LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
ADZRIEL - MAYANG SAH


__ADS_3

Tetua kampung itu langsung saja membuka acaranya, yaitu kata sambutan dan yang lainnya juga.


Tiba saatnya ketika orang perwakilan dari Keluarganya Adzriel untuk mengatakan lamarannya Adzriel kepada Mayang, mereka pun langsung mengutarakan maksud serta tujuan mereka yang datang kerumahnya Ayah Rahman dan lamarannya Adzriel pun langsung diterima oleh Ayah Rahman.


Semua orang langsung bersyukur dan senang mendengar jawaban dari Ayah Rahman. Adzriel dan juga Mamah Hasna mereka langsung saja memberikan seserahan kepada Ibu Ajeng dan keluarganya Mayang untuk diberikan kepada Mayang nanti.


Tiba diinti acara yaitu acara yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang, terutama Adzriel yaitu acara pernikahannya Adzriel dan juga Mayang yang akan dilangsungkan malam itu juga dan sudah disiapkan sangat matang sekali oleh Adzriel, serta juga sudah mendapatkan persetujuan dari Ayah Rahman, Ibu Ajeng dan juga Kak Arjuna.


Pak penghulu yang juga sudah datang daritadi dan menyaksikan acara lamarannya Adzriel tadi dia langsung saja mengucapkan ijab kabul kepada Adzriel atas namanya Mayang ketika semuanya sudah siap.


Dengan mantap Adzriel langsung saja menjawab ijab kabul itu dengan mantap dan satu tarikan nafas saja atas namanya Mayang, membuat para saksi langsung saja mengucapkan kata sah secara serempak.


Dan malam itu Adzriel benar-benar sudah sah serta resmi menjadi suaminya Mayang. Perasaaannya Adzriel sangat senang, lega dan bahagia sekali, akhirnya dia sudah bisa mempersunting Mayang wanita yang sangat dicintainya itu dalam waktu yang singkat.


Mayang yang berada didalam kamar, dia menjadi jenuh dan sebal sendiri, ketika dia samar-samar mendengar suara gelak tawa dan gaduh dari luar kamarnya.


Karena Mayang sangat penasaran sekali dengan kegiatan yang sedang berlangsung diluar kamarnya itu.


Sedang para sepupunya Mayang mereka pada biasa saja sambil memainkan ponselnya, karena mereka sudah diberitahu terlebih dahulu oleh Ibu Ajeng tadi.


"Apa kalian tidak penasaran diluar sedang pada ngapain??", kata Mayang dengan muka cemberutnya kepada para sepupunya.


"Tidak untuk apa kami penasaran, didalam sini saja enak malahan May, bisa main ponsel sepuasnya", jawab salah satu sepupunya Mayang kepada Mayang.


"Iiish kalian ini", jawab Mayang dengan cemberut dan langsung duduk dipinggir ranjangnya.


Diluar setelah acara ijab kabul tadi, Adzriel langsung saja menyerahkan mahar yang dia bawa diatas meja yang sudah disediakan.


Mahar yang diberikan Adzriel untuk Mayang adalah seperangkat alat sholat, satu set perhiasan dengan total harga lima puluh juta rupiah.


Dan masih ada mahar yang lainnya yang diberikan oleh Adzriel kepada Mayang, akan tetapi sengaja tidak disebutkan oleh Adzriel supaya tidak kepanjangan.


Ibu Ajeng serta Ayah Rahman hanya menginginkan mahar berupa seperangkat alat sholat saja, dan sebuah cincin pernikahan, akan tetapi sebagai laki-laki mapan rasanya Adzriel tidak bisa hanya cuma memberikan mahar yang seperti itu saja kepada Mayang, alhasil semua mahar tambahan tadi adalah murni keinginannya Adzriel sendiri untuk diberikan kepada Mayang.

__ADS_1


"Bu apa boleh Mayang saya bawa keluar, pasti dia didalam kamar sedang cemberut karena dikurung didalam kamar sama Ibu", kata Adzriel kepada Ibu Ajeng yang sekarang sudah resmi menjadi Ibu mertuanya itu sambil tertawa kecil.


Perkataannya Adzriel langsung saja membuat semua orang pada tertawa.


"Silahkan nak, dia juga sudah sah menjadi istri kamu ko", jawab Ibu Ajeng kepada Adzriel sambil menyerahkan kunci kamarnya Mayang dengan tersenyum senang.


"Iya Nak, segera bawa keluar dia, Mamah sama yang lainnya sudah pada penasaran sama wajah istri kamu itu", kata Mamah Hasna kepada Adzriel.


Walau Mamah Hasna dan juga Ayah Falah sudah pernah melihat fotonya Mayang dari ponselnya Adzriel, akan tetapi kan mereka berdua belum pernah melihat secara langsung bagaimana wajah aslinya Mayang, karena waktu yang tidak sempat untuk mengajak Mayang menemui Keluarganya Adzriel dikota.


