
Malam harinya ketika Aulian, Zahra, Ibu Dina dan juga Firman sudah pada selesai makan malam, mereka semua pada berkumpul sejenak diruang keluarga sambil berbincang hangat dan sambil juga menonton televisi bersama.
"Oh ya Firman, kata Ibu kamu sedang mengikuti les basket??, dimana tempatnya dan apa namanya??", tanya Aulian kepada Firman adik iparnya.
"Iya Kak, didaerah Kamboja namanya Club basket Permana Kak", jawab Firman kepada Aulian.
"Kamu suka dengan basket Firman??", tanya Aulian lagi kepada Firman dan Ibu Dina serta Zahra yang juga ada disitu mereka hanya mendengarkan saja percakapannya antara Aulian dan juga Firman.
"Suka Kak, Firman lebih tertarik bermain basket daripada bermain sepak bola, itu tembok Kakak, Firman pasangi ring basket tidak apa-apa kan Kak??", kata Firman kepada Aulian.
"Tidak apa-apa ko", jawab Aulian kepada Firman sambil tersenyum.
"Dan jika kamu serius dengan basket, Kakak bisa mendaftarkan kamu diClub basket kenalannya Kakak yang sudah melahirkan pemain-pemain basket handal bagaimana, kamu mau Firman??", kata Aulian lagi kepada Firman.
Firman yang mendengar perkataan dari Kakak Iparnya dia langsung saja senang sekali.
"Mau-mau Kak, Firman mau sekali", jawab Firman dengan semangat kepada Aulian.
"Ya sudah besok biar Kakak hubungi teman Kakak terlebih dahulu, nanti setelahnya kamu bisa Kakak antarkan kesana", jawab Aulian kepada Firman.
"Tapi ada satu syaratnya Firman", kata Aulian lagi kepada Firman.
"Apa itu Kak, syaratnya??", jawab Firman kepada Aulian dengan penasaran sekali.
"Kamu harus bisa membagi waktu antara sekolah kamu, mengaji, dan juga les basket kamu, serta kamu harus serius dalam semua itu, dan jangan menyalahgunakan kepercayaan kami ya Firman, bagaimana??'', jawab Aulian kepada Firman.
"Siap Kak, Firman akan semaksimal mungkin akan melakukan itu dan berusaha membagi waktu itu semua", jawab Firman dengan mantap kepada Aulian.
Ibu Dina dan juga Zahra mereka tersenyum senang dalam diam mereka, melihat perhatiannya Aulian kepada Firman.
"Itu besok Kakak mau menyuruh anak buah Kakak, supaya bisa mencarikan tukang bangunan untuk membuatkan kamu lapangan basket, ukuran yang standar saja untuk dihalaman belakang rumah yang didekat kolam renang supaya kamu bisa berlatih jika dirumah Firman", kata Aulian kepada Firman.
__ADS_1
Karena dirumahnya Aulian yang ditempatin bersama Zahra, masih memiliki lahan kosong yang cukup luas dibelakang rumah didekat kolam renang, yang selama ini masih dibiarkan kosong.
"Ya Allah Kak, terimakasih banyak, Kakak perhatian sekali dengan Firman, Firman janji akan bersungguh-sungguh dalam bermain basket, supaya bisa membanggakan Kakak, Kak Zahra dan juga Ibu", jawab Firman dengan sangat senang sekali ketika mendengar perkataannya Aulian.
Aulian dia hanya tersenyum senang juga menanggapi perkataan dari Firman.
"Ingat itu Dek, tapi jangan lupa untuk urusan agamanya ya", kata Zahra kepada Firman.
"Siap Kak", jawab Firman dengan mantap kepada Zahra.
"Kami semua, terutama Kakak akan terus mendukung kamu jika itu hal positif dan baik untuk kamu Firman, Kakak tidak akan segan-segan untuk menghukum kamu jika kamu mengecewakan kami semua dan melanggar kepercayaan dari kami", pesan Aulian kepada Firman.
"Insyaallah Firman akan menggunakan kepercayaan kalian semua dengan sebaik mungkin, terimkasih Kak", jawab Firman kepada Aulian dengan tersenyum senang sekali.
"Sama-sama Firman, Ibu Aul mau masuk kekamar dulu ya, rasanya capek sekali badannya Aul", kata Aulian kepada Firman dan berpamitan kepada Ibu Dina.
"Iya Nak, istirahat aja sana", jawab Ibu DIna kepada Aulian.
"Ayo sayang", jawab Aulian kepada Zahra.
Dan setelahnya Aulian serta Zahra mereka berlalu menuju kedalam kamar mereka untuk beristirahat.
