LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
BERKUNJUNG


__ADS_3

Aulian yang sudah menelfon Papah Ziyas dia langsung saja keluar dari dalam kamar, untuk ikut bergabung dengan Zahra yang lagi menonton televisi berasama Ibu Dina sedangkan Firman dia sedang les basket dan belum pulang.


Waktu cepat berlalu dan Aulian serta Zahra yang baru saja selesai makan malam dan juga sholat isya berjamaah mereka langsung saja mengistirahatkan badan mereka diatas ranjang.


''Sayang jika besok jadwal Abang tidak padat nanti kita berkunjung kerumahnya Hafiz ya sayang", kata Aulian kepada Zahra ketika mereka sudah berada diatas ranjang berdua.


"Iya Abang, Zahra sangat mau sekali, Zahra sudah sangat rindu sekali dengan Khansa juga", jawab Zahra kepada Aulian dengan sangat bahagia sekali.


"Baiklah sekarang ayo kita tidur yuk sayang, Abang capek sekali badannya", kata Aulian kepada Zahra.


Dan Zahra hanya diam saja serta dia langsung saja memeluk Aulian dengan sangat erat sambil memejamkan matanya.


Keesokan harinya ketika Aulian yang sudah sampai dikantornya dia langsung saja bertanya jadwalnya kepada Indra maupun Zain, dan Indra serta Zain mengatakan jika hari itu jadwalnya Aulian tidaklah padat, hanya menghadiri satu meeting saja dengan para jajaran manajer yang ada dikantornya.


"Apakah meetingnya bisa diwakilkan Indra??", tanya Aulian kepada Indra.


"Maaf Tuan tidak bisa", jawab Indra dengan sopan, dan saat ini Indra sedang berada didalam ruang kantornya Aulian.


"Jam berapa meetingnya??",, tanya Aulian lagi kepada Indra.


"Jam sepuluh nanti Tuan", jawab Indra lagi dengan sopan.


"Baiklah nanti saya akan menghadiri meetingnya, sekarang kamu boleh keluar, dan jika sudah pada siap kamu tolong beritahu saya", kata Aulian kepada Indra.


"Baik Tuan, permisi", kata Indra dengan sopan sekalian berpamitan keluar kepada Aulian dengan sambil menundukkan sedikit badannya.


Ketika Indra sudah keluar dari dalam ruangannya Aulian lalu menghubungi Hafiz yang juga lagi bekerja dikantornya.


Sedangkan Khansa dia semenjak menikah dengan Hafiz dia sudah tidak bekerja lagi dikantornya Ayah Ibrahim.


"Halo Assalamu'alaikum Aul, ada apa??", kata Hafiz ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Aulian.


"Wa'alaikumussalam Fiz, tidak apa-apa cuma mau tanya saja sama kamu, nanti sore kamu dirumah apa tidak??", kata Aulian kepada Hafiz.


"Dirumah, bagaimana??, apa kamu mau main kerumahku??", kata Hafiz kepada Aulian.

__ADS_1


"Iya, aku mau berkunjung kerumah kamu, sekalian mau menengok si kecil", jawab Aulian kepada Hafiz.


"Baiklah aku tunggu nanti dirumah", jawab Hafiz kepada Aulian.


"Apakah kamu sekarang sedang bekerja??",, tanya Aulian lagi kepada Hafiz.


"Bekerja dong, kalau tidak bekerja nanti anak sama istri mau dikasih makan apa Aul", jawab Hafiz kepada Aulian sambil tertawa, dan Aulian juga ikut-ikutan tertawa mendengar jawabannya Hafiz.


"Dikasih makan saham perusahaan saja", jawab Aulian sambil menggoda Hafiz.


Membuat Hafiz langsung tertawa dengan cukup keras sekali ketika mendengar godaannya Aulian.


"Abang Aul bisa saja", jawab Hafiz kepada Aulian sambil menggoda Aulian dengan memanggil Aulian seperti Zahra.


"Jijik aku mendengarmu memanggilku begitu", jawab Aulian sambil tertawa kepada Hafiz, dan Hafiz juga semakin tertawa ketika mendengar perkataannya Aulian.


"Sudah-sudah, nanti sore tunggu aku dirumahmu", kata Aulian lagi kepada Hafiz.


"Iya siap Abang Aul", kata Hafiz sambil menggoda Aulian lagi dengan masih tertawa.


