LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
DONE


__ADS_3

Sebelum acara lamarannya dimulai tadi, Ayah Fikri saling pandang kepada calon besannya itu yaitu Ayah Mirac, karena mereka ingin menceritakan kisah masa kecilnya Hafiz dan juga Khansa.


Kakaknya Khansa yang bernama Saka dia sudah diberitahu oleh Ayah Fikri diruang kerjanya ketika sesudah sarapan tadi pagi. Dan Saka pun sedikit terkejut ternyata calon suami adiknya adalah teman masa kecilnya.


Walau Saka tidak seumuran dengan Hafiz dan lebih tua Saka, akan tetapi Hafiz dia dulu sangat cocok bermain dengan Kakaknya Khansa itu.


Ayah Fikri lalu memulai cerita, dan disambung juga oleh Ayah Mirac, semuanya mereka ceritakan membuat Khansa sangat terkejut mendengar semua cerita dari Ayahnya dan Ayah Mirac.


Khansa menjadi malu dan tidak menyangka jika Hafiz adalah anak laki-laki yang dulu sangat disukainya ketika waktu kecil.


Khansa langsung menunduk menyembunyikan senyumnya, dan Khansa semakin terkejut ketika Ayah Fikri dan Ayah Mirac bilang jika dirinya dan juga Hafiz mereka sudah dijodohkan sejak mereka masih kecil.


Sedang Hafiz yang juga sudah mengetahuinya dia hanya tersenyum sambil melihat kearahnya Khansa terus. Ada dua orang yang tidak fokus dengan acara lamarannya Khansa, siapa lagi kalau bukan Zahra dan juga Aulian.


Ameera sendiri yang juga mendengar ceritanya dia langsung menyenggol tangannya Khansa sambil menggodanya, membuat Khansa semakin malu saja.


"Bagaimana Khansa, kamu sudah ingatkan siapa Nak Hafiz ini?? ", goda Ayah Fikri kepada Khansa, membuat Khansa menunduk sambil menyembunyikan senyumannya.


"Dia malu Yah, dulu dia yang mencari-cari Nak Hafiz jika Nak Hafiz tidak main kerumah, eeeh sekarang justru kebalik, jodoh memang tidak akan kemana", goda Mamah Yuli kepada Khansa dan juga kepada Hafiz. Dan disambut tawa oleh semua orang, kecuali Aulian dan Zahra.


Jika Zahra masih menunduk dan mencuri-curi pandang kepada Aulian, beda lagi dengan Aulian yang masih setia memandangi Zahra dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Bagaimana ini Fikri, apakah lamaran dari anak saya Hafiz diterima?? ", tanya Ayah Mirac kepada Ayah Fikri.


"Bagaimana Nak, apa kamu mau menerima lamarannya Nak Hafiz?? ", tanya Ayah Fikri kepada Khansa.


Khansa yang mendengar pertanyaan dari Ayahnya, dia lalu memantapkan hatinya sambil mengucapkan bissmillah didalam hatinya, dan juga sambil mengangguk, sebagai tanda jika dirinya menerima lamarannya Hafiz.


"Alhamdulillah", jawab semuanya, dan Hafiz dia tersenyumnya semakin lebar saja.


Ayah Fikri dan Ayah Mirac mereka langsung berpelukan karena mereka senang sebab persahabatannya bisa terjalin hingga sekarang berubah menjadi besan.


Mamah Ola dan Mamah Yuli mereka juga melempar senyum dan juga sangat bahagia mengetahui jika sebentar lagi anak-anak mereka akan segera menikah.


"Ayo Fiz, sematkan cincinnya dijarinya Khansa", kata Mamah Ola kepada Hafiz.

__ADS_1


Dan Hafiz lalu memakaikan cincin dijari manisnya Khansa, dan Khansa saat ini sudah sah menjadi tunangan dari Hafiz.


