LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
FADHIL & ZAIN


__ADS_3

Tanpa terasa ternyata waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Aulian pun juga sudah mendengar jam berdenting didalam ruangannya.


Ketika Aulian baru saja berdiri, masuklah Kakaknya Qiyas kedalam ruangannya.


"Sudah makan siang belum Aul, ayo makan siang sama Kakak diluar", ajak Kak Qiyas kepada Aulian.


"Aul bawa bekal Kak, nih", jawab Aulian kepada Kakaknya Qiyas sambil mengangkat tas kotak bekalnya.


"Tumben-tumbenan kamu membawa bekal Aul, Bunda yang menyuruh kamu?? ", tanya Kakaknya Qiyas kepada Aulian.


"Bukan Kak, ini dari Zahra", jawab Aulian sambil tertawa kecil kepada Kakaknya.


"Kakak minta sedikit ya", goda Kak Qiyas kepada Aulian.


"Enak saja, Kakak suruh buatin Kak Kia saja sana", kata Aulian kepada Qiyas.


"Iya, Iya yang lagi jatuh cinta, makan terasi bagaikan makan coklat", goda lagi Kak Qiyas kepada Aulian.


"Sudah sana pergi Kak, Aul mau sholat dulu", usir Aulian kepada Kak Qiyas.


"Dasar adik durhaka, Kakaknya sendiri diusir begitu", kata Kak Qiyas dengan gemas kepada Aulian.


"Suka-suka Aul dong", jawab Aulian kepada Kakaknya sambil mengejek Kak Qiyas dan Aulian langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Kakaknya Qiyas langsung saja keluar ketika melihat adiknya Aulian masuk kedalam kamar mandi.


Ketika Aulian sudah selesai menunaikan sholat dhuhur, Aulian langsung saja memberitahukan kepada para sekretarisnya, jika dia tidak bisa diganggu sampai jam istirahat selesai.


Setelah berpesan kepada sekretarisnya, Aulian langsung saja menyiapkan piring dan juga sendok serta jangan lupakan sebotol air minum yang baru untuk dia minum nanti.


"Selamat makan siang Abang Aul, semoga suka dengan masakan Zahra yang ini", kata Aulian yang membaca pesan yang ditinggalkan oleh Zahra untuknya didalam kotak makan itu.


"Ini Zahra masakin rica-rica ayam, cah brokoli dan bakso, sambal terasi, sama nuget sapi Abang, semoga suka", pesan Zahra lagi yang dibaca oleh Aulian.


Aulian tersenyum manis ketika membaca pesan yang ditinggalkan Zahra untuknya. Aulian juga membuka kotak bekal satunya lagi yang isinya ayam bumbu pedas manis yang tadi pagi Aulian makan.


Ketika sudah dibuka semua oleh Aulian, dan Aulian juga sudah mengambil nasi serta lauk pauk yang Zahra bawain.


Aulian langsung memasang pose yang terbaik ketika makan dan Aulian lalu menaruh hpnya disudut meja yang sekiranya terlihat semua bekal makanan yang Zahra bawakan tadi.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


Ya Aulian memfoto selfi dirinya sendiri, tidak cuma sekali atau pun dua kali saja. Dan Aulian langsung saja mengirimkan foto yang sekiranya menurut Aulian terbaik kepada Zahra.


"Terimakasih calon istriku atas bekal makan siangnya, Abang sangat suka masakannya Zahra, besok Abang bawain bekal lagi ya, Zahra jangan lupa makan siang juga disana", tulis Aulian dibawah fotonya yang lagi makan bekal dari Zahra yang baru saja dikirimkan kepada Zahra.


Disisi lain Zahra yang lagi didalam lift dia mendengar hpnya bergetar dan berbunyi didalam dompetnya langsung saja Zahra mengambil hpnya.


Zahra membaca dan melihat foto Aulian dia tersenyum terus didalam lift hingga keluar dari lift.

__ADS_1


"Apa??, besok Tuan Aulian minta dibawain bekal lagi, apa besok Tuan Aulian mau kerumahku lagi ya", batin Zahra ketika membaca pesannya Aulian.


