
Malam harinya sesuai dengan apa yang dikatakan dan dijanjikan oleh Aulian tadi siang kepada Zahra ketika mengantar Zahra pulang kerumah yang diberikan oleh Papah Ziyas, jika Aulian ingin mengajak Zahra jalan-jalan kesalah satu Mall yang ada dikota itu.
Dan disinilah Aulian serta Zahra yang sudah sampai dimall yang mereka tuju. Mereka tadi berangkat dari rumah sekitar jam setengah tujuh setelah sholat maghrib dan mengaji dulu sebentar dirumah.
"Abang, sebenarnya Abang mau mengajak Zahra mau cari apa sih?? ", tanya Zahra kepada Aulian ketika mereka sudah masuk kedalam mall.
"Terserah Zahra maunya ingin apa, hari ini akan Abang turuti, mau belanja baju, sepatu, tas atau apa saja bilang sama Abang, mau menonton film ayo, mau kegame permainan juga ayo, Abang akan mengabulkannya Zahra", jawab Aulian kepada Zahra sambil tersenyum manis.
Karena Aulian entah kenapa rasanya malam itu ingin sekali memanjakan Zahra dan mengabulkan semua keinginannya.
"Zahra kira Abang yang ingin membeli sesuatu, kalau begitu kita cari makan dulu yuk Abang, Zahra sudah lapar nih", jawab Zahra kepada Aulian.
"Ayo", jawab Aulian kepada Zahra dengan semangat.
Dan setelahnya mereka berdua berjalan-jalan sambil melihat-lihat apa yang ada didalam mall serta juga sambil mencari tempat makan yang menurut mereka cocok.
Ketika Zahra dan Aulian sedang sibuk memperhatikan sekitar, Zahra dan Aulian mereka berdua tidak sengaja melihat dua orang yang ada didepan mereka yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Aulian dan juga Zahra.
"Abang, itu Zain dan Ameera kan?? ", kata Zahra kepada Aulian sambil menunjuk Zain dan Ameera.
"Iya itu mereka", jawab Aulian kepada Zahra.
Iya dua orang yang dilihat Zahra dan Aulian adalah Zain serta Ameera yang sedang melihat-lihat toko hadiah.
"Kita samperin mereka saja bagaimana Abang?? ", kata Zahra kepada Aulian lagi.
"Iya boleh", jawab Aulian kepada Zahra dengan tersenyum manis.
Walau Aulian didalam hatinya tidak mau karena kencannya dengan Zahra akan terganggu, akan tetapi Aulian akan tetap memenuhi permintaannya Zahra, karena Aulian ingin membahagiakan Zahra.
Setelah itu, Aulian dan Zahra berjalan mendekati Zain dan juga Ameera. Zain dan Ameera sendiri mereka tidak menyadari jika Zahra dan Aulian berjalan kearah mereka, karena Zain dan Ameera mereka sedang sibuk memilih-milih barang.
"Zain", panggil Aulian kepada Zain.
"Ameera", panggil Zahra kepada Ameera sahabatnya.
Aulian dan Zahra mereka memanggil Zain dan juga Ameera secara bersamaan. Zain dan Ameera sendiri ketika mendengar nama mereka dipanggil, sontak saja mereka langsung mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Zain dan juga Ameera ketika mengetahui jika orang yang memanggil mereka adalah Zahra dan juga Aulian.
"Zahra", kata Ameera ketika melihat Zahra sudah hampir dekat dengannya.
"Tuan Aulian, Zahra", kata Zain juga ketika melihat Aulian dan juga Zahra.
"Kalian sedang apa Ameera, dan kenapa kamu bisa bersama dengan Zain?? ", tanya Zahra kepada Ameera ketika Zahra dan juga Aulian sudah sampai didepannya Zain dan Ameera.
"Dia tunanganku Nyonya Zahra", bukan Ameera yang menjawab melainkan Zain kepada Zahra.
Sungguh jawabannya Zain membuat Aulian dan juga Zahra sangat terkejut sekali, terutama Zahra dia yang paling terkejut. Sedangkan Ameera dia merasa bersalah kepada Zahra karena belum sempat bercerita kepada Zahra. Padahal ekspresinya Zahra yang terkejut sekali dia dibuat-buat untuk memberikan pelajaran kepada Ameera.
"Apaaaaa!!!! ", kata Zahra dengan begitu terkejutnya yang dibuat-buat.
"Tega kamu Meera sampai kamu tidak menceritakannya kepadaku, apa ini yang dinamakan sahabat, kita sudah berjanji akan saling terbuka satu sama lainnya, tapi kenapa kamu menyembunyikan hal ini kepadaku Meera", kata Zahra lagi kepada Ameera dengan berakting tenang dan suara dingin.
Sedang Aulian yang juga sama terkejutnya karena sekretarisnya Zain bisa menjadi tunangannya Ameera sahabat dari calon istrinya, dia masih diam menyimak perkataannya Zahra sambil terus berfikir jernih.
"Bukan-bukan seperti itu Zahra, biar aku jelaskan", jawab Ameera kepada Zahra dengan nada yang sangat bersalah karena belum menceritakannya kepada Zahra, sedangkan dia sudah ketahuan jalan dengan Zain.
Walau sempat merasa cemburu dengan Zahra, akan tetapi Zahra tetaplah sahabatnya dari beberapa tahun yang lalu, dan mereka yaitu Ameera, Khansa serta Zahra sudah berjanji untuk saling terbuka satu sama lainnya.
