LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
MENGANTAR MAKAN SIANG


__ADS_3

Zahra yang waktu itu akan memberikan jawaban kepada Aulian dia menutup mata sambil bertanya kepada hati kecilnya, haruskah menolak atau menerima Aulian, dan hati kecilnya berkata jika dia harus menerima Aulian.


"Aku berhak bahagia, aku nyaman bersama Tuan Aulian dan aku juga merasa bahagia dengannya", kata batin Zahra ketika dia menutup mata.


"Bissmillahirrohmaanirroohiim", kata Zahra sambil membatin semoga apa yang menjadi keputusannya itu yang terbaik baik baginya.


Dan Zahra dia lalu memberikan jawaban yang akan mengubah hidupnya suatu hari nanti. Serta Zahra berdoa kepada Allah, semoga apa yang dikatakan oleh Aulian kepadanya bukanlah bualan belaka saja.


.............. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°.............


Saat ini adalah hari senin, dan kemarin Aulian sudah memberitahu Zahra jika dia ingin menjemput Zahra lagi. Setelah lamaran Aulian yang diterima oleh Zahra, hampir setiap hari Aulian akan selalu menjemput Zahra dan juga mengantarkannya pulang. Dan Aulian terkadang masih meminta dibawakan bekal oleh Zahra.


Ketika Aulian akan berangkat menjemput Zahra, dia tiba-tiba mendapatkan telefon dari sekretarisnya Indra, yang mengatakan jika meeting dengan client yang awalnya akan diadakan sekitar jam sembilan pagi, sekarang meeting diajukan menjadi jam tujuh pagi karena clientnya akan segera terbang keNegera Prancis sekitar jam sepuluh nanti.


"Apa tidak bisa diundur lagi Indra jamnya?? ", tanya Aulian kepada Indra melalui sambungan telefon.


"Maaf Tuan tidak bisa, karena Tuan Dion akan segera terbang keNegara Prancis nanti sekitar jam sepuluh karena ada keperluan mendadak yang tidak bisa dia tinggalkan Tuan", jawab Indra kepada Aulian.


"Baiklah, lima belas menit lagi saya akan sampai dikantor, dan kamu siapkan terlebih dahulu ruang meeting untuk kita meeting nanti", perintah Aulian kepada Indra.


Padahal waktu itu masih menunjukkan setengah tujuh pagi, dan Aulian sebagai tuan rumah dikantornya untuk menyambut tamu, Aulian harus datang lebih awal dari clientnya.


"Baik Tuan", jawab Indra dan setelah itu sambungan telefon benar-benar terputus.


Ketika sambungan telefonnya sudah terputus dengan Indra, Aulian langsung saja menelfon Zahra sambil perjalanan mengendarai mobilnya menuju kekantornya.


"Hallo Assalamu'alaikum Abang?? ", kata Zahra ketika mengangkat sambungan telefonnya Aulian.


"Wa'alaikumussalam Zahra, Zahra ada sesuatu yang harus Abang sampaikan, Abang hari ini tidak jadi menjemputmu, karena ada meeting mendadak pagi ini jam tujuh, maafkan Abang ya Zahra, karena client Abang harus segera pergi keluar negeri jadi dia memajukan meeting pagi ini", kata Aulian dengan menyesal kepada Zahra.


Zahra tidak memungkiri jika dia sedikit kecewa karena tidak bisa berangkat bersama dengan Aulian, karena memang sudah terbiasa dan juga sudah merasa nyaman jika bersama Aulian.


Akan tetapi Zahra tidak mau mempersulit Aulian dan menjadi wanita yang egois. Jadi dengan penuh pengertian Zahra memberikan jawaban kepada Aulian.


"Tidak apa-apa Abang, Zahra kan masih bisa berangkat sendiri, dan ini bekalnya Abang bagaimana sudah Zahra siapkan?? ", jawab Zahra dengan suara yang enak didengar oleh Aulian, dan terkesan bagi Aulian jika Zahra tidak marah serta kecewa dengannya.


"*Terimakasih Zahra sudah pengertian sama Abang, dan itu bekalnya n*anti Zahra bisa antarkan sendiri kesini tidak, jika tidak bisa, biar nanti Abang menyuruh anak buah Abang mengambilnya dikantornya Kakak Ipar", jawab Aulian kepada Zahra.

__ADS_1


"Insyaallah akan Zahra antar saja ya Abang kesana, sudah Abang semangat ya kerjanya, dan Abang jangan capek-capek nanti sakit", kata Zahra menyemangati Aulian.


"Terimakasih Zahra, kamu memang pantas menjadi calon istriku, dan Abang sudah memesankan taksi untukmu Zahra, tunggu saja ya", kata Aulian lagi kepada Zahra.


"Iya Abang terimakasih", jawab Zahra kepada Aulian lagi sambil tersenyum, walaulun Aulian tidak bisa melihatnya.


"Ya sudah Abang tutup dulu ya telefonnya, ini Abang juga sudah sampai dikantor, Assalamu'alaikum", kata Aulian lagi kepada Zahra.


"Wa'alaikumussalam Abang, semangat", jawab Zahra dan setelah itu sambungan telefon benar-benar terputus.


Aulian yang baru saja sampai dikantornya dia segera masuk kedalam ruangannya dan segera bersiap-siap menuju keruang meeting dengan Indra sekretarisnya yang sudah menunggu Aulian daritadi.