"Iya Abang ini Zahra juga lagi mau makan siang dicafe depan kantor, selamat makan", balas Zahra kepada Aulian sambil tersenyum terus.


Baru saja Zahra membalas pesannya Aulian, ada pesan lagi yang masuk kehpnya Zahra, dan kali ini dari Fadhil.


"Zahra, mau tidak makan siang dengan saya, jika mau saya akan meluncur menjemputmu", pesan Fadhil kepada Zahra.


"Maaf Tuan saya tidak bisa, saya sudah ada janji dengan teman saya Tuan", balas Zahra kepada Fadhil.


Fadhil diseberang sana dia yang membaca balasannya Zahra, merasa kecewa.


"Ya sudah, lain kali saja ya Zahra", balas Fadhil lagi, dan Zahra tidak membalas pesannya Fadhil.


"Apa Zahra sedang makan siang dengan Tuan Aulian ya", batin Fadhil ketika sudah selesai membaca pesannya Zahra.


"Aku harus mengeceknya sendiri", kata Fadhil dan dia lalu bergegas menuju kelantai dimana ruangannya Aulian berada.


Fadhil yang sudah sampai dilantai ruangannya Aulian, dia melihat Zain yang masih berada dimeja kerjanya belum istirahat.


"Permisi kamu sekretarisnya Tuan Aulian yang baru kan?? ", tanya Fadhil ketika sudah sampai dimejanya Zain dan langsung duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Zain.


"Iya Tuan", jawab Zain kepada Fadhil.


"Sudah jangan panggil Tuan, kita cuman berdua saja disini, perkenalkan namaku Fadhil, sekretaris keduanya Tuan Qiyas, Kakaknya Tuan Aulian", kata Fadhil mengajak berkenalan dan berjabat tangan kepada Zain.


"Saya Zain Mas Fadhil, saya sekretaris keduanya Tuan Aulian", kata Zain sambil membalas jabat tangannya Fadhil.


"Nanggung Mas, ini sebentar lagi selesai, Mas Fadhil sendiri kenapa disini, lagi butuh sama Tuan Aulian, jika iya Tuan Auliannya belum bisa diganggu sampai jam istirahat selesai", kata Zain kepada Fadhil.


"Nah memang itu yang sedang aku cari tahu tentang Tuan Aulian, tapi apa benar Tuan Aulian sedang bersama Zahra sampai-sampai dia tidak bisa diganggu", batin Fadhil ketika mendengar perkataannya Zain.


"Memangnya Tuan Aulian pergi kemana Zain?? ", kata Fadhil pura-pura bertanya kepada Zain sekaligus mencari tahu.


"Tuan Aulian tidak pergi Mas, dia ada didalam ruangannya sedang makan siang",jawab Zain sambil menyelesaikan pekerjaannya dikomputer.


"Syukurlah Zahra tidak pergi bersama Tuan Aulian", batin Fadhil lega.


"Ya sudah kalau begitu, nanti saya kesini lagi kalau sudah selesai", kata Fadhil berbohong kepada Zain.


"Kalau begitu saya permisi mau makan siang dulu Zain, atau kamu mau makan siang bersamaku tidak, diCafe depan", kata Fadhil lagi kepada Zain.


"Boleh Mas, ini juga sudah selesai dan juga sudah saya save dikomputer", jawab Zain kepada Fadhil.


"Ya sudah ayo, saya sudah lapar ini", kata Fadhil kepada Zain.


Dan akhirnya mereka berdua makan siang bersama diCafe depan kantor mereka bekerja. Entahlah bagaimana reaksi mereka berdua, ketika mengetahui jika mereka menyukai wanita yang sama, terutama Zain jika mengetahui kalau Fadhil juga menyukai wanita yang selama ini dia cintai.


.............. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°.............


*Ameera Bakery*

__ADS_1


"Selamat datang diAmeera bakery, ada yang bisa saya bantu Tuan", kata ramah seorang penjaga toko roti kepada pengunjung yang baru datang.


