
Zahra yang baru saja mendengar jawaban Ibunya dia sangat terkejut sekali, Zahra masih tidak menyangka jika dirinya bisa sedang jatuh cinta kepada Aulian.
Zahra masih memungkiri jika dia tidak mungkin jatuh cinta dengan adik ipar atasannya Kia. Sampai Ibunya Dina selesai menjelaskan tanda-tanda orang yang sedang jatuh cinta pun, Zahra masih menyangkalnya.
Setelah selesai curhat dan bertelefonan ria dengan Ibunya, Zahra dengan sekuat tenaga berusaha untuk tidur, karena besok masih bekerja, dan besok pekerjaannya juga masih banyak.
...πΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉ...
Dilain tempat, tepatnya dirumahnya Rizky Fahrezi alias Rizky teman Zahra yang waktu SMA dan kemarin baru saja melamar Zahra.
Saat itu ketika selesai makan malam bersama dan dia sedang berkumpul diruang keluarganya, Rizky memberanikan diri berbicara kepada Ibunya tentang Zahra.
"Mah ada yang ingin Iky bicarain sama Mamah", kata Rizky kepada Ibunya.
"Mau bicara soal apa Nak??, soal Zahra itu wanita yang kamu cintai?? ", kata Mamahnya Rizky dengan to the point.
"Iya Mah, apa Mamah masih tidak mau merestui Iky Mah", kata Rizky kepada Mamahnya.
"Dia itu tidak level sama kita Ky, dia itu miskin, apa kata orang nanti jika Mamah dan kamu mempunyai menantu serta istri anak orang miskin", kata Mamahnya Rizky dengan begitu kepada Rizky.
"Tapi dia wanita baik-baik Mah, dia wanita yang paling sholehah diantara teman Iky yang lain Mah", bela Rizky kepada Mamahnya.
"Sudah restui saja Iky Mah, lagian Ayah juga sudah menyelidiki dari dulu kalau Zahra itu wanita baik-baik Mah", kata Ayah Rizky yang daritadi disitu juga mendengarkan sambil membaca koran.
"Tapi Yah, nanti Mamah jika arisan malu Yah, apa yang bisa nanti Mamah banggain dari Zahra", kata Mamahnya Rizky kepada suaminya.
"Mamah tidak tahu saja kan, jika Zahra sudah bekerja menjadi sekretaris dari CEO Ibrahim Company", kata Ayahnya Rizky kepada istrinya sambil menaruh korannya diatas meja.
"Ibrahim Company Perusahaan terbesar kedua dinegara ini Yah?? ", tanya Mamahnya Rizky dengan nada yang terkejut.
"Iya Mah", bukan Ayahnya Rizky akan tetapi Rizky sendirilah yang menjawab.
"Baiklah Mamah akan mencoba menerimanya, karena dia bisa bekerja ditempat yang sangat bagus dan menjanjikan diPerusahaan itu", kata Mamahnya Rizky kepada Rizky.
"Terimakasih Mah", jawab Rizky dengan begitu gembira sekali.
...πΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈπΉπΈ...
Pagi menjelang, saatnya tiba syukuran kedua pernikahan atasannya Zahra yang bernama Kia, diPerusahaan Irawan Corp.
Seperti biasa sebelum subuh Zahra sudah bangun, untuk bersih-bersih badannya dan setelah itu melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim untuk sholat subuh.
__ADS_1
"Syukuran kedua diPerusahaan Irawan Corp, semoga nanti tidak ketemu lagi sama Tuan Aulian", kata Zahra untuk dirinya sendiri sambil membereskan mukena yang habis dia pakai sholat.
"Semangat!!!!, jikalaupun ketemu, semoga detak jantungku bisa normal", kata Zahra lagi untuk dirinya sendiri sambil beberes rumah.
Zahra sedang beberes rumah, setelah itu dia melanjutkan dengan masak untuk dirinya sendiri, ketika Zahra sedang asik memasak dia dikagetkan dengan dering hpnya yang ada dimeja makan. Zahra segera menghentikan kegiatannya dan berjalan menuju meja makan untuk mengambil hpnya dan ternyata Kia atasannya yang menelfon dia.
"Assalamu'alaikum Zahra", salam Kia kepada Zahra disambungan telefon.
"Wa'alaikumussalam Nona, ada apa Nona menelfon pagi-pagi, apa yang bisa Zahra bantu sekarang?? ", tanya Zahra sopan kepada Kia.
"Saya cuman ingin bilang, berkas-berkas yang buat meeting nanti sudah disiapkan kan?? ", tanya Kia kepada Zahra.
"Sudah semua Nona, sudah saya siapkan dari semalam", jawab Zahra kepada Kia.
"Kalau begitu kamu tolong bisa beritahu client sekarang, jika meeting jamnya dimajukan, karena nanti saya akan menghadiri syukuran diPerusahaannya suamiku, dan kamu juga nanti ikut dengan saya", kata Kia kepada Zahra.
