LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KEGUNDAHAN ZAIN DAN FADHIL


__ADS_3

Disaat Keluarga Ibrahim dan Keluarga Irawan pada berkumpul diruangannya Qiyas Kakaknya Aulian serta lagi asik menggoda Aulian dan juga Zahra, berbeda diluar ruangannya Qiyas. Tepatnya diruangannya Fadhil dan juga Zain.


Zain yang tadi ketika baru pulang bertemu dengan kolega diluar dan baru saja menginjakkan kakinya dikantor dia melihat Zahra bercengkerama begitu akrabnya dengan Aulian, membuatnya tidak konsen untuk bekerja kembali.


Bahkan Zain sampai mengulang-ulang data yang harus dia masukkan kekomputer. Zain kefikiran terus tentang hubungannya Zahra dan juga Aulian. Zain bingung dia harus berbuat apa, memperjuangkankah atau mengikhlaskannya Zahra untuk Aulian bos sekaligus atasan yang sangat dia hormati.


"Astaghfirullah ya Allah, hatiku tidak bisa tenang setelah melihat kedekatan antara Zahra dan juga Tuan Aulian, apa yang harus hamba lakukan ya Allah", batin Zain sambil mengusap kasar mukanya dengan kedua tangannya.


"Jika aku begini terus, akan terbengkalai ini semua pekerjaanku, aku tidak mau sampai membuat Tuan Aulian kecewa padaku, karena bantuan dan dari perantara dialah aku bisa hidup lebih baik dikota ini dari yang sebelumnya", kata Zain dengan pelan untuk dirinya sendiri.


Ketika Zain sedang banyak fikiran dan hati dia sedang gundah, tiba-tiba terdengarlah suara dering hpnya yang dia letakkan diatas meja kerjanya. Dan ketika Zain melihat siapa yang menelfonnya adalah bapakknya, Zain terburu-buru untuk mengangkatnya.


"Hallo Assalamu'alaikum Pak", kata Zain ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya.


"Wa'alaikumussalam Zain, sedang apa disana Zain?? ", tanya Bapaknya Zain kepada Zain.


"Lagi bekerja Pak, ini Zain mau mengaudit data dikomputer", jawab Zain kepada Bapaknya yang bernama Pak Didi.


"Kamu masih bekerja dikantor Perusahaan besar itu Nak?? ", tanya Pak Didi kepada Zain.


Iya Zain sudah pernah bercerita kepada Bapaknya setelah dia memberitahukannya kepada Zahra, jika dia diterima bekerja diPerusahaannya Aulian, bahkan Zain juga menceritakan jika dia memiliki atasan yang sangat baik kepadanya. Waktu itu Bapaknya Zain sangat bersyukur sekali, dan sangat senang mendengar kabar baik dari Zain.


Bapaknya Zain dia belum menceritakan apa-apa tentang Zain kepada Istrinya yaitu Ibu Kani, Ibunya Zain. Bahkan setelah Zain keluar dari rumah beberapa bulan yang lalu, Ibunya Zain sampai sekarang belum pernah menanyakan kabarnya Zain kepada suaminya, yaitu Pak Didi Bapaknya Zain.


"Alhamdulillah masih Pak, Zain akan memberikan yang terbaik disini, agar atasan Zain suka dengan cara kerjanya Zain", jawab Zain kepada Pak Didi.


"Iya bekerjalah yang sungguh-sungguh Zain, agar kamu bisa sukses dengan hasil jerih payahmu sendiri, Bapak akan selalu mendukungmu", kata semangat dari Pak Didi untuk Zain.

__ADS_1


"Baik Pak, Bapak bagaimana keadaannya disana, Ibu juga bagaimana Pak?? ",tanya Zain kepada Bapaknya.


"Alhamdulillah Bapak sehat Nak, Ibu juga sehat, tapi ya itu sifatnya belum berubah, Bapak berdoa semoga Ibumu tidak mendapatkan karma yang akan membuat dia menyesal seumur hidupnya nanti", kata sedih dari Bapaknya kepada Zain.


"Sudah Pak, kita do'akan Ibu semoga segera mendapatkan hidayah dan cepat berubah", kata Zain kepada Bapaknya. Dan langsung diaamiinin oleh Bapaknya.


"Sudah dulu ya Pak, Zain mau melanjutkan lagi bekerjanya, tidak enak jika lama-lama telfonannya", kata Zain lagi kepada Bapaknya.


"Baiklah, jaga diri baik-baik ya Zain disana, jangan berbuat hal yang akan merugikanmu dikemudian hari, Assalamu'alaikum", pesan Pak Didi untuk Zain.


