
KIta kembali lagi keAdzriel dan juga Mayang readers.
Hari ini adalah hari dimana yang selama ini Adzriel tunggu-tunggu karena hari ini tepat pukul tujuh malam nanti Adzriel akan melangsungkan acara lamaran resminya dengan Mayang.
Bagaimana Adzriel tiba-tiba bisa melamar Mayang dengan resmi, begini readers ceritanya.
...*Flashback On*...
Ketika Mayang dan Adzriel malam itu yang sedang pada saling suap-suapan diklinik, dihari yang sama disebuah rumah tepatnya dirumahnya Ayah Falah Ayahnya Adzriel dia menjadi bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.
Ketika dikantor Ayah Falah yang ingin menanyakan berkas proyek kepada Adzriel Ayah Falah tidak menemukan Adzriel dan kata sekretarisnya Adzriel jika Adzriel sedang ada urusan penting.
Setibanya dirumah pun sampai adzan maghrib berkumandang, tidak ada tanda-tanda suara mobilnya Adzriel masuk kegarasi rumah.
Ayah Falah langsung saja setelah menunaikan sholat maghrib dan mengaji juga dia berinisiatif untuk menelfon anak buahnya yang juga menjadi anak buahnya Adzriel.
"Adzriel ko belum pulang Yah, kemana dia, apakah dikantor sedang banyak pekerjaan??", tanya Mamah Hasna kepada suaminya sambil melipat mukena yang baru saja dipakainya untuk sholat maghrib.
"Tidak Mah, ini Ayah sedang mencoba menelfon anak buahnya Ayah", jawab Ayah Falah kepada Mamah Hasna sambil mencoba menghubungi anak buahnya.
"Halo Assalamu'alaikum Tuan", ucap salam dari anak buah yang sedang dihubungi oleh Ayah Falah.
"Wa'alaikumussalam Dani, apakah kamu tahu Adzriel sedang ada dimana, kenapa dia belum pulang??", jawab dan tanya Ayah Falah kepada anak buahnya yang bernama Dani, dan Dani juga bekerja menjadi anak buahnya Adzriel.
"Tuan Adzriel sedang berada dikampungnya Nona Mayang Tuan, karena Nona Mayang sedang sakit, dan sepertinya Tuan Adzriel sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya Nona Mayang serta Kakaknya Nona Mayang Tuan, karena saat ini saja Tuan Adzriel masih berada dialam ruang inapnya Nona Mayang berdua saja", jawab Dani dengan lengkap kepada Ayah Falah.
Ayah Falah yang mendengar laporan dari Dani, sekarang dia tahu dan bisa menyimpulkan sendiri. Bahawasannya jika anaknya Adzriel dia menyuruh para anak buahnya untuk mengawasi Mayang.
"Baiklah terimakasih infonya Dani, saya tutup dulu telefonnya, Assalamu'alaikum", kata Ayah Falah kepada Dani.
"Iya, Tuan Wa'alaikumussalam", jawab Dani dan telefon mereka akhirnya benar-benar terputus.
Ternyata Mamah Hasna beliau daritadi belum keluar kamar dan mendengarkan pembicaraan suaminya ditelefon.
__ADS_1
"Bagaimana Yah, apa yang anak buahnya Ayah katakan??", tanya Mamah Hasna kepada Ayah Falah yang sedang menaruh ponselnya diatas meja dekat ranjang.
Karena Ayah Falah tadi menelfon Dani sambil duduk dipinggir ranjang.
"Adzriel sedang berada dikampungnya Mayang Mah, mungkin sebentar lagi kita akan punya menantu", jawab Ayah Falah kepada Mamah Hasna sambil tertawa kecil.
"Iya Ayah, memang sudah waktunya juga Adzriel berumah tangga ko Yah", jawab lagi Mamah Hasna kepada suaminya.
"Kalau begitu kita doakan saja yang terbaik untuk Adzriel, dan semoga wanita yang bernama Mayang dia benar-benar wanita yang baik untuk Adzriel Mah", kata Ayah Falah lagi kepada istrinya.
"Aaamiin", jawab Mamah Hasna kepada Ayah Falah.
Keesokan harinya Mayang yang sudah pulang dari klinik sekitar jam sembilan pagi, Adzriel pun dia ikut pulang juga untuk mengantarkan Mayang beserta Ibu Ajeng, sedang Ayah Rahman beliau sudah pulang terlebih dahulu bersama Kak Arjun.
Kedatangan Adzriel dengan mobil mewahnya banyak mencuri perhatian warga dan para tetangganya Mayang, karena mereka jarang sekali bahkan tidak pernah melihat mobil mewah lewat dijalanan kampung mereka.
