LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
SARAPAN


__ADS_3

"Bagitulah sayang ceritanya", kata Adzriel yang sudah selesai menceritakan semuanya kepada Mayang.


Dan tanpa diduga oleh Adzriel Mayang langsung saja memeluk tubuhnya Adzriel ketika Adzriel sudah selesai menceritakan semuanya.


Walau terkejut dengan Mayang yang tiba-tiba memeluknya, akan tetapi Adzriel juga langsung membalas pelukannya Mayang.


"Terimakasih Mas, Mayang rasanya terharu sekali tidak menyangka jika Mas Adzriel sampai sebegitunya memperjuangkan Mayang", kata Mayang kepada Adzriel dengan posisi masih memeluk Adzriel.


"Sama-sama Sayang, bagiku kamu itu patut untuk diperjuangkan", jawab Adzriel kepada Mayang sambil mengusap lembut punggungnya Mayang.


"Tapi apa pantas May bersanding dengan Mas yang Mas sendiri saja anak orang kaya dan May cuma anak tukang kebun begini Mas", kata Mayang sambil mengangkat wajahnya dan melihat kearahnya Adzriel.


"Kata siapa May kamu tidak pantas menjadi istriku, hanya aku yang menjalaninya, dan yang aku mau adalah kamu May", jawab Adzriel sambil melihat kearah wajahnya Mayang juga.


"Tapi kan banyak yang belum tahu Mas jika May adalah istrinya Mas, nanti bagaimana??", kata Mayang lagi kepada Adzriel.


"Mas sudah menyiapkan pesta resepsi kita besok hari Rabu yang akan datang sayang, semuanya sudah diurus sama Ayahnya Mas dan juga semua anak buahnya Mas, dan untuk baju pengantinnya juga sudah Mas serahkan juga kepada Mamah", jawab Adzriel kepada Mayang.


Mayang sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Adzriel yang baru saja diucapkannya.


"Itu berarti satu minggu dari sekarang dong Mas, dan apakah Ibu, Ayah, dan juga Kak Arjuna sudah pada tahu akan hal ini Mas??", tanya Mayang kepada Adzriel lagi dengan ekspresi terkejutnya.


"Belum, ini rencananya nanti ketika sarapan atau setelah sarapan Mas akan memberitahukan kepada mereka semua", jawab Adzriel kepada Mayang.


"Oh ya sayang, ada satu hal lagi yang ingin Mas sampaikan juga kepada kamu", kata Adzriel kepada Mayang.


"Apa lagi itu Mas??", jawab Mayang kepada Adzriel dengan sangat penasaran sekali.


"Besok kamu ikut Mas kekota ya, Mas ingin memperkenalkanmu dengan Ayah dan juga Mamah, bagaimana kamu mau kan sayang??", kata Adzriel kepda Mayang.


Walau Mayang sangat malu dan risih, tapi mau bagaimana lagi dia sekarang sudah resmi menjadi istrinya Adzriel, mau tidak mau Mayang harus menuruti perkataannya Adzriel.


"Baik Mas, May mau, tapi nanti disana jangan tinggalkan May ya Mas, karena May masih malu bertemu dengan Ayah dan Mamahnya Mas", jawab Mayang kepada Adzriel.

__ADS_1


"Mereka sekarang juga Ayah serta Mamah kamu May, dan iya pasti Mas akan terus menjaga kamu disana", jawab Adzriel masih terus saling menatap dengan Mayang.


"Berarti nanti kita sekalian ijin kepada Ayah, Ibu dan juga Kak Arjun ya Mas", kata Mayang lagi kepada Adzriel.


"Pastinya sayang", jawab Adzriel kepada Mayang.


Ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Adzriel dan juga Mayang mendengar suara pintu kamar mereka diketuk dari luar.


"Biar May saja yang membuka pintunya Mas", kata Mayang kepada Adzriel, dan Adzriel hanya mengangguk saja kepada Mayang.


Adzriel langsung saja tertawa kecil ketika melihat jalannya Mayang yang tidak seperti biasanya.


Dan Mayang yang sudah membuka pintu kamarnya, ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah Ibu Ajeng, Ibunya sendiri.


"Eh Ibu, maafkan May ya Bu, hari ini tidak bisa membantu Ibu", kata Mayang dengan malu-malu kepada Ibunya.


"Iya tidak apa-apa, Ibu mengerti ko May", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang sambi tersenyum.


