LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AMEERA


__ADS_3

Pagi harinya Aulian benar-benar menjemput Zahra dirumah yang ditempatinnya, begitupun juga dengan Hafiz yang datang untuk menjemput Khansa dirumahnya.


Berbeda dengan Aulian yang sudah terbiasa berangkat bersama dengan Zahra, Hafiz dan Khansa mereka sedikit canggung berada didalam satu mobil berdua saja.


"Emm Yunda, bagaimana perasaan kamu setelah mengetahui masa kecil kita tadi malam", kata Hafiz sengaja mengajak ngobrol Khansa yang diam saja daritadi.


"Memangnya kenapa Mas?? ", jawab Khansa sambil menyembunyikan rasa malunya kepada Hafiz.


"Iya tidak apa-apa ingin tahu saja, tidak menyangka ya, dulu kamu yang mengejar-ngejar Mas, akan tetapi sekarang Maslah yang mengejar-ngejar kamu", kata Hafiz sambil tertawa kepada Khansa membuat Khansa langsung tersenyum malu mendengarnya.


Sedangkan Aulian dan Zahra yang juga didalam mobil mereka juga sedang saling mengobrol membicarakan masalah resepsinya Kak Qiyas dan Kia.


"Apakah kamu benar masih tidak mau datang bersama Abang Zahra, kenapa kamu tidak percaya sama Abang setelah sekian masalah yang kita hadapi berdua Zahra, Abang akan selalu melindungimu bagaimanapun kondisi kamu Zahra?? ", kata Aulian kepada Zahra dengan bernada sedih.


Zahra sejujurnya setiap hari memikirkan masalah itu, didalam hati kecilnya dia ingin sekali datang bersama Aulian, akan tetapi seperti rasa trauma didalam dirinya Zahra, Zahra hanya takut saja mengalami penghinaan untuk kesekian kalinya kepadanya.


Setelah mendengar perkataannya Aulian yang seperti sedih, dengan kemantapan hatinya Zahra langsung menjawab perkataannya Aulian.


"Bissmillah baiklah Abang Zahra mau datang bersama Abang kepesta resepsinya Kak Qiyas dan Kak Kia", jawab Zahra kepada Aulian, membuat Aulian langsung menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba membuat dia mendapatkan banyak klakson dari mobil dibelakangnya.


Aulian langsung saja menyalakan mobilnya lagi dan menepikannya sebentar dipinggir jalan untuk menjawab perkataannya Zahra.


"Apa benar Zahra kamu mau datang bersama Abang, apa Abang tidak salah dengar kan?? ", kata Aulian ketika sudah menepikan mobilnya dipinggir jalan sambil menghadap kearahnya Zahra.


"Benar Abang, Zahra mau", jawab Zahra lagi kepada Aulian sambil tersenyum manis kepada Aulian.


Aulian langsung saja tertawa bahagia sekali mendengar jawabannya Zahra.


"Yes terimakasih Zahra, Abang senang sekali mendengarnya", jawab Aulian kepada Zahra. Dan Zahra hanya tersenyum senang juga ketika melihat Aulian bahagia seperti itu.


Beda tempat lagi, sebelum Zain berangkat kekantor, dia sengaja menyempatkan diri mendatangi toko rotinya Ameera yang sudah buka dari jam enam tadi.


Toko rotinya Ameer sendiri selalu dilewati Zain ketika berangkat kekantor, karena memang jalan raya didepan toko rotinya Ameera adalah jalan terdekat menuju kekantornya Aulian.


Ketika Zain memarkirkan motornya diparkiran dia sudah melihat mobilnya Ameera sudah terparkir rapi diparkiran situ. Zain langsung saja turun dari motor dan masuk kedalam.


Ketika Zain masuk, dia langsung disambut oleh pelayan toko rotinya Ameera.


"Emm saya sedang tidak ingin membeli roti mbak, akan tetapi saya ingin menemui Ameera, bisa panggilkan dia untukku", kata Zain dengan ramah kepada pelayan toko roti itu.

__ADS_1


"Baik Mas, tunggu sebentar, dan anda bisa menunggu Mbak Ameeranya dikursi yang ada disebelah sana", jawab Pelayan toko roti itu kepada Zain sambil menunjuk kursi yang ada didalam toko roti itu.


Pelayan toko roti itu dia langsung berlalu masuk kedalam untuk menuju keruangannya Ameera. Sedangkan Zain dia langsung menunggu dikursi kosong yang ditunjuk oleh pelayan toko tadi.


"Mbak Ameera permisi, ada laki-laki tampan yang sedang mencari Mbak diluar, apakah Mbak mau menemuinya?? ", kata pelayan toko roti itu kepada Ameera yang sedang melihat tabel penjualan toko rotinya dilaptopnya.


"Antarkan dia saja kemari Juli, saya sedang sibuk untuk keluar", jawab Ameera kepada karyawannya tanpa mengalihkan pandangannya kearah laptopnya.


"Baik Mbak", jawab pelayan toko roti itu lagi. Dan dia langsung berlalu keluar untuk memanggil Zain.


Zain pun menurut dan ikut masuk kedalam mengikuti pelayan toko roti itu yang mengantarkannya keruangannya Ameera. Zain pun langsung menyuruh pelayan toko roti itu pergi ketika sudah sampai didepan ruangannya Ameera. Alhasil Zain masuk sendiri kedalam ruangannya Ameera.


