LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
TRAUMANYA ZAHRA


__ADS_3

"Zahraaaaa!!!! ", teriak Aulian ketika sudah membuka pintu kamarnya Kak Anin.


Setelah membuka pintu Aulian langsung saja berlari menuju kearah kamarnya Kak Qiyas yang tidak jauh dari kamarnya Kak Anin.


"Kakak, Kak Iyas, Kak Kia", panggil-panggil Aulian sambil menggedor-gedor pintu kamar Kakaknya.


Kak Qiyas dan Kia yang akan tidur, mereka merasa terganggu dan kaget karena gedoran dipintu kamar mereka yang dilakukan oleh Aulian.


"Itu Aul kenapa sih, mengganggu saja", kata Kak Qiyas kepada Kia ketika mereka mendengar gedoran pintu kamar mereka.


Kak Qiyas dan Kia malam itu memang sengaja menginap dirumahnya Papah Ziyas, karena waktu memang sudah sangat larut malam untuk mereka pulang.


"Coba buka saja Kak, siapa tahu penting kan tidak biasanya Aul menggedor pintu seperti itu", jawab Kia kepada suaminya Qiyas.


Qiyas langsung saja turun dari ranjang untuk membukakan pintu kepada Aulian.


"Ada apa sih Aul, ini itu sudah larut malam", kata Kak Qiyas kepada Aulian.


"Kakak kenapa lama sekali sih membuka pintunya", kata Aulian kepada Kakaknya.


"Kakak ipar, ayo tolongin Aul, itu Zahra sepertinya mengigau Kak, teriak-teriak", kata Aulian kepada Kia karena Kia sudah berada disampingnya Kak Qiyas.


"Apaaa!!", kata Kia dengan terkejut karena mendengar perkataannya Aulian.


Dan setelah itu mereka bertiga langsung saja berlari menuju kekamarnya Kak Anin. Kia langsung saja berlari mendekati kearah ranjangnya Zahra ketika dia sudah masuk kedalam kamar.


"Jangaaaan!!!!, jangaaaan Ky, aku mohon, jangaaaan!! ", kata Zahra mengigau dalam tidurnya.


"Jangaaaaan!!! ", kata-kata seperti itulah yang diucapkan Zahra terus menerus dalam tidurnya.


"Zahra, hey Zahra bangun Zahra, sadar Zahra", kata Kia mencoba membangunkan Zahra sambil menggoyang-goyangkan badan dan menepuk pelan pipinya Zahra.


Aulian yang melihat Zahra seperti itu rasanya dia ingin sekali menonjok kembali mukanya Rizky.


Sedangkan Kak Qiyas dia turun kebawah untuk memberitahukan kepada Bunda Lili dan Papah Ziyas tentang keadannya Zahra.


"Zahraaaaa!!!! ", teriak Kia dengan sekencang-kencangnya untuk membangunkan Zahra.


Dan usaha Kia berhasil untuk membangunkan Zahra dalam mimpi buruknya. Zahra yang sudah terbangun langsung saja melihat sekitar dan ketika dia melihat kearahnya Kia, Zahra langsung saja memeluk Kia dengan begitu kencangnya.


"Ya Allah Nak, kamu kenapa", kata Bunda Lili yang sudah berada didalam kamarnya Kak Anin dan melihat Zahra menangis sambil bercucuran keringat seperti itu.


"Astaghfirullah Zahra", kata Kia reflek ketika menyentuh badannya Zahra.


Bunda Lili yang penasaran dia ikut-ikutan menyentuh dahinya Zahra.


"Astaghfirullah", kata Bunda Lili juga.

__ADS_1


"Badan kamu panas sekali Nak", kata Bunda Lili lagi.


"Aul kamu cepetan ambil obat penurun panas yang sering Bunda minum ada dikotak obat biasanya", kata Bunda Lili menyuruh Aulian untuk mengambil obat buat Zahra.


