LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KEGUNDAHAN ZAHRA


__ADS_3

Terimakasih readers yang masih setia mengikuti ceritanya Aulian dan Zahra. πŸ˜‰


Walau terkadang banyak typo dan bahasa keseharian yang sering saya pakai ikut tercampur didalam pengetikan tapi readers masih setia menunggu cerita ini UpπŸ˜‚πŸ˜‚ syukron katsirπŸ™πŸ™


Yuk langsung saja ya readersπŸ‘‰πŸ‘‰


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bukan Aulian sekali dia suka menguping pembicaraan orang lain, apalagi seorang perempuan, akan tetapi entah kenapa hatinya Aulian kali ini tergerak, gelisah dan ingin mengetahui siapa yang menelfon Zahra.


"Assalamu'alaikum Rizky", salam Zahra ketika mengangkat telefonnya, dan Aulian mendengarnya.


"Siapa Rizky, kenapa perasaanku menjadi tidak enak begini?? ", batin Aulian yang mendengar Zahra menyebut nama Rizky.


"Wa'alaikumussalam Zahra, emm Zahra bolehkan kalau nanti malam aku main kerumahmu?? ", kata Rizky diseberang telefon sana kepada Zahra.


"Dan sekalian aku ingin menanyakan tentang pernyataanku kemarin Zahra", sambung Rizky lagi kepada Zahra.


"Maaf Rizky, mau apa kamu nanti malam datang kerumahku??, kan kemarin aku sudah katakan, aku tidak bisa menerimamu Ky, maafkan aku Rizky, ibumu juga sudah melarangmu untuk berteman apalagi berhubungan denganku Rizky", kata Zahra yang masih didengar jelas oleh Aulian.


Aulian yang mendengar itu rasanya dia sangat terkejut sekali, ternyata bukan dirinya saja dan Fadhil yang menginginkan Zahra. Akan tetapi ada satu laki-laki lagi yang menginginkan Zahra, yaitu Rizky. Aulian sangat takut jika Zahra sampai dimiliki oleh laki-laki lain.


"Ya Allah, begitu banyak sainganku ternyata, semoga setelah Rizky yang ini yang juga menginginkan Zahra, tidak ada Rizky-Rizky yang lainnya lagi, aamiin", batin Aulian dibalik persembunyiannya.


"Aku sudah bilang dan meyakinkan Mamah untuk menerimamu Ra, dan Mamah serta Ayahku sudah mau menerimamu Zahra untuk menjadi istriku", kata Rizky kepada Zahra.


"Maafkan aku Rizky, walaupun orang tuamu sudah merestuimu, tapi aku tetap tidak bisa menerimamu, kita berteman saja seperti dulu", jawab Zahra untuk Rizky.


Sedangkan Aulian yang mendengar jika Zahra menolak dia semakin semangat karena masih ada kesempatan untuknya.


"Apakah benar-benar tidak ada kesempatan untukku Zahra, akan aku buktikan dan aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu Zahra, jangan melarangku dan jangan menjauh juga dariku ya Zahra", pinta Rizky kepada Zahra lagi.


"Jika kita berjodoh, kita bakalan akan bersatu, apapun itu rintangannya Rizky, akan tetapi untuk saat ini maaf kita berteman saja seperti biasanya, jika kamu ingin berjuang untukku silahkan Rizky, aku tidak bisa melarangmu, sudah dulu ya, aku mau bekerja lagi Rizky, Assalamu'alaikum", kata Zahra langsung mengakhiri sambungan telefonnya.


Aulian yang mendengarkan pembicaraannya Zahra dia menjadi cemas bagaimana jika laki-laki yang namanya Rizky itu sampai diterima Zahra, Aulian menjadi sangat takut sekali.


Aulian langsung saja merapatkan badannya kedinding ketika Zahra sudah selesai menelfon dan berjalan masuk keruangan Kakaknya lagi. Sedangkan Aulian dia menjadi tidak tenang dan gelisah. Karena ternyata dia mempunyai saingan lagi yang bernama Rizky itu.


"Aku harus bergerak lebih cepat", batin Aulian yang melihat Zahra sudah masuk keruangannya Kakaknya.

__ADS_1


Aulian lalu juga menyusul Zahra masuk keruangannya Kakaknya. Ketika Aulian masuk setelah Zahra semua orang yang ada diruangan itu pada bertanda tanya, karena Aulian masuk setelah Zahra masuk.


"Darimana saja kamu Aul, kenapa masuknya bisa bersamaan dengan Zahra", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


Sedangkan Zahra dia tidak menyadari jika Aulian tidak berada diruangan itu, dia baru menyadari ketika Aulian baru saja masuk setelah dirinya baru saja duduk dishofa bergabung dengan yang lainnya.


"Iya-iya, Tuan Aulian darimana, kenapa aku tidak menyadari jika Tuan Aulian ada dibelakangku tadi", batin Zahra bertanda tanya ketika mendengar Bunda Lili menanyakan kepada Aulian.


Aulian yang baru saja masuk dan langsung ditanya Bundanya dia terkejut sekali, akan tetapi dia pintar menyembunyikan keterkejutannya dan pintar juga mencari alasan.


"Oh Aul tadi baru saja dari ruangannya Aul Bund, lupa tadi ada berkas yang sudah Aul tanda tangani belum Aul kasihkan keIndra", jawab Aulian mencari alasan. Dan dijawah Oh ria oleh Bunda Lili.


Qiyas Kakaknya Aulian yang mendengar jawaban Aulian dia memandang Aulian dengan pandangan yang entah hanya Kak Qiyas saja yang bia mengartikannya.


