LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KABAR GEMBIRA


__ADS_3

Sesuai undangannya Aulian tadi pagi ketika dikantor, saat ini waktu baru menunjukkan pukul lima lebih lima belas menit, akan tetapi Papah Ziyas, Bunda Lili dan juga Kak Qiyas beserta Kia dan juga kedua anak kembar mereka yang bernama baby Zaida dan baby Zayan yang sudah berumur sekitar dua tahunan lebih beberapa bulan dan juga sudah bisa berjalan pun sudah pada hadir dirumahnya Aulian.


Dan ditambah Kia yang juga sedang hamil lagi mungkin sebentar lagi akan melahirkan anak ketiganya, tambah ramai lagi nanti Keluarga Irawan kedepannya.


Hanya Kak Anin saja beserta suami dan kedua anaknya yang belum pada datang, mungkin sebentar lagi mereka akan datangnya .


Mereka semua saat ini sedang pada berkumpul diruang Keluarga yang ada dirumahnya Aulian.


Ibu Dina sangat senang sekali karena rumahnya menjadi ramai dan juga tambah berwarna dengan adanya baby Zaiy, yaitu Zaida dan Zayyan yang daritadi terkadang pada berantem berebut mainannya.


"Oh ya Nak, istri kamu dimana ko tidak kelihatan??", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


"Iya Aul, Zahra mana??", tanya Kia juga kepada Aulian.


"Emm, Zahra dari kemarin dia kurang enak badan Bun, Kak, jadinya dia hanya bisa diatas ranjang saja tidak kuat untuk beraktifitas", jawab Aulian kepada Bunda Lili dan juga Kia, akan tetapi mereka semua yang ada disitu juga mendengarnya.


Ibu Dina juga sudah diberitahu oleh Aulian untuk tidak mengatakannya terlebih dahulu kepada Keluarganya, supaya Ibu dina tidak keceplosan berbicara, dan Ibu Dina Ibunya Zahra dia faham akan maksud dari Aulian.


Perkataannya Aulian sontak membuat semua orang pada terkejut, kecuali Ibu Dina.


"Sakit apa memangnya Zahra Aul, kenapa kamu tidak memberitahukan kepada kami??", kata Papah Ziyas kepada Aulian dan dia juga sama khawatirnya dengan yang lain.


Tadi Zahra sebenarnya ingin sekali bergabung dengan yang lainnya diruang Keluarga ketika semua Keluarganya Aulian sudah pada datang, akan tetapi dilarang sama Aulian, karena Aulian melihat Zahra sangat lemas dan masih terlihat pucat sekali wajahnya.


Dan mau tidak mau akhirnya Zahra melanjutkan lagi istirahatnya, karena memang tubuhnya rasanya tidak bisa diajak bergerak.


"Nanti Aul kasih tahu Pah", jawab Aulian kepada Papahnya sambil tersenyum dan masih didengar oleh yang lainnya.


"Tapi tidak parah kan sakitnya Zahra Dek??", gantian Kak Qiyas yang bertanya kepada Aulian.


"Insyaallah tidak Kak", jawab Aulian kepada Kak Qiyas dengan bibir yang masih tersenyum.


Singkat cerita saat ini mereka semua sudah pada duduk dikursi makan yang ada diruang makan rumahnya Aulian, Kak Anin pun dia juga sudah datang bersama Keluarganya.


Kak Anin baru sampai dirumahnya Aulian tadi setelah sholat maghrib, karena dia harus menunggu suaminya pulang dari kantor terlebih dahulu, sebab suaminya Kak Anin tadi lagi sedang banyak pekerjaan dikantornya.

__ADS_1


Bahkan Zahra dia juga sudah diajak keluar dari dalam kamar oleh Aulian. Mereka semua yang melihat wajah pucat dan sayunya Zahra menjadi khawatir dan kasihan sekali.


"Kamu tidak apa-apa kan Nak, wajah kamu terlihat sangat pucat sekali", kata Bunda Lili kepada Zahra yang sudah duduk dikursi didekatnya Aulian.


"Tidak apa-apa ko Bund", jawab Zahra kepada Bunda Lili sambil tersenyum.


"Oh ya Pah, Bund dan Kakak mari semuanya kita nikmati hidangan yang sudah Aul siapkan dulu ini", kata Aulian kepada semua Keluarganya sambil tersenyum ramah.


Dan Papah Ziyas dia duduk dikursi yang biasanya diduduki oleh Aulian dikursi ujung meja, sedang Aulian dia duduk disampingnya Zahra.


Mereka semua langsung saja menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh Aulian, walau Zahra sangat pucat dan lemas badannya, akan tetapi nafsu makannya Zahra malah lebih banyak dari yang biasanya, dan itu juga membuat Zahra sedikit heran, makan banyak akan tetapi tidak punya tenaga.


