LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
HAFIZ - KHANSA


__ADS_3

"Abang kembali lagi bekerja ya sayang, sekarang Zahra masuk dan tidur siang, supaya nanti jika Abang sudah pulang, Zahra sudah fit Ok", kata Aulian kepada Zahra ketika Aulian akan berangkat kekantor lagi.


Mereka berdua juga baru saja selesai makan siang bersama dengan Bunda Lili. Serta juga sudah menunaikan kewajibannya yaitu sholat dhuhur.


"Iya Abang Aul, memangnya nanti sore jadi?? ", tanya Zahra kepada Aulian.


"Jadi dong, ya sudah Abang berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum, calon makmumku", kata Aulian kepada Zahra dengan tersenyum.


"Iya hati-hati dijalan, wa'alaikumussalam calon imamku", jawab Zahra sambil tersenyum lucu kepada Aulian karena memanggil Aulian seperti itu.


Setelah itu Aulian benar-benar pergi dan berangkat lagi kekantornya. Diperjalanan menuju kekantor Aulian tak henti-hentinya tersenyum karena teringat Zahra yang sudah bisa tersenyum dan ceria lagi.


"Abang yakin kamu adalah wanita yang baik dan pantas menjadi calon Ibu untuk anak-anakku Zahra", kata Aulian untuk dirinya sendiri sambil menyetir mobilnya.


"Akan aku usahakan semaksimal mungkin untuk membuatmu bahagia selalu", kata Aulian lagi. Dan setelah itu Aulian fokus mengendarai mobilnya menuju kekantornya.


................ °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°.......... ......


Adzriel yang sudah selesai meeting dengan Kia , dia yang lagi didalam lift bersama sekretarisnya mencoba menghubungi Hafiz temannya.


"Kamu diman Fiz", tanya Adzriel melalui sambungan telefonnya kepada Hafiz.


Hafiz yang saat itu sedang terlibat insiden dikantin tanpa melihat siapa yang menelfon, dia langsung menjawab saja, karena Hafiz yakin yang menelfonnya adalah Adzriel dari segi pertanyaannya dan suaranya.


"Saya lagi dikantin yang ada dilantai satu", jawab Hafiz tanpa mengalihkan pandangannya dan seseorang didepannya yang terlibat insiden kecil dengan Hafiz.


Hafiz tanpa mendengar jawaban dari Adzriel dia lalu mematikan sambungan telefonnya. Dan Adzriel pun segera melangkahkan kakinya kearah kantin ketika lift yang dinaikinya sudah sampai dilantai satu.


Ketika Adzriel baru saja sampai didepan pintu kantin dia melihat Hafiz sedang membelakanginya dengan Adzriel yakin orang yang ada didepannya Hafiz adalah seorang wanita. Karena Adzriel sekilas melihat hijab yang dipakai wanita itu.


Adzriel lalu melangkahkan kakinya menuju kearah Hafiz. Dan Adzriel sedikit terkejut ketika melihat jas mahalnya Hafiz kotor karena tertumpahan kuah sayur yang dibawa wanita yang ada didepannya Hafiz.


"Hafiz jas kamu??, sebenarnya apa yang sedang terjadi disini", tanya Adzriel kepada Hafiz ketika dia sudah sampai didepannya Hafiz.

__ADS_1


Semuan karyawan kantor yang berada dikantin itu pandangannya masi pada tertuju kearahnya Hafiz dan orang yang menabrak Hafiz.


"Tidak ada apa-apa Dzriel hanya insiden kecil saja dengan Ayundaku alias calon istriku", jawab Hafiz kepada Adzriel dengan tersenyum.


Sedangkan orang yang berada didepannya Hafiz yang dipanggil Ayunda atau calon istri oleh Hafiz langsung memasang wajah sebal kepada Hafiz, siapa lagi kalau bukan Khansa orangnya.


"Ayunda, calon istri maksudnya apa sih, dan sejak kapan kamu mempunyai calon Istri Fiz?? Kalau sakit dikepalamu sudah semakin pusing ayo kita pulang, jangan membuat keributan dikantornya Kak Kia", kata Adzriel kepada Hafiz dengan bernada bingung.


"Sejak tadi aku menemukan calon ibu untuk anak-anakku Dzriel dan dia sekarang ada didepanku", jawab Hafiz kepada Adzriel sambil melirik kearah Khansa yang berada didepannya.


"Betul kan Ayunda, jika kita bertemu lagi itu tandanya kita sudah ditakdirkan berjodoh sama Tuhan, eh bukan sama Authornya", kata Hafiz lalu mengalihkan pandangannya kepada Khansa sambil tertawa cekikikan.


Khansa yang merasa bersalah dia hanya diam saja daritadi. Dan ketika mendengar perkataannya Hafiz sebetulnya dia ingin sekali tertawa, akan tetapi dia gengsi. Alhasil dia hanya diam saja menahannya.


