LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
PERIKSA


__ADS_3

Mayang didalam ruang Dokter Kandungan dia ditemani tentunya oleh suaminya yaitu Adzriel, Mamah Hasna dan juga Ibu Ajeng.


Sedang Kak Arjuna dia menunggu saja didepan ruang Dokter Kandungan itu.


Ketika Kak Arjuna sedang sibuk menunggu sambil memainkan ponselnya dia terkejut tiba-tiba mendengar namanya dipanggil oleh seseorang dan ketika Kak Arjuna menolehkan pandangannya kesemua arah, dia melihat dua orang wanita yang sama-sama berhijab namun yang satunya bercadar, dan Kak Arjuna tahu jika wanita yang bercadar itu adalah calon istrinya yaitu khumairah.


Dan Khumairah yang melihat Kak Arjuna melihat kearahnya dia dan teman perempuannya langsung saja berjalan mendekati Kak Arjuna.


Kak Arjuna dia sudah memasang senyum manisnya daritadi ketika dia melihat Khumairah, begitupun Khumairah, dia juga tersenyum dibalik niqabnya.


Ketika sudah sampai didekatnya Kak Arjuna, Khumairah dan sahabatnya mereka langsung duduk disebelahnya Kak Arjuna dengan diberi jarak satu kursi kosong diantara mereka.


Dan sahabatnya Khumairah dia hanya tersenyum ramah saja menyapa kepada Kak Arjuna.


"Khumairah sedang apa kamu disini??", tanya Kak Arjuna kepada Khumairah ketika Khumairah sudah duduk disebelahnya sambil melihat kearahnya Khumairah sedang Khumairah dia hanya menundukkan pandangannya dari Kak Arjuna.


"Mas sendiri sedang apa didepan ruang poli kandungan seperti ini??", tanya balik Khumairah kepada Kak Arjuna.


"Oh lagi mengantar May sama yang lainnya periksa, tadi kan May dia tiba-tiba merasakan sakit perut yang amat sakit sekali, ketika dichek ternyata May sakit perutnya sebab kram karena hamil", jawab Kak Arjuna dengan jujur kepada Khumairah.


Dan Khumairah sendiri dia langsung saja tersenyum senang mendengar kabar jika calon adik iparnya sedang dalam kondisi mengandung.


"Masyaallah tabarokallah, Maira sangat senang sekali mendengarnya Mas", jawab Khumairah dengan tulus senang kepada Kak Arjuna.


"Tadi kamu belum menjawab pertanyaannya Mas, kamu sendiri sedang apa dirumah sakit ini Mai??", tanya Kak Arjuna lagi kepada Khumairah.


"Sedang menemani sahabat Maira ini Mas, dia juga sedang hamil, dan sudah waktunya kontrol namun suaminya lagi bertugas keluar kota jadi dia meminta Maira untuk menemaninya", jawab Khumairah kepada Kak Arjuna dengan tersenyum.

__ADS_1


Sedang didalam ruang kandungan itu Mayang yang lagi diperiksa oleh Dokter dia begitu sangat excited sekali ingin mengetahui perkembangan dari calon buah hatinya.


"Nah ini ya Mbak Mayang, ini adalah kantong dari calon buah hati kalian, dan jika saya lihat dari hari terakhir Mbak Mayang haid, usia kehamilannya Mbak Mayang sudah menginjak usia kedelapan minggu, yang artinya sudah menginjak dua bulan", kata Dokter kandungan itu kepada Mayang yang kebetulan berjenis kelamin perempuan.


Adzriel, Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna serta jangan lupakan Mayang, mereka semua sangat senang sekali mendengar kabar yang disampaikan dari Dokter itu.


Senyum dibibir mereka langsung saja mengembang dengan sempurna sekali.


"Apakah selama dua bulan ini Mbak Mayang tidak mengalami gejala mual, muntah, atau pusing??", tanya Dokter itu kepada Mayang sambil terus menggerakkan alat USGnya diperutnya Mayang.


"Cuma pusing dan sering sakit diperut saya dengan tiba-tiba Dok", jawab Mayang kepada Dokter itu.


Dokter itu hanya mengangguk saja kepada Mayang sambil matanya terus memperhatikan layar USG yang ada didepannya, begitupun dengan Adzriel, Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna mata mereka juga tertuju kelayar USG itu.


