LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AMARAHNYA ZAHRA


__ADS_3

Sedangkan Pak Didi, dia diam bak patung, karena bingung dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membantu istrinya.


"Pak Rt saya mohon bantuannya sekali", kata Papah Ziyas lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Pak Rt.


"Iya Tuan dengan senang hati saya akan membantu Tuan", jawab Pak Rt dengan ramah kepada Papah Ziyas.


"Tolong amankan Nyonya ini dirumah anda dengan didampingi beberapa warga dan beberapa bodyguard saya tentunya, supaya Nyonya ini tidak bisa melarikan diri Pak Rt sebelum para sekretaris Keluarga Irawan datang beserta pengacara saya Pak Rt, bisakan?? ", kata Papah Ziyas berbicara kepada Pak Rt dengan baik-baik.


"Bisa Tuan Ziyas, sangat bisa sekali saya", jawab Pak Rt dengan tersenyum ramah.


Ibu Kani yang mendengar perkataannya Papah Ziyas dia langsung murka dan menyumpah serapahi Papah Ziyas.


"Dasar anda bodoh Tuan, jelas-jelas dia memang wanita ja***ng yang menjajakan tubuhnya untuk anak anda, anda masih saja tetap membelanya dengan mati-matian, lihat saja anda akan menyesal nantinya, dasar bodoh", kata Ibu Kani dengan pongahnya kepada Papah Ziyas dan sambil berteriak.


"Jika Zahra sudah menjajakan tubuhnya kepadaku, apa ruginya anda, apa anda akan dirugikan akan hal itu tidak bukan, kenapa anda justru sangat marah Nyonya", jawab Aulian dengan tegas kepada Ibu Kani.


"Kamu juga laki-laki bodoh sama seperti Zain dan juga Ayah kamu, sama-sama sudah diperdayai oleh wanita miskin ini", jawab Ibu Kani dengan lantangnya kepada Aulian.


"Cukuuuuuuuuuppp!!! ", teriak Zahra dan dia langsung berjalan mendekati Ibu Kani dan Zahra langsung saja menampar kuat mulut serta pipinya Ibu Kani hingga mengeluarkan sedikit darah disudut bibirnya Ibu Kani.


Semua orang yang ada disitu langsung pada terkejut melihat tindakan yang baru saja Zahra lakukan kepada Ibu Kani. Pasalnya mereka semua pada mengetahui jika Zahra adalah wanita sabar dan lembut kepada semua orang terutama kepada para orang tua.


Ibu Kani yang mendapat tamparan begitu keras dari Zahra dia langsung marah dan tidak terima ingin membalas menampar kembali pipinya Zahra seperti yang Zahra lakulan kepadanya.


Aulian dan semuanya yang melihat Ibu Kani ingin menampar Zahra mereka serempak ingin melangkahkan kakinya dan ingin menahan tangannya Ibu Kani, akan tetapi sebelum langkah mereka beranjak sudah berhenti terlebih dahulu ketika Aulian dan semuanya melihat Zahra berani menahan tangannya Ibu Kani yang ingin menamparnya.


"Dasar anak kurang ajar, berani-beraninya kamu sama orang tua", kata Ibu Kani kepada Zahra sambil memperlihatkan muka marahnya.


"Ini yang namanya kurang ajar, dan saya berani melawan orang tua, karena sikap anda sendiri yang menginginkan untuk tidak dihargai oleh orang yang lebih muda", kata Zahra dengan tertahan dan melepaskan tangannya Ibu Kani dengan sedikit mendorongnya hingga Ibu Kani jatuh ketanah.


"Asal anda tahu Nyonya Kani yang terhormat yang paling kaya diKAMPUNG ini, jika saya sudah menjajahkan tubuhku untuk para lelaki, tidak mungkin anak anda akan tergila-gila kepadaku, dan jika saya pun juga sudah memberikan tubuh saya kepada calon suami saya ini, apa ruginya anda, anda saudara saya bukan, ibu saya juga bukan, tetangga apa lagi kan anda sendiri tidak sudi mengakui saya sebagai tetangga anda Nyonya karena saya anak orang miskin, terus jelaskan kepada saya apa ruginya anda, jawaaaaabb!!!! ", kata Zahra panjang lebar sambil menekan kata Kampung kepada Ibu Kani dan diakhir kalimat Zahra langsung berteriak kepada Ibu Kani.

__ADS_1


Papah Ziyas yang faham akan kondisinya Zahra kenapa bisa marah dengan meledak-ledak seperti itu dikarenakan Zahra selama berpuluh-puluh tahun ini menyimpan rasa sedih dan marahnya kepada Ibu Kani, alhasil membuat Zahra bisa melakukan hal itu kepada Ibu Kani.


Papah Ziyas tanpa menunggu lama dia langsung menyuruh para bodyguardnya untuk menahan Ibu Kani dengan dibantu oleh para tetangga dan Pak Rt.


Ketika para kerabat dan tetangga melihat Zahra berani melawan Ibu Kani awalnya mereka semua pada terkejut akan tetapi setelah itu mereka langsung mendukung Zahra karena Zahra memang sekali-kali harus berani melawan Ibunya Zain itu.


Aulian dan Ibu Dina Ibunya Zahra mereka juga pada syok ketika Zahra berani berbuat kasar kepada orang tua, akan tetapi mereka semuanya yang melihat tindakannya Zahra mereka tidak ada yang menyalahkan Zahra, malah sebaliknya jika Ibu Kani pantas mendapatkan hal itu dari Zahra.


"Kalian semuanya ber***k, terutama kamu wanita miskin", teriak Ibu Kani ketika ditarik paksa oleh para bodyguardnya Papah Ziyas.


