
"Zahra", kata Aulian terpaku dengan Zahra dan dia sampai tidak sadar sampai menjatuhkan ponsel yang digunakan untuk menelfon tadi.
"*Apa yang sudah aku bilang, Abang tampan pasti ngiler*kan lihat kecantikanmu", kata Miss Wilson sambil mengambil ponselnya Aulian yang terjatuh tadi.
"Yah retak, tapi tak apalah Abang tampan kan orang kaya, tidak berkurang juga jika uangya untuk membeli ponsel lagi", kata Miss Wilson berbicara sendiri sambil melihat kelayar ponselnya Aulian yang retak itu.
Sedang Aulin dia yang tadi menjatuhkan ponselnya, dia langsung berjalan mendekati Zahra yang sedang berdiri sambil menunduk karena malu dilihatin Aulian dengan sangat begitu sekali.
"Hey kenapa menunduk sayang", kata Aulian sambil mendongakkan wajahnya Zahra menggunakan jarinya.
"Zahra malu Abang", jawab Zahra sambil tersenyum manis kepada Abang.
"Kamu cantik sekali Zahra", kata Aulian berbisik mesra tepat ditelinganya Zahra, membuat Zahra merinding mendengar suara maskulinnya Aulian tepat ditelinganya.
"Ingin rasanya Abang membawamu sekarang keKUA Zahra, dan Abang juga rasanya tidak rela jika nanti para laki-laki selain Abang melihat penampilanmu yang cantik sekali seperti ini", kata Aulian tepat didepan wajahnya Zahra.
"Heh kalian ya, Abang tampan ingat masih ada eyke disini", kata Miss Wilson mengganggu Aulian saja, ketika Miss Wilson sudah selesai mengamati ponselnya Aulian tadi.
"Uangnya nanti saya transfer, dan terimakasih, saya puas melihat hasilnya Miss, kami pergi dulu", kata Aulian sambil mengambil ponselnya dari tangannya Miss Wilson.
"Untung tampan, jika tidak sudah eyke gunduli itu rambutnya Abang tampan", kata Miss Willson ketika Aulian dan Zahra sudah pergi dari salonnya.
Aulian langsung saja mengajak Zahra pergi menuju kepesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia. Mereka tiba dihotel tempat diadakan acara resepsinya Kak Qiyas dan Kia pukul sepuluh pagi.
Hotelnya yang digunakan untuk pesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia adalah salah satu hotel milik dari Keluarga Irawan, dan Hotel yang digunakan adalah Hotel yang bintang lima.
Pesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia sendiri banyak didatangi oleh para wartawan yang sudah berkumpul didepan loby hotel.
Ketika ada mobil mewah masuk dipelataran Hotel semua wartawan yang melihat mereka langsung mendekati dan mengerumuni mobil tersebut.
Sudah banyak security dan bodyguard yang dipekerjakan oleh Papah Ziyas dan Qiyas, jadi setiap tamu yang akan didekati oleh wartawan bisa langsung dihadang oleh para security dan para bodyguard.
Para tamu ada yang cuma melambai dan cuma menjawab basa basi saja pertanyaan dari para wartawan, beda lagi sama Aulian dia bahkan yang menawarkan diri kepada wartawan untuk bertanya kepadanya.
Ketika Aulian baru saja sampai dia sudah mengantisipasi kalau akan ada banyak wartawan, dan dengan kepercayaan diri dan kepedean tingkat dewanya, Aulian bahkan dengan gamblang dan terang-terangan menjawab satu pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan.
Sedangkan Zahra yang ada disebelahnya, dia sudah malu, takut, dan grogi. Karena itu adalah pengalaman pertama untuknya. Akan tetapi tadi sebelum turun dari mobil, ketika mobilnya Aulian dikerumuni oleh para wartawan Aulian sudah memberikan semangat dan kata-kata penenang untuk Zahra, karena Aulian sangat mengetahui bagaimana perasaannya Zahra saat ini.
"Tuan Aulian, Tuan tunggu, siapa gadis yang anda bawa ini Tuan, apakah dia calon istrinya anda Tuan Aulian?? ", tanya para wartawan, ketika melihat Aulian dan Zahra sudah turun dari dalam mobil mewahnya Aulian.
__ADS_1
Karena para awak media terutama wartawan juga sudah mengetahui siapa itu Aulian. Jadi bagi mereka itu adalah kesempatan yang bagus jika bisa mendapatkan berita yang sangat hot dari salah satu Keluarga Irawan.
Aulian lalu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap para wartawan, sedang Zahra yang sedang memegang erat lengannya Aulian dia sebenarnya gerogi, malu dan takut bercampur menjadi satu, akan tetapi Zahra pintar menyembunyikannya dengan terus tersenyum ramah dan manis kepada para wartawan.
"Saya akan menjawab hanya satu pertanyaan yaitu, Ya benar gadis yang ada disampingku ini adalah calon istriku, calon anggota keluarga IRAWAN selanjutnya, dan.............
Aulian yang awalnya tersenyum ramah, sekarang dia sengaja menjeda dulu perkataannya sambil memasang wajah tegas dan garangnya. Serta memandang semua wartawan yang ada dihadapannya.
"Dan jika ada yang berani menjelek-jelekkan dia, akan berurusan denganku dan Keluargaku, serta siap-siap saja akan tamat riwayatnya,.......
"Kalau begitu kami permisi", kata Aulian dan langsung masuk kedalam hotel sambil membisikkan kata-kata untuk membuat Zahra semakin tenang.
Para wartawan langsung bertanya-tanya siapa gadis itu, dan berbagai pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dihati para wartawan.
Ketika berjalan kedalam ballroom hotel Aulian memberikan kata-kata penenang kepada Zahra yang sedang memegang erat lengannya itu karena Aulian tidak mau membuat Zahra semakin tidak nyaman datang bersamanya.
