LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AULIAN - ZAIN 3


__ADS_3

"Rizky melamar Zahra Tuan?? ", beo Zain kepada Aulian dengan eskpresi bengong kepada Aulian, dan Aulian dia hanya menangguk saja menanggapi perkataannya Zain.


"Iya Zain, maka sebab itu ketika Zahra menolaknya terus, Rizky merencanakan untuk memperk***a Zahra, agar Zahra bisa menikah dengannya", jawab Aulian kepada Zain membuat Zain langsung saja reflek terkejut setengah mati hingga sampai Zain memegangi dadanya.


"Rizky harus mendapatkan hukuman yang setimpal Tuan, karena sudah berani berbuat yang tidak baik kepada perempuan, apalagi Zahra dia benar-benar wanita yang sangat baik yang pernah saya kenal Tuan Aulian", kata Zain dengan ikut geram kepada Rizky.


"Saya juga ingin memberitahukanmu, jangan pernah bertanya atau membicarakan Rizky lagi dihadapannya Zahra Zain, karena saya tidak mau melihat Zahra semakin tertekan dan teringat akan kejadian itu lagi Zain", kata Aulian kepada Zain.


"Baik Tuan saya berjanji kepada anda Tuan Aulian, tidak akan membicarakan Rizky lagi kepada Zahra Tuan", jawab Zain dengan mantap kepada Aulian.


"Baiklah, kalau begitu saya pamit dahulu Zain, biar ini semua saya yang membayar, saya mau kekantor polisi segera untuk memberikan hukuman kepada Rizky", kata Aulian lagi kepada Zain.


"Emm, Tuan bolehkah saya ikut dengan anda kekantor polisi Tuan, bukan sebagai temannya Rizky, akan tetapi sebagai sekretaris dan bawahannya Tuan Aulian", kata Zain dengan sangat hati-hati kepada Aulian.


Aulian dia diam sejenak untuk berfikir ketika mendengar permintaannya Zain yang ingin ikut dengannya.


"Baiklah ayo Zain", jawab Aulian akhirnya kepada Zain.


Akhirnya setelah itu mereka berdua yaitu Zain dan juga Aulian mereka berlalu pergi menuju kekantor polisi, setelah Zain menyelesaikan pembayaran dari uangnya Aulian dan dia juga menitipkan motornya kepada petugas keamanan Cafe.


Setelah beberapa menit berkendara mobilnya Aulian yang disopiri oleh Zain sampai juga dikantor polisi tempat Rizky ditahan.


Zain dan Aulian mereka langsung saja masuk dan disambut oleh polisi yang berjaga yang sudah mengenali Aulian.


Sebelum Aulian memberikan pernyataannya dia meminta ijin kepada petugas terlebih dahulu ingin menemui Rizky. Dan disinilah Aulian dan juga Zain yang sudah berada diruang tunggu untuk menemui tahanan.


"Zain?? ", kata Rizky ketika dia melihat Zain berdiri dibelakangnya Aulian sambil duduk dibangku seberangnya Aulian.


Aulian yang mendengar Rizky memanggil Zain dia hanya menaikan sebelah alisnya saja tanpa menanggapinya sama sekali.


"Tuan Rizky", jawab Zain dengan formal kepada Rizky, membuat Rizky bingung.


"Kamu pasti mengenalnya kan Tuan Rizky, dia adalah sekretaris saya, dan dia juga nanti yang akan membantu saya mengurus masalah ini", kata Aulian dengan dingin kepada Rizky. Membuat Rizky sangat terkejut mendengar jika Zain adalah sekretarisnya Aulian.

__ADS_1


"Kamu sekretarisnya Tuan Aulian Zain?? ", tanya Rizky kepada Zain.


"Iya Tuan Rizky sudah dari beberapa bulan yang lalu", jawab Zain formal kepada Rizky.


"Dan saya disini ingin menyampaikan jika perbuatan yang Tuan lakukan terhadap Zahra dapat dijerat dengan pasal percobaan pemerk****aan, dan kejahatan yang sudah terencana Tuan, dan Tuan Rizky bisa dijerat dengan pasal.......... ", Zain lalu menyebutkan tentang semua pasal yang bisa menjerat tindakannya Rizky.


Aulian yang mendengar perkataannya Zain, dia sangat terkejut sekali, karena Aulian tidak tahu jika Zain bisa mengetahui banyak pasal yang dia sendiri juga tidak mengetahui itu.


Aulian sungguh pintar menyembunyikan rasa keterkejutannya itu ketika mendengar perkataannya Zain. Jadi setahu Rizky Aulianlah yang menyuruh Zain untuk menjeratnya dengan hukuman lebih dari sekarang yang dia terima.


"Sudah jelaskan Tuan Rizky apa kata sekretaris saya", kata Aulian dengan dingin kepada Rizky sambil tersenyum miring.


"Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan, nikmati saja hukuman yang saya berikan kepadamu dan juga Ibumu yang sombong itu", kata Aulian kepada Rizky dan dia langsung berlalu dari hadapannya Rizky dan diikuti Zain dibelakangnya tanpa mendengar jawabannya Rizky terlebih dahulu.


