
Pagi pun datang, dan tadi malam Aulian dia baru bisa tidur sekitar jam dua malam, jadinya ketika waktu adzan subuh dia tidak mendengar adzan berkumandang, dan Firmanlah yang harus membangunkan Aulian.
"Firman ijinkan Kakak tidur lagi ya, rasanya Kakak masih mengantuk sekali karena baru bisa tidur jam dua tadi", kata Aulian kepada Firman ketika mereka baru saja selesai sholat subuh berjamaah.
"Iya Kak silahkan, kalau begitu Firman keluar dulu ya", jawab Firman kepada Aulian. Dan setelahnya Firman keluar dari dalam kamar ketika sudah melihat anggukan dari Aulian.
"Abang Aul dimana dek?? ", tanya Zahra kepada adiknya ketika berpas-pasan diruang tamu.
"Dia tidur lagi Kak masih mengantuk katanya, karena baru bisa tidur jam dua tadi", jawab Firman kepada Zahra dan Zahra hanya berOh ria saja kepada adiknya Firman. Dan setelahnya Firman langsung berlalu keluar rumah, sedangkan Zahra dia berjalan menuju kedalam kamar ibunya.
"Bu, bolehkah Zahra masuk", kata Zahra sambil mengetuk pintu kamar Ibunya.
"Iya boleh Nak, masuk saja", teriak Ibunya dari dalam kamar, karena Ibunya baru saja selesai menunaikan ibadah sholat subuh.
Zahra langsung saja membuka pintu kamar Ibunya dan dia juga langsung menutupnya lagi ketika dia sudah berada didalam kamar Ibunya.
"Ada apa Nak?? ", tanya Ibunya sambil melipat mukenanya.
"Emm Ibu ada ingin Zahra sampaikan kepada Ibu", kata Zahra kepada Ibunya yang sudah duduk dipinggiran ranjang Ibunya.
"Apa itu Nak, bilang saja sama Ibu", jawab Ibu Dina menyusul Zahra duduk disebelah ranjang juga.
"Bu jika Zahra dan Abang Aul sudah menikah nanti, dia ingin Ibu sama Firman tinggal bersama kita dirumah yang akan kami tempatin nanti Bu, Ibu mau ya, supaya Zahra juga bisa menjaga Ibu sama Firman", kata Zahra sambil memegang kedua tangan Ibunya.
"Terus bagaimana dengan rumah ini Nak, rasanya Ibu berat sekali harus meninggalkan rumah kenangan dengan Ayahmu ini", jawab Ibu Dina kepada Zahra dengan sedih.
"Kata Abang Aul rumah ini akan direnofasi lagi, dan Abang Aul juga akan mengerjakan orang untuk selalu membersihkan rumah ini Bu, supaya rumah ini selalu terawat dan bersih dan jika kita sewaktu-waktu main kesini, kita bisa menginap dirumah ini Bu", jawab Zahra kepada Ibunya.
"Itu Firman bagaimana dia kan masih sekolah Zahra adik kamu itu", tanya Ibu Dina lagi kepada Zahra.
"Ibu sama Firman pindahnya nanti Bu, jika Firman sudah lulus sekolah SMPnya, dan nanti Zahra sama Abang Aul akan menyekolahkannya diSMA dekat rumah kami nanti bagaimana Bu", kata Zahra lagi kepada Ibunya.
"Baiklah Ibu ikut kamu saja, lagi pula Ibu ini juga sudah tua, hanya kamu dan Adik kamu saja yang Ibu harapkan dan andalkan", jawab Ibu Dina kepada Zahra dengan tersenyum.
"Terimakasih Bu, Ibu mau mengabulkan permintaannya Zahra", jawab Zahra langsung memeluk Ibunya dan dibalas juga pelukannya Zahra oleh Ibu Dina.
"Ya sudah Zahra mau masak dulu ya Bu", kata Zahra lagi kepada Ibunya ketika mereka sudah melepaskan pelukan mereka.
"Itu Aulian kemana Zahra, sudah bangun belum dia?? ", tanya Ibu Dina kepada Zahra.
"Sudah tadi Bu, tapi ini dia tidur lagi, katanya masih mengantuk gara-gara baru bisa tidur jam dua pagi tadi", jawab Zahra lagi kepada Ibunya.
__ADS_1
"Iya sudah biarkan saja dia, kamu keluar dulu nanti Ibu akan menyusulmu", kata Ibu Dina lagi kepada Zahra. Dan setelah itu Zahra langsung berlalu keluar dari dalam kamar Ibunya.
