LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
CERITA DARI IBU IKA


__ADS_3

Pasalnya mereka semua tahunya jika Panti Asuhan yang sering mereka datangi adalah miliknya Ibu Ika, ternyata mereka salah besar, ternyata pemilik aslinya adalah orang yang begitu dekat dengan mereka, yaitu Zahra.


"Apa benar Panti Asuhan ini milik kamu Nak", tanya Papah Ziyas dengan lembut kepada Zahra ketika sudah mendengar jawabannya Ibu Ika tadi dan sudah bisa meredakan rasa terkejutnya.


"Iya Pah, maafkan Zahra yang tidak jujur kepada kalian semua, terutama Abang Aul, bukan maksud Zahra untuk tidak mau terbuka, akan tetapi fikir Zahra biarlah sambil berjalannya waktu suatu saat nanti Zahra akan bercerita dengan sendirinya, karena Zahra takut jika Zahra nanti menjadi takabur, jika bercerita sekarang-sekarang", jawab Zahra kepada Papah Ziyas dan masih didengar semuanya.


"Jika kamu sudah sah menjadi istriku, akan aku peluk erat Zahra, karena Abang sangat bangga kepadamu", jawab Aulian kepada Zahra membuat yang lainnya tertawa kecil mendengar perkataanya Aulian.


"Nak bagaimana kamu membiayai semua ini dan menggaji mereka??, karena Ayah yakin biayanya tidaklah sedikit", tanya Ayah Ibrahim kepada Zahra.


"Zahra menggaji serta membiayai mereka semua dari uang gajiannya Zahra Ayah", jawab Zahra kepada Ayah Ibrahim.


Dan Zahra memang sudah disuruh memanggil Ayah Ibrahim dan Mamah Dian seperti Aulian memanggil mereka, karena permintaannya Ayah Ibrahim sendiri beserta Mamah Dian kepada Zahra.


"Apakah Ibu kamu mengetahuinya Zahra, jika kamu disini mempunyai panti asuhan sendiri?? ", tanya Kia kepada Zahra.


"Tahu Kak, dulu sebelum Zahra mengenal Abang Aul, Ibu pernah menjenguk Zahra datang kekota ini bersama Firman dan Zahra lalu menceritakan semuanya kepada Ibu serta mengajaknya main kesini", jawab Zahra kepada Kia.


"Sungguh Nak Zahra ini sangat berjasa kepada saya Tuan, Nyonya, dulu saya hanyalah pengemis dan pemulung yang tidak mempunyai tempat tinggal bersama anak saya yang masih kecil", cerita Ibu Ika kepada semuanya yang menyela pembicaraannya Zahra dan Kia.


Dan semua orang masih setia mendengarkan, sedangkan Zahra dia menunduk lagi karena malu dan takut menjadi satu, serta Zahra juga takut jika dia akan menjadi takabur atau sombong, karena mendapat pujian dari semua orang.


Ibu Ika lalu melanjutkan ceritanya lagi dari awal bertemu dengan Zahra, hingga dia ditolong dan dimintai tolong oleh Zahra untuk mengurus panti asuhannya hingga sekarang. Sungguh cerita dari Ibu Ika membuat Bunda Lili dan Mamah Dian sampai meneteskan air matanya karena terharu dan bangga mendengar cerita dari Ibu Ika.


Bunda Lili dia langsung berdiri dari duduknya dan mendekati Zahra, setelah itu Bunda Lili mengajak Zahra berdiri, dan tanpa diduga Bunda Lili langsung memeluk Zahra dengan erat sekali.


"Sungguh Ayah kamu disurga pasti bangga kepadamu Nak, karena kamu bisa menjadi orang yang berguna untuk sesama, walau kamu miskin dan sering dihina, akan tetapi kamu lebih memilih memberikan kehidupan yang layak untuk sesama ketika mempunyai uang, daripada memilih merubah kehidupanmu sendiri", kata Bunda Lili kepada Zahra ketika sudah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Walau Kia juga menantu diKeluarga Irawan, Kia sama sekali tidak merasa iri kepada Zahra, karena Kia mengakui jika Zahra patut dipuji dan disayangi.


"Iya Nak, Mamah juga bangga kepadamu", kata Mamah Dian kepada Zahra sambil masih ada sisa-sisa air mata dimatanya.


"Nak yang namanya roda pasti berputar, bagaimana kamu menyingkapinya jika uang yang kamu miliki pas-pasan dan hanya cukup untuk diri kamu sendiri?? ", tanya Papah Ziyas lagi kepada Zahra, dan Bunda Lili dia sudah kembali duduk dikursi sebelahnya Papah Ziyas.


"Zahra memilih berpuasa Pah, serta menghemat pengeluaran supaya uang yang Zahra miliki bisa digunakan oleh mereka, dan alhamdulillah terkadang ada donatur atau orang yang menyumbangkan rejekinya kepanti asuhan ini Pah", jawab Zahra masih sambil menunduk karena dia benar-benar takut menjadi orang sombong.


Sungguh jawabannya Zahra membuat dihati para semua orang yang mendengarnya yang ada disitu, menjadi terharu dan bangga, serta tidak menyangka ternyata Zahra adalah sosok wanita yang sangat baik sekali.