Sedangkan Zahra yang sudah memasak lumayan banyak untuknya dan juga Aulian dia bingung harus diapain itu semua makanannya. Ya memang terkadang Aulian juga masih sarapan bersama dengan Zahra dirumah kontrakannya Zahra.


Akhirnya Zahra mempunyai ide, dia lalu membungkus semua masakannya dan setelah itu Zahra taruh semua masakannya dirantang untuk dimakan nanti siang bersama Aulian dikantornya Aulian.


Bahkan Zahra menjadi tidak nafsu makan lagi ketika baru saja mendapatkan kabar dari Aulian yang tidak bisa menjemputnya.


Dan benar apa yang dikatakan oleh Aulian, ketika Zahra baru duduk lima menit diteras rumahnya ada sebuah taksi yang berhenti tepat didepan rumah kontrakannya. Ternyata taksi itu adalah taksi yang dipesankan oleh Aulian untuk Zahra tadi.


Zahra langsung saja masuk kedalam taksi itu sambil membawa rantang yang berisi semua masakannya Zahra tadi.


"Bawa rantang segala mau piknik Bu", goda Khansa kepada Zahra.


"Iya mau piknik sama calon suami nanti", jawab Zahra kepada Khansa sambil tertawa kecil.


"Iya-iya nyonya Aulian", jawab Khansa sambil mencibir menggoda Zahra.


Iya Zahra sudah menceritakan semua kepada kedua sahabatnya Khansa dan juga Ameera. Ketika Khansa meminta penjelasan kepada Zahra kemarin setelah pulang bekerja Zahra langsung mengabari Khansa dan juga Ameera jika dirinya hari itu tidak bisa karena akan pergi dengan Aulian.


Akhirnya Zahra berkesempatan menjelaskan kepada Khansa dan juga Ameera pada hari minggu pagi sekitar jam sembilan ditoko rotinya Ameera. Karena hampir setiap hari jika Aulian tidak sedang lembur dia akan mengusahakan menjemput Zahra untuk pulang bersama.


"Sudah sana kembali kehabitatmu", goda Zahra kepada temannya Khansa.


"Emang kamu kira aku monyet", jawab Khansa dengan jutek kepada Zahra, sedangkan Zahra dia hanya tertawa kepada Khansa.


Setelah itu mereka berpisah menuju keruangan masing-masing. Ketika Zahra sudah sampai diruangannya, dia lalu larut dalam pekerjaanya. Ketika waktu menunjukan pukul sembilan, Zahra beranjak menuju keruangannya Kia untuk meminta ijin kepadanya.

__ADS_1


"Masuk", sahut Kia yang mendengar suara pintu ruangannya diketuk.


Zahra langsung saja masuk ketika sudah dipersilahakan masuk oleh Kia.


"Oh kamu Zahra ada apa?? ", tanya Kia kepada Zahra.


"Nona saya nanti mau meminta ijin untuk makan siang bersama Tuan Aulian dikantornya, bolehkan Nona", kata Zahra kepada Kia.


"Iya Zahra silahkan, hati-hati dijalan saja nanti ya", jawab Kia kepada Zahra.


Karena Kia juga sudah mengetahui jika Zahra sudah menerima lamarannya Aulian, ketika Zahra diajak makan malam dirumahnya Aulian dan disitu ada komplit semua Keluarga Irawan dari kedua orang tuanya Aulian, Kak Anin dan suami beserta kedua anak-anaknya, dan juga Kak Qiyas dan juga Kia.


"Terimakasih ya Nona, kalau begitu saya mau melanjutkan pekerjaan saya lagi Nona, permisi", kata Zahra kepada Kia, dan Kia hanya mengangguk memberikan tanggapan kepada Zahra.


Tanpa disadari Zahra ternyata jam makan siang pun telah tiba, sekitar jam setengah dua belas siang Zahra memberitahukan kepada Aulian jika dia yang akan mengantar sendiri makanannya kekantor, membuat Aulian sangat kegirangan sekali dan tidak sabar untuk menyambut kedatangannya Zahra.


"Iya Zahra hati-hati ya dijalan, Abang ada diruangan Abang, nanti Zahra langsung saja ya keruangannya Abang", jawab Aulian kepada Zahra.


"Baik Abang, Assalamu'alakum", jawab Zahra dan lalu dia mematikan sambungan telefon ketika Zahra sudah mendapat jawaban dari Aulian.


Setelah itu Zahra langsung saja masuk kedalam mobil yang sudah disediakan oleh Aulian tadi untuk menjemput Zahra.


Sekitar pukul setengah satu, Zahra akhirnya sampai juga dengan selamat diPerusahaan Irawan Corp. Ketika akan memasuki lift Zahra tidak sengaja didalam lift bersamaan dengan Fadhil dan juga Zain.


Fadhil dan Zain mereka sangat terkejut melihat Zahra datang kekantor tempat mereka bekerja sambil membawa sebuah rantang. Fadhil dan Zain sendiri mereka baru saja selesai makan siang diCafe seberang depan kantor.


"Zahra", kata Fadhil dan Zain secara bersamaan ketika mereka bertiga berada didalam lift yang sama.


Dan Zahra sendiri dia merasa malu serta tidak nyaman berada didalam lift dengan dua orang laki-laki begitu.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Author mengetik part ini malah pusing sendiri, karena semuanya bisa menyambung terus😬😬.


Semoga readers mudeng yah dipart ini😁😁😉


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2