LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
CERITA 4 Off


__ADS_3

Ketika Adzriel sudah masuk kedalam ruang Keluarganya Ayah Rahman, dia dikejutkan dengan seseorang yang melihat dia dengan tersenyum dan orang itu adalah Ibu Ajeng.


"Ehh Ibu, Ibu belum tidur ini kan sudah malam??", tanya Adzriel sambil menyapa Ibu Ajeng Ibunya Mayang.


"Belum Nak, maafkan Ibu yang tadi tidak sengaja menguping pembicaraan kamu dengan Arjun, jujur Ibu senang kamu mau mengenalkan seorang wanita kepada Arjun, karena Ibu sebenarnya sedih melihat Arjuna belum menikah-menikah juga dan dia juga susah jika disuruh mencari seorang istri", kata Ibu Ajeng kepada Adzriel sambil tersenyum hangat.


Dan Adzriel pun dia hanya tersenyum saja menanggapi perkataan dari Ibu Ajeng.


"Semoga pilihan kamu tepat untuk Mas Arjun ya Nak, dan jika mereka berjodoh semoga diberikan kemudahan untuk mereka menuju kejalan halal", kata Ibu Ajeng lagi kepada Adzriel.


"Aamiin", jawab Adzriel kepada Ibu Ajeng sambil tersenyum.


"Ibu masuk dulu ya Nak Adzriel mau tidur, kamu jangan tidur malam-malam juga", kata ibu Ajeng kepada Adzriel dan langsung berlalu menuju kedalam kamarnya.


"Iya Bu", jawab Adzriel kepada Ibu Ajeng dan dia langsung saja duduk dishofa yang ada diruang Keluarga sambil menonton televisi.


Setengah jam kemudian, Kak Arjuna dia langsung saja masuk dan mencari Adzriel yang ternyata sedang menonton film action ditelevisi.


"Ini Dzriel ponselnya saya kembalikan, dan segera kirimkan nomor dia kenomor saya ya", kata Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Mana nomornya Mas, kan Adzriel belum punya nomor telefonnya Mas Adzriel", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Ini sudah saya catat", kata Mas Arjuna menyerahkan ponselnya Adzriel lagi kepada Adzriel ktika sudah mencatat nomor telefonnya diponselnya Adzriel.


"Bagaimana menurut Mas, Kak Maira??", tanya Adzriel kepada Kak arjuna sambil mengesave nomor telefonnya Kak Arjuna.


"Kenapa kamu tidak bilang jika dia bercadar Dzriel, terkejut tadi saya", kata Kak Arjuna kepada Adzriel, membuat Adzriel langsung tertawa kecil ketika mendengarnya.


"Lha Mas Arjun sendiri tidak tanya sama saya", jawab Adzriel sambil tertawa kecil kepada Kak Arjuna.


"Ya saya kira dia cuma wanita berhijab saja sama seperti May, karena kriteria wanita saya yang tentunya pasti berhijab", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Berarti ini Mas Arjuna artinya tidak suka sama Kak Maira karena dia bercadar??", tanya Adzriel dengan bingung kepada Kak Arjuna.


"Malahan saya lebih suka lagi Dzriel karena dia bercadar, sebab dia bisa menutupi seluruh tubuh dan dirinya dengan sempurna", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel dengan tersenyum senang.


"Ehemm, sepertinya ada yang berlanjut nih, Adzriel doakan berjodoh deh Mas, dan jika Mas Arjuna suka, langsung saja lamar kerumahnya Mas, nanti saya antarkan, karena Kak Maira maunya langsung menikah walau itu baru saja kenal", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna sambil menggoda Kak Arjuna.


"Memangnya pekerjaannya apa Dzriel, ko tadi saya mendengar dia sedang mendesain untuk cutomernya??", tanya Kak Arjuna kepada Adzriel.

__ADS_1


"Dia desainer baju muslimah Mas, dan Kak Maira juga sudah mempunyai dua butik baju muslimah dikota", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Wah hebat ya dia", jawab Kak Arjuna dengan muka yang berseri.


"Sudah saya mau tidur dulu Dzriel, terimakasih untuk nomornya", kata Kak Arjuna lagi kepada Adzriel. Dan Adzriel dia hanya tersenyum sambil mengangguk saja kepada Kak Arjuna.


Hari-hari setelahnya Adzriel menjalani kehidupannya dikampungnya Mayang dan diperkebunan Adzriel sudah mulai terbiasa, dan tanpa terasa sudah dua minggu lebih Adzriel berada dikampungnya Mayang, dan bahkan Adzriel juga sudah selesai ikut memanen semua hasil kebunnya Kak Arjuna yang siap dipanen.


Mayang sendiri ketika Adzriel meninap dirumahnya, dia merasa nyaman dan sering mencuri pandang kepada Adzriel jika sedang berkumpul, dan tidak bisa dipungkiri jika Mayang dihatinya sudah mulai tumbuh benih-benih cinta kepada Adzriel.


Ketika waktu sore Mayang sedang berbincang dengan Ayah Rahman dan juga Ibu Ajeng diruang tamu rumahnya.


"Bagaimana Nak keputusan kamu untuk Nak Adzriel, karena kita ini sudah selesai panen lho May, jangan terlalu lama memberikan harapan kepada Nak Adzriel", tanya Ibu Ajeng kepada Mayang.


"Iya May, kasihan juga Nak Adzriel harus meninggalkan pekerjaannya juga terlalu lama disini", kata Ayah Rahman kepada Mayang.


"May mau Bu, Yah menjadi istrinya Mas Adzriel karena May juga sudah mulai mencintai Mas Adzriel", jawab Mayang kepada kedua orang tuanya, sambil menunduk dengan malu-malu.