Dibeda tempat tepatnya rumahnya Zain, dia yang belum mendapatkan jawaban dari Ameera, tadi malam dia juga tidak bisa tidur, dan Zain baru bisa tidur sekitar jam satu malam tadi, akan tetapi rasanya ketika Zain bangun subuh, Zain merasa seperti sudah tidur sangat lama sekali.
Bukan kesedihan yang Zain rasakan, akan tetapi kebahagiaan yang rasanya sulit untuk Zain katakan dengan kata-kata, karena sudah berani mengungkapkan perasaannya kepada seorang wanita.
*Flashback On*
Ketika Zain yang menanyakan lagi jawaban kepada Ameera tentang pernyataannya kepadanya. Ameera terdiam untuk beberapa detik karena dia bingung harus memulai darimana mengatakannya kepada Zain.
"Hay Ameera, ko diam saja kamu, katakan saja, jujur saja dari dalam hatimu, aku akan menerima semua keputusanmu dan kita masih tetap bisa berteman ko", kata Zain kepada Ameera dengan masih terhubung panggilan video callnya.
"Emm Zain bolehkah aku bertanya lebih dahulu kepadamu?? ", tanya Ameera kepada Zain.
"Silahkan Ameera dan insyaallah akan aku jawab jujur untukmu", jawab Zain kepada Ameera.
"Kenapa kamu tiba-tiba melamarku begini, bagaimana perasaan kamu kepadaku Zain, atau jangan-jangan kamu hanya menjadikanku sebagai pelarianmu saja untuk mengobati rasa patah hati kamu?? ", tanya Ameera kepada Zain dengan muka yang serius.
Zain pun tersenyum mendengar perkataan dari Ameera, dan dia tidak marah sama sekali jika Ameera bertanya kepadanya seperti itu, karena memang Zain begitu tiba-tiba mengungkapkan perasaannya kepada Ameera.
"Aku serius denganmu Ameera, walau kita baru mengenal hitungan minggu akan tetapi saya yakin dengan apa yang aku rasakan kepadamu, bahkan semenjak mengenal dirimu aku tidak pernah memikirkan dia sama sekali, kamu bisa membuatku begitu cepat melupakannya dan mengajariku akan arti dari mencintai yang tidak selamanya mesti memiliki. Dan ketika aku mulai merasakan benih-benih cinta datang dihatiku untukmu, aku tidak mau lagi menundanya untuk kedua kalinya, bahkan sedikit pun aku tidak mempunyai niatan untuk menjadikanmu sebagai pelarian untukku Ameera", jawab Zain kepada Ameera dengan muka yang serius juga.
Sedang Ameera dia masih dengan setia menunggu kelanjutan perkataannya Zain.
"Kalau begitu buktikan itu semua kepadaku Zain, aku akan menunggumu untuk segera datang kerumahku, dan aku juga akan memberikan jawaban atas pernyataanmu itu kepadaku, ketika kamu berani datang kerumahku", jawab Ameera kepada Zain.
"Baiklah Ameera, semoga jawaban yang akan kamu berikan kepadaku seperti jawaban yang sangat aku harapkan Ameera", jawab Zain kepada Ameera dengan tersenyum manis.
"Akan aku kirimkan alamatku kepadamu melalui pesan Zain, dan Zain ini juga sudah malam, aku mau tidur dulu ya, kamu disana juga jaga kesehatan dan jangan tidur malam-malam", kata Ameera lagi kepada Zain.
"Iya Ameera, mimpi indah untukmu dan kamu juga jaga kesehatan disana, Assalamu'alaikum", kata Zain untuk Ameera dengan masih mengumbar senyumnya.
"Wa'alaikumussalam Zain", jawab Ameera dan setelahnya sambungan video call mereka benar-benar terputus.
*Flashback Off*
Walau Zain belum menerima jawaban dari Ameera kenapa Zain bisa begitu bahagianya karena Zain merasa sesuatu didalam hatinya begitu lega sekali karena dia berani mengungkapkannya kepada Ameera.
Apapun hasilnya nanti, Zain akan berusaha semaksimal mungkin untuk menerimanya dengan lapang dada, setidaknya dikamus hidupnya Zain, dia sudah berani berjuang dan mengutarakan perasaannya dengan seorang gadis.
Berbeda dengan Zain, ketika sambungan video callnya dengan Zain sudah terputus malam itu Ameera dia dibuat tidak bisa tidur sama seperti Khansa sahabatnya.