"Walau Kak Aulian adalah Kakak ipar kamu, kamu jangan mengecewakan dia Nak, karena Nak Aulian Ibu lihat dia juga sayang dengan kamu", kata Ibu Dina kepada Firman sepeninggalan dari Aulian dan juga Zahra dari ruang Keluarga.
"Iya Bu, Firman mengerti ko, sungguh beruntung Kak Zahra dan Firman juga senang Kak Zahra bisa menemukan laki-laki yang tepat seperti Kak Aulian, Kalau Firman sudah menikah nanti, Firman ingin seperti Kak Aulian, bisa sayang semua dengan Keluarga Istrinya Firman nanti", jawab Firman kepada Ibunya.
Dan Ibu Dina dia hanya tersenyum tulus dan sayang kepada Firman ketika mendengar jawabannya Firman.
Zahra dan juga Aulian yang sudah pada sampai didalam kamar, mereka saat ini sudah berbaring diatas ranjang dengan saling memeluk satu sama lainnya.
"Oh ya Abang, itu Adzriel bagaimana perkembangannya dengan May, sungguh kemarin ketika waktu diItalia Zahra sangat terkejut sekali ketika tiba-tiba Mas Arjun menelfon Zahra dan juga Abang lalu bertanya tentang Mas Azdriel kepada kita, dan ternyata Mas Adzriel jatuh cinta kepada May", kata Zahra kepada Aulian sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Memang Kak Arjuna sempat menanyakan Adzriel kepada Aulian dan juga Zahra tentang Adzriel, dan Zahra memanggil Kak Arjuna dengan panggilan Mas, karena Zahra merasa tidak enak dengan Kak Arjuna sebab umurnya Kak Arjuna jauh lebuh tua dari Zahra, akan tetapi tetap saja Kak Arjuna memanggil Zahra dan juga Aulian dengan panggilan Mas dan juga Mbak, karena Zahra disilsilah keluarga dia anak dari budhenya, yaitu Ibu Dina.
Ketika Zahra dan juga Aulian yang mendapat pertanyaan dari Kak Arjuna tentang Adzriel, Aulian dan juga Zahra mereka berdua saat itu sangat terkejut sekali, terus Kak Arjuna akhirnya menjelaskan dan menceritakan kepada Aulian dan juga Zahra kenapa ko tiba-tiba dia bisa bertanya tentang Adzriel kepada mereka.
Dan setelah mendengar cerita dari Kak Arjuna tentang Adzriel yang sedang berjuang mendapatkan hatinya Mayang, Aulian dan juga Zahra mereka tambah terkejut sekali, sungguh dunia itu sempit sekali, begitulah fikirnya Aulian dan juga Zahra secara bersamaan.
"Dua hari lagi Adzriel dan May, akan melangsungkan acara lamaran resminya sayang, kita semua diundang ko, kemarin ketika Abang ingin menelfon Adzriel untuk menanyakan kabar kelanjutannya mendapatkan hatinya May, eh ketika akan memencet nomornya Adzriel sudah keduluan dia yang menelfon Abang, dan dia mengabari jika perjuangannya mendapatkan Mayang tidak sia-sia katanya", jawab Aulian kepada Zahra.
"Syukurlah alhamdulillah, Zahra senang jika May bisa bersanding dengan Mas Adzriel", kata Zahra menaggapi perkataanya Aulian.
"Oh ya Abang, satu bulan lagi kan hari pernikahannya Zain dan juga Ameera, Zahra mau pesan baju couple boleh kan dibutik langganannya Bunda??", ijin Zahra kepada Aulian.
"Boleh dong sayang, sekalian saja nanti kita cari kado untuk mereka, kamu sudah tahu mau memberi kado apa sama Zain dan juga Ameera sayang??", kata Aulian kepada Zahra.
"Sudah Abang, nanti antarkan Zahra ya membeli kadonya", jawab Zahra kepada Aulian.
"Siap Tuan puteriku, sudah yuk tidur sayang, rasanya badannya Abang capek sekali hari ini", kata Aulian kepada Zahra.
"Ayo Abang, jangan lupa berdoa dulu Abang", kata Zahra kepada Aulian.
Dan mereka lalu langsung berdoa terlebih dahulu sebelum tidur malam itu. Mereka tidur dalam keadaan yang saling menghangatkan satu sama lainnya didalam satu selimut yang sama.
...πππππππππππππ...
Mau tahu readres bagaimana ceritanya Adzriel bisa ameluluhkan hatinya May π
Ikutin terus ya ceritanya ππ
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1