
Waktu berjalan semakin cepat saja, ternyata Ibu Dina dan Firman mereka sudah tinggal bersama Zahra selama satu minggu dirumah yang ditempatin Zahra.
Ibu Dina dan Firman kemarin mereka dijemput oleh para anak buahnya Aulian, karena Aulian hari itu tidak bisa menjemput calon mertuanya karena dia harus mengurus diKUA dan setelahnya Aulian akan meeting dengan para staf kantornya untuk menyelesaikan proyek yang dipegangnya.
Jikalaupun tidak bisa selesai sesuai ekspetasinya Aulian, setidaknya Aulian sudah memberikan pengarahan kepada semua bawahannya dan orang kepercayaannya.
Ibu Dina dan Firman mereka berdua waktu pertama kali sampai dirumahnya Zahra, mereka sangat takjub dan terpesona sekali karena bisa melihat langsung rumah mewah yang biasanya mereka hanya bisa melihatnya melalui televisi.
Waktu Ibu Dina dan Firman belum sampai dirumahnya Zahra dan masih didalam mobil, mobil yang disopiri oleh anak buahnya Aulian itu pada saat membelokkan mobilnya diperumahan mewah, Ibu Dina dan Firman mereka berdua bertanya-tanya apakah Zahra tinggal diperumahan elite seperti itu.
"Tuan, apakah anda tidak salah memasukki perumahannya, kenapa rumahnya disini sangat bagus-bagus dan mewah sekali?? ", tanya Ibu Dina dengan bingung kepada anak buahnya Aulian yang satu mobil dengannya.
"Benar Nyonya, Nona Zahra dia tinggal disini, dan kita sudah hampir sampai", jawab anak buah itu kepada Ibu Dina.
Dan akhirnya sampai juga Ibu Dina dirumah yang sebentar lagi akan menjadi miliknya Zahra bersama Aulian.
"Bu masyaallah besar, megah, dan mewah sekali rumah yang ditempatin oleh Kak Zahra Bu", kata Firman kepada Ibunya sambil melihat bangunan rumahnya dari depan teras.
"Iya Nak, mewah sekali rumahnya, masa iya Kakak kamu bisa membeli rumah sebagus ini", jawab Ibu Dina kepada Firman.
Memang Ibu Dina dan Firman semenjak Zahra pindah kerumah itu beberapa bulan yang lalu, Ibu Dina dan Firman belum sempat lagi datang kekota, akan tetapi Zahralah dan Aulian yang selalu mengunjungi Ibu Dina seminggu atau dua minggu sekali.
Terakhir Ibu Dina dan Firman kekota ketika Zahra masih tinggal dikontarakannya dulu itu. Jadi tidak heran jika Ibu Dina serta Firman sangat terkejut melihat rumah yang sangat mewah yang ditinggali oleh Zahra.
Ketika Ibu Dina dan Firman masih terpesona melihat bangunan rumah yang ditempatin oleh Zahra dari luar, tiba-tiba Bi Iyah datang dari dalam rumah dan menghampiri Ibu Dina serta Firman.
"Nyonya pasti Ibu Dina kan, dan adek ini adalah Tuan muda Firman kan?? ", tanya Bi Iyah dengan nada ramah menyapa Ibu Dina.
"Eeh Iya Bu, saya Ibu Dina dan ini Firman anak saya", jawab Ibu Dina kepada Bi Iyah dengan terkejut dan bingung pasalnya Bi Iyah kenapa bisa mengetahui namanya begitu pula dengan namanya Firman, begitulah yang difikirkan oleh Ibu Dina.
Karena sebelumnya Zahra sudah bercerita dan mengatakannya kepada para pembantu yang bekerja dirumah itu jika Ibu serta adiknya akan datang dari kampung.
"Mari masuk Nyonya, Tuan, Non Zahra sudah memberitahukannya kepada kami, mari akan saya tunjukkan kamarnya, supaya kalian bisa beristirahat dulu sambil menunggu Non Zahra pulang bekerja", kata Bi Iyah kepada Ibu Dina dan Firman.
Walau bingung Ibu Dina dan Firman tetap mengikuti Bi Iyah masuk kedalam rumah. Zahra waktu itu tidak bisa menjemput Ibunya karena akan menemani Rion meeting dengan Client penting dari Malaysia.