"Bunda, Kak Kia, Zahra takut, Rizky, Rizky dia akan........ ", perkataan Zahra terpotong oleh perkataannya Kia dan Bunda Lili.


"Sudah tidak ada apa-apa, ada kami Zahra, tenang ya", kata Kia menenangkan Zahra yang masih dalam pelukannya.


"Ada Bunda Nak, Bunda disini untuk Zahra", kata Bunda Lili juga kepada Zahra dengan ekspresi yang sangat khwatir sekali.


Sedangkan Papah Ziyas dan Kak Qiyas mereka masih memperhatikan keadaannya Zahra.


"Ini Bund, dan ini air putihnya", kata Aulian kepada Bunda Lili yang sudah mengambil obat penurun panasnya.


Bunda Lili langsung menerima obat dan air putih yang sudah diambilkan oleh Aulian tadi. Didalam hati kecilnya Aulian dia rasanya ingin sekali menggantikan Kakak Iparnya untuk memeluk dan menenangkan Zahra, tapi apalah daya, karena mereka belum halal.


"Ya Allah Zahra, rasanya aku juga ikut sakit melihatmu begini", batin Aulian sambil memperhatikan Zahra.


"Ini semua gara-gara Rizky, dasar Rizky baji***n", batin Aulian lagi sambil mengepalkan tangannya karena menahan amarah.


Zahra langsung saja meminum obat yang diberikan oleh Bunda Lili kepadanya.


"*Bunda Zahra takut, Zahra tidak mau sendirian, Zahra takut Bunda, nanti jika Zahra sendirian bagaimana-ba..... bagaimana kalau dia datang lagi menemui Zahr*a", kata Zahra dengan sangat ketakutan sekali.


"Suussssttt, sudah-sudah, kalau begitu Bunda temani tidur disini ya", kata Bunda Lili kepada Zahra. Dan Zahra langsung mengangguk kepada Bund Lili.


"Iyas, Aul ikut Papah sebentar", kata Papah Ziyas mengintruksi Kak Qiyas dan Aulian.


Ternyata Papah Ziyas mengajak Kak Qiyas dan juga Aulian menuju keruang kerjanya Papah Ziyas.


Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari dan mereka masih terjaga karena khawatir dengan keadaannya Zahra. Dan untung saja esok pagi adalah hari minggu, jadi mereka jika akan bangun siang pun tidak harus memusingkan akan terlambat kekantor.


"Aul bagaimana tadi dikantor polisi?? ", tanya Papah Ziyas kepada Aulian.


"Beres Pah, Rizky mengakui semua perbuatannya kepada Polisi", jawab Aulian kepada Papahnya.


"Buat Rizky menerima hukuman yang pantas Aul, Papah akan membantumu nanti, agar dia jera dan orang tuanya terutama Ibunya tidak sombong lagi", kata Papah Ziyas kepada Aulian.


"Iya Pah, ini Aul sedang usahakan", jawab Aulian kepada Papahnya.


"Dan Iyas tolong besok kamu hubungan Dr. Devi untuk mengatasi psikis dan traumanya Zahra", perintah Papah Ziyas kepada Kak Qiyas.


"Baik Pah", jawab Kak Qiyas kepada Papah Ziyas.


"Papah akan mengusahakan yang terbaik untuk Zahra Aul, dia itu anak baik, hanya nasibnya saja yang terlahir dari Keluarga yang kurang mampu, dan Papah juga yakin jika Zahra pantas bersanding denganmu", kata Papah Ziyas lagi kali ini kepada Aulian.


"Terimakasih Pah, dan Pah bolehkan Aul ikut menunggui Zahra dikamarnya Kak Anin, Aul janji tidak akan macam-macam Pah, paling satu macam saja, biar segera dinikahkan oleh Zahra, boleh ya Pah", kata Aulian kepada Papahnya.