Ketika sudah masuk diballroom hotel, hampir semua para tamu undangan yang ada didalam Ballroom mereka semua memandang kearah Aulian yang baru saja masuk bersama Zahra dengan pakaian yang sangat serasi sekali.
Para Keluarganya yang ada dipanggung pelaminan mereka hanya tersenyum dan menggelengkan kepala menanggapi tingkahnya Aulian yang tersenyum pamer kepada keluarganya yang ada dipanggung pelaminan karena sudah bisa dan berhasil mengajak Zahra datang bersamanya.
"Anakmu Bund, sengklek", bisik Papah Ziyas kepada Bunda Lili yang ada disampingnya.
"Bukan anakku Pah", jawab Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
"Kamu duduk disini dulu ya, tunggu aku sebentar", kata Aulian kepada Zahra ketika sudah sampai disalah satu bangku yang kosong.
Aulian ketika sudah berbicara begitu kepada Zahra, dia lalu berjalan menuju kearah depan pelaminan.
Para Keluarga yaitu Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Kak Qiyas, Kia, Bunda Lili dan Papah Ziyas, mereka semua masih terus memperhatikan gerak geriknya Aulian.
Aulian eh Aulian dia bukannya naik keatas pelaminan untuk menyalami kedua mempelai, malah dia membelokkan kakinya kearah panggung musik.
Para Keluarganya yang ada diatas panggung pelaminan mereka pada menatap aneh Aulian yang hanya melewati panggung pelaminan saja dengan ekspresi dan gaya sok coolnya, Papah Ziyas dia menaikkan sebelah alisnya melihat kelakuannya Aulian, sedangkan Bunda Lili, Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka menggelengkan kepalanya. Kalau Kak Qiyas dia reflek tertawa melihat kelakuan Aulian.
"Tes, tes, cek, permisi semuanya", kata Aulian diatas panggung musik dan mengalihkan semua pandangan para tamu undangan untuk melihat kearah Aulian semua.
Sedangkan Zahra dia sudah bingung ingin apa sambil menunggu Aulian dan tambah bingung lagi dengan tingkahnya Aulian yang tiba-tiba naik keatas panggung musik.
Para bintang tamu dan penyanyi yang sedang diatas panggung mereka mempersilahkan Aulian untuk menguasai panggung musik untuk sementara waktu.
__ADS_1
Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas mereka tidak main-main mengundang pengisi musik untuk acara pesta resepsinya Qiyas.
Mereka berdua mengundang setidaknya sepuluh penyanyi Top dan terkenal yang dari luar negeri ataupun dalam negeri.
"Assalamu'alaikum warrohmatullah hiiwabarrokatuh", salam Aulian diatas panggung dan langsung dijawab serentak oleh para tamu undangan yang beragama Islam, sedangkan yang non Islam mereka hanya mengangguk saja menanggapi salamnya Aulian.
"Pasti kalian semua bertanya-tanya kenapa saya diatas panggung ini kan", kata Aulian dan dijawab Iya dan anggukan serentak oleh para tamu undangan.
"Jika ada yang menebak saya akan bernyanyi, kalian betul sekali seratus persen", kata Aulian dengan tersenyum kecil.
"Untuk Kakak tercintaku Kak Iyas yang lagi berbahagia diatas pelaminan sana........ ", kata Aulian sambil melihat dan melambaikan tangannya kepada Kak Qiyas dan dibalas lambaian tangan juga oleh Kak Qiyas.
"Lagu ini kupersembahkan untukmu Kakakku, dan lagu ini juga kupersembahkan untuk gadis yang tadi datang bersamaku dan dia sedang duduk disana", kata Aulian kepada Kak Qiyas sambil menunjuk kearahnya Zahra.
Semua mata para tamu undangan reflek melihat kearah gadis yang ditunjuk oleh Aulian, membuat Zahra dia langsung tersenyum malu menanggapi pandangan semua mata yang terarah kepadanya.
Tamu undangan yang mendengar kata-kata Aulian mereka menjadi penasaran lagu apakah yang akan dipersembahkan oleh Aulian kepada Kakaknya dan juga Zahra.
"Tapi sebelum itu, maafkan jika suaraku akan merusak gendang telinga kalian semua", kata Aulian dengan tertawa dan disambut tawa juga oleh semua tamu undangan.
"Anakmu ingin apa sih Bund", tanya Papah Ziyas kepada istrinya.
"Sudah dibilang bukan anakku Pah", jawab Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
Qiyas yang mendengar lagi perkataan kedua orang tuanya dia reflek tertawa dan Kia yang melihat Qiyas suaminya tertawa dia lalu melihat kearah suaminya.
"Kakak kenapa tertawa", tanya Kia kepada Kak Qiyas.
"Tidak apa-apa sayang, lucu saja melihat ini semua", jawab Kak Qiyas kepada Kia.
Kembali lagi keAulian yuk.
"Sudah tidak perlu lama-lama lagi ya, soalnya wajah kalian semua sudah menunjukkan muka-muka yang sangat penasaran sekali", kata Aulian yang mengundang gelak tawa lagi oleh para tamu undangan.
Aulian langsung menuju kepemain musik dan pemain piano untuk memberitahukan lagu apa yang ingin dia nyanyikan. Dan ketika mendengar intro awal lagu mereka semua para tamu undangan yang mengerti lirik itu, mereka sudah membayangkan adegan romantisnya Aulian dengan Zahra.
πππππππππππ
Hayooo, yang sudah baca BISSMILLAH WITH YOU pasti tahu deh, Aulian ingin menyanyikan lagu apa untuk Zahraπππ
__ADS_1
πππππππππππ
***TBC***