LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
SAH


__ADS_3

Setelah melewati berbagai rintangan dalam masalah dihubungan mereka, apalagi detik-detik menjelang pernikahan ada saja masalah yang datang menguji cinta mereka berdua, yaitu Aulian dan juga Zahra.


Orang rumah tidak ada yang tahu jika Zahra tadi pagi sempat marahan kepada Aulian karena ulahnya Via, karena ketika masalah itu selesai Aulian dan juga Zahra mereka ketika pulang kerumah mereka menjalani keseharian dan hubungan mereka seperti semula lagi.


Papah Ziyas dan juga Kak Qiyas mereka berdua sangat bangga sekali bisa mengenal Zahra, wanita yang mempunyai jiwa yang besar dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.


Satu minggu menjelang pernikahannya Aulian serta Zahra mereka dipingit oleh Bunda Lili dan Ibu Dina bahkan mereka juga dilarang berkomunikasi melalui telefon. Aulian dan juga Zahra satu Minggu menjelang pernikahan mereka sudah dilarang masuk kekantor oleh Bunda Lili maupun Ibu Dina Ibunya Zahra.


Untuk pekerjaannya Zahra sendiri sudah diserahkan kepada sekretarisnya Rion yang kedua selain Zahra. Semenjak Rion menjabat sebagai CEO dia langsung saja mencari sekretaris satu lagi untuk membantu Zahra, tentunya sebelum mencari sekretaris tambahan Rion meminta persetujuan terlebih dahulu kepada Zahra, karena Zahra disitu posisinya bukan hanya sekretaris saja melainkan sudah dianggap anak kandung sendiri oleh Ayah Ibrahim, apalagi Zahra juga calon istri dari Kakak sepupunya Mita istrinya, yaitu Aulian.


Aulian waktu itu begitu uring-uringan ketika dirinya dan Zahra dipingit, akan tetapi walau Zahra dia merasakan rindu dan kangen juga kepada Aulian, Zahra masih bisa menahannya, berbeda dengan Aulian yang terus merengek kepada Papahnya supaya ponselnya untuk diberikan kepadanya.


"Coba kamu bilang sama Bunda kalau berani, Bunda kalau bilang boleh baru ponsel kamu Papah berikan kekamu Aul", begitulah jawaban dari Papah Ziyas setiap Aulian merengek meminta ponselnya kepada Papahnya.


Akhirnya tibalah masanya hari dimana yang sangat ditunggu-tunggu oleh dua buah Keluarga terutama Aulian dan juga Zahra. Hari ini adalah hari paling bersejarah untuk Aulian dan juga Zahra.


Pernikahannya Aulian dan juga Zahra akan dilaksanakan dimasjid dekat rumahnya Papah Ziyas. Satu hari sebelum hari H Zahra sudah tiba dirumahnya Papah Ziyas, dan dia beserta Ibunya tidur dikamar tamu yang ada dirumahnya Papah Ziyas, begitupun dengan Firman adiknya Zahra, dia dikamar tamu yang satunya. Aulian dan Zahra walau berada satu rumah yaitu dirumahnya Papah Ziyas, mereka tidak bisa saling bertemu dan saling bertegur sapa. Karena Zahra dilarang keluar kamar oleh Ibu Dina dan juga Bunda Lili.


Bunda Lili, Ibu Dina dan juga Mamah Dian mereka sudah memberikan yang terbaik untuk Zahra dan juga Aulian. Bunda Lili tidak main-main dalam memesan pihak MUA dan untuk masalah dekor mendekor Mamah Dianlah yang paling pintar diantara Ibu Dina dan juga Bunda Lili.


Pagi menjelang semalaman Aulian dia tidak bis tertidur karena memikirkan hari esok tentang pernikahannya dengan Zahra.


Dan Aulian sudah latihan mengucap ijab kabul beribu-ribu kali, karena dia tidak mau jika nanti akan salah menyebutnya.