Setelah para orang tua mencari hari dan tanggal untuk pernikahannya Khansa dan juga Hafiz. Akhirnya acara lamarannya Khansa selesai juga.


Khansa dan Hafiz akan menikah satu minggu setelahnya setelah acara lamaran itu. Baik Khansa dan juga Hafiz mereka sama-sama terkejut akan tetapi mereka juga senang dan menurut saja apa kata para orang tua mereka.


Ketika Keluarganya Hafiz ingin berpamitan pulang, Aulian ijin sebentar untuk berbicara kepada Zahra. Membuat Saka yang tadinya tersenyum ramah kepada Keluarganya Hafiz seketika langsung diam mendengar perkataannya Aulian.


"Zahra bisa jelaskan kepada Abang, kenapa kamu bisa ada disini menemani Khansa, sedang Abang tidak tahu jika kamu berada disini?? ", tanya Aulian kepada Zahra. Ketika Zahra dan Aulian sudah sedikit menjauh dari para Keluarga.


Sebelum Zahra menjawab perkataannya Aulian, dia sudah disela terlebih dahulu oleh Ayah Mirac.


"Nak Aulian kami pulang dahulu ya, terimakasih sudah mau menemani Hafiz tadi didalam", kata Ayah Mirac kepada Aulian.


"Iya Om sama-sama dan hati-hati dijalan", jawab Aulian kepada Ayah Mirac.


"Zahra om pamit ya", kata Ayah Mirac juga kepada Zahra dan setelahnya mereka semua benar-benar pulang kerumah mereka setelah Hafiz tadi juga berpamitan kepada Aulian dan juga Zahra.


"Apa kalian ingin masuk dulu Nak?? ", kata Ayah Fikri kepada Zahra dan juga Aulian.


"Baiklah, kalau begitu Ayah mau masuk dulu Zahra", kata Ayah Fikri kepada Zahra serta Aulian. Dan Zahra serta Aulian mereka hanya mengangguk saja kepada Ayah Fikri.


Ayah Fikri langsung masuk diikuti oleh Mamah Yuli dan juga Saka, akan tetapi Saka tidak sepenuhnya masuk melainkan dia bersembunyi dibalik tembok yang tidak terlihat oleh semua orang jika dirinya sedang mengintip Zahra dan juga Aulian.


Karena Saka sangat penasaran saja ingin mengetahui hubungannya Zahra dan juga Aulian.


Tinggal Ameera dan juga Khansa yang masih berdiri didepan teras, mereka lalu berjalan kearahnya Zahra dan juga Aulian.


"Jangan marah kepada Zahra Tuan, Zahra dia sahabatku sejak kita kuliah, dan saya menyuruh Zahra menemaniku secara mendadak, mungkin Zahra lupa untuk memberitahukannya kepada anda akan hal ini", kata Khansa mencoba membantu Zahra menjelaskan kepada Aulian.


"Dan perkenalkan saya Tuan Aulian, nama saya Ameera, kami bertiga adalah sahabat dekat sejak kami masuk kuliah dulu hingga sekarang", kata Ameera juga memperkenalkan diri kepada Aulian, supaya Aulian tahu siapakah para sahabatnya Zahra.


"Sudah ya Zahra, silahkan berbicara dulu dengan Tuan Aulian, kita mau masuk dulu", kata Khansa lagi kepada Zahra dan Zahra serta Aulian mereka hanya mengangguk saja sambil tersenyum tipis.


Sedangkan Adzriel dia duduk santai dikursi teras depan rumahnya Khansa, sambil menunggu Zahra dan juga Aulian selesai berbicara pribadi. Ketika Khansa serta Ameera melewati Adzriel mereka menyapa sopan serta ramah kepada Adzriel. Dan Adzriel pun hanya membalas anggukan serta senyum ramahnya kepada Ameera dan juga Khansa.

