LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KEBAHAGIAAN ADZRIEL


__ADS_3

Satu minggu setelah survei rumah barunya, Mayang dan juga Adzriel mereka pun juga sudah memindahkan semua barang-barangnya kerumah baru mereka dan ada yang disisakan sedikit dirumahnya Ayah falah.


Syukuran rumah barunya Mayang dan juga Adzriel pun akan dilakasanakan esok hari. Waktu pertama kali Ayah Rahman, Ibu Ajeng dan juga Kak Arjuna tiba dirumah barunya Mayang mereka semua sangat terkejut sekali, karena Adzriel memberikan rumah yang sangat bagus seperti rumahnya Ayah Falah.


Dan mereka bertiga juga sudah berada dirumah barunya Mayang serta Adzriel dari dua hari yang lalu, sedangkan Adzriel dan juga Mayang mereka sudah menginap dirumah baru mereka sejak empat hari yang lalu.


Pagi pun tiba, akhirnya pagi itu adalah pagi dimana semua Keluarganya Adzriel dan juga Mayang sangat sibuk menyiapkan semua keperluan untuk acara kecil-kecilan syukuran rumah barunya mereka.


Dan hanya keluarga inti dan yang rumahnya terdekat saja yang mereka undang. Zahra dan juga Aulian beserta keluarga yang lainnya juga sudah pada datang semuanya.


Acara syukurannya akan dilaksanakan pukul sepuluh pagi, dan mereka semua yang diundang oleh Adzriel serta Mayang sudah pada berkumpul dan datang semuanya.


Acara syukuran rumah barunya Adzriel dan juga Mayang berjalan sangat lancar dan sangat khidmat sekali.


Tepat pukul satu siang, acara syukuran rumah baru mereka sudah benar-benar selesai, dan para sanak saudara dan kerabat juga sudah pada mulai pulang kerumah mereka sendiri-sendiri.


Sedangkan Ayah Falah, Mamah Hasna dan juga adiknya mereka bertiga masih berkumpul dirumahnya Adzriel.


Begitupun dengan Keluarganya Mayang, yaitu Ayah Rahman, Ibu Ajeng dan juga Kak Arjuna yang masih berada dirumahnya Adzriel dan juga Mayang.


Mayang yang tiba-tiba merasakan sakit serta sedikit kram diperutnya dia meminta ijin kepada Adzriel dan keluarga yang lainnya untuk beristirahat lebih dulu didalam kamar, dan Adzriel serta semuanya tidak mempermasalahkannya.


Mayang dia lalu berjalan menuju kedalam kamarnya sendirian, tentunya kamar utama yang ada dirumah itu, sedang Adzriel dia masih menemani semua keluarganya yang masih berkumpul diruang Keluarga.


Dan mereka semua juga sudah pada selesai menjalankan sholat dhuhurnya, termasuk Mayang sekalipun.


Mayang yang sudah sampai didalam kamarnya, dia langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang dengan sambil meringkuk memegangi perutnya yang rasanya sedikit sakit seperti biasanya.


Dan Mayang berfikir jika dia akan mendapatkan tamu bulanannya dengan rasa sakit yang amat sangat dia rasakan sekali itu.


Bahkan Mayang sampai mengeluarkan keringat yang sangat besar-besar dari dahinya ketika dia menahan rasa sakit yang ada diperutnya.


Mayang yang sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, dia lalu mencoba mengambil ponselnya yang dia taruh diatas meja samping ranjang untuk menghubungi Adzriel yang sedang asik berbincang dengan para keluarganya.


Adzriel yang lagi berbincang dengan semua keluarganya dia terkejut ketika ponselnya yang ada didalam saku celananya berdering dan nama Mayang tertera dipanggilan masuk.


Mayang menelfon Adzriel karena dia sungguh sangat tidak kuat sekali untuk berjalan lagi menemui Adzriel.


Dan Adzriel bukannya menjawab telefon dari Mayang dia langsung saja berpamitan kepada semua Keluarganya untuk menemui Mayang sebentar.

__ADS_1


Adzriel yang sudah sampai didepan kamarnya dia langsung saja membuka pintu kamarnya dan dia langsung saja juga melihat Mayang sedang sangat kesakitan sekali diatas ranjang.


"Mayaaaaang!!!",, kata Adzriel dan dia langsung saja mendekati Mayang yang sedang meringkuk menahan rasa sakit diatas ranjang.


"Kamu kenapa May??", tanya Adzriel dengan sangat khawatir sekali kepada Mayang.


Dan Adzriel juga melihat jika Mayang sudah sangat berkeringat sekali, padahal kamarnya ACnya menyala dengan sangat dingin sekali, dan itu pertanda jika Mayang sedang menahan rasa sakit yang amat sakit sekali.


"Perutnya May sakit sekali Mas", kata Mayang kepada Adzriel dengan suara lirihnya.


"Apa kamu kuat berjalan sayang??", tanya Adzriel kepada Mayang.


Mayang lalu mencoba untuk beranjak turun dari atas ranjang, namun belum sampai dia melangkahkan kakinya Mayang hampir saja terjatuh jika tidak dipegangi oleh Adzriel.


Tanpa menunggu lama, Adzriel langsung saja menggendong Mayang ala bridal style untuk membawa Mayang kerumah sakit terdekat.


Ketika Adzriel melewati para keluarganya, Adzriel langsung berteriak kepada semua keluarganya jika Mayang sedang sakit dan akan membawanya kerumah sakit.


Sontak para keluarganya Adzriel dan juga Mayang langsung saja berdiri dan juga sangat khawatir sekali.


"Aku ikut", kata Kak Arjuna kepada Adzriel yang sudah berjalan lebih dulu didepan.


