LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Ketika Mamah Hasna sudah membuka pintu ruangan Dokter kandungan itu, dia langsung melihat Kak Arjuna sedang mengobrol dengan seorang wanita bercadar yang duduk dengan dikasih jarak satu kursi kosong itu.


Dan Kak Arjuna yang juga melihat semua Keluarganya sudah pada keluar dari ruang Dokter itu dia reflek langsung saja berdiri serta mendekati keluarganya.


"Kalian sudah selesai??", tanya Kak Arjuna kepada semua Keluarganya terutama dengan Mayang.


Dan ternyata Khumairah dia juga ikut berdiri dibelakangnya Kak Arjuna dan dia langsung saja menyalami tangannya Ibu Ajeng serta Mamah Hasna.


"Sudah, oh ini Khumairah ternyata, Tante kira siapa??", kata Mamah Hasna kepada Khumairah yang sedang menyalami tangannya.


"Sedang apa kamu disini Nak??", tanya Ibu Ajeng kepada Khumairah yang baru saja menyalami tangannya tadi.


"Sedang mengantarkan sahabat Maira Bu, itu dia, karena suaminya sedang tugas keluar kota jadi dia meminta Maira untuk menemaninya", jawab Khumairah kepada calon Ibu Mertuanya itu.


Mereka semua langsung melihat kearah sahabatnya Khumaira yang ditunjuk oleh Khumaira tadi yang lagi duduk dikursi tunggu yang tidak jauh dari mereka berdiri, sedangkan sahabatnya Khumairah hanya tersenyum sopan dan ramah sambil mengangguk kepada keluarganya Kak Arjuna yang sedang pada melihat kearahnya.


Dan Mayang serta Adzriel mereka berdua hanya diam saja sambil mendengarkan pembicaran dari keluarganya itu.


Khumairah langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Mayang yang sedang duduk dikursi roda itu.


"Oh ya May, selamat ya atas kehamilan kamu, dan kenapa kamu memakai kursi roda begini", kata Khumairah kepada Mayang.


"Iya Kak terimakasih, ini May harus memakai kursi roda untuk beberapa bulan yang akan datang Kak, karena May harus bed rest total", jawab Mayang kepada Khumairah sambil tersenyum.


"Iya Kak Maira, Mayang dia mengalami kandungan lemah, jadi dia tidak bisa dibuat terlalu banyak bergerak, karena itu bisa membuat perutnya kram dan paling buruknya bisa menyebabkan keguguran Kak", jelas Adzriel kepada Khumairah.


"Subhanallah, Astaghfirullah, yang sabar ya May, semoga kamu kuat menjalani ujian ini, itulah mengapa kedudukan seorang Ibu lebih tinggi dari kedudukan seorang Ayah", jawab Khumairah kepada Mayang dengan nada lembut seperti biasanya.


Dan Kak Arjuna yang mendengar pun hatinya semakin menghangat dan semakin tidak sabar untuk menjadikan Khumairah menjadi istrinya.


"Oh ya Nak, kamu temanin Maira saja disini, dan antarkan dia pulang ya, sekalian ajak mampir kerumahnya Mayang dan Nak Adzriel, boleh kan Nak Adzriel??", kata Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna dan juga Adzriel.


"Boleh dong Bu", jawab Adzriel kepada Ibu Ajeng.

__ADS_1


"Tapi saya membawa mobil sendiri Bu??", jawab Khumairah kepada Ibu Ajeng.


"Gampang itu Mai, baiklah Bu, Arjun disini dulu saja ya temanin Maira", kata Kak Arjuna kepada Khumairah dan Ibunya.


"Dan kamu bisa kan Dzriel yang menyopir, biar Mayang dibelakang nanti dijaga Ibu atau Mamah Hasna??", kata Kak Arjuna lagi kepada Adzriel.


Dan Kak Arjuna memang memanggil Mamah Hasna dengan panggilan Mamah seperti keinginan Mamah Hasna kepadanya kemarin.


"Iya bisa", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya Mas, Kak, karena Mayang harus cepat beristirahat dia", kata Adzriel lagi berpamitan kepada Kak Arjuna dan juga Khumairah.


Dan Kak Arjuna serta Khumairah hanya mengangguk serta tersenyum saja kepada semua Keluarga sambil berpesan untuk berhati-hati dalam naik mobilnya.


Sedang untuk sahabatnya Khumairah, Adzriel, Mayang, Ibu Ajeng serta Mamah Hasna mereka hanya tersenyum ramah sambil mengangguk saja sebelum mereka benar-benar berlalu pergi dari hadapan mereka semua.


Singkat cerita mobil yang disopiri oleh Adzriel sudah sampai juga dirumah barunya, dan Ayah Rahman serta Ayah Falah yang sudah menunggu mereka semua untuk mengetahui keadaannya Mayang ketika sudah mendengar suara mesin mobil sampai dihalaman rumah, Ayah Falah serta ayah Rahman langsung saja berlalu keluar rumah untuk menyambut Mayang dan yang lainnya.


