
Ketika acara sudah selesai, walau masih banyak para Keluarga yang belum pada pulang diballroom hotel, Aulian dan juga Zahra mereka sudah pada kembali kedalam kamar mereka, bersama para saudara, Bunda Lili, Kia, Ibu Dina, Mamah Dian dan masih ada beberapa saudara yang lain pada ikut masuk kedalam kamarnya Aulian dan juga Zahra.
Karena mereka semua ingin membantu Zahra serta sekalian membersihkan makeup mereka.
Terkecuali dengan Mayang, dia tidak ikut seperti yang lain masuk kedalam kamarnya Aulian dan Zahra, biasanya Mayang yang selalu ada bersama Zahra, kali ini dia memilih untuk kembali kekamar yang dari kemarin ditempatinnya dihotel itu.
Dan tanpa sepengetahuan dari Mayang juga ternyata Adzriel mengikuti Mayang dari belakang ketika Mayang akan kembali kedalam kamarnya.
Ketika Mayang ingin menutup pintu kamarnya, dia dikejutkan dengan adanya Adzriel yang sudah ada tiba-tiba dibelakangnya dan langsung menutup pintunya dari dalam kamarnya.
Mayang yang melihat tindakannya Adzriel dia hanya diam sambil memperlihatkan wajah marahnya kepada Adzriel, dengan pandangan yang sangat tidak bersahabat sekali dengan Adzriel.
"May, maafkan saya, saya tidak bermaksud tadi bersikap begitu denganmu, maafkan saya May", kata Adzriel meminta maaf kepada Mayang dengan perasaan yang sangat menyesal sekali.
"Maaf anda salah kamar, jika ingin mencari seorang jal***g bukan didalam kamar ini, silahkan anda keluar dari kamar saya, karena saya merasa terganggu dengan kehadiran anda didalam kamar saya", kata Mayang dengan dingin kepada Adzriel.
"Maafkan saya May, bahkan saya tidak sedikitpun menganggapmu seperti seorang ja***g, tadi saya khilaf May", kata Adzriel lagi sambil memohon maaf kepada Mayang.
...*Flashback On*...
Ketika Adzriel sudah menarik Mayang kedalam kamar makeupnya Aulian tadi yang tidak dikunci, ingin sekali Mayang berteriak tadi, akan tetapi sudah keburu ditutup oleh Adzriel mulutnya Mayang.
Mayang langsung dipojokkan oleh Adzriel kebelakang pintu yang sudah ditutup oleh Adzriel.
Dan ketika Mayang melihat Adzriel yang melakukan itu kepadanya, Mayang langsung saja melepaskan bekapan tangannya Adzriel dimulutnya.
"Om, apa yang ingin Om lakukan kepada saya, kenapa Om menarik saya masuk kedalam kamar ini", kata Mayang kepada Adzriel.
"Ternyata kamu sungguh sangat cerewet sekali ya May, dan jangan panggil saya Om, kamu memanggil Aulian dengan panggilan Kakak, begitupun dengan Kak Qiyas pun sama, kenapa denganku kamu memanggilku dengan panggilan Om, padahal umurku dengan umur Kak Qiyas jauh lebih tua Kak Qiyas Mayang", kata Adzriel kepada Mayang.
Adzriel dan Mayang mereka berdiri dengan jarak yang sangat begitu dekat sekali, hanya berjarak setengah langkah saja.
"Masa sih Om, malahan menurutku Kak Qiyas dan Om itu lebih tuaan Om", jawab Mayang dengan begitu polosnya kepada Adzriel.
"Jangan memanggil saya Om lagi, atau saya akan mencium kamu", kata Adzriel mencoba menggeretak Mayang.
__ADS_1
Dasar si Mayang yang fikirannya belum sampai disitu, dia bahkan tidak menanggapi perkataannya Adzriel, dan menurut Mayang Adzriel tidak bakal berani menciumnya.
"Sudah ya Om, nanti kalau kelamaan didalam kamar sini, saya bisa dicari oleh Ibu, Mayang pamit keluar dulu ya Om", kata Mayang kepada Adzriel sambil berbalik badan dan ingin membuka pintu.
Reflek tanpa sadar Adzriel ketika mendengar Mayang masih memanggilnya dengan panggilan Om, dia langsung menarik tangannya Mayang yang sudah berada diganggang pintu, dan membuat Mayang langsung terbentur badannya Adzriel yang gagah itu.
Adzriel langsung saja memeluk badan langsingnya Mayang yang menabrak badannya, sambil mengucapkan sebuah perkataan kepada Mayang, sedang Mayang sendiri yang dipeluk Adzriel dengan begitu mesra dan eratnya dia ingin sekali melepaskan pelukannya Adzriel, sambil memukul-mukul dadanya Adzriel.
"Om apa yang ingin Om lakukan kepada saya, tolong lepaskan saya Om, saya tidak nyaman dengan sikap Om ini kepada saya", kata Mayang dengan sangat memohon kepada Adzriel sambil berusaha melepaskan pelukannya Adzriel ditubuhnya.
"Sudah saya katakan jangan memanggil saya dengan panggilan Om, dan kamu terus saja memanggil saya dengan panggilan itu", jawab Adzriel kepada Mayang dengan berbisik mesra tepat diwajahnya Mayang.
