
Ketika Aulian beranjak bangun dari duduknya, hampir semua pengunjung Cafe mereka juga pada ikut berdiri semua dari duduknya dan Via tidak menyadari itu karena mereka semua duduknya dimeja belakangnya Via.
"Tangkap dia", kata Aulian dengan begitu lantangnya sambil menunjuk Via yang sedang duduk didepannya.
Orang-orang yang pada berdiri dibelakangnya Via mereka langsung saja segera menangkap Via, dan Papah Ziyas serta Kak Qiyas mereka juga keluar dari persembunyianya.
"Kamu menjebakku Aulian, dasar bre***k", kata Via kepada Aulian dengan begitu marahnya kepada Aulian dan tangannya Via pun sudah dipegang erat oleh orang-orang yang sudah bekerjasama dengan Keluarga Irawan terutama para anak buahnya Papah Ziyas.
"Dan kamu Zahra kamu adalah wanita munafik dan rendahan hanya karena harta kamu mendekati Aulian dan menjadikannya suami kamu untuk merubah nasib kamu, dasar wanita miskin", kata Via kepada Zahra dengan kata-kata yang sangat merendahkan Zahra dan mencemoohnya seperti orang yang biasanya tidak suka dengan Zahra.
Zahra ingin sekali menampar mulutnya Via akan tetapi sebelum terjadi wajah Via sudah ditampar terlebih dahulu oleh seseorang yang sangat Via kenal, siapa lagi kalau bukan Ayahnya.
"Plaaaaakk!!!!!!", bunyi tamparan begitu kerasnya disemua penjuru Cafe.
"Ayah menyekolahkanmu sampai diperguruan tinggi bukan untuk begini Via, bukan untuk merusak hubungan orang lain atau untuk merendahkan orang lain, kamu sangat membuat malu Ayah Via terhadap Tuan Ziyas", kata Ayah Via kepada Via dengan sangat kecewa sekali sambil membuka topi yang dipakainya.
"Ayah", kata Via yang sangat terkejut sekali ketika melihat Ayahnya ada disitu dan sedang menyamar sebagai pelayan Cafe.
...*Flashback On*...
Kak Qiyas yang baru saja mendengar perkataannya Aulian tadi dia langsung mempunyai ide untuk merencanakan sesuatu.
"Kakak mempunyai ide Aul, tapi kamu serta Zahra harus terlihat meyakinkan sekali aktingnya", kata Kak Qiyas kepada Aulian dan juga Zahra.
"Apa itu Kak", jawab Zahra kepada Kak Qiyas.
"Kamu sekarang hubungi nomor itu, dan katakan kamu mengajak ketemuan dia, kita lihat saja bagaimana tanggapannya", kata Kak Qiyas kepada Zahra.
"Tunggu dulu Kak, bagaimana jika yang punya nomor itu seorang laki-laki", kata Aulian yang cemburu dan juga sangat khawatir dengan keselamatannya Zahra.
"Kan anak buah kita banyak Aul", jawab Papah Ziyas kepada Aulian.
Dan didalam ruangan itu juga masih ada Faisal yang belum pergi dari ruangannya Papah Ziyas.
"Aul apakah kamu mengenal orang tuanya Via??", tanya Papah Ziyas kepada Aulian.
__ADS_1
"Kenal Pah dia anaknya Pak Andi yang mempunyai beberapa cabang supermarket diNegara ini Pah", jawab Aulian kepada Papah Ziyas.
"Maksud kamu Andi Trisnadi itu kah Aul??", tanya Papah Ziyas kepada Aulian. Dan Aulian hanya mengangguk saja kepada Papahnya, sedangkan yang lainnya termasuk Zahra dia hanya mendengarkan saja pembicaraannya Papah Ziyas dan juga Aulian.
"Papah mengenalnya??", tanya Kak Qiyas kepada Papah Ziyas.
"Kenal, tapi tidak terlalu dekat, hanya beberapa pertemuan saja ketika kami sering bertemu diacara lelang amal", jawab Papah Ziyas kepada Kak Qiyas.
"Baiklah Zahra ayo segera kamu telefon nomor itu dan coba diloudspeaker ya", kata Kak Qiyas lagi kepada Zahra.
Diapartemennya Jeva, Via dan Jeva saat itu mereka sedang menonton televisi dan ketika Via mendengar ponselnya berdering dia langsung saja melihat siapakah yang sedang menelfonnya, dan ketika Via tahu Zahra yang menelfonnya Via langsung menyenggol Jeva yang sedang duduk disampingnya untuk mendengarkan perkataannya Zahra.
"Apakah mau kamu angkat Via??", tanya Jeva kepada Via ketika Via memperlihatkan jika Zahra yang menelfonnya.
"Angkat dong, dia wanita yang tidak ada apa-apanya dibandingkan aku", jawab Via kepada Jeva dengan sombongnya. Lalu Via mengangkat sambungan telefonnya Zahra sambil juga diloudspeaker supaya Jeva bisa mendengarnya.
"Halo Assalamu'alaikum, maaf ini nomornya siapa ya??, dan kenapa kamu mengirimkan foto itu kepada saya", kata Zahra ketika panggilannya sudah diangkat oleh Via, sedang yang lain mereka pada diam dan dengan serius mendengarkan Zahra menelfon.
"Ada apa kamu menelfonku Zahra", jawab Via dengan begitu dinginnya kepada Zahra.
"Jika kamu ingin tahu apa maksud dan tujuanku, nanti kita ketemuan diCafe jam sebelas siang diCafe Bear, aku tunggu", jawab Via dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya Zahra.