"Permisi Tuan Rizky", kata Zain sambil membungkukkan sedikit badannya formal kepada Rizky. Dan terus berlalu mengikuti Aulian dari belakang.


Sedangkan Rizky, dia hanya bisa menunjukkan wajah marah, terkejut, sedih dan perasaan-perasaan lain yang dia rasakan akan tetapi tidak bisa dijelaskannya.


"Zain saya baru tahu jika kamu bisa mengetahui banyak pasal-pasal seperti itu", kata Aulian kepada Zain ketika mereka berdua sudah masuk medalam mobil.


"Dulu saya ingin menjadi pengacara atau hakim Tuan, ketika dulu saya mendaftarkan diri dikuliah hukum saya tidak lolos tes Tuan, akhirnya saya mendaftar kuliah dijurusan saya sekarang Tuan Aulian", jawab Zain sambil mengendarai mobilnya Aulian.


"Terimakasih Zain sudah mau membantu saya tadi", kata Aulian kepada Zain dan dia tidak malu memgucapkan terimakasih kepada Zain.


"Sama-sama Tuan, sudah menjadi tugas saya menjadi sekretarisnya Tuan Aulian untuk selalu membantu kesulitannya Tuan Aulian", jawab Zain lagi kepada Aulian. Ditanggapi Aulian dengan senyuman dan anggukan.


"Baiklah kita kembali lagi keCafe tadi Zain untuk mengambil motor kamu, karena saya ada urusan lagi setelah ini", kata Aulian kepada Zain agar mengendarai mobilnya menuju Cafe yang tadi mereka datangi.


"Baik Tuan", jawab Zain dan dia langsung saja mengendarai mobilnya Aulian menuju keCafe Weee tadi.


Akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai juga diCafe Weee tadi, dan Aulian serta Zain mereka sama-sama turun dari mobil.


"Hati-hati Tuan Aulian", kata Zain kepada Aulian yang sudah duduk dikursi kemudi dan sambil sedikit membungkukkan badannya kepada Aulian.

__ADS_1


Aulian dia hanya tersenyum kepada Zain sambil mengangguk dan membunyikan klakson. Dan setelah itu Aulian langsung berlalu pergi dari hadapannya Zain. Sedangkan Zain dia juga langsung menaiki motornya setelah mengucapkan terimakasih dan memberikan sedikit tip untuk petugas keamanan Cafe sebagai tanda terimakasih.


Aulian lalu menjalankan mobilnya menuju kerumah yang sudah dibelikan oleh Papahnya untuknya.


Sekitar tiga puluh menitan berkendara, akhirnya Aulian sampai juga dirumah yang super megah dan besar, tidak kalah dengan rumahnya Papah Ziyas.


Aulian langsung saja membunyikan klakson kepada petugas yang berjaga alias satpam, dan satpam yang melihat mobil yang bukan mobilnya Tuan Ziyas mereka langsung menghentikan mobilnya Aulian dan juga bertanya kepada Aulian.


"Maaf Tuan cari siapa ya?? ", tanya kedua satpam kepada Aulian.


"Saya Aulian Pak, yang punya rumah ini, dan rumah ini yang membeli Papah saya, Tuan Ziyas Irawan", jawab Aulian kepada para satpam.


"Maaf apakah Tuan adalah Tuan Aulian Irawan?? ", tanya salah satu satpam kepada Aulian dan dijawab anggukan oleh Aulian.


Karena sebelumnya para petugas keamaan disitu sudah diberitahu oleh Papah Ziyas jika rumah itu adalah rumah yang akan diberikan kepada anaknya yang bernama Aulian Irawan.


"Maaf-maafkan kami Tuan Aulian, kami tidak tahu", kata kedua satpam itu sambil membungkukkan badannya kepada Aulian.


"Tidak apa-apa", jawab Aulian dan dia lalu menjalankan mobilnya masuk kedalam pekarangan rumah sambil membunyikan klakson kepada kedua satpam itu.


Ketika sudah sampai tepat didepan halaman rumah, Aulian langsung saja turun dari mobilnya dan melihat-melihat area depan rumah yang sesuai kriterianya sekali serta sesuai impiannya sekali. Sungguh Papah Ziyas sangat mengetahui seleranya sekali.


Karena didepan rumah itu Papahnya membuatkan taman kecil dengan sebuah air mancur kecil dengan ikan koi dan ikan hias warna warni yang berenang menghiasi air disitu serta sebuah gazebo dan kursi taman untuk bersantai dan menikmati taman itu.


Aulian lalu mencoba membuka pintu rumah dengan kunci yang diberikan oleh Papahnya tadi. Ketika Aulian sudah membuka pintu rumahnya, Aulian dibuat sangat terkejut mengetahui isi dalam rumah yang akan dia tempati itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Kira-kira apa isinya πŸ€”πŸ€”, jangan membuat penasaran kenapa sih Abang Aul😏


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2