LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
FITNAH UNTUK ZAHRA


__ADS_3

"Baiklah, lain kali saja kalau begitu ya", jawab Kak Anin kepada Zahra. Dan Zahra hanya mengangguk kepada Kak Anin sambil tersenyum kecil.


"Oh ya Kak, maaf ya Kak, sementara Zahra pinjam bajunya Kakak dulu", kata Zahra kepada Kak Anin.


"Pakai saja Zahra tidak apa-apa, nanti Kakak pilihkan yang sudah tidak Kakak pakai karena sudah tidak muat, masih bagus ko baju-bajunya", jawab Kak Anin kepada Zahra.


"Tidak perlu Kak, nanti merepotkan, Zahra sudah minta tolong kepada Abang Aul ko Kak untuk mengambilkan semua barang-barangnya Zahra", kata Zahra kepada Kak Anin.


"Sudah kamu tidak perlu menolak, daripada mubadzir bajunya Kakak, ayo kita kekamar", kata Kak Anin kepada Zahra.


Sedangkan Bunda Lili dia hanya mendengarkan saja pembicaraan antara Zahra dan juga Kak Anin. Kak Anin lalu menarik Zahra untuk naik dan masuk kedalam kamarnya.


"Bund, kita kekamar dahulu ya Bund", kata Kak Anin kepada Bunda Lili sambil terus menarik tangannya Zahra.


Bunda Lili hanya mengangguk saja menanggapi perkataannya Kak Anin, sedangkan Zahra pasrah-pasrah saja ketika tangannya ditarik oleh Kak Anin.


"Zahra sama Anin kemana Bund?? ", kata Papah Ziyas kepada Bunda Lili yang baru saja masuk keruang Keluarga ketika Kak Anin dan Zahra sudah berlalu pergi dari situ.


"Katanya mau masuk kedalam kamar Pah, milihin baju-bajunya Kakak yang sudah tidak muat", jawab Bunda Lili tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi dan dijawab oh ria saja oleh Papah Ziyas.


............. °°°°°°°°°°°°°°°.............


Kita kembali lagi kepada Aulian yang baru saja selesai menunaikan kewajibannya sholat dhuhur, dan saat ini dia sedang bersantai diruang keluarga dirumah itu.


"Hallo Assalamu'alaikum Tuan Aulian", kata seseorang kepada Aulian.


"Wa'alaikumussalam Indra", jawab Aulian yang ternyata sedang menelfon Indra sekretarisnya.


"Apakah ada yang bisa saya bantu Tuan?? ", tanya Indra kepada Aulian.


"Ada Indra, sekarang kamu pinjam mobil box kantor dan kosongkan isinya antar kealamat yang nanti saya kirimkan lewat pesan Indra", kata Aulian kepada Indra.


"Baik Tuan Aulian", jawab Indra kepada Aulian.

__ADS_1


"Saya tunggu Indra dialamat itu, Assalamu'alaikum", kata Aulian lagi keoada Indra.


"Baik Tuan Aulian, saya segera berangkat sekarang kekantor, dan Wa'alaikumussalam Tuan", jawab Indra kepada Aulian. Dan setelah itu sambungan mereka benar-benar terputus.


Setelah menelfon Indra, Aulian yang merasa lapar dia memutuskan untuk pergi kerumahnya Zahra sekalian mampir keCafe untuk makan siang terlebih dahulu.


Satpam yang melihat calon majikannya akan keluar dari rumah, mereka segera menyapa Aulian dan segera membukakan pintu gerbang untuk Aulian.


Tiiin


Klakson Aulian untuk menyapa para satpam dirumah barunya. Dan para satpam langsung tersenyum dan menunduk kepada Aulian.


Aulian lalu melajukan mobilnya kejalan yang menuju kerumahnya Zahra. Aulian juga mampir keCafe sebentar untuk makan siang.


Dan sekarang Aulian sudah benar-benar sampai didepan rumahnya Zahra. Ketika Aulian baru saja turun dari mobil dia disamperi oleh seorang laki-laki yang sudah sedikit berumur yang kebetulan lewat didepan rumahnya Zahra.


"Maaf permisi anak muda, anak muda siapa ya, apa ada perlu dengan Zahra gadis yang tinggal dirumah ini?? ", kata laki-laki itu kepada Aulian dengan ramah sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Aulian.


"Maaf anda siapa ya Pak, dan kenapa bisa kenal dengan Zahra?? ", tanya Aulian kepada laki-laki itu sambil membalas jabat tangan dari laki-laki itu.


"Perkenalkan juga nama saya Aulian Irawan Pak, saya tunangannya Zahra, dan waktu dekat kami akan segera menikah", jawab Aulian yang langsung mengejutkan Pak Rt.