"Dasar wanita ja***ng beraninya dia mengatakan jika aku hanyalah masa lalunya Aulian", kata Via begitu emosi ketika dia baru saja mendengar perkataannya Zahra.
"Suaranya lembut sekali si Zahra ya Via", kata Jeva kepada Via dan langsung mendapatkan pelototan mata dari Via.
"Iya-iya maaf, terus apa yang akan kamu lakukan, apa kamu akan tetap datang menemuinya diCafe itu??", kata Jeva kepada Via.
"Aku akan datang, akan aku intimidasi Zahra supaya dia mau meninggalkan Aulian", jawab Via dengan begitu menggebunya kepada Jeva.
Sedangkan disisi lain setelah pangggilannya Zahra dimatikan oleh Via, Aulian dia langsung dibuat emosi.
"Itu suaranya Via Kak, Pah, Aul yakin sekali itu memang suaranya Via", kata Aulian sambil menahan emosinya yang mau meledak.
"Sabar Aul", jawab Papah Ziyas kepada Aulian, supaya Aulian bisa lebih mengontrol emosinya.
__ADS_1
"Zahra coba kamu kirim pesan kepada Via, katakan jika kebetulan kamu sudah janjian dengan Aul makan siang diCafe Cemara yang ada dijalan V, dan kita tunggu apa balasannya kepadamu", kata Kak Qiyas kepada Zahra.
Zahra langsung saja melakukan seperti yang Kak Qiyas katakan kepadanya dan langsung mendapat balasan Ya dari Via.
Kak Qiyas lalu menjelaskan jika Cafe Cemara adalah Cafe temannya Kak Qiyas, Kak Qiyas akan menyewa penuh satu hari Cafe itu untuk sementara waktu. Dan Kak Qiyas juga mengatakan jika dia akan menghubungi, wartawan, polisi dan juga Ayahnya Via untuk berada disitu untuk menyaksikan kejahatannya Via terbongkar, supaya nanti tidak ada gosip menyebar yang tidak-tidak tentang Aulian jika mereka melihat serta mendengarnya sendiri.
"Terus apa yang harus Aul lakukan Kak??", tanya Aulian kepada Kakaknya.
"Kamu nanti pura-pura datang seperti biasa dan seperti sedang tidak terjadi apa-apa antara kamu dan juga Zahra, dan kamu juga Zahra harus berakting yang sangat bagus untuk mengikuti semua permainannya Via, bagaimana apakah kalian faham??", kata Kak Qiyas kepada Aulian dan juga Zahra.
"Faham Kak", jawab Zahra dan juga Aulian secara bersamaan.
Sedang Faisal dan Papah Ziyas mereka masih asik menyimak penjelasan dari Kak Qiyas kepada Zahra dan juga Aulian.
"Memangnya kamu apa mengetahui nomor telefon dari Tuan Andi Yas??", tanya Faisal ikut menimpali perkataannya Kak Qiyas.
"Untuk masalah itu biar Zidan sekretarisku untuk mencari nomor telefon dari Tuan Andi", jawab Kak Qiyas kepada Faisal.
Singkat cerita semua orang sudah berada didalam Cafe, dan orang-orang yang terlihat seperti pengunjung Cafe mereka semua adalah para wartawan, polisi dan para anak buahnya Papah Ziyas yang pada sedang menyamar. Serta ada banyak kamera tersembunyi didalam tas mereka masing-masing, begitupun dengan tasnya Zahra.
Zahra diberikan kamera kecil dan juga perekam suara yang sudah diatur rapi didalam tasnya Zahra oleh Faisal temanya Kak Qiyas. Dan disinilah Zahra sudah duduk menunggu dikursi yang menghadap para orang-orang yang sudah bekerja sama dengan Kaluarga Irawan, supaya Via duduknya membelakangi mereka semua.
Sedang Faisal sendiri dia berpamitan dengan Kak Qiyas dan semuanya, karena dia ada pekerjaan lain hari itu.
Akan tetapi sebelum itu, tadi ketika Kak Qiyas dan Papah Ziyas yang sudah sampai terlebih dahulu, Kak Qiyas sudah menghubungi Ayahnya Via dan mengajaknya ketemuan diCafe yang sama.
Ketika Tuan Andi sudah sampai diCafe Cemara dan sudah pula diajak masuk keruangan Owner Cafe, Papah Ziyas dan Kak Qiyas lalu menjelaskan kepada Tuan Andi tentang anaknya yang bernama Via sedang ingin merusak hubungannya Aulian dan juga Zahra, awalnya Tuan Andi dia tidak percaya dan marah ketika anaknya Via dikatakan begitu oleh Papah Ziyas dan Kak Qiyas jika anaknya Via berbuat demikian kepada Aulian, akan tetapi Papah Ziyas menantang Tuan Andi untuk membuktikannya sendiri dengan menyamar sebagai pelayan diCafe itu.
Dan Tuan Andi langsung menyetujuinya dengan syarat jika ucapannya Papah Ziyas dan Kak Qiyas tidak terbukti kebenarannya, Tuan Andi meminta ganti rugi kepada Papah Ziyas dan juga Kak Qiyas yang sudah mencoba menfitnah anaknya yang bernama Via, dan Papah Ziyas serta Kak Qiyas pun dengan tenang mereka menyanggupi permintaannya Tuan Andi.
...πππππππππππππ...
Flashbacknya masih belum Off ya readers disini partnya sudah kepanjangan ππ
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***