"Iya makan yang banyak ya Zahra, supaya cepat sehat dan fit lagi", kata Bunda Lili kepada Zahra yang melihat Zahra lahap dalam makannya.


Zahra dan Aulian mereka berdua hanya tersenyum saja menanggapi perkataan dari Bunda Lili.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua sudah pada selesai juga makan malamnya, dan mereka kembali duduk lagi dishofa yang ada diruang Keluarga, komplit dengan anak-anak dari Kak Qiyas dan juga Kak Anin.


Dan Zahra kali ini dia ikut bergabung duduk disana dengan Aulian yang senantiasa duduk disampingnya Zahra.


"Insyaallah kuat Pah", jawab Zahra kepada Papah Ziyas sambil tersenyum.


"Benar kuat sayang", kata Aulian kepada Zahra yang duduk disebelahnya.


Dan Zahra hanya mengangguk serta tersenyum saja menanggapi perkataanya Aulian.


"Oh ya semuanya, mohon perhatiannya sebentar", kata Aulian kepada semua Keluarganya.


Perkataan dari Aulian langsung saja mengalihkan pandangan semua orang yang ada disitu termasuk Firman sekalipun.


"Ada apa Nak??", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


"Aul disini ingin memberitahukan kepada kalian semuanya, jika sebentar lagi Keluarga kita akan bertambah dua orang lagi, yaitu anak dari Kak Qiyas yang sedang dikandung oleh Kak Kia, serta anaknya Aul sendiri", kata Aulian kepada semua Keluarganya dengan senyum yang mengembang dengan sempurna.


"Jadi maksud kamu Zahra sedang hamil Nak??", kata Bunda Lili kepada Aulian dan juga Zahra dengan wajah terkejutnya.

__ADS_1


"Kamu hamil Zahra??", kata Kak Anin kepada Zahra dengan ekspresi senangnya.


"Selamat Dek", kata Kak Qiyas kepada Aulian sambil tersenyum senang.


"Iya Bund, Pah, Kak, Zahra saat ini sedang mengandung buah cinta kami, dan usia kandungannya baru menginjak sekitar tujuh minggu", jawab Aulian kepada semua Keluarganya sambil mengusap lembut perutnya Zahra.


"Alhamdulillah", jawab serempak semua orang kepada Aulian dan juga Zahra dengan sambil tersenyum bahagia.


Sedang Ibu Dina dia hanya tersenyum bahagia sekali malam itu mendengarkan pembicaraan dari semua orang.


"Apakah kalian sudah periksakan kandungannya Zahra Nak??", tanya Bunda Lili lagi kepada Aulian.


"Sudah Bund, diklinik bersalin milik temannya Aul yang ada didaerah Permata sana", jawab Aulian kepada Bunda Lili dan masih didengar yang lainnya juga.


"Oh daerah situ, iya-iya Bunda tahu tempatnya", jawab Bunda Lili kepada Aulian.


"Apakah kamu mengalami mual muntah Zahra??", tanya Kia kepada Zahra.


"Tidak Ka, hanya saja badanku serasa lemas sekali, walau sudah makan banyak", jawab Zahra kepada Kia.


"Ya wajar saja sih, itu karena perubahan hormon kita sebagai ibu hamil Zahra", jawab Kia kepada Zahra.


Mereka lalu berbincang dan mengobrol yang santai, hangat dan kekeluargaan seperti pada umumnya, dan ketika mereka semua menyadari jika waktu juga sudah dirasa malam, mereka semua memutuskan untuk pada pulang kerumah mereka masing-masing, termasuk Papah Ziyas dan juga Bunda Lili.


"Jaga Zahra baik-baik ya Aul, karena hormon seorang Ibu hamil itu sangat sensitif sekali", pesan Papah Ziyas kepada Aulian sebelum pulang.


"Iya Nak, jangan sampai Zahra kecapekan dan stres ya, karena itu juga tidak baik untuk seorang Ibu hamil muda", pesan Bunda Lili juga kepada Aulian.


"Iya Bund, Pah, Auli bakalan jaga Zahra dengan sangat baik sekali, apalagi didalam perutnya ini ada calon anaknya Aul", jawab Aulian kepada kedua orang tuanya sambil mengusap lembut perut ratanya Zahra.


Karena mereka semua saat ini sedang berada diteras rumahnya Aulian, sedang Kak Qiyas beserta Kia dan kedua anak kembarnya begitupun Kak Anin juga beserta Keluarga sudah pada duluan daritadi.


Dan setelah memberi pesan kepada Zahra dan juga Aulian, Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka lalu berpamitan pulang kepada Zahra dan juga Aulian serta Firman dan serta Ibu Dina.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2