Aulian dia sudah didandani dan dimakeup dengan begitu gagah dan berwibawa sekali oleh para MUA yang disewa Bundanya, dengan memakai tuxedo yang melekat apik dibadannya yang proposional, sepatu yang serasi dan juga jam tangan mahal yang selalu melingkar apik dipergelangan tangannya, menambah kesan tampan yang sempurna untuk Aulian.


Masjid dekat rumahnya Papah Ziyas pun sudah disulap juga sementara waktu untuk acara ijab kabulnya Aulian dan juga Zahra.


"Aul kamu sudah selesai belum, ayo kita buruan berangkat kemasjidnya", kata Papah Ziyas kepada Aulian ketika sudah masuk kedalam kamarnya Aulian.


"Zahra bagaimana Pah??", tanya Aulian kepada Papah Ziyas. Dan bukannya menjawab pertanyaan Papahnya malah gantian bertanya.


"Zahra ya tidak kenapa-kenapa dia baik-baik saja", jawab asal Papah Ziyas kepada Aulian.


"Bukan itu maksudnya Aulian Pah", kata Aulian kepada Papah Ziyas.


"Sudah ayo sudah mau jam sembilan ini lho, nanti keburu Pak Penghulunya pergi baru tahu rasa tidak jadi menikah dengan Zahra", kata Papah Ziyas menakut-nakuti Aulian.

__ADS_1


"Jangan begitu dong Pah", jawab Aulian kepada Papah Ziyas dengan manja.


"Ayo makanya kita segera kesana, dibawah mereka sudah pada menunggu kita, kamu kelamaan dandannya seperti perempuan saja", kata Papah Ziyas kepada Aulian.


"Iya ayo Pah", jawab Aulian kepada Papah Ziyas.


Dan setelah itu Aulian mengikuti Papah Ziyas keluar dari dalam kamarnya, dan ketika Aulian keluar dari dalam kamar pihak WO yang disewa oleh Bunda Lili langsung saja mengerjakan tugasnya untuk mendekor kamarnya Aulian dengan seromantis mungkin.


Kak Qiyas dan Kak Anin mereka menunggu diruang Keluarga, Kak Qiyas tadi dia sudah melihat Aulian dan memberikan semangat kepada Aulian akan tetapi dia tidak bisa berlama-lama didalam kamarnya Aulian, karena istrinya Kia dia sedang sangat kerepotan menjaga dua baby kembar mereka.


"Nah ini yang ditunggu-tunggu kita akhirnya keluar juga, ayo segera kita kemasjid sekarang", kata Kak Anin yang melihat Aulian sudah keluar kamar dan turun kebawah bersama Papah Ziyas.


Mereka semua langsung saja berangkat keMasjid yang tidak terlalu jauh dari rumahnya Papah Ziyas. Ketika sampai Aulian dia seperti sedang mencari sesuatu dan Pak Penghulu yang menyadari itu dia langsung saja menggoda Aulian.


"Cari siapa Mas, calon istrinya ya??, calon istrinya kabur tadi", canda Pak Penghulu kepada Aulian dan langsung membuat semua orang tertawa ketika mendengarnya.


"Pak Penghulu bercanda kan??", kata Aulian kepada Pak Penghulu dengan muka lucunya.


Membuat semua Keluarga langsung tertawa ketika melihat mukanya Aulian itu. Bahkan semua Keluarganya Zahra yang dari kampung mereka sudah pada datang semuanya.


"Makanya Mas dengarkan dulu, kan saya belum selesai berbicaranya, calon istrinya kabur kalau Mas tidak segera mengucapkan ijab kabulnya sekarang", kata Pak Penghulu lagi kepada Aulian dengan tertawa. Membuat Aulian dia langsung tertawa kecil mendengar candaannya Pak Penghulu.


"Dia keluarnya nanti jika kamu bisa lancar mengucap ijab kabulnya, jika tidak lancar ya Zahra tidak jadi datang kesini", jawab Papah Ziyas dengan asal kepada Aulian.


Membuat semua orang yang hadir disitu langsung pada tertawa.


"Sudah siap Mas", kata Pak Penghulu lagi kepada Aulian sambil mengajak Aulian berjabat tangan.