Singkat cerita sore pun tiba dan Aulian juga sudah pulang dari kantor sejak jam empat tadi, dan saat ini dia sedang bersiap-siap bersama Zahra ingin berkunjung kerumahnya Hafiz.


Tadi dikantor setelah meeting dengan para manajer perusahaannya dia langsung saja menghubungi Zahra dan mengatakan jika pulang kerja nanti dia akan mengajak Zahra berkunjung kerumahnya Hafiz.


Zahra sangat senang sekali mendengar perkataannya Aulian, hingga Zahra tidak sabar ingin segera pergi kesana.


"Oh ya Abang, nanti kita beli sesuatu dulu kan untuk dibawa kerumahnya Hafiz??", kata Zahra kepada Aulian.


"Iya sayang, apakah kamu sudah selesai, kalau sudah selesai ayo kita segera pergi, karena kita nanti akan mampir dulu ketoko perlengkapan bayi", kata Aulian kepada Zahra.


"Iya sudah Abang", jawab Zahra kepada Aulian, dan Aulian lalu mengajak Zahra untuk keluar kamar.


Aulian dan Zahra saat ini sudah berada didalam mobil untu menuju kerumahnya Hafiz, namun sebelum kerumahnya Hafiz dia membeli buah tangan terlebih dahulu untuk Hafiz sekeluarga.


Aulian dan juga Zahra sangat senang sekali melihat semua perlengkapan dan baju-baju bayi yang sangat lucu-lucu sekali, hingga membuat mereka sangat tidak sabar ingin segera membeli untuk calon anak mereka nanti.

__ADS_1


Ketika Zahra dan juga Aulian sudah membeli semua yang mereka butuhkan, Aulian dan juga Zahra langsung saja menuju kerumahnya Hafiz.


Ketika Aulian serta Zahra sampai dirumahnya Hafiz, tepat adzan maghrib berkumandang dengan sangat merdunya.


"Kita sholat berjamaah dulu yuk Aulian Zahra, biar kita lebih enak mengobrolnya", ajak Hafiz kepada Aulian dan juga Zahra.


Sedangkan babynya Hafiz dititipkan kepada bibi yang bekerja dirumahnya Hafiz terlebih dahulu.


Ketika mereka berempat sudah pada selesai sholat maghrib berjamaahnya, Aulian, Hafiz dan juga Zahra serta Khansa langsung saja duduk diruang tamu rumahnya Hafiz, dengan ditemani sikecil Adzkhan tentunya.


"Anak kamu sangat lucu sekali Sa, ini nama lengkapnya siapa??", tanya Zahra kepada Khansa sambil menggendong baby Adzkhan.


"Namanya Adzkhan Efe Muhammad Mazhar, ini nama pemberian kakek buyutnya Ra ketika masih disana kemarin waktu lahiran", jawab Khansa kepada Zahra sambil tersenyum.


"Oh ya Ra, itu usia kandungan kamu sudah berapa bulan sekarang, dan kamu hamil malah kelihatan semakin cantik", kata Khansa lagi kepada Zahra.


Sedang Aulian dan juga Hafiz mereka mengobrol untuk urusan para laki-laki sendiri.


"lima bulannya masih kurang sedikit Sa", jawab Zahra sambil menggoda baby Adzkhan.


Mereka berempat temu kangen dengan berbagai banyak cerita satu sama lainnya dan Khansa juga bercerita kepada Zahra berbagai banyak pengalamannya ketika beberapa bulan tinggal diTurki bersama Hafiz kemarin.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Aulian dan juga Zahra mereka berpamitan pulang ketika mereka semua sudah cukup bertemunya.


Hafiz dan juga Khansa sangat berterimakasih serta sangat senang sekali akan khunjungannya Aulian serta Zahra.


Aulian, Hafiz, Khansa dan juga Zahra mereka berempat juga mendoakan Adzriel serta Mayang dengan tulus semoga Mayang bisa melewati masa kehamilannya yang sedikit sulit itu.


Serta Zahra dan juga Khansa berdoa semoga Ameera temannya juga segera hamil seperti mereka.


Mereka semua berharap semoga persahabatan yang mereka jalin sekarang akan terjalin hingga anak-anak mereka kelak nantinya.


Zahra dan juga Aulian yang saat ini sudah dalam perjalanan pulang dan sebentar lagi akan sampai dirumah mereka sendiri, juga dalam keadaan senang akhirnya bisa berumpa dengan Hafiz dan juga Khansa yang selama lebih dari tiga bulan tidak bertemu.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2