
Dan disinilah mereka semua sudah pada berkumpul semua dipesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia yang diadakan begitu mewah, megah dan tentu saja memakan biaya yang tidak sedikit, bahkan souvenirnya saja berupa emas batangan.
"Bund itu si Aulian dimana ko Papah daritadi tidak melihatnya ya?? ", tanya Papah Ziyas kepada Bunda Lili yang sedang duduk disampingnya diatas pelaminan.
"Mana Bunda tahu Pah, dia masih dirumah atau sudah dirumahnya Zahra, mana Bunda tahukan daritadi Bunda disini sama Papah?? ", jawab Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
"Setahu Papah Zahra tidak mau Bund diajak berangkat bersama dengan Aulian?? ", kata Papah Ziyas lagi kepada Bunda Lili.
"Entahlah Pah, anak itu kan dari kecil seenaknya sendiri, padahal ini juga sudah jam segini dan acaranya pun sudah dimulai daritadi", jawab Bunda Lili lagi kepada Papah Ziyas.
Papah Ziyas dan Bunda Lili tidak tahu saja ketika mereka pagi-pagi sekali sudah berangkat kehotel tempat diadakannya pesta resepsimya Kak Qiyas dan Kia Aulian juga langsung berangkat menuju kerumah yang ditinggali oleh Zahra beberapa minggu ini.
"Abang pagi sekali datangnya kesini, ini masih jam tujuh Abang, acaranya kan masih nanti", kata Zahra kepada Aulian ketika baru saja membukakan pintunya untuk Aulian.
"Acaranya jam sembilan sayang, ayo kamu siap-siap dan ikut dengan Abang kesuatu tempat",, jawab Aulian sambil memasuki rumah dan duduk diruang Keluarga bersama Zahra.
Santai saja readers, Zahra dan Aulian mereka tidak sendirian ko didalam rumah itu, Aulian dia sudah memperkerjakan tiga orang asisstan rumah tangga untuk membantu Zahra sekaligus menemani Zahra ketika rumah.
"Kemana Abang, Abang sudah sarapan belum pagi-pagi datang kesini, Zahra ini tadi mau sarapan, kalau belum ayo kita sarapan bersama", ajak Zahra kepada Aulian.
"Belum, ya sudah ayo kita sarapan dahulu sebelum pergi", jawab Aulian dan dia langsung berdiri mengajak Zahra menuju keruang makan.
Aulian dan Zahra mereka sarapan bersama ditemani dengan canda dan godaannya Aulian untuk Zahra. Para asisstan rumah tangga yang mengintip kebersamaannya Aulian serta Zahra mereka juga ikut senang dan bahagia.
Didalam fikirannya mereka masing-masing, Zahra dan Aulian adalah pasangan yang sangat serasi dan baik sebagai majikan.
"Sudah kamu mandi dan siap-siap Zahra, Abang tunggu diruang Keluarga", kata Aulian kepada Zahra ketika sudah selesai sarapan bersama. Dan Aulian serta Zahra mereka berjalan bersama, jika Aulian menuju keruang Keluarga, sedangkan Zahra berjalan menuju kedalam kamarnya.
"Lho kamu tidur dikamar ini Zahra??, kenapa tidak tidur dikamar utama?? ", tanya Aulian terkejut melihat Zahra masuk kedalam kamar tamu yang dekat dengan ruang tamu.
"Tidak Abang, Zahra tidak nyaman tidur dikamar utama, nanti saja jika sudah menikah dengan Abang, Zahra pindah kekamar utama sama Abang",, jawab Zahra kepada Aulian membuat Aulian tersenyum mendengarnya.
"Iya sudah, Zahra mandi dulu Abang", kata Zahra lagi kepada Aulian.
"Iya", jawab Aulian sambil berlalu menuju keruang Keluarga.
Tiga puluh menit kemudian Zahra sudah selesai mandi dan berganti baju yang menurutnya pantas untuk dibuat menghadiri acara pesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia. Serta Zahra pun bermakeupnya tidak berlebihan, simple sekali.
__ADS_1
"Abang Zahra sudah selesai nih", kata Zahra menghampiri Aulian yang sedang menonton televisi.
Aulian langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Zahra sambil memperhatikan penampilannya Zahra yang menurutnya simple dan cantik. Akan tetapi hari ini Aulian ingin membuat sesuatu yang beda terhadap dirinya Zahra.
"Kenapa Abang apa ada yang salah ya dengan penampilannya Zahra?? ", tanya Zahra kepada Aulian, karena Aulian daritadi memperhatikan penampilannya dengan diam saja.
"Tidak ko, sudah cantik calon istriku ini", jawab Aulian kepada Zahra sambil tersenyum manis.
"Ya sudah ayo kita berangkat", kata Aulian lagi kepada Zahra.
Dan Aulian langsung saja mematikan televisinya serta berlalu keluar dari dalam rumah diikuti oleh Zahra disampingnya.
"Abang tumben tidak memakai jas?? ", tanya Zahra ketika sudah berada didalam mobilnya Aulian.
"Nanti saja disana sayang", jawab Aulian sambil mengendarai mobilnya.
Aulian yang sudah keluar dari komplek dia langsung melajukan mobilnya menuju ketempat yang ditujunya dan dia juga sudah janjian terlebih dahulu dengan pemiliknya.