"Sangat siap Pak", jawab Aulian dengan mantap kepada Pak Penghulu dan dia langsung saja menyambut jabat tangannya Pak Penghulu.


"Baiklah Bissmillah hirrohmaanirroohiim", ucap Bissmillah dari Pak Penghulu untuk mengawali hari sakralnya Aulian dan juga Zahra.


Semua orang yang hadir mereka langsung pada diam dengan sambil mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Pak Penghulu kepada Aulian.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda AULIAN AWWAB IRAWAN bin Ziyas Muhammad Irawan dengan Saudari yang bernama FATIMAH AZ-ZAHRA binti Almarhum Khalid Muhammad Jibran dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, serta satu set perhiasan seharga lima ratus juta rupiah dibayar Tunai.” kata Pak Penghulu kepada Aulian.


Dan Aulian langsung menjawab dengan lantang ketika mendapat gerakan tangan dari Pak Penghulu kepadanya.

__ADS_1


"Saya terima nikahnya dan kawinnya FATIMAH AZ-ZAHRA binti Almarhum Khalid Muhammad Jibran dengan maskawinnya seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan seharga lima ratus juta rupiah dibayar tunai.” jawab Aulian dengan begitu lantangnya kepada Pak Penghulu dan disaksikan oleh para saksi dan semua orang yang hadir.


"Bagaimana para saksi semuanya", kata Pak Penghulu kepada para saksi yang hadir.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Kata Sah saling bersahut-sahutan didalam masjid itu. Ibu Dina dia sampai menitikkan air matanya karena terharu sebab sekarang Zahra sudah tidak lagi menjadi tanggung jawabnya melainkan berpindah keAulian.


Sebenarnya Aulian tidak cuma memberikan seperangkan alat sholat dan satu set perhiasan saja kepada Zahra. Akan tetapi Aulian juga memberikan sebuah mobil mewah keluaran terbaru dan juga uang tunai sebesar dua Miliar untuk Zahra.


Sebab bagi Aulian semua barang yang dia kasih untuk mas kawinnya Zahra itu tidak seberapa dengan akhlaknya Zahra yang sungguh sangat Aulian sukai. Dan sekarang yang sudah sah menjadi istrinya.


Zahra sendiri dia sebetulnya cuma meminta seperangkat alat sholat saja kepada Aulian, dan selebihnya itu murni keinginannya Aulian sendiri ingin memberikannya kepada Zahra.


Bunda Lili dia langsung memeluk besannya itu yang sedang duduk disebelahnya dengan perasaan yang sangat bahagia sekali.


"Selamat Dek, sekarang kamu sudah mempunyai seorang makmum yang harus kamu bimbing bersama menuju kejannah-Nya", kata Kak Qiyas kepada Aulian sambil memeluknya, karena Kak Qiyas dia juga menjadi salah satu saksi dipernikahannya Aulian dan juga Zahra.


"Terimakasih Kak", kata Aulian kepada Kak Qiyas sambil tersenyum senang.


"Pah, Bund ini ngomong-ngomong Zahranya mana ya", tanya Aulian kepada Papah Ziyas dan Bunda Lili, dan langsung membuat semua orang yang mendengarnya pada tertawa semua termasuk Pak Penghulu, karena terlihat sekali jika Aulian sudah tidak sabar ingin melihat Zahra.


"Sebentar lagi dijemput", jawab Bunda Lili kepada Aulian.


"Nah itu dia Aul", kata Papah Ziyas yang melihat Zahra baru masuk melalui pintu samping masjid. Membuat semua orang langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Zahra yang baru saja masuk itu, termasuk Aulian.


Aulian begitu sangat terpesona sekali kepada Zahra yang sekarang sudah sah menjadi istri halalnya itu, bahkan Aulian sampai tidak bisa memalingkan pandangannya dari Zahra yang sedang tersenyum manis kepada semua orang itu, hingga Kak Qiyas yang melihat wajahnya Aulian yang sangat terpesona kepada Zahra dia langsung menggoda Aulian.


...πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...


Sabar readers part ini tentang Aulian dulu yak 😍, untuk Zahranya dipart selanjutnya πŸ˜‚


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2