"Ayo kita sarapan bersama, Ayah dan juga Kakak kamu sudah pada menunggu dimeja makan mereka berdua", kata Ibu Ajeng lagi kepada MAyang.


"Baiklah", jawab Ibu Ajeng dan dia langsung saja berlalu dari hadapannya Mayang.


Mayang langsung saja menutup pintunya lagi dan dia lalu berjalan kearahnya Adzriel yang sedang duduk bersandar diranjangnya Mayang.


"Ibu ya May??', tanya Adzriel kepada Mayang ketika Adzriel melihat Mayang berjalan kearahnya.


"Iya Mas, Ibu menyuruh kita keluar untuk sarapan dan Ayah serta Kak Arjun sudah pada menunggu kita dimeja makan", jawab Mayang kepada Adzriel ketika sudah duduk dipinggir ranjang dekat kakinya Adzriel.


"Ya sudah ayo kita langsung saja keluar, takut kalau mereka kelamaan menunggu kita", jawab Adzriel dan dia langsung saja turun dari atas ranjang.


Mayang hanya mengangguk sambil tersenyum saja kepada Adzriel.


Dan Adzriel serta Mayang mereka berdua langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar mereka dan menuju kedalam ruang makan, ya benar saja Ibu Ajeng, Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna mereka bertiga sudah pada menunggu Adzriel dan juga Mayang.

__ADS_1


Kak Arjuna yang melihat Mayang serta Adzriel baru saja masuk keruang makan, dia seperti biasanya menggoda Mayang.


"Ehem, yang pengatin baru ya begitu, nempel terus seperti upil sama hidung", goda Kak Arjuna kepada Mayang.


Adzriel hanya tersenyum saja mendengar godaannya Kak Arjuna, sedang Mayang dia langsung saja melototkan matanya sambil memajukan bibirnya kepada Kak Arjuna ketika mendengar godaan dari kakaknya.


Ketika mereka semua sedang makan makanan mereka masing-masing, sambil makan Adzriel langsung saja mengutarkan hal yang sangat penting kepada mereka semua seperti apa yang tadi disampaikannya kepada Mayang.


Kak Arjuna, Ibu Ajeng, dan Ayah Rahman mereka langsung pada terkejut sekali mendengar kabar bahwa resepsi pernikahannya Mayang dan juga Adzriel akan dilangsungkan satu minggu dari sekarang.


Setelah Adzriel jelaskan semuanya, mereka akhirnya mau tidak mau langsung pada menerima, karena bagaimanapun juga sudah berjalan setengah jalan, dan Keluarga dari Mayang hanya bisa mengikuti langkah selanjutnya saja.


"Oh ya Bu, Yah, dan Mas Arjun, Adzriel dan juga Mayang mau ijin sekalin besok pagi rencananya Adzriel akan kembali kekota untuk mempersiapkan pesta respsinya kami dan Adzriel akan mengajak Mayang juga", kata Adzriel lagi kepada semua orang yang ada dimeja makan.


"Iya Nak, silahkan jika May mau kamu ajak, karena dia sekarang sudah menjadi tanggung jawab kamu, dan sekarang Ayah juga sudah tenang jika May bersama kamu Nak", kata Ayah Rahman kepada Adzriel sambil tersenyum.


"Iya Nak, pesan Ibu tolong jaga Mayang seperti kamu menjaga Ibu kamu, karena saat ini kami sudah menyerahkan Mayang kepada kamu untuk kamu bimbing dan kamu lindungi", kata Ibu Ajeng kepada Adzriel sambil tersenyum hangat khas seorang Ibu.


"Siap Yah, Bu, terimakasih atas semuanya", jawab Adzriel kepada Ibu Ajeng dan juga Ayah Rahman sambil tersenyum manis.


"Ingat juga pesanku kepadamu Dzriel??", gantian Kak Arjuna berpesan kepada Adzriel.


"Siap Mas", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna sambil tersenyum kecil.


Mereka lalu menyelesaikan sarapan mereka dengan diiringi perbincangan hangat dan juga santai.


Walau rumahnya Mayang tidak sebesar rumahnya dikota, akan tetapi Adzriel juga merasakan nyaman bisa tinggal dirumahnya Mayang, yang sederhana akan tetapi masih terbilang bagus untuk ukuran rumah dikampung.


...πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€...


Begitulah pagi pertamanya Adzriel menjadi suaminya Mayang dirumahnya Mayang ☺


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2