Tiga puluh menit berkendara akhirnya mobil yang dikendarai Aulian sudah sampai juga disalah satu salon elite yang sering didatangi oleh kalangan kelas atas.
"Lho Abang kenapa kita berhenti disini?? ", tanya Zahra bingung kepada Aulian, akan tetapi Zahra masih terus mengikuti Aulian turun dari dalam mobilnya.
"Eeh Abang tampan sudah datang, eeh ini calonnya ya yah, waah cantik sekali, pintar sekali yee memilih calon bini, yuk cantik ikut Miss Wilson", kata pemilik salon yang memang sudah menunggu Aulian daritadi. Dan dia sedikit ngondek.
Salon itu adalah salon langganannya Bunda Lili serta Kakaknya Kak Anin, jadi pemilik salon sudah hafal dengan Aulian yang sering mengantarkan Kakak atau Bundanya kesitu.
"Lho Abang, Zahra mau diajak kemana?? ", kata Zahra dengan bingung kepada Aulian.
"Sudah ikut saja dengan Miss Wilson Zahra, percaya deh sama Abang", jawab Aulian meyakinkan Zahra.
"Seperti selera saya ya Miss, dan ingat awas jangan mengecewakan saya, atau saya buat bangunan ini rata sama muka kamu sekalian", kata tegas dan bercanda Aulian secara bersamaan kepada Miss Wilson.
Dan Miss Wilson sendiri nama aslinya adalah Willy, akan tetapi Willy sendiri dia lebih senang dipanggil dengan panggilan Miss Wilson.
"Siap Abang tampan, Miss Wilson bisa diandalkan, percaya deh sama eyke, dan eyke jamin nanti yee tidak akan bisa berkedip melihat calon bikin yee", jawab Miss Wilson lagi kepada Aulian.
Dan setelah berkata seperti itu, Miss Wilson langsung mengajak Zahra masuk keruangan yang sudah disiapkan oleh Miss Wilson dan karyawannya daritadi.
__ADS_1
Zahra didalam dia dilayani dengan baik, dia melakukan facial, luluran dan melakukan apa saja yang akan menunjang penampilannya datang kepesta respsinya Kak Qiyas dan Kia.
Itu semua yang menginginkan adalah Aulian. Sedangkan Aulian yang diluar dia dengan setia menunggu Zahra sambil membaca koran, majalah serta membaca semua email yang ada didalam ponselnya.
"Halo Tuan, Tuan dimana, daritadi Tuan dicari Tuan Ziyas, beliau menyuruh saya menelfon dan menanyakannya kepada Anda?? ", tanya Zidan kepada Aulian.
"Iya katakan sama Papah nanti sebentar lagi saya kesitu, saya lagi sedang bersiap-siap", jawab Aulian kepada Zidan dan langsung mematikan sambungan telefonnya.
"Tuan Aulian katanya sedang bersia-siap Tuan", lapor Zidan kepada Papah Ziyas ketika sambungan telefonnya sudah dimatikan oleh Aulian.
"Iya kamu boleh pergi", jawab Papah Ziyas kepada Zidan.
"Apa katanya Zidan Pah?? ", tanya Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
"Katanya Aul sedang bersiap-siap Bund, kayak cewek saja berisiap-siap segala", jawab Papah Ziyas kepada Bunda Lili.
"Ini sudah jam sepuluh Papah, tidak enak daritadi Aulian sendiri yang belum kelihatan disini", jawab Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
Sebelum Papah Ziyas menjawab perkataannya Bunda Lili mereka sudah berdiri lagi karena ada tamu undangan yang ingin bersalaman kepada mereka dan kedua mempelai.
"Akhirnya selesai juga, ya Tuhan baru kali ini eyke merias wajah bisa secantik dan sebagus ini, ditambah muka yee juga sudah cantik sih, ini asti Abang tampan dia langsung meneteskan air liurnya nanti", kata Miss Wilson ketika sudah selesai merias wajahnya Zahra.
Zahra dia hanya diam saja dan dia terus mengagumi wajahnya yang ternyata benar-benar cantik ketika selesai dirias oleh Miss Wilson.
"Cantik ganti baju dulu pakai dress ini yuk, setelahnya eyke mau merubah bentuk hijabnya supaya bisa serasi dengan bentuk gaunnya", kata Miss Wilson sambil memberikan sebuah gaun yang sangat elegan, cantik, dan wah yang berwarna merah cabai kepada Zahra.
Setelah berganti baju, Zahra langsung didandani lagi oleh Miss Wilson dan taraaa saatnya Zahra keluar.
Dan ternyata Aulian dia juga sudah berganti baju dengan memakai pakaian jas hitam, kemeja putih, dasi serta celana yang sangat membuat Aulian semakin berwibawa dan semakin tampan saja, serta jangan lupakan sepatu fantovelnya yang mengkilap semakin sempurna saja penampilannya Aulian.
Juga jam tangan yang harganya tidak murah selalu melingkar apik dipergelangan tangan kekarnya Aulian dan rambutnya pun juga sudah ditata rapi oleh karyawan salonnya Miss Wilson tadi.
"Ehem permisi Abang tampan", panggil Miss Wilson yang mengagetkan Aulian yang sedang menerima telefon sambil membelakangi Miss Wilson.
"Zahra", kata Aulian terpaku dengan Zahra dan dia sampai tidak sadar sampai menjatuhkan ponsel yang digunakan untuk menelfon tadi.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***