"Apa yang dikatakan Nak Aulian benar??, karena setahu saya dari laporan pemilik kontrakan ini Nak Zahra baru saja menggoda laki-laki yang bernama Rizky Nak", kata Pak Rt yang sangat membuat darah Aulian langsung panas seperti lava. Karena Zahra sudah difitnah lagi oleh seseorang.


"Dan sampai sekarang Nak Zahra sulit untuk ditemui setelah kejadian itu Nak, katanya juga gara-gara Nak Zahra Nak Rizky harus dipenjara dengan waktu yang cukup lama", sambung Pak Rt lagi kepada Aulian.


Belum sempat Aulian menjawab datanglah sebuah mobil box yang disopiri sopir kantor dan dibelakangnya ada mobilnya Indra sekretarisnya Aulian.


"Maaf Tuan sedikit lama, karena tadi harus menurunkan barang-barang yang ada didalam mobil cukup banyak", lapor Indra yang merasa tidak enak dengan Aulian.


"Tidak ada apa-apa Indra, dan kamu ikut sama Pk Rt untuk menjemput pemilik kontrakannya Zahra ini Indra", jawab Aulian kepada Indra.


Sedangkan Pak Rt yang melihat Indra dan sebuah mobil box, Pak Rt semakin bingung dan semakin kuat dugaannya jika laki-laki muda yang mengaku tunangannya Zahra bukanlah orang sembarangan.

__ADS_1


"Pak Rt nanti akan saya jelaskan, bisakah anda mengantarkan sekretaris saya kerumah pemilik kontrakan ini, sekalian nanti Pak Rt ikut juga menjadi saksi", kata tegas Aulian sambil menahan amarah.


"Baik Nak Aulian, mari Nak", kata Pak Rt kepada Aulian dan kepada Indra, dan setelah itu Pak Rt masuk kedalam mobilnya Indra untuk mengantarkannya kerumah pemilik kontrakan.


"Halo Zain segera kerumah kontrakannya Zahra sekarang", kata Aulian sepeninggalan Indra dan Pak Rt langsung menelfon Zain dan langsung mematikan sambungan telefonnya tanpa menunuggu jawaban dari Zain.


Zain yang baru saja ingin memejamkan mata untuk tidur siang, dia langsung terperanjat ketika mendengar perkataannya Aulian yang tidak biasanya melalui sambungan telefon, bahkan Zain belum sempat menjawab sudah dimatikan oleh Aulian.


"Pah, bisakah Papah datang kerumah kontrakannya Zahra sekarang nanti Papah akan tahu jika sudah sampai disini Pah, Aul tunggu secepatnya Pah disini", kata Aulian kepada Papahnya sampai Aulian lupa untuk mengucapkan salam kepada Papahnya.


"Iya Papah akan segera kesana", jawab Papah Ziyas kepada Aulian, karena Papah Ziyas sudah mengetahui jika Aulian begitu pasti ada yang tidak beres.


"Bapak tunggu disini dahulu, nanti akan saya panggil jika sudah saya butuhkan", gantian Aulian berbicara kepada sopir mobil box kantornya.


"Baik Tuan Aulian", jawab sang sopir kepada Aulian dengan sedikit menunduk.


Setelah itu Aulian langsung masuk kedalam rumahnya Zahra dan melihat-lihat isi didalam rumahnya Zahra. Aulian juga memberanikan diri masuk kedalam kamarnya Zahra yang sungguh sangat rapi dan harum khas aromanya Zahra.


"Kamu sungguh cantik Zahra, dan Abang janji akan membalas orang-orang yang sudah melukai perasaanmu", kata Aulian sambil melihat kearah fotonya Zahra yang berada dimeja sebelah ranjangnya Zahra.


Aulian lalu melanjutkan lagi melihat-lihat yang ada didalam kamarnya Zahra. Aulian juga melihat satu buah foto yang Aulian perkirakan itu sebuah foto Keluarganya Zahra.


"Ini pasti almarhum Ayahnya, ini Ibu dan juga adiknya Zahra", kata Aulian kepada foto Keluarganya Zahra.


Ketika Aulian sedang asik mengamati kamarnya Zahra, dia tiba-tiba mendengar suara berisik dari luar kamar. Dan waktu Aulian melihat keluar, ternyata Aulian melihat Indra, Pak Rt dan sepasang suami istri yang diperkirakan Aulian mereka adalah yang mempunyai rumah kontrakannya Zahra.


🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥


Maaf readers Upnya sedikit lama, karena tangan Author lagi kram kemarin😢


Yuk ikutin terus ya ceritanya Aulian dan Zahra readers, jangan pernah bosan ya, komentar positif kalian menumbuhkan semangatnya Author😉🤗.


😘😘😘

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


***TBC***


__ADS_2