"Dengan senang hati Mamahku tersayang", jawab Adzriel kepada Mamahnya sambil tersenyum dan didengar yang lainnya juga.


Mayang tidak tahu jika malam itu adalah malam pernikahannya dengan Adzriel, yang Mayang tahu malam itu adalah malam penyambutan untuk calon istrinya Kak Arjuna, jadi Mayang memutuskan hanya memakai gamis terbaik yang dia punya yang pastinya masih terlihat sopan dan juga manis, karena Mayang mau pakai baju apa saja tetaplah manis.


Ibu Ajeng juga sudah diberitahu oleh Kak Arjuna untuk jangan menyiapkan baju apa pun untuk Mayang, karena itu juga suruhannya Adzriel.


Adzriel benar-benar ingin memberikan kejutan kepada Mayang malam itu dan pastinya akan membuat Mayang sangat syok sekali.


Adzriel yang sudah berkata seperti itu dia langsung saja beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kedalam kamarnya Mayang.


Mayang sangat terkejut sekali ketika pintu sudah terbuka bukan Ibunya yang dia lihat melainkan Adzriel yang sedang berdiri dengan gagahnya memakai jas mahalnya, sedangkan para sepupunya Mayang mereka bertiga tidak terkejut karena mereka semua sudah mengetahuinya.


Para sepupunya Mayang langsung saja keluar dari dalam kamaranya Mayang, sedang Mayang dia masih saja berdiri disamping ranjang dengan wajah terkejutnya.


Ketika para sepupunya Mayang sudah pada keluar, Adzriel langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya Mayang dan langsung menutup pint kamarnya Mayang.


"Mas.......Mas Adzriel kenapa masuk kedalam kamarnya May, apa yang akan Mas lakukan kepada Mayang, nanti jika ketahuan Ibu sama Ayah, mereka pasti akan memarahi Mas",kata Mayang kepada Adzriel dengan sedikit takut dan juga bingung.


"Kamar yang bagus dan rapi, mungkin aku akan betah tidur disini", kata Adzriel sambil memperhatikan isi dalam kamarnya Mayang dan bukannya menjawab perkataannya Mayang.


"Mak.....Maksudnya Mas Adzriel apa sih??', kata Mayang kepada Adzriel.


Adzriel lalu mengalihkan pandangannya kepada Mayang dan langsung berjalan menuju kearahnya Mayang, membuat Mayang langsung saja memundurkan badannya, karena takut.

__ADS_1


Badannya Mayang yang terpojok langsung saja menabrak tembok yang ada dibelakangnya, dan Adzriel langsung saja mengukung tubuhnya Mayang menggunakan kedua tangannya.


Mayang yang ketakutan dia langsung saja memejamkan matanya, sedang Adzriel yang melihatnya dia langsung tersenyum sambil melihat kearah wajahnya Mayang.


"Cuuuppp", Adzriel langsung mengecup keningnya Mayang, membuat Mayang langsung membuka matanya sambil menatap wajahnya Adzriel yang lebih tinggi darinya itu.


"Cuuupp", Adzriel juga langsung mengecup pipi kananya Mayang, membuat Mayang langsung melototkan matanya kepada Adzriel.


Tanpa banyak berkata, Mayang langsung mendorong tubuhnya Adzriel dan dia langsung membuka pintu kamarnya dan juga langsung keluar.


"Ibu Mas Adzriel dia sudah berani menciumku lagi Bu...........", kata Mayang sambil membuka pintu kamarnya dengan suara yang cukup kencang sekali.


Mayang langsung terdiam ketika melihat banyak sekali orang yang berada diruang tamu rumahnya dan dia juga malu dengan perkataannya tadi.


Semua orang langsung tertawa ketika mendengar perkataannya Mayang. Sedang Mayang dia langsung terdiam dengan muka terkejut dan malunya.


Adzriel yang mendengar suara Mayang tadi, dia langsung saja tersenyum lucu, dan Adzriel langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamarnya Mayang.


"Nak santai perlahan, kan dia tidak tahu, jangan asal menyosor saja", goda Mamah Hasna kepada Adzriel yang sudah berada dibelakangnya Mayang.


Mayang langsung saja menolehkan wajahnya kebelakang dan ternyata sudah ada Adzriel yang berdiri begitu dekat dengannya.


"Habisnya Adzriel kangen sekali dengan May, cantik kan Mah aslinya", jawab Adzriel kepada Mayang sambil memeluk Mayang dari belakang.


Pelukannya Adzriel membuat Mayang langsung risih, apalagi dilihat dengan semua orang.


"Sudah Nak lepaskan dulu, itu lho Mayang dia tidak mau kamu peluk", goda Ayah Rahman kepada Adzriel.


"Ayah tidak marah kepada Mas Adzriel yang sudah berani memeluk May dengan terang-terangan begini??", tanya Mayang kepada Ayahnya dengan bingung.


"Mau gelap-gelapan juga silahkan dek", kata Kak Arjuna kepada Mayang membuat semua orang langsung tertawa kecuali Mayang yang kebingungan sendiri.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2