Walau Ameera mendengar suara pintunya terbuka, dia tidak sama sekali mengalihkan pandangannya dari laptopnya.


"Ameera", panggil Zain yang sudah masuk kedalam ruangannya Ameera.


Ameera langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara, dan Ameera dia sangat terkejut ketika melihat Zain ada dihadapannya.


"Zain", jawab Ameera ketika melihat Zain dan dia langsung berdiri dari duduknya.


"Apakah aku mengganggu waktumu Ameera", tanya Zain kepada Ameera.


Ameera lalu menelfon karyawannya melalui telefon yang ada diatas meja kerjanya untuk mengantarkan dua minuman kedalam ruangannya. Setelah itu Ameera langsung ikut duduk dishofa seberangnya Zain.


"Bagaimana Zain, apa ada yang ingin kamu sampaikan kepadaku?? ", kata Ameera kepada Zain ketika sudah duduk diahofa seberangnya Zain.


"Bagaimana jawabanmu untuk pernyataanku kemarin malam Ameera", jawab Zain kepada Ameera langsung to the point.


"Baiklah akan aku ulangi lagi, Ameera apakah kamu mau menjadi istri serta calon ibu untuk anak-anakku kelak Ameera, aku sangat serius sekali denganmu Ameera, maukah kamu menikah denganku", kata Zain lagi mengulangi lagi pernyataannya kepada Ameera sambil mengeluarkan cincin dari dalam saku jasnya.


"Maaf Zain, saya sedikit ragu kepadamu, apakah kamu hanya menjadikanku pelarianmu saja atau kamu benar-benar mencintaiku", jawab Ameera dengan jujur kepada Zain membuat Zain bersedih mendengar jawabannya Ameera.


Zain lalu mengeluarkan ponselnya dan membuka nomor WAnya Zahra.


"Dia adalah wanita yang dulu pernah aku cintai Ameera, tapi percayalah setelah mengetahui dia sudah bertunangan dengan laki-laki lain, aku sudah berjuang membuang perasaan itu kepadanya, dan kamu hadir ketika aku sedang terpuruk waktu itu serta kamu juga memberikan warna baru dihatiku ketika aku sudah berniat tidak ingin terburu-buru mencari cinta lagi Ameera", kata Zain kepada Ameera sambil memperlihatkan fotonya Zahra yang dibuat foto profil dinomornya.


Ameera langsung menerima ponselnya Zain, dan dia seketika terkejut sekali mengetahui foto wanita yang dikata Zain pernah dicintainya itu.


"Zahra", kata Ameera yang membuat Zain terkejut mendengar Ameera mengenal Zahra.

__ADS_1


............. °°°°°°°°°°......... ...


Kembali keAulian danZahra, mereka baru saja sampai dikantornya Kia, dan Zahra langsung saja keluar dari dalam mobilnya Aulian sambil mengingatkan Aulian tentang bekal yang sudah dibuatkan Zahra untuknya tadi.


"Baiklah sayang, terimakasih ya atas bekalnya, semangat dalam bekerja", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum.


"Abang juga ya, dan hati-hati dijalan", kata Zahra sambil melambaikan tangannya kepada Aulian dengan tersenyum manis.


Aulian dia lalu berlalu pergi dari situ dan mengendarai mobilnya menuju kekantornya. Ketika Zahra berbalik badan ingin masuk kedalam kantor, dia mendengar suara mesin mobil yang baru saja berhenti dibelakangnya.


Dan ketika Zahra melihat, ternyata yang keluar dari dalam mobil adalah sahabatnya Khansa yang baru saja diantar oleh Hafiz.


"Zahra", sapa Hafiz yang melihat Zahra berdiri didekat pintu masuk kantor. Zahra hanya mengangguk sambil tersenyum ramah mendengar sapaannya Hafiz.


Sedangkan Khansa dia sedikit malu dilihatin oleh Zahra begitu.


"Mas berangkat dulu ya Yunda, nanti kalau mau pulang kabari Mas ya", kata Hafiz kepada Khansa dengan lembut dan penuh perhatian.


"Iya, Mas hati-hati dijalan ya", jawab Khansa kepada Hafiz sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Hafiz.


Dan setelahnya Hafiz berlalu pergi dari hadapannya Khansa dan juga Zahra sambil membunyikan klaksonnya tadi.


"Cie Mas Hafiz", goda Zahra kepada Khansa.


"Apaan sih Ra", kata Khansa dengan malu-malu.


"Sudah tidak jutek lagi nih sama CEO sinting itu", goda Zahra lagi kepada Khansa.


"Sudah sana masuk kedalam ruangannmu", kata Khansa pura-pura galak kepada Zahra.


Dan Zahra dia langsung tertawa bahagia melihat sahabatnya malu-malu begitu dengannya. Zahra langsung masuk kedalam lift untuk menuju keruangannya, sedangkan Khansa juga naik kelift satunya untuk menuju keruangannya juga.


Dan pagi itu para pamain dinovel ini mereka mengalami kejadian mereka sendiri-sendiri dipagi hari. Kita doakan saja Ameera mau mendengarkan penjelasannya Zain ketika dia baru saja mengetahui gadis yang disukai Zain adalah Zahra sahabat dekatnya sendiri dan kita doakan juga readers semoga Ameera segera mau menerima Zain menjadi calon suaminya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


Nyambung tidak sih ini partnya 😬😬😬🤔


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2