Dan ketika para tetangga melihat mobilnya Adzriel berhenti dipekarangan rumahnya Ayah Rahman mereka semua langsung saja pada mendekatinya dan kepingin tahu siapakah yang datang kerumahnya Ayah Rahman.
Banyak warga yang bertanya kepada Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna siapakah Adzriel yang bisa datang bersama Ibu Ajeng dan juga Mayang.
Dan Ayah Rahman serta Kak Arjuna mereka kompak menjawab jika Adzriel adalah calon suaminya Mayang. Karena Mayang sudah menjelaskan semua kepada kedua orang tuanya dan juga Kakaknya.
Awalnya Kak Arjuna tidak setuju, akan tetapi setelah mendapatkan jawaban dari Aulian dan serta Zahra bagaimanakah sifat dan karakternya Adzriel, Kak Arjuna langsung saja mendukung Adzriel untuk berjuang mendapatkan hati adiknya.
Kak Arjuna dia sangat percaya dengan Zahra dan juga Aulian, karena Kak Arjuna yakin jika Aulian serta Zahra sudah mengenal dengan baik siapa itu Adzriel.
Para warga yang mendengar jika Adzriel adalah calon suaminya Mayang, mereka semua langsung pada iri terutama para Ibu-ibu dan juga para wanita yang masih jomblo, karena pasalnya Mayang bisa mendapatkan laki-laki yang sangat tampan dan berwajah arab.
Sedang para Ibu-ibu mereka pada iri karena kepingin juga anak perempuan mereka bisa mendapatkan suami seperti Adzriel.
"Mas, wajahnya Mas sangat mirip dengan orang Arab, apakah Mas keturunan arab ??", tanya salah satu warga kepada Adzriel.
"Iya Pak, Ayah saya asli orang arab", jawab Adzriel sambil tersenyum ramah kepada warga tadi.
__ADS_1
Dan semua warga yang mendengar jawabannya Adzriel mereka langsung saja berkata.
"Oh keturunan arab tho, pantas saja", kata semua warga yang hampir bersamaan.
Singkat cerita para warga sudah pada pulang kerumah mereka masing-masing, dan saat ini Adzriel masih duduk diruang tamu rumahnya Ayah Rahman beserta Mayang, Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman.
Sedang Ibu Ajeng dia sedang berada didalam untuk menyiapkan camilan untuk Adzriel dan lainnya juga.
"Oh ya Pak, kalau begitu saya pamit mau pulang dan mencari penginapan didekat sini Pak, Mas, supaya besok bisa membantu Mas Arjuna dikebun", kata Adzriel kepada Ayah Rahman, dan didengar juga oleh Kak Arjuna dan serta Mayang.
"Bagaimana kalau Adzriel dia tidur dikamarnya Arjun sama Yah, sepertinya penginapan disekitar sini tidak ada, kalau ada jauh sekali tempatnya, didaerah Lamping sana Yah, kasihan jika Adzriel nanti harus disuruh bolak-balik kesini setiap harinya hanya untuk menuruti keinginannya May yang aneh itu, perjalannya saja sudah memakan waktu hampir satu jam Yah, itupun jika tidak ada kendala dijalan", kata Kak Arjuna kepada Ayahnya, sedang Mayang dia terus mencuri-curi pandang kearahnya Adzriel.
Begitupun dengan Adzriel yang matanya selalu melirik kearahnya Mayang yang sedang duduk dishofa seberangnya.
"Tapi bagaimana dengan warga Nak??", tanya Ayah Rahman kepada Kak Arjuna sedangkan Adzriel dia masih mendengarkan percakapan antara Kak Arjuna dan juga Ayah rahman.
"Nanti bisa Arjun urus sama Pak Rt Yah, yang penting Adzriel jangan menyalah gunakan kepercayaan para warga terutama kita karena dia belum menikah dengan May", jawab lagi Kak Arjuna kepada Ayahnya.
"Baiklah Ayah setuju, bagaimana dengan kamu May", kata Ayah Rahman kepada Mayang dan langsung mengagetkan Mayang yang sedang salah tingkah dilihat oleh Adzriel.
"Eh apa Yah, tadi Ayah bicara apa sama May", jawab Mayang kepada Ayahnya dan langsung membuat Kak Arjuna menggelengkan kepalanya, dan Adzriel langsung tertawa kecil melihat tingkahnya Mayang.
Sedang Ayah Rahman dia langsung melototkan matanya kepadanya Mayang, dan Mayang yang mendapat pelototan dari Ayahnya dia langsung tertawa tanpa dosa saja.
...π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄...
Flashbacknya masih berlanjut ya readers karena lanjutannya masih panjang π π
Dan disini partnya sudah panjang, biar readers semakin penasaran π€£π€£
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1