"Bisa Nona, segera dan secepatnya nanti akan saya hubungi pihak clientnya", jawab Zahra kepada Kia.
"Baiklah, kalau begitu terimakasih Zahra dan selamat pagi", kata Kia kepada Zahra.
"Sama-sama Nona, dan selamat pagi juga", jawab Zahra dan lalu mematikan sambungan telefonnya.
Setelah itu Zahra langsung saja menyelesaikan kegiatannya yang tertunda tadi, dan setelahnya Zahra beranjak untuk mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kekantor.
Ketika sedang sarapan hp yang ada diatas meja makan berdering kembali, dan kali ini yang menelfon adalah Zain teman satu kampungnya dan teman dari kecilnya.
"Hallo Assalamu'alaikum Zain", salam Zahra ketika mengangkat telefon dari Zain.
".......... ... "
"Lagi sarapan ini Zain, emm tidak janji ya Zain, karena hari ini pekerjaanku sangat banyak", jawab Zahra sambil memakan makanannya.
".......... ... "
"Iya kamu juga Zain, hati-hati dijalan, Wa'alaikumussalam", jawab Zahra lagi kepada Zain. Dan setelah itu Zahra mematikan sambungan telefonnya.
Zahra sudah menyelesaikan sarapannya, dan dia lalu menghubungi pihak Client sesuai permintaan atasannya Kia, karena meeting akan dimajukan menjadi jam delapan pagi.
Setelah selesai menghubungi Client Zahra lalu mengecek lagi berkas-berkas yang akan dia bawa kerja dan berkas-berkas yang akan dibuat meeting nanti. Serta sekalian mengecek email sebentar melalui laptopnya.
Ketika sedang sibuk dan serius dengan kegiatannya, Zahra melirik hpnya yang menyala karena ada pesan masuk dihpnya. Tanpa curiga sama sekali, Zahra langsung saja mengambil Hpnya yang ada disebelah laptopnya, dan ketika Zahra selesai membaca pesan dari seseorang dan nomornya tidak ada namanya dihpnya, tiba-tiba jantung Zahra langsung berdetak dengan kencang sekali.
__ADS_1
"Tuan Aulian, tahu darimana dia nomor telefonku", batin Zahra ketika selesai membaca pesan dari nomor yang tidak dia ketahui tadi.
Dan ternyata yang mengirimi pesan kepada Zahra adalah Aulian. Dan Zahra menjadi buyar fikirannya gara-gara pesan yang dikirimkan Aulian.
"Buyar fikiranku, dan jantungku mau copot lagi, padahal ini cuman pesan yang masuk dihpku", kata Zahra sambil memegangi dadanya karena jantungnya sedang bertalu-talu dengan kencang sebab membaca pesan yang dikirimkan Aulian.
Semalam ketika Aulian terbayang-bayang terus wajahnya Zahra, dia memberanikan diri meminta nomor telefonnya Zahra kepada Kakaknya Qiyas.
Kakaknya Qiyas awalnya dia mengintrogasi Aulian, dan Aulian menjawab jujur kepada Kakaknya jika dia ada rasa kepada Zahra. Lalu Qiyas memberinya nasihat dan berbagai petuah untuk Aulian. Dan Aulian dia mendengarkan apa yang semua dikatakan oleh Kakaknya Qiyas.
Setelah mendapat berbagai nasihat dari Kakaknya, barulah Aulian dikirimi nomor telefonnya Zahra oleh Kakaknya Qiyas.
Malam itu Aulian dia maju mundur antar ingin mengirimi pesan kepada Zahra atau tidak. Terlalu banyak berfikir membuat Aulian lama-lama kelamaan dia tertidur sendiri karena kecapekan juga.
Dan pagi harinya setelah selesai bersiap-siap ingin berangkat kekantor, Aulian mencoba memberanikan diri mengirimi pesan kepada Zahra sebelum dia berangkat kekantor dengan kata-kata yang begitu romantis bagi Zahra.
"Assalamu'alaikum calon istriku, awali pagi yang cerah ini dengan senyuman, agar hari-harimu menjadi indah dan berwarna, semangat bekerjanya β€ (Aulian) ", pesan Aulian kepada Zahra, dan langsung tadi membuat jantung Zahra bertalu-lau sangat kencang.
Sedangkan Aulian setelah mengirimkan pesan seperti itu, dia tersenyum dan tertawa sendiri membayangkan wajahnya Zahra yang tersipu malu karena pesannya.
ππππππππππππ
Author: cielah anak orang dibikin baper pagi-pagiπ
Aulian: sirik amat thorπ
Author: ππ€π
Aulian: author dari dulu sirik saja sama akuπ£
Author: πΆπΆπΆ
Aulian: πππππ
Author: dasar cengengπ
Aulian: π π π
πππππππ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***