Sedangkan Papah Ziyas yang mendengar jawabannya Aulian, dia mengangkat sebelah alisnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ampuni Aul ya Bund terpaksa harus berbohong, masa Aul harus jawab jujur sih, jika Aul baru saja mengikutin Zahra", batin Aul meringis karena sudah berbohong kepada Bunda Lili.


"Alhamdulillah Tuan Aulian tidak mendengar percakapanku dengan Rizky tadi", batin Zahra ketika mendengar jawabannya Aulian kepada Bunda Lili.


Setelah semua umat muslim yang ada diPerusahaannya Papah Ziyas selesai melaksanakan kewajibannya untuk sholat dhuhur dan serta semua karyawan sudah berkumpul diaula. Dimulailah acara syukuran kedua untuk pernikahan Kak Qiyas dan Kak Kia.


Hingga Zahra yang terlalu fokus kepada Aulian dia tidak menyadari jika semua gerakannya Zahra dan juga Aulian diperhatikan dengan seksama oleh dua orang, siapa lagi kalau bukan Zain dan Fadhil.


Zahra belum menyadari jika Zain menjadi salah satu sekretarisnya Aulian, karena Zahra belum berjumpa dengan Zain secara kebetulan. Sedangkan Zain sendiri sudah melihat Zahra, akan tetapi dia belum sempat menyapa Zahra karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan.


Zidan yang duduk disampingnya Fadhil dia tanpa sengaja melihat arah pandangnya Fadhil yang terus melihat kearahnya Aulian dan juga Zahra, Zidan lalu reflek menggelengkan kepalanya.


"Sainganmu berat bro", bisik Zidan kepada Fadhil.


Fadhil terkejut ketika mendengar perkataannya Zidan yang persis ditelinganya.


"Eh..... ", jawab Fadhil dengan terkejut dan langsung menoleh kearahnya Zidan yang ada disampingnya.


"Iya sainganmu berat, tuh Tuan Aulian", kata Zidan lagi kepada Fadhil.


"Mas Zidan tahu", tanya Fadhil kepada Zidan. Dan dijawab anggukkan oleh Zidan.


"Aku tidak mendukung siapa-siapa, tapi sebagai sesama laki-laki aku memberi saran, perjuangkan perasaanmu dengan cara yang sehat dan terima apapun hasil akhirnya dengan tangan terbuka dan tegar", kata Zidan untuk Fadhil sambil menepuk pelan pundaknya Fadhil.

__ADS_1


Dan Fadhil yang mendengar perkataannya Zidan kepadanya dia hanya menangguk sambil tersenyum kepada Zidan. Dan dibalas senyum juga oleh Zidan.


Sedangkan Zain dia juga terus memperhatikan Zahra dan juga atasannya Aulian, yang duduk tidak terlalu jauh itu. Zain yang terus memandang kearahnya Zahra dan juga atasannya Aulian tanpa dia sadari membuat hatinya lama-kelamaan hancur berkeping-keping dan sakit.


Karena Zain sendiri berteman dengan Zahra sejak kecil, jadi Zain tahu apa arti pandangan dari tatapannya Zahra keAulian.


"Apakah Tuan Aulian yang kamu cintai Zahra??, dari tatapan matamu melihat kearahnya Tuan Aulian berbeda ketika melihatku", batin Zain yang terus memperhatikan Zahra dan juga Aulian.


Akhirnya acara syukurannya selesai tepat pukul empat sore. Ketika Zahra yang baru saja keluar dari toilet dia tidak sengaja melihat Zain sedang berbicara kepada Aulian dan membuat Zahra terkejut sekali.


Zahra masih setia ditempatnya memperhatikan Zain dan juga Aulian. Zain dan juga Aulian mereka berdua tidak menyadari jika Zahra memperhatikan mereka. Ketika Zain yang sudah selesai urusannya dengan Aulian lalu Zain pergi meninggalkan Aulian yang masih berdiri disitu.


Zahra yang melihat Zain pergi dia tidak mempunyai niatan untuk mengejar Zain dan meminta penjelasan mengenai dirinya bisa berbicara dengan Aulian, akan tetapi Zahra masih diam berdiri memperhatikan Aulian masih berada disitu dan ketika Aulian akan melangkah tiba-tiba berderinglah hpnya Aulian yang ada disaku jasnya.


"Hallo Assalamu'alaikum", salam Aulian kepada seseorang yang menelfonnya.


"............. .... "


"Ok iya aku bisa, ditempat biasa jam tujuh malam nanti", jawab Aulian kepada seseorang yang menelfonnya.


"............. ..... "


"Iya-iya Fiz, Wa'alaikumussalam", jawab Aulian lalu dia mematikan sambungan telefonnya dan langsung memasukkan lagi hpnya kesaku jasnya.


Setelah itu Aulian dia berlalu pergi dari situ dan dia masih tidak menyadari jika Zahra melihatnya. Zahra dia yang sekilas mendengar nama Fiz disebut oleh Aulian dia menjadi berfikir yang tidak-tidak.


"Fiz, Nafizkah atau siapa, apa Tuan Aulian akan janjian bertemu dengan orang yang dipanggil Fiz itu, bagaimana kalau dia perempuan", batin Zahra ketika Aulian sudah berlalu pergi dari situ.


"Kenapa hatiku menjadi tidak tenang begini, padahal kan Tuan Aulian bukan siapa-siapaku", kata batin Zahra lagi.


🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰


Nah lho bingungkan Zahra, siapa itu yang menelfon Aulian πŸ˜‚.


Yeay Readers bisa Author tamatin disini, terimakasih atas dukungan dan doanyaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜˜


Maap yey kemarin dua hari Author tidak UpπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜œπŸ˜ dan ini mau diUp digangguin anak-anak terus, akhirnya baru terrealisasikan jam seginiπŸ˜…πŸ˜…


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2