Ayah Falah dia hanya mengangguk saja kepada istrinya.


"Ibu juga ikut Arjun", kata Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna.


"Ayah disini saja ya Bu untuk menemai Pak Falah", kata Ayah Rahman kepada Ibu Ajeng.


Dan Ibu Ajeng hanya mengangguk saja kepada Ayah Rahman.


Ibu Ajeng, Mamah Hasna dan juga Kak Arjuna langsung saja ikut bersama Adzriel untuk membawa Mayang kerumah sakit menggunakan mobilnya Adzriel.


Dengan disopiri oleh Kak Arjuna dan dikursi depan ada Ibu Ajeng, sedang dikursi belakang ada Adzriel yang menenangkan Mayang yang lagi kesakitan, dan juga ditemani Mamah Hasna.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan May Adzriel??", tanya Mamah Hasna kepada Adzriel ketika masih berada didalam mobil menuju kerumah sakit terdekat.


"Tidak tahu Mah, tadi ketika Adzriel sedang mengobrol dengan kalian semua, tiba-tiba May menelfon, dan fikir Adzriel kenapa May menelfon padahal juga berada didalam satu rumah, jadi Adzriel putuskan tidak mengangkat sambungan telefonnya Mayang tadi namun langsung saja melihat Mayang yang ada didalam kamar, dan Adzriel sudah melihat Mayang kesakitan seperti ini Mah", jawab Adzriel kepada Mamahnya.


"Nak apa yang kamu rasakan??, tadi Ibu lihat kamu biasa saja, tidak kenapa-kenapa??", kata Ibu Ajeng kepada Mayang anaknya dengan sangat khawatir.

__ADS_1


"Apa kamu salah makan tadi??", kata Ibu Ajeng lagi kepada Mayang, sambil melihat kearahnya Mayang yang sedang duduk dikursi belakang.


"Sebenarnya sudah daripagi Bu May perut May merasakan sakit, tapi May masih tahan, karena fikir May pasti May akan datang bulan, namun ketika acara sudah benar-benar selesai perutnya May malah tambah semakin sakit sekali begini", jawab Mayang kepada Ibunya sambil menahan rasa sakit diperutnya.


Dan tiga puluh menit kemudian mobil yang mereka naiki sampai juga dipelataran depan ruang UGD.


Kak Arjuna sengaja langsung memarkirkan mobilnya didepan ruang UGD karena dia ingin adiknya Mayang cepat mendapatkan pertolongan.


Dengan keadaan yang dibuat jalan sakit, Mayang akhirnya digendong oleh Adzriel lagi, dan Dokter serta suster yang berjaga melihat kedatangannya Adzriel berserta Keluarga sambil menggendong Mayang yang sedang kesakitan mereka langsung mengambil alih Mayang dan langsung membawa Mayang keruang perawatan.


Adzriel, Kak Arjuna, Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna mereka hanya bisa menunggu Mayang yang sedang diperiksa oleh Dokter diruang perawatan.


Dan setengah jam kemudian ketika mereka semua sedang menunggu Mayang, tiba-tiba ruang perawatan tadi terbuka dan keluarlah Dokter yang menangani Mayang tadi.


Adzriel, Kak Arjuna, Ibu Ajeng dan juga Mamah Hasna langsung saja berdiri dan mendekati Dokter itu.


"Keluarga Nyonya Mayang??", kata Dokter itu kepada semua keluarganya Mayang.


"Saya suaminya Dok, bagaimana keadaan istri saya Dokter didalam??", kata Adzriel kepada Dokter itu dengan wajah khawatirnya


"Oh, Nyonya Mayang dia tidak kenapa-kenapa, dia hanya butuh bed rest untuk beberapa bulan kedepan dan itu biasa terjadi kepada ibu hamil yang sedang muda, karena Nyonya Mayang dia terlalu kecapekan", kata Dokter itu kepada Adzriel sambil tersenyum senang.


Adzriel dan semuanya yang mendengar perkataan dari Dokter mereka semua sangat terkejut sekali.


"Maksud Dokter istri saya sedang hamil Dok??", kata Adzriel dengan ekspresi syoknya.


"Iya Nyonya Mayang sedang hamil Tuan, untuk lebih detailnya Tuan bisa memeriksakannya langsung dengan Dokter kandungan yang ada disini, mari saya antarkan, namun Nyonya Mayang untuk sementara waktu dia belum boleh berjalan ya Tuan, karena sangat riskan sekali mengalami keguguran, sebab kandungannya Nyonya Mayang terbilang lemah", kata Dokter itu kepada Adzriel.


Adzriel, Ibu Ajeng, Mamah Hasna dan juga Kak Arjuna mereka sangat senang sekali mendengar kabar menggembirakan itu.


"Baik-baik Dok, saya akan menjaga dengan baik istri dan calon anak saya nanti", kata Adzriel dengan senyum yang mengembang dengan sangat sempurna sekali.


"Sekali lagi selamat Tuan, dan mari saya antarkan keruang Dokter kandungan yang ada disini sekalian untuk mengecek kondisinya Nyonya Mayang dengan lebih jelas", kata Dokter itu lagi kepada Adzriel.


Mayang yang sudah dipindahkan kekursi roda, dia lalu didorong oleh Adzriel dan ditemani oleh Ibu, Kakak dan Mamah mertuanya menemui Dokter kandungan yang ada dirumah sakit itu.


Mayang sangat bahagia sekali ketika diberitahu oleh Adzriel, jika sakit perut yang dia rasakan oleh Mayang tadi, karena dia sedang hamil dan terlalu kecapekan ikut mengurusi acara syukuran rumah barunya tadi.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2