LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
IBU KANI


__ADS_3

Hari berganti hari ternyata Zahra sudah berkonsultasi dengan Dokter Diva sebanyak tujuh kali, dan yang ketujuhnya Zahra dinyatakan sudah sembuh dari masa traumanya akan kejadian dengan Rizky waktu itu.


Dengan dukungan dan suport dari Aulian serta orang-orang yang menyayangi Zahra, Zahra akhirnya bisa sembuh dengan tekad yang kuat.


Zahra pun juga sudah mulai aktif lagi dikantor dan sudah mulai membantu pekerjaannya Kia lagi.


Dan hari minggu ini Zahra dan juga Aulian sudah mempunyai rencana ingin berkunjung kerumahnya Zahra yang ada dikampung bersama Papah Ziyas dan Bunda Lili serta beberapa bodyguard yang tentunya untuk mengawal perjalanan mereka yang menggunakan jalur darat dengan memakai mobil pribadi masing-masing.


Aulian juga tidak lupa mengajak kedua sekretarisnya yaitu Indra dan juga Zain yang sekalian untuk menunjukkan jalannya kekampungnya Zahra.


Zain sengaja disuruh untuk menyetir mobilnya Aulian dengan Indra yang duduk berada disebelahnya Zain, sedangkan Zahra dan juga Aulian mereka duduk dikursi penumpang yang ada dibelakang.


Bunda Lili dan Papah Ziyas mereka juga sudah menyiapkan perbagai seserahan untuk diberikan kepada Ibunya Zahra dan juga Zahra sendiri tentunya.


Bunda Lili juga sudah mengetahui jika cincin pernikahannya dengan Papah Ziyas sudah diberikan kepada Zahra oleh Aulian, karena Aulian sudah bercerita dengan Bunda Lili dari awal memberikan cincin itu kepada Zahra.


Zahra sendiri dari jauh hari sudah menghubungi Ibunya yang ada dikampung, dan Ibunya Zahra juga sudah meminta tolong kepada kerabat dekat dan ketua Rt ditempat tinggalnya untuk ikut serta menyambut kedatangannya Zahra dan Keluarga Irawan.


Ibunya Zahra sudah mengetahui jika calon suami dari anaknya adalah anak orang terkaya dan terpandang dinegara itu, akan tetapi para kerabat dan tetangga serta ketua Rt tidak ada yang tahu karena Ibunya Zahra sengaja tidak bercerita dengan mereka.


Dan jika Ibunya Zahra ditanya siapakah calon suaminya Zahra, Ibunya Zahra selalu menjawab dia dari kota dan teman satu kantornya Zahra.


Tanpa curiga para kerabat dan tetangga, mereka langsung pada percaya dengan perkataan dari Ibunya Zahra yang bernama Ibu Dina itu.


Ibu Kani yang mendengar Zahra akan datang dengan calon mertuanya dan calon suaminya, dia lalu mencibir dan mengatakan tentang Zahra yang tidak-tidak kepada para tetangga.


Para tetangga yang sudah mengetahui sifat dan wataknya Ibu Kani alias Ibunya Zain mereka hanya menganggap angin lalu saja, kecuali orang-orang atau tetangga yang tidak menyukai Zahra dan juga Ibunya, mereka langsung pada ikutan nyinyir sama dengan Ibunya Zain.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya rombongan mobil yang mengantar Zahra pulang sudah mulai terlihat dimata para kerabat dan para tetangga.


Mereka pada saling berbisik-bisik pasalnya para mobil yang datang bukanlah mobil sembarangan dan itu termasuk mobil-mobil mewah yang hanya orang-orang kaya saja yang mampu membelinya. Ada sekitar tujuh buah mobil yang datang kerumahnya Zahra, satu mobilnya Aulian, mobilnya Papah Ziyas, mobilnya Kak Qiyas, serta satu lagi mobilnya Kak Anin, dan yang tiga lainnya mobil para bodyguard yang mengawal mereka semua.


Ibu Kani dia juga ikut-ikutan melihat para rombongan mobil yang sudah pada datang kerumahnya Ibu Dina bersama para tetangga yang tidak suka dengan Keluarganya Zahra. .