__ADS_1


Disaat tegang seperti itu bisa-bisanya meminta ijin Papah Ziyas dicampur dengan bercanda. Dan Papah Ziyas menggelengkan kepalanya gemas kepada Aulian, sedangkan Kakaknya Qiyas dia langsung saja menjitak kepalanya Aulian.


"Aduuuh", kata Aulian yang mendapatkan hadiah jitakan dari Kakaknya Qiyas.


"Kamu ini ijin atau bagaimana sih Aul, kata-kata kamu itu lho, bikin Kakak ingin mencekikmu", kata Kak Qiyas kepada Aulian.


Aulian hanya memutar bola matanya sambil memasang muka sebal kepada Kakaknya.


"Iya boleh, asal janji dengan Papah, kamu jangan macam-macam dan kamu harus tidur dishofa ingat, jika kamu ketahuan melanggar peraturan Papah tunggu saja hukuman yang akan Papah berikan kepadamu", jawab tegas Papah Ziyas kepada Aulian.


"Yeeay terimakasih Pah", jawab senang Aulian dan dia lalu memeletkan lidahnya kepada Kakaknya yang duduk disampingnya.


Kembali lagi dikamarnya Kak Anin, Zahra yang saat ini mencoba memejamkan matanya kembali dan ditemani oleh Bunda Lili pun merasa gelisah dalam tidurnya, dan sering kali merubah posisi tidurnya kekanan dan kekiri.


Bunda Lili yang belum bisa tidur lagi pun merasa kasihan dengan Zahra yang kesulitan untuk tidur.


"Zahra Bunda keluar sebentar dulu ya, sebentar saja kok", kata Bunda Lili kepada Zahra.


"Bunda jangan lama-lama ya Bund", jawab Zahra dengan ketakutan.


Bunda Lili langsung saja keluar dari kamar dan mencari suaminya yaitu Papah Ziyas. Ketika baru turun dipertengahan tangga Bunda Lili melihat Papah Ziyas baru saja keluar dari ruang kerjanya bersama Kak Qiyas dan juga Aulian.


"Pah, Papah", panggil Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


Dan panggilan dari Bunda Lili mengalihkan pandangan dari Papah Ziyas, Kak Qiyas dan juga Aulian.


Bunda Lili langsung saja menuruni tangga dan berjalan menuju kearah anak beserta suaminya itu.


"Bunda ada apa, dan Zahra bagaimana ko Bunda tinggal", tanya Papah Ziyas kepada Bunda Lili.


"Justru itu Bunda terburu-buru karena Zahra sendirian didalam, karena Kia sudah kembali kekamarnya karena badannya sudah terlalu capek katanya, Bunda itu mau menanyakan apa Papah mempunyai obat penenang atau obat tidur Pah, kasihan Zahra dia tidak bisa tidur daritadi", kata Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


"Bunda mau Zahra meminum obat penenang atah obat tidur begitu?? ", tanya Aulian kepada Bundanya.


"Ya fikir Bunda untuk malam ini saja Aul, l karena katanya jika dia memejamkan matanya, Zahra melihat Rizky datang menemuinya terus, setelah nanti Dokter memeriksanya kan sudah tidak meminum obat itu lagi Aul", jawab Bunda Lili kepada Aulian.


"Iyas punya Bund obat tidur", kata Kak Qiyas kepada Bundanya.


"Kamu punya obat tidur Yas?? ", tanya Bunda Lili.


"Iya punya Bund, cuma buat berjaga-jaga saja, jika pekerjaannya Iyas lagi super banyak dan juga lagi banyak fikiran, lagi pula Iyas tidak setiap hari minumnya ko Bund", jawab Kak Qiyas kepada Bunda Lili.


"Ya sudah ayo, cepetan ambil Iyas, takut Zahra nanti tambah panas badannya, karena ketakutan ditinggal sendirian lagi", jawab Bunda Lili kepada Kak Qiyas.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Lanjutannya dipart selanjutnya ya readers, jika disini nanti kepanjangan jadinya 😬😬

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***


__ADS_2