LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AWAL KEHANCURAN MAMAHNYA RIZKY


__ADS_3

Papah Ziyas dan Aulian tidak cuma disambut oleh Pak Polisi yang berjaga akan tetapi disambut juga dengan Agus beserta istrinya dan juga Liem sekretarisnya Papah Ziyas yang tadi ditugaskan untuk menjemput Agus dan istrinya.


"Tuan Ziyas dan Tuan Aulian, apakah ada yang bisa kami bantu lagi Tuan-Tuan?? ", tanya Pak Polisi dengan ramah kepada Papah Ziyas dan juga Aulian.


"Begini Pak, kami ingin melaporkan bahwa Mamahnya Rizky Ferdinan yang ditahan disini sudah mencemarkan nama baik Keluarga saya, tepatnya calon istrinya anak saya Aulian Pak Polisi", kata Papah Ziyas kepada Pak Polisi.


Pak Polisi masih diam mendengarkan perkataannya Papah Ziyas.


"Kami tidak nyaman akan tindakannya Mamahnya Rizky Pak Polisi, dan saya harap Pak Polisi memberikan tindakan tegas kepada Mamahnya Rizky itu", sambung Papah Ziyas lagi kepada Pak Polisi.


"Boleh diceritakan bagaimana kronologinya Tuan Ziyas", tanya Pak Polisi kepada Papah Ziyas.


Papah Ziyas yang mendengar perkataannya Pak Polisi dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Agus dan istrinya.


Agus dan Istrinya yang faham akan maksud dari Papah Ziyas dia langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati mejanya Pak Polisi.


Agus dan Istrinya lalu menceritakan semua kejadian yang sebenarnya kepada Pak Polisi dan Pak Polisi yang mendengarkan sambil mencatat sesuatu dibuku agendanya.


"Begitulah cerita yang sebenarnya Pak Polisi", kata Istrinya Agus kepada Pak Polisi ketika sudah selesai menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Baik mendengar cerita semuanya Mamahnya Rizky bisa dikenakan pasal (........) Tentang (.......) Dan bisa dikenakan kurungan penjara selama (.......)", jawab Pak Polisi kepada Papah Ziyas dan semuanya.


"Kami akan segera memproses laporan anda Tuan Ziyas, dan anda Nyonya serta suami harus siap jika kami tunjuk sebagai saksi nanti", kata Pak Polisi lagi kepada Papah Ziyas dan Agus serta Istrinya.


"Baik Pak, kami siap", jawab Agus kepada Pak Polisi dan langsung dianggukin oleh istrinya.


Setelah itu Papah Ziyas dan Aulian langsung berpamitan kepada Pak Polisi setelah memberikan laporan serta menjawab sedikit pertanyaan dari Pak Polisi.


Dan diikuti semuanya juga berpamitan kepada Pak Polisi untuk pada pulang kerumah mereka masing-masing.


Papah Ziyas dan Aulian mereka sampai rumah tepat adzan maghrib berkumandang. Aulian langsung saja masuk kedalam kamarnya ketika sudah memarkirkan mobilnya kegarasi.


Tok, Tok, Tok

__ADS_1


Aulian yang sedang memakai sarung dan belum memakai bajunya, dia langsung saja membuka pintu ketika mendengar pintu kamarnya diketuk.


"A...... Abang ayo sholat dimushola bawah bersama-sama", kata seseorang kepada Aulian dengan tergagap dan menunduk karena dia melihat Aulian sedang bertelanjang dada.


"Eh Zahra", kata Aulian dengan tertawa kecil kepada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya tadi yang ternyata adalah Zahra.


"Zahra turun dahulu ya Abang", kata Zahra lagi sambil menunduk dan berlalu pergi dari hadapannya Aulian karena malu.


Sepeninggal Zahra Aulian dia tertawa garing sambil menggaruk kepalanya karena malu juga ketemu Zahra ketika sedang tidak memakai baju.


Aulian langsung masuk kedalam kamarnya lagi dan segera mengambil baju kokonya, setelah itu dia turun kebawah untuk sholat berjamaah bersama yang lainnya dimushola kecil yang ada dirumahnya Papah Ziyas.


Tanpa terasa malam pun tiba, Zahra sekuat tenaga dia memberanikan diri untuk tidur sendirian dan mencoba memejamkan matanya, karena Zahra tidak mau merepotkan Bunda Lili atau Aulian seperti kemarin untuk menemaninya tidur.


"Aku harus bisa dan aku harus lawan trauma itu", kata Zahra menyemangati dirinya sendiri.


"Benar apa kata Dokter Diva tadi sore", kata Zahra lagi kepada dirinya sendiri sambil mengingat perkataannya Dokter Diva.


"Jika pengalaman bisa dipilih, pasti kita memilih mempunyai pengalaman yang baik dan bagus, akan tetapi kita tidak bisa menentukannya Zahra pengalaman seperti apa yang akan terjadi kepada kita,..... Akan tetapi hidup itu pilihan, jika kita memilih yang bagus, kehidupan kita akan baik-baik saja, dan jika kita memilih yang buruk, kehidupan kita jalannya akan seperti yang kita pilih", kata Dokter Diva tadi sore kepada Zahra.