__ADS_1
Lalu Ameera menghubungi Khansa untuk mencurahkan isi hatinya. Ameera tidak tahu saja jika temannya Khansa juga sama tidak bisa tidur karena baru saja kedatangan Hafiz yang melamarnya serta Ayahnya main terima saja tanpa mendengarkan jawabannya terlebih dahulu.
Khansa dan Ameera mereka juga mengetahui jika Zahra hari minggu ini dia akan melangsungkan lamaran dengan Aulian, akan tetapi ketika kedua sahabatnya ingin datang keacara lamarannya, Zahra melarangnya karena kampung tempat tinggalnya jauh dan Zahra hanya minta doa dan kelancarannya saja dari para kedua sahabatnya.
Khansa dan Ameera pun mengerti dan mereka tidak marah sama sekali dengan Zahra, dengan satu syarat Zahra harus menceritakan semuanya jika Zahra sudah kembali kekota. Dan Zahra pun mengangguk saja waktu itu kepada Khansa dan juga Ameera.
Ameera juga mengetahui jika sahabatnya Zahra dia akan melangsungkan pertunangan dengan anak ketiga dari Keluarga Irawan, akan tetapi Ameera tidak mengetahui jika Zain bekerja menjadi sekretaris dari Aulian, sebab Zain tidak pernah menceritakan kepada Ameera serta Ameera sendiri dia tidak banyak bertanya kepada Zain dan bahkan Ameera pun tidak mengetahui jika Zahra adalah sosok wanita yang pernah disukai oleh Zain.
Semoga jika Ameera mengetahui itu semua dia tidak marah dengan Zain ataupun Zahra dan Ameera bisa mengerti semuanya.
Sedangkan Khansa dia tidak sadar jika Hafiz CEO yang sering dikatainya sinting itu adalah sahabat dekat dari tunangan sahabatnya yaitu Zahra.
Hafiz yang humoris dan rada-rada gimana begitu, pasti bisa membuat kehidupan Khansa akan lebih warna ketika nanti menikah dengan Hafiz, karena Khansa sifatnya yang lumayan galak seperti Ayahnya.
Ketika Khansa dan Ameera mereka saling curhat, mereka sama terkejutnya mendengar cerita yang hampir sama dialami oleh mereka berdua, dan mereka berfikiran jika Tuhan menginginkan mereka akan cepat menikah menyusul Zahra.
"Meer kalau kita bertiga menikah secara bersamaan lucu kali ya", kata Khansa waktu itu kepada Ameera.
"Kita-kita memangnya situ mau menikah dengan Tuan Hafiz?? ", jawab Ameera kepada Khansa.
"Atau jangan-jangan tanpa kamu sadari kamu sudah menyukai Tuan Hafiz itu ya Sa", kata Ameera lagi kepada Khansa.
"Enak saja kamu kalau bilang, dia itu CEO sinting dan edan, mana mau aku sama dia", jawab Khansa mengelak tuduhannya Ameera.
"Hati-hati itu mulut, aku doain semoga kamu berjodoh dengan Tuan Hafiz, dan bahkan kamu ternyata sudah dijodohkan dengannya sejak kecil", kata Ameera kepada Khansa sambil tertawa.
"Jelek sekali doa kamu Meer, yang bagusan sedikit kenapa sih", jawab Khansa kepada Ameera.
"Baiklah aku doain yang lain, ya Allah semoga teman saya Khansa dan Tuan Hafiz nanti memilik anak yang banyak yang sholeh serta sholehah, aamiin", kata Ameera lagi kepada Khansa membuat Khansa langsung bete kepada Ameera.
"Sudah ah, bete aku sama kamu, aku mau tidur dulu daaah", kata Khansa kepada Ameera dan Khansa langsung mematikan sambungan telefonnya tanpa mendengar jawaban terlebih dahulu dari Ameera.
Dan Ameera hanya teetawa kecil mengetahui tingkahnya Khansa yang sebal dan bete kepadanya.
Begitulah yang dilewati malam itu oleh Khansa dan Ameera. Mereka mempunyai kejadian mereka masing-masing termasuk Zahra serta Aulian dan malam itu Khansa serta Ameera dibuat tidak bisa tidur oleh orang yang kemungkinan besar akan menjadi pasangan mereka masing-masing.
ππππππππππππ
Semoga tidak bingung ya readers dengan alur ceritanya yang maju mundur cantikππ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***