"Saya sedang mencari pastry tiga jenis dan roti rasa keju dua dan roti ini ya mbak", balas ramah pengunjung itu kepada penjaga toko roti yang menyapanya. Dan juga sambil menunjuk roti yang ada dirak.


"Dengan Tuan siapa?? ", tanya ramah penjaga roti itu lagi.


"Hafiz", jawab pengunjung itu dan ternyata pengunjung itu adalah Hafiz sahabatnya Aulian.


"Baik, Tuan Hafiz bisa menunggu sebentar disana, silahkan Tuan bisa duduk dulu", jawab ramah penjaga toko roti itu.


Hafiz langsung saja duduk dikursi dan meja yang disediakan didalam toko roti tersebut.


"Fay, tolong kamu ambilkan pesanan dari Tuan Hafiz yang duduk disana sekarang ya, jika dia kurang berkenan ajak dia melihat-lihat stok yang ada disini", kata penjaga roti itu kepada seorang karyawan disitu.


"Baik Nona Ameera", jawab Fay kepada Ameera.


Ya Ameera bakery adalah toko roti milik sahabatnya Zahra, yaitu Ameera. Dan jika ada waktu luang sesekali Ameera ikut membantu dikasir dan melayani para pengunjung yang datang ketoko rotinya.


Fay langsung saja menunjukkan pesanan yang dipesan Hafiz tadi kepada Hafiz, dan Hafiz langsung saja cocok dengan apa yang diambilkan oleh Fay tadi.


"Anda bisa membayarnya dikasir Tuan, silahkan", kata Fay kepada Hafiz. Dan Hafiz hanya mengangguk dan langsung berlalu menuju kekasir sambil membawa nampan yang berisi pesanannya tadi.


"Semuanya tiga ratus lima puluh ribu rupiah Tuan", kata Ameera ramah kepada Hafiz.


Dan Hafiz langsung saja mengambil uang pas yang ada didalam dompetnya lalu menyerahkannya kepada Ameera.


"Terimakasih Tuan, atas kunjungannya", kata ramah Ameera dengan tersenyum manis sambil menyerahkan pesanannya Hafiz yang sudah dibungkus rapi oleh karyawannya Ameera.


"Iya", jawab Hafiz kepada Ameera, sambil membalas senyumnya Ameera.


"Gadis yang cantik dan ramah", kata Hafiz ketika sudah berada didalam mobilnya.


Hafiz langsung saja menjalankan mobilnya untuk pergi dari parkiran toko roti. Dan Hafis langsung saja menuju kerumahnya, karena semua roti itu adalah pesanan dari Mamahnya.


Tiga puluh lima menit Hafiz akhirnya sampai juga dirumahnya, dan langsung saja menyerahkan roti pesanan Mamahnya kepada Mamahnya. Setelah itu Hafis pergi lagi untuk kembali kekantor.


Ketika diperjalanan akan menuju kekantor Hafiz rasanya ingin meminum kopi sebentar, akhirnya Hafiz membelokkan mobilnya kemall yang dia lewati untuk mencari Cafe yang ada didalam mall tersebut.


Ketika Hafiz sudah masuk kedalam mall dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang membawa minuman coklat, dan gadis itu ketika mengangkat kepalanya membuat Hafiz terkejut sekali ketika melihatnya.


"Astaghfirullah bajuku, hiiih sebel hijab sama bajuku jadi kotor begini kan, ini semua gara-gara Tuan yang jalannya tidak hati-hati, kan bajuku jadi kotor begini, bikin sebal saja, mana minumanku belum saya minum lagi, sudah tumpah begini kebaju dan hijabku", kata gadis itu berbicara seperti hanya satu tarikan nafas saja dan sambil cemberut.


"Kamu!!!, kamu kan penjaga toko roti tadi yang baru saja saya datangi", kata Hafiz sambil menunjuk wajahnya Ameera.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Mereka semua hanyalah pendamping, tokoh utamanya tetap si sengklek Aulian🐸🐸🐸


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2