"Emm, Tuan Hafiz sebelumnya saya meminta maaf atas insiden ini, saya benar-benar tidak sengaja, dan sebagai gantinya saya bisa mencucikan jas serta kemeja anda Tuan", kata Khansa kepada Hafiz. Sedangkan Adzriel dia masih diam mengamati interaksi antara Hafiz dan juga Khansa.


"Oh tidak perlu Ayundaku, nanti tangan kamu bisa menjadi kasar, tangan kamu hanya cukup untuk menggenggam tanganku dipelaminan saja nanti", jawab Hafiz sambil menggoda Khansa.


Adzriel dia tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari sahabatnya Hafiz.


"Kakanda",.... Beo Adzriel ketika mendengar panggilan Hafiz untuk dirinya sendiri.


"Fiz jangan aneh-aneh deh kamu, jangan bikin malu aku Hafiz", kata Adzriel lagi kepada Hafiz, dan Hafiz hanya mengkode tangan kepada Adzriel yang pertanda Hafiz menyuruh diam Adzriel dan tidak boleh ikut campur.


Perdebatan antara Khansa, dan dua laki-laki tampan masih menarik perhatian diantara semua pengunjung. Dan mereka masih memperhatikan perdebatan ketiga orang itu. Sebenarnya sih yang memperhatikan adalah para karyawan perempuan, mereka aslinya cuma memperhatikan wajah tampan dari Hafiz dan juga Adzriel. Mereka sebenarnya tidak perduli dengan perdebatan yang sedang mereka debatkan.


"Begini saja Tuan-Tuan semuanya, bagaimana kalau kita berbicara diruangan saya saja, tidak enak dilihatin para karyawan lainnya", kata Khansa kepada Hafiz dan juga Adzriel.


"Baiklah saya setuju Nona, ayo Fiz", jawab Adzriel kepada Khansa dan juga Hafiz.


"Ok-Ok baiklah", jawab Hafiz pada akhirnya.


Akhirnya Khansa menuntun dan mengajak mereka keluar dari kantin dan berjalan menaiki lift menuju keruangannya yang berada dilantai lima belas.

__ADS_1


Setelah sampai Khansa lalu mengajak Hafiz, dan juga Adzriel untuk duduk dishofa yang ada diruangannya, sedangkan sekretarisnya Adzriel disuruh Adzriel untuk menunggu diluar didepan ruangannya Khansa.


"Sekarang kita sudah berada diruangan kerja saya Tuan Hafiz, dan maksud Tuan Hafiz tadi dengan syarat itu maksudnya bagaimana ya?? ", kata Khansa dengan gaya formal, karena dia sedang menahan marah kepada Hafiz yang menurutnya sedikit berlebihan.


"Ruangan kamu ternyata nyaman juga ya Ayunda", jawab Hafiz yang melenceng jauh dari perkataannya Khansa sambil memperhatikan ruangannya Khansa.


"Maaf Nona, kalau boleh tahu Nona namanya siapa ya?? ", tanya Adzriel kepada Khansa dengan gaya formalnya.


"Perkenalkan nama saya Khansa Tuan, saya Manajer Keuangan diPerusahaan ini", jawab Khansa ramah kepada Adzriel.


"Sungguh hebat calon istriku ini ternyata, dan jabatannya pun tidak main-main", kata Hafiz dengan bangga kepada Khansa sambil tersenyum.


"Jangan hiraukan sahabat saya ini Nona dia memang rada gila", kata Adzriel kepada Khansa. Membuat Hafiz langsung melototkan matanya kepada Adzriel.


"Dia memang sudah gila Tuan", jawab Khansa kepada Adzriel membuat Adzriel reflek tertawa kecil. Sedangkan Hafiz hanya memutar bola matanya karena sebal.


"Oh ya langsung saja Tuan Hafiz syarat yang anda minta itu apa kepada saya?? ", tanya Khansa lagi kepada Hafiz.


"Saya mau memaafkan Ayunda jika Ayunda mau memberikan berapa nomor telefonnya Ayunda dan alamat Ayunda sekarang serta alamat kedua orang tuanya Ayunda", kata Hafiz menyebutkan syarat kepada Khansa.


Dan Khansa yang mendengarnya dia reflek melototkan matanya karena terkejut mendengar syarat yang dikatakan oleh Hafiz.


Sedangkan Adzriel dia hanya menggelengkan kepalanya mendengar syarat yang diajukan oleh Hafiz kepada Khansa.


"Sahabatku ini sepertinya benar-benar sedang jatuh cinta deh", batin Adzriel sambil melihat kearahnya Hafiz yang sedang tersenyum manis kepada Khansa, padahal Khansa sedang memperlihatkan wajah marahnya kepada Hafiz.


"Sepertinya mereka cocok", batin Adzriel lagi ketika mengalihkan pandangannya kearah Khansa yang sedang terlihat marah kepada Hafiz.


🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑


Biar tidak bosan, selingan Hafiz dan Khansa ya readers😅😅


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2