Ayah rahman dan juga Ibu Ajeng yang mendengar jawabannya Mayang, mereka lalu saling pandang dan juga saling melempar senyum.


Tanpa mereka bertiga sadari Adzriel dan Kak Arjuna yang baru saja pulang dari kebun dan ingin masuk kedalam rumah tidak sengaja mendengar percakapan itu dan Kak Arjuna serta Adzriel mereka lalu saling pandang.


"Sini Mas saya ikut sebentar", kata Adzriel kepada Kak Arjuna sambil menarik pelan tangannya Kak Arjuna untuk menjauh dari halaman rumah.


"Nanti malam jika Ayahnya Mas mencari saya katakan saja jika saya sedang istirahat karena kecapekan ya Mas??", kata Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Memangnya kenapa Dzriel??", tanya Kak Arjuna dengan bingung.


"Karena Adzriel ingin memberikan kejutan kepada Mayang Mas", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Caranya??", tanya Kak Arjuna lagi kepada Adzriel.


"Nanti malam setelah May sudah tidur, Adzriel ingin pulang kekota tanpa berpamitan kepada May, dan Adzriel akan berpamitan kepada Ibu dan juga Ayahnya Mas saja malam itu juga bersama Mas Arjuna", kata Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Kenapa harus dengan saya??", tanya Kak Arjuna dengan bingung lagi kepada Adzriel.


"Katanya kemarin Mas mau melamar Kak Maira, ya sekalian ayo ikut Adzriel kekota juga dan berpamitan serta meminta restu malam nanti kepada Ibu dan Ayahnya Mas", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna.


Dan memang setelah malam itu, hubungannya Kak Arjuna dan Khumairah semakin dekat saja, dan Kak Arjuna pun sudah mengutarakan maksudnya kepada Khumairah untuk melamarnya.

__ADS_1


Khumairah pun sangat senang mendengarnya dan dia setia menunggu Kak Arjuna untuk segera datang kerumahnya.


Bahkan Kak Arjuna juga sudah bercerita semuanya kepada Ibu Ajeng jika dia ingin meminang seorang perempuan, dan Ibu Ajeng pun sangat senang ketika mendengar ceritanya Kak Arjuna.


Apalagi setelah Kak Arjuna menunjukkan fotonya khumairah yang berniqab membuat Ibu Ajeng semakin mendukung Kak Arjuna saja, karena fikir Ibu Ajeng Khumairah pastinya wanita yang baik-baik karena bisa menutupi seluruh tubuhnya seperti itu.


"Oh Ok saya faham, baik nanti saya akan ikut kamu kekota", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel dengan tersenyum karena dia faham akan maksudnya Adzriel.


"Ok, mari kita masuk dan berpura-pura jika kita tidak mendengar pemibicaraan mereka tadi Mas, lalu kita menyiapkan barang-barang yang akan kita bawa dikamar Mas", kata Adzriel kepada Kak Arjuna.


Dan Kak Arjuna dia hanya mengangguk saja kepada Adzriel, setelahnya mereka berdua lalu masuk kedalam rumah dengan ekspresi yang biasa saja seperti biasanya, tanpa menimbulkan kecurigaan sama sekali dari Ayah Rahman, Ibu Ajeng dan juga Mayang tentunya.


...*Flashback Off*...


Malam harinya seperti yang sudah direncanakan oleh Kak Arjuna dan juga Adzriel, benar saja jika Ayah Rahman, Ibu Ajeng dan juga Mayang mereka bertiga sudah menunggu Adzriel dimeja makan untuk makan malam.


Dan Kak Arjuna pun menyampaikan kepada mereka bertiga seperti apa yang sudah Adzriel katakan kepadanya.


"Mungkin Nak Adzriel memang sangat kecapekkan sekali sepertinya, ya sudah besok saja kalau begitu, Ayah bilangnya sama Nak Adzriel", jawab Ayah Rahman kepada Kak Arjuna malam itu.


Lalu mereka semua makan malam tanpa Adzriel tentunya, akan tetapi setelah mereka semua sudah pada selesai makan malam, Kak Arjuna dengan diam-diam mengambilkan makanan untuk Adzriel, supaya Adzriel tidak kelaparan malam itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan Mayang pun juga sudah tidur tentunya, begitupun dengan Ayah Rahman dan juga Ibu Ajeng, mereka juga sudah pada tidur juga.


"Ayo Adzriel mereka semua sudah pada tidur sepertinya, dan ayo kita berpamitan sama Ibu dan juga Ayah", kata Kak Arjuna kepada Adzriel yang sudah melihat kondisi rumahnya yang sudah pada sepi.


Adzriel langsung saja keluar dari dalam kamarnya Kak Arjuna sambil membawa kopernya.


Mereka lalu mengetuk pelan ointu kamarnya Ayah Rahman dan juga Ibu Ajeng untuk berpamitan pulang kekota sekaligus meminta restu untuk Kak Arjuna yang akan melamar Khumairah.


Akan tetapi sebelum mereka berpamitan tadi, Kak Arjuna dan Adzriel sudah menjelaskan semua rencana mereka terlebih dahulu dan tentunya juga berpesan jangan sampai memberitahu Mayang.


Dan Ayah Rahman serta Ibu Ajeng pun setuju akan hal itu. Ayah Rahman dan juga Ibu Ajeng mereka berdua langsung memberi restu dan serta mendoakan Adzriel dan Kak Arjuna supaya selamat sampai ditujuan.


...πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€...


Ya sekiranya seperti itulah readers ceritanya Adzriel berjuang untuk mendapatkan Mayang, semoga menyambung ya ceritanya😁😁😁.


Akhirnya kelar juga Flashbacknya 😁

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2