syukurlah, dan kamu sendirian disini sedang apa?? ", tanya Aulian lagi kepada Zahra.
"Lagi sedang menikmati udara saja Abang, Zahra bosan didalam terus", jawab Zahra kepada Aulian.
Aulian yang daritadi beridiri dia langsung duduk disebelahnya Zahra.
"Zahra sudah makan siang?? ", tanya Aulian lagi kepada Zahra.
"Belum Abang", jawab Zahra kepada Aulian.
"Nanti makan ya, Abang juga belum makan, tapi ada sesuatu hal yang ingin Abang sampaikan kepada Zahra", kata Aulian kepada Zahra.
"Apa ini tentang Rizky dan Keluarga Abang?? ", jawab Zahra sambil melihat lurus kedepan.
"Iya Zahra, apakah kamu sudah melihat berita yang sedang tayang pagi ini", tanya Aulian lagi kepadan Zahra.
__ADS_1
"Sudah Abang", jawab Zahra dengan pelan kepada Aulian.
"Mereka Abang fikir pantas mendapatkannya Zahra dengan apa yang sudah mereka lakukan kepada Zahra, ada Abang, Zahra jangan terus bersedih dan terpuruk ya, Abang rasanya juga ikut sedih melihatnya", kata Aulian kepada Zahra.
Zahra tiba-tiba mengalihkan pandangannya kearahnya Aulian dan sambil tersenyum manis kepada Aulian.
"Maafkan Zahra ya Abang, Zahra berjanji akan melawan rasa trauma itu demi diri Zahra sendiri, demi semuanya dan terutama demi Abang Aul, maafkan Zahra lagi ya Abang sudah membuat Abang Aul sedih", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum manis.
"Jangan bersedih lagi ya, ingin rasanya Abang memeluk kamu Zahra, andai saja kita sudah menikah", kata Aulian dengan berpura-pura cemberut. Membuat Zahra langsung tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan satu telapak tangannya.
"Sudah yuk masuk, nanti lama-kelamaan Abang keblabasan, sudah tidak tahan nih", kata Aulian lagi kepada Zahra sambil berdiri dan mengajak Zahra masuk kedalam rumah.
"Iya Abang ayo masuk", jawab Zahra kepada Aulian.
"Masuk kemana Zahra, kamu ini siang-siang sudah mengajak masuk-masuk segala", goda Aulian kepada Zahra dan reflek Zahra ingin memukul kecil dadanya Aulian.
Aulian langsung saja menghindar sebelum terkena pukulannya Zahra sambil tertawa keras dan berlari masuk kerumah meninggalkan Zahra.
Zahra juga tertawa melihat tingkahnya Aulian dan sambil berjalan santai dibelakangnya Auluan.
"Abang Aul", panggil Zahra kepada Aulian dengan sedikit berteriak.
Aulian dia langsung saja menghentikan langkahnya dan langsung berbalik menghadap Zahra yang tiba-tiba sudah berada dibelakangnya.
"Kamu mau apa Zahra", kata Aulian yang melihat tangannya Zahra ingin memegang pipinya.
Aulian tubuhnya langsung kaku dan jantungnya dibuat berdisko ria dengan Zahra yang tiba-tiba bersikap aneh menurutnya. Tangannya Zahra yang sudah persis disebelah pipinya Aulian, sebelum menyentuh pipinya Aulian Zahra langsung saja memeletkan lidahnya kepada Aulian dan Zahra langsung berlari meninggalkan Aulian masuk kerumah sambil tertawa.
Dengan posisi yang masih membelakangi pintu masuk, Aulian yang jantungnya sudah dibuat berdendang oleh Zahra dia langsung saja menghembuskan nafasnya kasar, karena dia sudah berhasil dikerjai oleh Zahra.
"Awas kamu Zahra akan aku balas nanti", kata Aulian yang langsung memegangi dadanya dan sambil menarik nafas panjang.
"Zahra tunggu pembalasannya Abang", kata Zahra dengan tiba-tiba tepat dibelakangnya Aulian, membuat Aulian langsung terlonjak kaget pasalnya tadi Aulian sudah melihat Zahra masuk, tahu-tahu Zahra sudah berada dibelakangnya.
"Astaghfirullah Zahraaaaa", kaget Aulian sambil memanggil Zahra dengan berteriak karena Zahra setelah mengejutkan Aulian dia langsung berlari masuk lagi kedalam rumah dengan tertawa riang, karena sudah bisa mengerjai Aulian dua kali.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
No Coment😂😂😜
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
***TBC***
__ADS_1