Semenjak Kia positiv hamil, posisi Kia sebagai CEO sudah digantikan oleh Rion sekretaris sekaligus tangan kanannya Ayah Ibrahim dan suami dari keponakannya Papah Ziyas.
Sebetulnya Zahra sudah ingin menjemput Ibu dan adinya tapi mau bagaimana lagi keadaan yang tidak bisa membuatnya menjemput Ibunya. Zahra juga sudah meminta maaf kepada Ibunya dan sudah menjelaskan semuanya jika dirinya dan juga Aulian tidak bisa menjemput.
Ibu Dina yang sangat mengerti keadaannya Zahra serta Aulian, dia tidak marah dan memberi nasihat jangan melalaikan tanggung jawab yang memang seharusnya dia kerjakan.
__ADS_1
Ya begitulah sekilas cerita tentang Ibu Dina serta Firman yang baru saja sampai dirumahnya Zahra kemarin.
............. ***************.............
Saat ini Zahra yang sudah siap-siap akan berangkat bekerja, tiba-tiba dia mendapatkan pesan masuk, yang membuatnya bertanya-tanya karena nomor pengirimnya Zahra tidak mengetahuinya.
Zahra penasaran karena siapa tahu itu nomor penting dari salah satu rekan bisnisnya Rion, Zahra lali langsung membukanya, dan ketika dibuka ternyata isinya adalah dua buah foto, yaitu fotonya Aulian dengan wanita yang tidak asing menurut pandangannya Zahra. Sontak saja foto itu membuat Zahra terkejut dan langsung juga membuat hatinya Zahra sakit sekali.
Ketika beberapa lama mengingat siapa wanita yang ada didalam foto itu, Zahra akhirnya mengingatnya, dan wanita itu adalah wanita yang dilihat Zahra ketika diCafe waktu dulu yang mengajak berbicara Aulian. (Lihat Chapter yang Terkejutnya Aulian Readers).
"Dia wanita yang ada diCafe dulu, ya sekarang saya ingat", kata Zahra sambil mengamati foto yang dikirimnya oleh nomor tersebut.
Didalam foto tersebut Aulian dan Via ya nama wanita itu adalah Via. Sedang saling berhadapan dengan berpelukan mesra sekali seperti hampir berciuman. Dan yang kedua mereka berdua berpelukan sambil menghadap kekamera dengan wajah yang sangat bahagia sekali.
"Tidak mungkin jika didalam foto ini adalah Abang Aul", kata Zahra untuk dirinya sendiri.
Dibawah foto itu terdapat tulisan yang seperti ini bunyinya.
Foto ini diambil ketika kami sedang liburan dipantai ( ...............). Ketika berada diSingapura kemarin Zahra. Romantis ya kita.
Begitulah cuitan yang terdapat dibawah foto tersebut.
"Nak, Itu Nak Aulian sudah datang menjemput, dia sedang menunggu diluar", kata Ibu Dina kepada Zahra, ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah Ibunya.
Zahra langsung saja memasukkan ponselnya kedalam tasnya, walau sekuat hati dia ingin tidak percaya kepada foto itu, karena Zahra yakin jika Aulian bukan tipe laki-laki yang mempermainkan wanita, akan tetapi sebagai manusia biasa dia tetap saja merasakan sakit dihatinya.
Ketika sampai diluar pun ingin sekali Zahra berwajah biasa saja kepada Aulian, akan tetapi tetap tidak bisa, dan Aulian yang menyadari jika Zahra tidak seperti biasanya terhadapnya, apalagi Zahra bersikap dingin dan acuh kepadanya, membuat Aulian merasakan ada hal yang tidak beres dengan Zahra.
"Zahra kamu sakit?? ", tanya Aulian kepada Zahra ketika Zahra sudah masuk kedalam mobil dan sudah duduk dikursi depan bersamanya.
"Tidak", jawab Zahra dengan nada dingin dan cuek.
"Baiklah kita berangkat ya sekarang", kata Aulian kepada Zahra lagi, dan Zahra hanya diam saja tanpa menjawab perkataannya Aulian, malah membuang muka kesamping jendela.
"Hari ini kamu sibuk tidak Zahra?? ", tanya Aulian mencoba mengajak berbicara kepada Zahra.