"Om tolong lepaskan, saya bisa berteriak jika Om tidak mau melepaskan tangan Om dari tubuh saya", kata Mayang kepada Adzriel sambil terus mencoba melepaskan pelukannya Adzriel.
"Coba saja kalau berani", jawab Adzriel dengan begitu tenangnya kepada Mayang.
"To.............", perkataannya Mayang langsung terhenti dengan apa yang dilakukan Adzriel kepada Mayang.
Adzriel langsung saja mencium Mayang tepat dibibirnya, walau niat awal Adzriel hanya mencoba mengancam dan menggoda Mayang saja entah kenapa ketika Adzriel memeluk Mayang dan Mayang begitu dengan dengannya, mata Adzriel selalu tertuju kebibir titpisnya Mayang.
Bibirnya Adzriel yang awalnya hanya menempelkan saja kebibirnya Mayang, entah kenapa ketika Mayang diam saja dan tidak memberontak membuat Adzriel khilaf langsung melanjutkan aksinya.
Adzriel langsung melu***t dan menggerakkan bibir dan juga lidahnya kemulut dan bibirnya Mayang.
Mayang diam saja bukannya dia menerima ciumannya Adzriel kepadanya, akan tetapi karena Mayang sangat terkejut sekali dengan ciuman tiba-tiba yang dilakukan oleh Adzriel kepadanya.
Dan ciuman itu juga ciuman pertamanya Mayang dengan seorang laki-laki, karena selama ini Mayang walau berbicara suka ceplas ceplos dan lugu, dia tahu batasannya antara laki-laki dan perempuan.
Mayang yang tersadar dari ******* dibibirnya oleh Adzriel dia langsung saja melepaskan ciuman mereka terlebih dahulu, dan setelahnya Mayang langsung menampar pipinya Adzriel dengan begitu kerasnya.
"Itu ciuman pertamanya May, untuk suaminya May nanti, dan Om malah mengambilnya dengan seenaknya saja", kata Mayang kepada Adzriel dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya.
"Asal Om tahu, walau May orang desa, akan tetapi May masih bisa menjaga harga diri May untuk suami May nanti, berapapun uang yang akan Om tawarkan kepada May, May tidak akan terpikat sama sekali, lebih baik May bunuh diri daripada menyerahkan kehormatan May untuk laki-laki yang bukan suami May", kata Mayang kepada Adzriel dengan begitu menggebunya, dan setelah itu Mayang berlalu keluar menuju kedalam kamarnya sendiri untuk meluapkan emosi dan kesedihannya serta juga membenahi riasannya yang sudah rusak akibat menangis.
"Maafkan aku May, kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku jika berdekatan denganmu,.............. ", kata Adezriel segaja menjeda perkataannya setelah kepergian Mayang dari dalam kamar itu.
__ADS_1
"Dan itu juga ciuman pertamaku dengan seorang perempuan", sambung Adzriel lagi dengan lirih.
Adzriel langsung saja duduk dipinggir ranjang sambil mengusap mukanya dengan begitu kasarnya, dengan perasaan yang amat sangat menyesal sekali.
"Apa yang sudah aku lakukan kepada Mayang", kata Adzriel dengan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Pasti Mayang nanti tidak mau lagi bertemu denganku", kata Adzriel lagi kepada dirinya sendiri.
"Mayang maafkan aku, bukan maksud aku ingin menyamakanmu dengan wanita murahan, itu tadi aku cuma menggoda dan bercanda saja denganmu kenapa jadi aku yang tidak bisa mengontrol naf***uku ketika melihat bibir tipismu itu", kata Adzriel lagi sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Dan Adzriel juga merasakan sakit sekali ketika melihat air mata Mayang yang keluar dari matanya, rasa sakitnya sama seperti ketika Adzriel melihat Mamahnya menangis.
"Kenapa juga aku merasakan sakit ketika melihat air matamu tadi Mayang, apa aku mencintaimu??", kata Adzriel untuk dirinya sendiri lagi.
...*Flashback Off*...
"Maafkan saya May, bahkan saya tidak sedikitpun menganggapmu seperti seorang ja***g, tadi saya khilaf May", kata Adzriel memohon maaf kepada Mayang.
Mayang masih melihat kearah Adzriel dengan tatapan dinginnya dengan airmata yang mengalir terus dipipinya.
"Maafkan aku May", kata Adzriel lagi kepada Mayang dengan menyesal.
"Silahkan Om pergi keluar dari dalam kamar saya", kata Mayang lagi kepada Adzriel sambil berteriak dengan begitu kerasnya.
Setelah berkata seperti itu Mayang langsung saja berlari kedalam kamar mandi dan langsung menutup pintunya dengan kencang sekali, hingga menimbulkan bunyi yang begitu sangat keras sekali.
Adzriel yang melihat Mayang seperti itu kepada dirinya, dia hanya bisa bersedih dan sambil berjalan menuju kearah kamar mandi yang sudah tertutup itu.
"Baiklah saya akan pergi May, dan saya akan terus berjuang untuk mendapatkan maafmu, serta asal kamu tahu saja May, itu juga ciuman pertamaku dan hanya kamu saja perempuan pertama yang bisa membuatku seperti ini", kata Adzriel dengan pelan didepan pintu kamar mandi yang tertutup.
Setelah berkata seperti itu, Adzriel langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Mayang, sedang Mayang yang berada didalam kamar mandi dia langsung menangis sejadi-jadinya, karena Mayang merasa tidak bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1