Sedangkan Pak Didi dia tetap diam tanpa melakukan tindakan apapun untuk mencegah Zahra tadi dan tidak membantu istrinya juga ketika ditarik paksa oleh para bodyguardnya Papah Ziyas.


"Lepaskan, saya bisa jalan sendiri", kata Ibu Kani dengan berteriak kepada para bodyguard yang memeganginya.


"Maaf Nyonya kami tidak bisa", jawab salah satu bodyguard dengan muka datarnya.


Kembali lagi keZahra, ketika Ibu Kani sudah dibawa pergi kerumahnya Pak Rt oleh para bodyguardnya Papah Ziyas dan beberapa tetangga dengan didampingi suami dari Ibu Kani, Pak Didi dan juga Pak Rt.


Aulianlah orang pertama yang berhasil menangkap tubuhnya Zahra sebelum kepalanya Zahra hampir saja mengenai tanah yang dia pijak.


"Zahraaaaaaa", teriak semua orang pada saat melihat Zahra jatuh pingsan, termasuk Aulian.


Mereka langsung mendekati Aulian yang sudah berhasil menangkap tubuhnya Zahra yang sudah tak sadarkan diri itu.


"Ayo Nak, bawa Zahra masuk kedalam kamarnya", kata Ibu Dina dengan sangat khawatir sekali ketika melihat Zahra dalam keadaan yang tidak sadarkan diri didalam gendongannya Aulian.


Aulian langsung menggendong Zahra masuk kedalam rumah lalu masuk kedalam kamarnya Zahra dan terus meletakkan Zahra diranjang tidurnya Zahra dengan sangat pelan-pelan dan hati-hati sekali.


"Nak kamu keluar dulu ya, biar Bunda dan Ibu mertua kamu yang mengurusi Zahra", kata Bunda Lili dengan lembut kepada Aulian.


Tanpa menjawab perkataan Bundanya dengan langkah lemas dan lesu Aulian langsung keluar dari dalam kamarnya Zahra.

__ADS_1


Bunda Lili, Ibu Dina, Kia dan Kak Anin, mereka langsung memberikan pertolongan pertama dengan melepaskan semua yang sekiranya membuat Zahra sesak dan jatuh pingsan.


Mereka semua langsung melepaskan hijab yang dipakai Zahra, sepatu, hingga pengait branya Zahra pun dengan perlahan Ibu Dina Ibunya Zahra yang berusaha melepaskannya.


Para wanita yang ada didalam kamarnya Zahra terus berusaha membuat Zahra supaya cepat sadar dari pingsannya, sedangkan para Keluarga Irawan termasuk Aulian dan kerabat serta tetangga yang berada diluar kamarnya Zahra, mereka masih menunggu kesadaran Zahra dari pingsannya. Mereka juga berdoa semoga Zahra baik-baik saja dan tidak mengalami hal yang tidak diinginkan.


"Tenang Nak, Zahra adalah wanita yang kuat, dia tadi hanya terlalu meluapkan emosinya yang dia tahan-tahan selama ini, hingga membuatnya jatuh pingsan seperti ini", kata Papah Ziyas mencoba menenangkan Aulian dengan duduk disampingnya Aulian.


Aulian masih diam saja tanpa menjawab perkataan dari Papahnya, walau telinganya mendengar perkataannya Papah Ziyas.


Kak Qiyas yang melihat wajah sedih dari adiknya Aulian dia juga merasa tidak tega sekali, dan Kak Qiyas juga mencoba mendekati Aulian yang sedang duduk dishofa seberangnya.


Papah Ziyas yang mendapat kode dari anaknya Qiyas untuk bergeser duduknya, Papah Ziyas pun menurut saja.


"Tenang adikku, Zahra tidak apa-apa, Zahra hanya butuh waktu sebentar untuk beristirahat, jangan khawatir yang terpenting masalah ini sudah kita atasi, dan Kakak jamin itu Ibunya Zain sudah tidak berani lagi merendahkan Keluraganya Zahra yang sebentar lagi akan menjadi Keluarga kamu", kata Kak Qiyas sambil memeluk pundaknya Aulian.


"Kak Aul, saya tidak sengaja pernah mendengar pembicaraan antara Ibu dengan Kak Zahra, jika Kak Zahra sangat mencintai dan menyayangi Kakak, karena takut nanti jika Keluarga Kak Aul akan dihina seperti yang sudah sering Kak Zahra alami, makanya dulu Kak Zahra pernah menolak Kakak, akan tetapi rasa cintanya Kak Zahra kepada Kak Aul lebih besar dari katakutannya itu membuat Kak Zahra mau dan berani menerima pinangan dari Kakak, jadi percayalah Kak, Kak Zahra akan baik-baik saja dan akan terus bertahan demi orang-orang yang dia sayangi termasuk Kak Aulian", kata Firman adiknya Zahra dengan panjang lebar kepada Aulian.


Membuat Aulian yang awalnya diam karena kefikiran Zahra dia langsung sedikit lega dan tersenyum tipis kepada orang-orang yang sudah berusaha menenangkannya.


"Terimakasih doa dan dukungannya semuanya, Pah, Kak dan kamu Firman", kata Aulian dengan tersenyum tipis kepada Papah Ziyas, Kak Qiyas dan juga Firman.


Mereka bertiga langsung tersenyum lega ketika Aulian mau menjawab perkataan dari mereka semua, dan tidak diam lagi seperti tadi.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Biasanya orang seperti Zahra jika sudah marah, malah lebih menakutkan deh, itu sih menurut author yakπŸ˜‚


Entahlah, mungkin kurang beberapa episode lagi akan end deh kayaknya😐


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2