"Tidak", jawab Zahra dengan singkat lagi kepada Aulian.
Aulian masih mencoba biasa saja kepada Zahra, walau sebenarnya dia merasa aneh dengan sikapnya Zahra.
"Kamu kenapa sih sayang, coba cerita kepada Abang, lagi datang bulan ya", kata Aulian lagi masih bersikap lembut kepada Zahra.
__ADS_1
"Tidak", jawab Zahra dan masih dengan nada dinginnya.
Aulian lalu memberhentikan mobilnya sejenak dipinggir Zahra. Dan lalu Aulian langsung menghadap kearahnya Zahra.
"Kamu kenapa sih Zahra, daritadi ditanya jawabannya singkat saja, kalau Abang salah Abang minta maaf, jika ada masalah cerita sama Abang Zahra, jangan begini", kata Aulian kepada Zahra sambil masih mendinginkan otaknya supaya dia tidak terpancing amarahnya ketika melihat sikapnya Zahra kepadanya.
"Tidak ada", masih dengan nada singkatnya Zahra menjawabnya.
"Zahra katakan kepada Abang, kamu ini kenapa!!!! ", tanya Aulian lagi dengan nada yang sedikit membentak kepada Zahra.
Membuat Zahra takut dan langsung mengambil ponselnya serta langsung membukanya.
"Katakan dia siapa dan kenapa Abang bisa berfoto dengan pose yang begitu intim dan mesra seperti ini, katakan Abang, katakan!!!!!!, sakit Abang hati Zahra", kata Zahra juga berteriak kepada Aulian serta menangis juga dan sambil menunjukkan foto yang tadi dikirimkan kenomornya.
Aulian langsung saja mengambil ponselnya Zahra dan melihat apa yang sedang ditunjukkan oleh Zahra kepadanya.
"Bukan Sayang, ini bukan Abang, Abang berani bersumpah jika Abang hanya setia saja kepadamu", jawab Aulian ketika sudah melihat apa yang ada didalam ponselnya Zahra.
"Tapi Abang mengenal wanita itu", tanya Zahra dengan bernada dingin kepada Aulian.
"Kenal, dia bernama Via, dia adalah teman satu kampusnya Abang dulu dan satu jurusan dengan Abang, tapi Abang berani membuktikan jika yang ada didalam foto itu bukanlah Abang sayang", jawab Aulian kepada Zahra dengan memohon.
"Buktikan jika ini memang bukan Abang, jika Abang tidak bisa membuktikannya pernikahan kita batal Abang, sudah ayo jalan, Zahra sudah terlambat", kata Zahra dan kali ini Zahra terpancing emosi juga kepada Aulian.
Walau hati kecilnya dia sangat percaya kepada Aulian, dan tidak ingin marah kepada Aulian, Zahra tetaplah manusia biasa yang pasti sakit hati melihat foto calon suaminya bersama wanita lain dengan begitu mesra sekali.
"Jangan Zahra Abang mohon jangan batalkan pernikahan kita, kita hanya tinggal menghitung hari saja menuju kepelaminan, dan baiklah akan Abang buktikan jika yang didalam foto itu bukanlah Abang Zahra", jawab Aulian kepada Zahra, dan setelah itu Aulian langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi karena Zahra hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya.
"Dia yang sudah berani mencoba merusak hubunganku dengan Zahra, akan merasakan akibatnya, karena membuat Zahra mau membatalkan pernikahannya kami", batin Aulian sambil mengendarai mobilnya. Dan ponselnya Zahra sebelumnya sudah dia masukkan kedalam saku kemejanya.
Walau ponselnya tidak diberikan kepadanya, Zahra hanya diam saja tanpa berkata lagi kepada Aulian, karena Zahra juga lagi meredamkan emosinya sambil memperbanyak istighfarnya.
...ππππππππππππ...
Sabar Zahra, percaya sama Abang Aul, jika dia tidak mungkin begituπ
Ayo readers tinggal satu orang ini saja yang tidak menyukai hubungannya Zahra dan Aulian, apakah readers tahu orangnya, segera kita singkirkan dia, supaya Abang Aul dan Neng Zahra bisa berbahagia didalam mengarungi biduk bahtera rumah tanggaππππ.
...ππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1