"Mobilnya mewah begini, pasti anak miskin itu sudah menyerahkan tubuhnya untuk anak orang kaya itu, makanya anak orang kaya itu mau menjadikan Zahra sebagai istrinya", kata Ibu Kani kepada para tetangga yang tidak menyukai Zahra.


"Iya tuh, benar apa kata Bu Kani", sahut salah satu Ibu-ibu yang juga julid kepada Zahra.


"Eh, eh itu bukannya si Zain ya Bu anaknya Ibu", kata salah satu Ibu julid lainnya kepada Ibu Kani ketika melihat Zain turun dari dalam mobil.

__ADS_1


Ibu Kani dia diam saja sambil terus memperhatikan ketika dia melihat anaknya Zain turun dari mobil dan langsung membukakan pintu belakang untuk Aulian.


Begitu juga Indra yang melakukan hal sama untuk Zahra. Membuat Ibu Kani langsung tidak suka melihat Zahra diperlakukan istimewa oleh Indra.


Senyum merekah disetiap bibir para kerabat Ibu Dina dan Almarhum suaminya, mereka menyambut suka cita dan ramah tamah kepada para Keluarga Irawan.


Ibu Dina yang melihat Zahra turun dari dalam mobil dia langsung berjalan mendekati Zahra dan langsung memeluknya, begitu juga dengan Firman adiknya Zahra dia juga langsung memeluk Zahra. Aulian yang melihat ada laki-laki muda yang langsung memeluk Zahra membuat Aulian langsung cemburu.


"Dia itu Firman Tuan, adik kandungnya Nyonya Zahra yang masih sekolah", kata Zain dengan berbisik kepada Aulian, karena Zain yang tanpa sengaja melihat wajah cemburunya Aulian ketika melihat Firman memeluk Zahra.


Wajar saja sebab Aulian tidak pernah tahu bagaimana wajah dari adiknya Zahra. Aulian yang mendengar perkataannya Zain, dia tanpa menjawab perkataannya Zain, Aulian langsung merubah mimik mukanya, karena dia tidak mau terlihat buruk dimata calon mertuanya.


"Bu perkenalkan dia Abang Aulian Bu, calon suaminya Zahra", kata Zahra kepada Ibunya dan langsung mendekati Aulian ketika Zahra sudah melepaskan pelukan Ibunya dan adiknya Firman.


"Tampan sekali calon suami kamu Zahra", jawab Ibu Dina kepada Zahra membuat Aulian tersenyum manis kepada Ibunya Zahra sambil menyalami tangannya.


"Abang ini adiknya Zahra satu-satunya Abang, namanya Firman, ayo Firman salam dahulu sama Kak Aulian", kata Zahra kepada Aulian dan juga Firman. Firman langsung menyalami tangannya Aulian dengan sopan.


Zahra lalu menuntun Ibunya melangkah dua langkah saja menuju kePapah Ziyas dan Bunda Lili.


"Mereka orang tuanya Abang Aul Bu, namanya Papas Ziyas dan Bunda Lili", kata Zahra memperkenalkan Papah Ziyas dan Bunda Lili kepada Ibunya.


"Nak Zahra ko wajah calon suami kamu, sama Keluarga mertua kamu saya seperti sering melihat ditelevisi ya", kata salah satu kerabat kepada Zahra.


Salah satu tetangga yang ikut membantu menyambut kedatangan Keluarga Irawan lalu melihat kearahnya Zain dan bertanya kepada Zain.


"Apa mereka yang sering keluar masuk televisi itu Zain?? ", tanya salah satu tetangga kepada Zain.


"Iya Pak, dia Tuan Ziyas Irawan, dan ini Tuan Qiyas Irawan sama ini calon suaminya Nyonya Zahra Tuan Aulian Irawan", jawab Zain kepada semuanya dengan ramah.


"Wah Keluarga Irawan orang terkaya nomor satu dinegara inikah mereka", jawab salah satu kerabat kepada Zain dengan terkejut, dan mendapat anggukan dari Zain. Sontak anggukan dari Zain membuat semua orang yang hadir pada terkejut sekali.


Sedangkan Papah Ziyas dan keluarga yang lainnya mereka pada tersenyum tidak enak dengan kehebohan yang baru saja terjadi ketika mereka semua baru mengetahui informasi sesungguhnya bagi para Keluarganya Zahra.