"Ini adalah cikal bakal kaki dan juga tangannya kelak Mbak Mayang, Mas Adzriel, dan badannya pun sudah mulai terbentuk ini", kata Dokter itu lagi kepada Mayang dan juga Adzriel sambil menunjukkan apa yang dikatakannya tadi, dan Ibu Ajeng serta Mamah Hasna mereka berdua juga mendengar apa yang disampaikan oleh Dokter itu.


Dan Adzriel dia sedikit menyesal untuk tadi tidak melarang lebih keras lagi kepada Mayang yang lagi sedang membantu yang lainnya menyiapkan untuk acara syukuran.


Jika tadi Adzriel lebih keras lagi melarang Mayang, pasti Mayang tidak akan kesakitan sekali seperti itu.


Namun jika Mayang tidak masuk kerumah sakit seperti itu mereka semua tentunya akan lebih lama juga mengetahui jika Mayang sedang hamil.


"Sudah Mbak, Mas, mari kita keluar dulu", kata Dokter itu kepada Mayang dan juga Adzriel sambil menyuruh Mayang dan semuanya untuk keluar dari ruang USG, kerena pemeriksaan untuk Mayang usdah selesai.


"Semua perkembangan babynya sangat baik sekali Mbak, Mas, dan sehat pastinya", jelas Dokter itu kepada Mayang dan juga Adzriel yang sudah pada duduk dikursi mereka masing-masing.


Sedang Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna mereka berdua berdiri dibelakangnya Adzriel dan juga Mayang.

__ADS_1


"Alhamdulillah", jawab serempak semua orang ketika mendengar perkataan dari Dokter kandungan itu sambil tersenyum senang.


"Dan untung saja tadi Mas Adzriel segera membawa Mbak Mayang kerumah sakit, jika tidak mungkin kram perut yang tadi Mbak Mayang rasakan bisa menyebabkan janin yang sedang dikandungnya bisa keguguran, karena kandungannya Mbak Mayang terbilang lemah dan tadi Mbak Mayang juga sedang dalam keadaan kecapekan sekali Mas", kata Dokter itu lagi kepada Adzriel.


"Ini resep untuk menebus vitamin dan lain-lainnya yang harus diminum sama Mbak Mayang ya Mas Adzriel, dan Mbak Mayang nanti bisa kontrol lagi satu bulan yang akan datang", kata Dokter itu lagi kepada Adzriel sambil menyerahkan sebuah kertas resep kepada Adzriel.


"Oh ya Dokter, apakah kami boleh melakukan hubungan suami istri??", tanya Adzriel dengan to the point kepada Dokter kandungan itu.


Dan pertanyaan dari Adzriel langsung membuat sang Dokter, Mayang, Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna tersenyum lucu ketika mendengarnya.


"Sebenarnya boleh Mas Adzriel, namun dalam keadaannya Mbak Mayang yang lagi seperti ini, saya sarankan jika ingin berhubungan nanti saja ketika usia kandungannya Mbak Mayang sudah menginjak usia lima atau enam bulan", jawab Dokter itu kepada Adzriel sambil tersenyum ramah.


"Lama juga ya Dok", jawab reflek dari Adzriel.


Membuat Mamah Hasna langsung menjawab perkataannya Adzriel.


"Segitu itu tidak lama, yang lama itu Mayang nanti sembilan bulan lebih harus membawa calon anak kamu kemana-kemana diperutnya", jawab Mamah Hasna kepada Adzriel membuat Adzriel langsung tertawa kecil dan yang lainnya pun juga ikut tertawa juga.


"Oh ya Mas Adzriel, Mbak Mayang jangan diperbolehkan berjalan dulu ya, dia harus menggunakan kursi roda dalam beraktifitasnya, dan jikalaupun mandi Mbak Mayang harus lebih hati-hati ya Mbak, karena saya yakin jika Mbak Mayang paksakan berdiri pasti perutnya merasakan sakit kan??", kata Dokter itu kepada Mayang dan juga Adzriel.


"Iya Dok sakit, seperti kram pada umumnya", jawab Mayang kepada Dokter itu.


"Jadi saya sarankan Mbak Mayang harus banyak bed rest ya untuk menjaga dan mempertahankan calon buah hati kalian berdua", jawab Dokter itu kepada Mayang.


Dan setelah mendengar semua penjelasan dari Dokter kandungan itu, Mayang langsung saja pindah kekursi roda yang tadi dia naiki, Adzriel, Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna langsung saja berpamitan kepada Dokter itu dan langsung juga berlalu keluar dari dalam ruangan Dokter Kandungan.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2