"Abang, kita pulang saja yuk, cari resto diluar saja", kata Zahra masih berakting dengan nada santai dan juga dingin kepada Aulian.
Aulian yang baru pertama kalinya melihat Zahra berbicara dengan nada seperti itu membuatnya sangat merinding sekali. Pasalnya marahnya Zahra walau terlihat santai akan tetapi menurut Aulian sangat menyeramkan sekali.
"Lebih baik Zahra mencaci makiku jika marah daripada harus melihatnya diam, dingin dan seperti ini jika sedang marah", kata batin Aulian ketika mendengar suara dinginnya Zahra serta melihat wajah diam tanpa ekspresinya Zahra.
"Emm bagaimana kalau kamu memberikan waktu sebentar untuk mereka menjelaskan dan menceritakannya kepadamu sayang", kata Aulian juga ikut membujuk Zahra dan dianggukin oleh Ameera.
"Baiklah, jangan disini", jawab Zahra dan dia langsung berlalu pergi dari hadapannya Aulian, Zain dan juga Ameera menuju kesalah satu resto yang ada didalam mall dan langsung diikuti oleh mereka bertiga.
Aulian yang melihat Zahra tadi langsung pergi dia langsung berlari mendekati Zahra yang ternyata masuk kesalah satu resto yang tidak jauh dari mereka berbicara tadi.
Belum sempat Ameera dan Zain menjelaskan kepada Zahra, mereka berempat yang sudah duduk dimeja yang sama, langsung saja didekati oleh waitress untuk menanyakan ingin memesan makanan serta minuman apa.
Setelah selesai menyebutkan perbagai pesanan mereka masing-masing, waitress langsung saja pergi dari hadapan mereka berempat.
__ADS_1
"Zahra maafkan aku, ini tidak seperti yang kamu fikirkan, maukan kamu mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu", kata Ameera kepada Zahra yang duduk didepannya sambil menunggu makanan yang mereka pesan.
Zahra hanya menangguk kepada Ameera, dan Ameera lalu menjelaskan semuanya kepada Zahra, ketika kemarin Zain datang kerumahnya untuk melamarnya.
Akan tetapi Ameera tidak menjelaskannya secara detail, dan juga dia tidak menjelaskan jika Zain pernah mencintainya, karena Ameera merasa tidak enak kepada Aulian.
"Sungguh Zahra aku jngin segera menceritakan ini kepadamu, akan tetapi waktunya tidak ada dan kamu sendiri dari kemarin sibuk terus", kata Ameera kepada Zahra.
Sedang Aulian dan Zain mereka masih terus mendengarkan percakapan antara Zahra dan juga Ameera.
"Maafkan kami Nyonya...... ", kata Zain terputus ketika mendengar perkataannya Zahra.
"Panggil Zahra saja Zain seperti biasanya, karena ini bukan tempat kerja", kata Zahra yang menyela perkataannya Zain dengan dingin dan tegas, karena Zahra merasa aneh dipanggil Nyonya oleh Zain
"Abang Aul tidak akan marah kepadamu, karena ini perintahku",kata Zahra lagi kepada Zain dengan nada tegas sekali ketika Zahra melihat Zain melirik kearahnya Aulian yang sedang duduk disampingnya.
Aulian dia langsung mengangguk kepada Zain ketika mendengar perkataannya Zahra.
"Baiklah, maafkan kami Zahra kami tidak bermaksud untuk tidak mau bercerita kepadamu,......... ", Zain menjeda perkataannya.
"Seperti yang dibilang oleh Ameera tadi, karena kami belum sempat bertemu denganmu dan kamu sendiri juga lagi sedang sibuk. Pasti kamu ingin bertanya kepada kami kenapa tidak mengabari dan bercerita lewat telefon saja, jawabannya adalah karena kami tidak mau, pasti kamu akan sangat terkejut Zahra jika mengetahui berita pertunangannya kami, maka dari itu kami sudah merencanakan ingin bertemu denganmu dan bercerita langsung denganmu", sambung Zain lagi dan dia ikut-ikutan menjelaskan kepada Zahra.
Sebelumnya Ameera sudah bercerita kepada Zain, jika dia belum bercerita kepada Zahra, akan tetapi sudah bercerita kepada Khansa. Ameera lalu menjelaskan kepada Zain, rasanya tidak enak jika memberitahukan berita itu kepada Zahra melalui sambungan telefon dan Zain pun memahami serta mengerti maksudnya Ameera.
Ketika Zahra mendengar jawabannya Zain, dia langsung saja tersenyum manis kepada Ameera membuat Ameera sedikit lega melihat Zahra mau tersenyum kepadanya lagi.
Ketika mereka ingin melanjutkan lagi pembicaraannya, makanan yang mereka pesan akhirnya sudah selesai dimasak dan sedang dihidangkan dihadapan mereka semua.
"Sudah kita bahas lagi nanti, sekarang kita makan dulu, sudah lapar ini perutku", kata Zahra kepada Zain dan juga Ameera dengan nada ramah dan menyenangkan seperti biasanya.
Aulian dia yang mendengar nada biacaranya Zahra yang sudah kembali seperti semula, dia menjadi tenang dan senang.
Sedang Zain dan juga Ameera mereka juga senang melihat Zahra sudah tidak sedingin tadi nada bicaranya kepada mereka, akan tetapi Zain dan juga Ameera merasa aneh dengan sikapnya Zahra.
π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅
Tenang masih berlanjut ko readers, perkiraan saya akan cepat tamat, ternyata salahππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***