"Zain kenapa kamu memanggil Zahra dengan panggilan Nyonya, apa kamu bekerja dengan Zahra", tanya Pak Rt yang ikut-ikutan bertanya.


"Karena saya sekretarisnya Tuan Aulian Pak Rt, dan sudah sepatutnya saya harus lebih menghormati Nyonya Zahra", jawab Zain kepada Pak Rt dengan sopan.


Para tetangga dan kerabat yang ada disitu langsung pada berbisik bangga karena kampungnya bisa kedatangan orang-orang penting, dan mereka juga tidak menyangka jika Keluarga mertuanya Zahra bukanlah orang yang bisa diremehkan.

__ADS_1


Ada satu orang yang tidak suka dengan semua pembicaraan yang sedang terjadi didepan rumahnya Zahra, siapa lagi kalau bukan Ibu Kani Ibunya Zain.


Ibu Kani lalu melangkahkan kakinya dari persembunyiannya untuk menuju kerumahnya Zahra. Zain yang melihat kedatangan Ibunya dia sedikit melototkan matanya karena takut jika ibunya berulah lagi dengan kesombongannya.


Zain hanya takut jika Keluarga Irawan akan membalas perbuatan Ibunya dengan cara yang tidak diduga oleh Ibunya, karena jika dibandingkan dengan Keluarga Irawan, kekayaan Keluarga Ibunya tidak ada apa-apanya, bahkan seujung kuku pun.


"Untuk apa kalian bangga dengan wanita murahan dan miskin ini, paling juga wanita ini sudah menjual tubuhnya kepada anak orang kaya itu, makanya anak miskin ini bisa membuat anak orang kaya itu untuk bertanggung jawab kepadanya", kata Ibu Kani dengan lantang ketika sudah sampai didepan semua orang sambil menunjuk Zahra dan juga Aulian secara bersamaan.


Sontak perkataannya Ibu Kani membuat Ibu Dina, dan Keluarga Irawan sangat marah, terutama Papah Ziyas dan Aulian, mereka sangatlah murka sekali mendengar perkataannya Ibu Kani.


Sedangkan Zahra dia langsung memasang wajah sedihnya yang tanpa Zahra sadari Aulian melihatnya dan membuat Aulian tambah murka kepada Ibu Kani.


Para tetangga dan semua kerabat langsung pada diam ketika baru saja mendengar perkataannya Ibu Kani, dan mereka yang sudah mengetahui sifatnya Ibu Kani langsung mencibir diam-diam sikapnya Ibu Kani.


"Ibuuuuuuuu!!!!", teriak Zain dengan marahnya kepada Ibunya.


"Apa kamu anak durhaka, jangan mentang-mentang bekerja sama mereka, kamu lupa dengan siapa kamu berbicara", kata Ibu Kani dengan sombongnya kepada Zain.


Aulian yang mendengar Zain memanggil wanita yang sudah berumur yang baru saja menghina calon istrinya dengan panggilan Ibu, dia langsung teringat dengan cerita Zain tentang Ibunya.


"Apa dia Ibu kamu Zain", tanya Papah Ziyas dengan nada dingin dan tegas.


Zain yang mendengar nada dingin dan tegasnya Papah Ziyas, dia mengetahui jika bos besarnya sedang menahan amarah.


"Iya Tuan", jawab Zain kepada Papah Ziyas dengan mengangguk.


"Kamu sudah tahu kan apa hukuman orang yang suka memfitnah dan berkata buruk, apalagi dengan Keluarga Irawan Zain", tanya Papah Ziyas lagi dengan dingin kepada Zain. Sedangkan Bunda Lili dia terus mengusap lembut lengan suaminya agar lebih rilax.


"Tahu Tuan", jawab Zain dengan menutupi kesedihannya. Dan kali ini Zain tidak bisa membantu Ibunya, walau Zain bekerja dengan Keluarga Irawan, akan tetapi kali ini Ibunya sudah sangat-sangat keterlaluan sekali.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Sambung part selanjutnya yah readers, disini sudah panjang partnyaπŸ˜¬πŸ˜¬πŸ˜‚


Itu Ibu Kani, siap-siap akan tamat kesombonganmu😑😠


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2