Ya begitulah sepenggal perkataan dari Dokter Diva kepada Zahra. Zahra lalu mencoba memejamkan matanya setelah berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah, lama-kelamaan Zahra bisa melawan rasa takut didalam dirinya, dan akhirnya Zahra tertidur dengan nyaman malam itu.


Pagi pun menjelang, dan saat ini mereka semua baru saja selesai sarapan pagi bersama dimeja makan termasuk Zahra juga. Dsn Aulian juga sedang bersiap-siap untuk berangkat kekantor.


Zahra yang sedang duduk ruang tamu yang melihat Aulian akan berangkat kekantor, dia langsung berdiri dan mengambil tas yang sedang dibawa Aulian dan mengikuti Aulian sampai didepan mobilnya Aulian yang sudah terparkir rapi didepan halama rumah.


Aulian yang melihat Zahra begitu perhatian kepadanya, dia tersenyum manis kepada Zahra dan tiba-tiba juga dihatinya serasa menghangat saja.


"Zahra Abang berangkat bekerja dulu ya, kamu baik-baik dirumah sama Bunda, Assalamu'alaikum", kata Aulian kepada Zahra sambil mengusap lembut kepalanya Zahra yang tertutup hijab ketika mereka sudah sampai disampi mobilnya Aulian.


"Wa'alaikumussalam Abang hati-hati ya dijalan", jawab Zahra dengan tersenyum manis kepada Aulian sambil memberikan tasnya Aulian. Dan setelah itu Aulian langsung masuk kedalam mobil dan memberikan senyum manis kepada Zahra sebelum menjalankan mobilnya.


Sungguh mereka sudah seperti sepasang suami istri pagi itu. Dan pagi itu Aulian sangat semangat menjalani hari, karena dia bisa berpamitan layaknya suami istri bersama Zahra.

__ADS_1


Sedangkan Papah Ziyas yang masih berada dikamar dia menghimbau istrinya Bunda Lili untuk terus mengawasi dan menjaga Zahra jika Zahra sedang menonton televisi, karena hari itu akan ada berita besar yang akan membuat Zahra teringat lagi dengan kejadian kemarin jika tidak mendapatkan dukungan dari Keluarga.


Dibeda tempat tepatnya dirumahnya Tuan Ferdinan jam tujuh pagi tadi dirumahnya sudah kedatangan lima orang polisi yang akan menangkap istrinya.


"Bisa anda jelaskan Pak kenapa anda mau menangkap istri saya?? ", tanya Tuan Ferdinan kepada Pak Polisi ketika sudah selesai membaca surat penangkapan untuk istrinya.


"Iya Pak, atas tuduhan apa Bapak akan menangkap saya", kata Mamahnya Rizky sambil berteriak marah kepada para Polisi.


"Karena anda sudah terbukti mencemarkan nama baik Keluarga Irawan Nyonya, dan jika ingin lebih lanjut anda bisa menanyakannya dikantor, ayo sekarang anda harus ikut kami Nyonya", kata Pak Polisi kepada Mamahnya Rizky dan langsung menariknya kedalam mobil.


"Pak saya tidak mau, mereka yang bersalah, kenapa saya yang dipenjara", teriak Mamahnya Rizky kepada para Polisi yang membawanya masuk kemobil polisi.


"Ayah, tolong Mamah", kata Mamahnya Rizky berteriak memanggil suaminya.


"Sudah Mamah ikut dulu saja bersama mereka, Ayah akan menemui Tuan Ziyas dahulu untuk meminta penjelasan", kata Tuan Ferdinan kepada istrinya.


Dengan perasaan marah Mamahnya Rizky lalu ikut masuk kedalam mobil polisi yang akan membawanya kekantor polisi.


"Kalian semua jangan ada yang membocorkan masalah ini keluar, apalagi sampai terdengar oleh wartawan, faham! ", kata Tuan Ferdinan dengan tegas kepada para pembantu dan pekerja dirumahnya setelah sepeninggalan istrinya dan para polisi tadi.


Tanpa mereka semua ketahui, terutama tanpa Tuan Ferdinan dan Istrinya ketahui, ada tiga orang yang memfoto semua kejadian penangkapan Mamahnya Rizky dan juga mengikuti mobil Polisi yang menangkap Mamahnya Rizky sampai kekantor polisi.


Dan dengan hitungan jam saja sebentar lagi kesombongan dari Mamahnya Rizky akan hancur karena ulahnya sendiri.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Apa yang kamu tanam itu juga yang akan kamu tuai, jika kamu menanam kebaikan tentulah hasil yang sangat bagus yang akan kamu dapatkan, dan jika kamu menanam kesombongan kehancuranlah yang akan kamu dapatkan dikemudian hari.


Ketahuilah, sesungguhnya Allah sangat membenci orang-orang yang sombong.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜Š


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2