"Iya Pak, Zain janji akan menjaga diri baik-baik disini, Wa'alaikumussalam", jawab Zain kepada Bapaknya, dan Zain langsung mematikan sambungan telefonnya.


"Semangat-semangat, aku tidak boleh mengecewakan Tuan Aulian, terutama Bapakku, biarlah Zahra menjadi urusan belakangan, jika dia berjodoh denganku, sejauh apapun jaraknya tetap akan menjadi istriku, sekuat apapun aku mendekatinya, jika tidak berjodoh denganku, tetap tidak akan menjadi istriku, semangat ayo kerja lagi", kata Zain menyemangati dirinya sendiri sambil menyiapkan hatinya jika Zahra benar-benar tidak akan berjodoh dengannya.


Berbeda pula dengan Fadhil dia juga lagi tidak konsen bekerja ketika melihat kedekatannya Zahra dan juga Aulian yang tadi Fadhil lihat mereka berdua baru turun dari mobil yang sama.


"Kira-kira tadi Zahra darimana ya sama Tuan Aulian, kenapa bisa satu mobil berdua, kalau begitu tadi menang banyak Tuan Aulian", kata Fadhil berbicara sendiri ketika diruangannya.


Kembali lagi keAulian dan Zahra yang masih berada diruangannya Qiyas Kakaknya Aulian. Ketika Aulian yang baru saja mendengar penolakan dari Zahra dia berbicara dengan begitu tegas kepada Zahra.


"Baiklah akan aku buktikan kepadamu Zahra, jika aku benar-benar serius denganmu dan kamu sangat pantas bersanding denganku", kata Aulian dengan tegas kepada Zahra.


Aulian berbicara sangat tegas kepada Zahra membuat kedua orang tuanya yang menyaksikan dan mendengar sendiri merasa bangga padanya.


Belum sempat Zahra menjawab kata-kata Aulian. Tiba-tiba terdengar suara jam berdenting yang ada diruangannya Kak Qiyas, ternyata jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, dan mereka sepakat untuk sholat dhuhur berjamaah diruangannya Qiyas.


"Akan saya siapkan tempatnya", kata Zahra dan diangguki mereka semua. Sedangkan mereka semua langsung bersiap-siap mengambil air wudhu.

__ADS_1


Zahra langsung sigap dia langsung bergegas menyiapkan tempat untuk mereka semua sholat. Aulian yang melihat Zahra sedang menggelar sajadah dan menata tempat sholat dia langsung berinisiatif membantu Zahra.


"Terimakasih", kata Zahra kepada Aulian ketika sudah selesai menyiapkan tempat sholat dan setelah itu Zahra berlalu untuk gantian mengambil air wudhu.


Aulian hanya mengangguk menjawab perkataannya Zahra.


"Aku benar-benar ingin menjadi imam sholatmu yang halal Zahra", batin Aulian sambil melihat punggung Zahra yang lewat didepannya tadi.


Saat ini mereka semua yang sedang berada diruangannya Kak Qiyas sudah selesai melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim untuk sholat dhuhur berjamaah.


Setelah menunaikan sholat dhuhur berjamaah baru saja imam mengucapkan salam, terdengarlah suara dering hp yang tidak berhenti dan masih diruangan itu, semuanya yang ada diruangan Qiyas pada mengecek hpnya masing-masing, dan ternyata yang berbunyi adalah suara dering hpnya Zahra.


Zahra yang melihat nama Rizky tertera dipanggilan masuknya, dia langsung sedikit menjauh dari semua orang untuk mengangkat telefonnya.


Aulian yang merasa perasaannya tidak enak, dia diam-diam mengikuti Zahra dari belakang dan tidak ada yang menyadari gelagat Aulian, kecuali Papah Ziyas yang tadi sholat berada disebelah Aulian. Karena tadi yang mengimamin sholat adalah Qiyas.


Zahra langsung saja keluar dari ruangannya Qiyas dan sedangkan Aulian yang mengikuti dari belakang dia bersembunyi didekat tembok yang tidak terjangkau pandangannya oleh Zahra.


Bukan Aulian sekali dia suka menguping pembicaraan orang lain, apalagi seorang perempuan, akan tetapi entah kenapa hatinya Aulian kali ini tergerak, gelisah dan ingin mengetahui siapa yang menelfon Zahra.


"Assalamu'alaikum Rizky", salam Zahra ketika mengangkat telefonnya, dan Aulian mendengarnya.


"Siapa Rizky, kenapa perasaanku menjadi tidak enak begini?? ", batin Aulian yang mendengar Zahra menyebut nama Rizky.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jeng-jeng-jeng, Aulian mulai mengetahui saingannya lagiπŸ˜…

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***


__ADS_2