__ADS_1


"Maafkan Zahra Abang, bukan bermaksud Zahra tidak mau bercerita dengan Abang, akan tetapi Zahra lupa dan tidak sempat menelfon Abang ketika sampai dirumahnya Khansa tadi maghrib, Abang jangan marah sama Zahra, Zahra takut jika Abang salah sangka kepada Zahra", jelas Zahra kepada Aulian.


"Dan seperti kata Khansa tadi, kita bertiga sudah berteman sejak jaman kuliah dulu Abang, serta Khansa pun menceritakannya kepada Zahra secara mendadak, karena Khansa takut jika cerita dari kemarin, takutnya mengganggu Zahra yang sedang lamaran juga", sambung Zahra lagi kepada Aulian.


Dan Aulian dia langsung merubah mimik mukanya ketika mendengar penjelasannya Zahra. Saka yang berada dibalik tembok dia masih setia memperhatikan Zahra dan Aulian yang sedang mengobrol itu.


"Baiklah Abang maafkan, akan tetapi jangan diulangi lagi ya sayang, membuat Abang jantungan tadi ketika melihatmu tiba-tiba ada disini, dan Abang tidak suka", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum manis.


"Tapi Abang juga tidak bilang sama Zahra jika Abang akan pergi malam ini", kata Zahra kepada Aulian.


"Baiklah Abang juga salah, Abang minta maaf yah, karena Abang juga lupa memberitahukan kepada calon istrinya Abang ini, karena Hafiz juga mendadak memberitahukannya tadi kepada Abang", jawab Aulian kepada Zahra sambil mencubit gemas hidungnya Zahra membuat Zahra langsung memajukan bibirnya sambil mengusap hidungnya yang dicubit oleh Aulian.


"Jangan digituin bibirnya, minta dicium?? ", goda Aulian kepada Zahra, membuat Zahra reflek memukul dadanya Aulian.


Saka yang melihat semuanya, walau dia merasakan sakit dan sedih, akan tetapi dia akan berusaha melupakan Zahra karena Saka melihat Zahra bahagia bersama Aulian. Dan sesama laki-laki Saka tahu jika Aulian sangat mencintai Zahra, terlihat jelas dimatanya Aulian.


Saka lalu masuk kedalam rumah dan sambil bertekad melupakan dan membuang nama Zahra dari dalam hatinya.


"Kamu kesini sama siapa Zahra, kita pulang yuk Abang antar sekalian, ini juga sudah jam sepuluh, Abang tidak mau Zahra pulang sendiri", kata Aulian kepada Zahra.


"Tadi kesininya naik taksi Abang, dan mungkin jika tidak ada Abang, Zahra pulang bersama Ameera pakai mobilnya Ameera", jawab Zahra kepada Aulian.


"Yasudah kita masuk dan berpamitan kepada semua orang yuk sayang, setelah itu Abang antar kamu pulang", ajak Aulian kepada Zahra, dan Zahra langsung mengangguk kepada Aulian.


Aulian dan Zahra lalu masuk diikuti Adzriel dibelakangnya Zahra, karena Aulian berada didepannya Zahra. Mereka bertiga lalu berpamitan kepada Ayah Fikri, Mamah Ola, Khansa dan juga Ameera kecuali Saka.


Ketika Saka dipanggil Khansa dikamarnya dia sengaja tidak menyahut, sebab Saka sengaja melakukan itu, karena dia tidak mau melihat kemesraan dan kedekatan antara Aulian dan juga Zahra.


Karena sudah malam juga Ameera memutuskan menginap dirumahnya Khansa. Sedang Aulian, Zahra dan Adzriel setelah berpamitan mereka bertiga langsung pulang menggunakan mobilnya Adzriel, dengan Adzriel yang sebagai sopirnya.


Sedangkan Aulian dan Zahra mereka duduk dibelakang. Adzriel dia terus mengoceh karena dia bagaikan sopir pribadinya Aulian dan juga Zahra. Aulian hanya tertawa menanggapi ocehannya Adzriel yang ditujukan kepadanya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2