Ketika Ayah Falah dan juga Ayah Rahman melihat Mayang keluar digendong oleh Adzriel dan langsung duduk dikursi roda yang sudah disiapkan oleh Mamah Hasna mereka berdua lngsung saja terkejut.


"Iya Mah, Mayang kenapa dia??", kata Ayah Falah juga kepada istrinya.


"Sudah kita masuk dulu kedalam, nanti akan kita jelaskan", kata Mamah Hasna kepada semuanya.


Dan semuanya langsung saja masuk kedalam rumahnya Adzriel dan langsung menuju kedalam ruang keluarga yang tidak ada siapapun karena Dafiq adiknya Adzriel dia sedang tidur dikamar tamu yang ada dirumahnya Adzriel.


Mereka semua saat ini sudah duduk diruang keluarga yang ada disitu, dengan Mayang juga yang sudah ada disitu dengan masih duduk dikursi rodanya.


"Bisa jelaskan kepada Ayah Nak Adzriel, ada apa dengan Mayang??", tanya Ayah Rahman kepada Adzriel.


"Tapi tunggu dulu, bukannya Nak Arjuna tadi juga pergi bersama kalian, kemana dia ko dia tidak terlihat??", tanya Ayah Falah yang menyadari jika tidak ada Kak Arjuna diantara mereka yang baru saja datang dari rumah sakit.


"Oh dia tadi disuruh Ibu untuk menemani Kak Maira Yah, jadi tadi kami tidak sengaja berbarengan dengan Kak Maira yang sedang berada dirumah sakit juga untuk mengantarkan temannya", jawab Adzriel kepada Ayahnya.

__ADS_1


"Terus kalau Mayang dia kenapa Dzriel, kenapa sampai harus duduk dikursi roda seperti ini??", kata Ayah Falah lagi kepada Adzriel dan langsung dianggukin oleh Ayah Rahman.


"Ini karena sebentar lagi Ayah Rahman dan juga Ayah akan mempunyai seorang cucu dari kita, Mayang ternyata sedang hamil Yah, dan dia harus benar-benar bed rest total sebab kandungannya Mayang tergolong kandungan yang lemah", jawab Adzriel kepada Ayahnya da Ayah Mertuanya.


"Alhamdulillah, jadi kita sebentar lagi akan kedatangan anggota baru diKeluarga kita Dzriel??", kata Ayah Falah kepada Adzriel dengan wajah yang sangat senang sekali.


"Apakah benar Nak yang kamu katakan??", kata Ayah Rahman juga kepada Adzriel.


"Benar dong Ayah, masa hamil mau bohong-bohongan", kata Ibu Ajeng menjawab perkataannya Ayah Rahman.


"Iya Yah, Mayang beneran hamil, dan sedang mengandung anaknya Adzriel", jawab Adzriel dengan wajah yang sangat cerah ceria sekali karena bahagia.


Sedang Mayang dan juga Mamah Hasna mereka berdua hanya tersenyum saja sambil terus mendengarkan pembicaraan dari semua keluarganya itu.


"Kalau begitu Mayang ajak beristirahat dulu sana Nak, kasihan dia daritadi belum beristirahat", kata Mamah Hasna kepada Adzriel.


Dan Adzriel langsung saja berpamitan kepada semuanya untuk mengantarkan Mayang kedalam kamar mereka.


Ketika sudah sampai didalam kamar, Adzriel langsung saja membantu Mayang untuk turun dari kursi roda dan ketika sudah turun Adzriel langsung saja menggendong Mayang dan menaruhnya pelan-pelan keatas ranjang.


"Terimakasih Mas", kata Mayang kepada Adzriel ketika dia sudah ditaruh Adzriel keatas ranjang.


"Sama-sama sayang", jawab Adzriel kepada Mayang sambil tersenyum.


"Maafkan May ya Mas, karena untuk beberapa bulan yang akan datang, May harus merepotkan Mas terus", kata Mayang kepada Adzriel yang sedang duduk dipinggir ranjang disebelahnya.


"Tidak apa-apa sayang, kamu begini juga karena Mas, dan juga karena sedang mengandung keturunannya Mas, malahan Mas yang harusnya yang meminta maaf sudah membuat kamu seperti ini sayang", jawab Adzriel kepada Mayang sambil menggenggam erat kedua tangannya Mayang.


"Jangan tinggalkan May ya Mas, karena May sangat mencintai Mas Adzriel", kata Mayang kepada Adzriel sambil tersenyum sangat manis sekali dan juga sambil membalas genggaman tangannya Adzriel.


"Mas lebih mencintai kamu sayang, sudah kamu istirahat dulu ya, Mas mau kekamar mandi dulu sebentar", kata Adzriel kepada Mayang sambil membalas senyumnya Mayang tadi.


Dan Mayang dia lalu mencoba memejamkan matanya walau itu untuk sejenak, karena perutnya juga masih sedikit merasakan sakit, namun tidak sesakit yang tadi, sedang Adzriel dia langsung berlalu menuju kedalam kamar mandi yang ada didalam kamar mereka.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2