"Masyaallah sayang, sungguh Abang sudah tidak sabar menjadikanmu istriku", kata Aulian sungguh takjub mendengar perkataannya Zahra.


Tidak cuma Aulian saja yang terenyuh mendengar perkataannya Zahra, Papah Ziyas sendiri dia sampai kehabisan kata-kata mendengar jawabannya Zahra. Sungguh orang-orang yang ditugaskan Papah Ziyas untuk menyelidiki Zahra mereka kurang pintar dan teliti, pasalnya informasi penting seperti itu tentang Zahra pun mereka lewatkan, membuat Papah Ziyas sangat terkejut sekali ketika mendengarnya.


"Zahra Papah akan membantumu untuk memperbesar panti asuhan ini dan menunjang kebutuhan mereka semuanya setiap hari serta setiap bulannya", kata Papah Ziyas kepada Zahra.


"Abang juga Zahra, Abang akan membantumu memajukan dan membuat panti asuhan ini lebih nyaman lagi serta sekarang biar semua pengurus disini Abang yang menggajinya saja", jawab Aulian kepada Zahra dengan tersenyum senang dan manis kepada Zahra.


"Kakak akan membantu juga Zahra", kata Kak Qiyas kepada Zahra sambil tersenyum.


"Kakak juga", kata Kia ikut-ikutan menimpali perkataan semua orang.


"Apalagi Ayah, Ayah juga pasti akan membantu kamu Zahra, iya kan Mah", kata Ayah Ibrahim kepada Zahra dan juga Mamah Dian.


"Pasti Ayah", jawab Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim dengan tersenyum senang.


"*Masyaallah, terimakasih semuanya, Zahra tidak tahu harus berkata apa lagi sekarang, kalian semua selalu membantu Zahra dalam hal apapu*n", kata Zahra sambil meneteskan air matanya karena terharu.

__ADS_1


Dan Kia yang ada disebelahnya dia langsung memeluk Zahra untuk memberikan ketenangan.


"Masyaallah Mbak Zahra, Mbak Zahra adalah wanita yang baik dan pantas mendapatkan rejeki seperti ini Mbak, serta Mbak Zahra juga pantas mendapatkan calon mertua seperti mereka", kata Bu Santi kepada Zahra yang daritadi masih menyimak pembicaraan mereka semua dengan meneteskan air matanya juga.


"Kalau boleh tahu, Ibu Santi sendiri bagaimana bisa mengenal dengan Zahra, Bu?? ", tanya Bunda Lili kepada Ibu Santi.


"Saya janda yang ditinggal meninggal suami saya Nyonya, dan saya juga tidak punya anak, saya sangat mencintai almarhum suami saya, jadi saya tidak ada niatan ingin menikah lagi Nyonya, daripada saya kesepian dirumah, jadi saya melamar pekerjaan untuk membantu-bantu disini, awalnya Mbak Zahra tidak memperbolehkan saya melamar disini, karena kata Mbak Zahra dulu Mbak Zahra tidak bisa menggaji saya Nyonya, saya dulu terus memaksa Mbak Zahra untuk menerima saya, walau tidak digaji sekalipun, karena saya sangat kesepian dirumah, akhirnya Mbak Zahra mau menerima saya Nyonya dan Mbak Zahra juga bahkan dari awal sampai sekarang bisa menggaji saya Nyonya tanpa saya minta", cerita Ibu Santi bangga dengan Zahra kepada Bunda Lili dan didengar semuanya.


"Masyaallah", kata semuanya mendengar jawabannya Ibu Santi.


Sedang Zahra dia menunduk lagi, karena dia tidak tahu harus berbuat apa ketika Keluarga calon suaminya sudah mengetahui rahasia terbesarnya.


Setelah mengobrol lama dan menyerahkan semua hadiah dan barang-barang yang dibawa oleh Keluarga Irawan dan Keluarganya Ayah Ibrahim, mereka semua lalu pada berpamitan pulang kepada Ibu Ika dan Ibu Santi.


Zahra juga berpamitan dan menitip panti seperti biasanya kepada Ibu Ika dan Ibu Santi, karena Zahra diajak pulang bersama oleh Aulian satu mobil dengan Papah Ziyas dan Bunda Lili.


Sungguh hari itu adalah kejutan yang besar bagi Keluarga Irawan terutama Aulian tentang Zahra, karena mereka semua tidak menyangka jika calon istrinya Aulian adalah wanita yang benar-benar sangat baik, dan serta bisa meluluhkan hatinya Aulian yang terkenal sangat cuek sekali terhadap seorang wanita yang bukan dari Keluarganya.


Zahra bahkan lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri, sementara dirinya sering dihina oleh orang lain karena terlihat tidak mampu.


Pelajaran untuk kita semua readers, tidak semuanya yang terlihat miskin adalah benar-benar miskin, siapa tahu yang terlihat miskin itu adalah orang-orang yang benar-benar kaya yang tidak terlihat karena harta yang mereka miliki sering disedekahkan untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Happy New Year readers🤗🤗🤗🤗😍


Maafkan Author yang kemarin tidak bisa Up😁😁😁

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


***TBC***


__ADS_2