LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
BONCHAP 2


__ADS_3

Ketika mereka semua terlalu larut dalam suasana bahagia, mereka sampai lupa untuk mengabari Kak Arjuna jika Mayang sudah melahirkan.


Dan orang yang pertama kali ingat adalah Ayah Rahman jika dia baru teringat kalau dirinya belum memberitahukannya kepada Kak Arjuna.


Ketika mereka semua sudah selesai sholat isya secara bergantian, Ayah Rahman langsung saja bertanya kepada Adzriel apakah Adzriel sudah mengabari Kak Arjuna atau belum.


Adzriel yang baru saja masuk keruang perawatannya Mayang karena baru saja selesai sholat isya' dimasjid terdekat, iya sholat isya' karena memang waktu berjalan dengan sangat cepat sekali, tahu-tahu sudah isya saja.


"Adzriel apakah kamu sudah mengabari Kakak kalian Arjuna, jika Mayang sudah melahirkan??", tanya Ayah Rahman akepada Adzriel yang baru saja duduk dikursi sebelah brankarnya Mayang.


Dan didalam ruangan itu ada Ibu Ajeng sedangkan Mamah Vina dan Ayah Falah mereka sedang menjalankan sholat isya' dimasjid yang sama seperti Adzriel.


"Astaghfirullah belum Yah, Adzriel lupa, ok biar Adzriel telefon sekarang", jawab Adzriel kepada Ayah Rahman dan dia langsung saja mengambil ponselnya untuk menghubungi Kak Arjuna.


Kak Arjuna diseberang sana dia dan Khumairah baru saja ingin makan malam bersama dimeja makan, namun tiba-tiba mendengar ponselnya Kak Arjuna berdering yang ditaruh diatas meja yang ada diruang keluarga.


"Akan Maira ambilkan Mas", kata Khumairah kepada Kak Arjuna, dan Kak Arjuna hanya tersenyum sambil mengangguk saja kepada Khumairah.


"Dari Adzriel Mas, ini", kata Khumairah kepada Kak Arjuna sambil menyerahkan ponselnya Kak Arjuna.


"Terimakasih sayang", jawab Kak Arjuna kepada Khumairah sambil tersenyum, sedang Khumairah hanya membalas senyumannya Kak Arjuna saja.


Kak Arjuna langsung saja mengangkat sambungan video callnya Adzriel, iya memang Adzriel menelfon Kak Arjuna dengan video call.


"Halo Assalamu'alaikum Adzriel, ada apa tumben kamu menelfonku secara video call", kata Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Halo, Wa'alaikumussalam Mas, ini ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada Mas, ini", kata Adzriel kepada Kak Arjuna dan Adzriel langsung saja berpindah posisi dengan duduk disebelahnya Ibu Ajeng yang lagi menggendong baby Haidar, ya begitulah jika Adzriel memanggil anaknya.


Sedang Mayang yang melihat tingkah suaminya yang sedang menelfon Kakaknya dia hanya tersenyum geli saja.


Kak Arjuna yang melihat Ibunya sedang menggendong seorang baby dia sudah menebak jika baby itu adalah babynya Mayang alias keponakannya.

__ADS_1


"Masyaallah Adzriel, apakah itu keponakanku??", kata Kak Arjuna dengan senang kepada Adzriel.


Dan Khumairah yang mendengar perkataannya Kak Arjuna dia langsung saja berpindah posisi dengan berdiri disampingnya Kak Arjuna ingin melihat keponakannya juga.


"Masyaallah lucunya", kata Khumairah ketika sudah melihat anaknya Adzriel melalui sambungan video call.


"Iya Mas, Kak Mai ini anaknya Adzriel, Mayang sudah melahirkan tadi, maafkan aku yang baru sempat mengabari kalian karena aku lupa sebab lagi mengurusi Mayang disini", kata Adzriel kepada Kak Arjuna dan juga Khumairah.


"Besok kami akan kekota menengok baby kecil oh ya sudah dikasih nama belum??", kata Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Sudah kak, namanya Haidar", jawab Adzriel kepada kak Arjuna sambil tersenyum.


"Baby kamu cowok berarti Dzriel??", kata Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Iya Kak", jawab singkat Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Ok baby Haidar, sampai bertemu besok, uncle mau makan malam dulu ya, kamu disana jagain Mamah kamu ya boy", kata Kak Arjuna kepada baby Haidar.


"Iya Kak, selamat makan dan Assalamu'alaikum", kata Adzriel kepada Kak Arjuna, dan Adzriel langsung mematikan sambungan telefonnya ketika sudah mendengar jawabannya Kak Arjuna.


Zahra yang lagi membereskan baju-bajunya baby Fika yang baru saja dijemur itu, dia tersenyum bahagia sekali melihat anaknya tumbuh dengan sehat dan baik, bahkan sifat serta sikapnya Aulian pun semakin dewasa semenjak anaknya lahir kedunia.


Aulian yang melihat baby Fika sudah nyenyak dalam buaiannya, dia lalu menaruh baby Fika dibox babynya yang ada disebelah ranjang mereka.


Setelahnya Aulian lalu berjalan mendekati Zahra yang sedang memasukkan baju-bajunya baby Fika kedalam lemari bajunya.


"Mau Ayah bantu Mah??", kata Aulian kepada Zahra, dan panggilan mereka pun sekarang berubah semenjak mempunyai seorang anak.


"Tidak perlu, Ayah tidur saja temanin baby Fika", jawab Zahra sambil tersenyum kepada Aulian.


"Baiklah", jawab Aulian sambil memberikan kecupan sekilas dipipinya Zahra.

__ADS_1


Zahra hanya tersenyum senang saja melihat tingkahnya Aulian yang selalu romantis kepadanya.


..........>>>>><<<<<..........


Tidak terasa malam pun cepat berlalu, ketika pagi menjelang Kak Arjuna dan juga Khumairah saat ini sedang berada diperjalanan menuju kekota untuk menjenguk baby Haidar.


Hingga akhirnya setelah beberapa lama berkendara, mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai juga diklinik yang sudah dikasihkan petunjuknya oleh Adzriel.


Kak Arjuna dan Khumairah sangat senang sekali melihat keponakannya itu, bahkan mereka juga membwakan baju dan perlengkapan baby yang jumlahnya sangat banyak yang masih berada didalam mobil untuk baby Haidar.


Adzriel sendiri dia masih dengan setia menemani Mayang, dan Mayang sendiri sekarang dia sudah mulai bisa berjalan lagi seperti semula namun masih dengan sangat perlahan sekali.


Mayang sendiri masih tidak menyangka, diumurnya yang baru kedua puluh satu tahun dia sudah mempunyai seorang anak.


Padahal didalam mimpinya dulu, dia ingin mempunyai anak diumurnya yang kedua puluh empat atau dua puluh lima tahun, namun takdir Allah lebih baik dari rencananya Mayang.


Pagi hari dirumahnya Ameera dan juga Zain, Ameera yang sedari selesai sholat subuh tadi, dia sudah merasakan mual diperutnya, namun masih bisa dia tahan untuk tidak dia muntahkan.


Akan tetapi ketika dia ingin mencoba membantu bibi yang ada dirumahnya memasak, dia yang mencium bumbu dapur langsung saja muntah-muntah dengan hebat dan disertai kepalanya yang sangat pusing sekali.


Bibi yang melihatnya dia langsung saja menghentikan kegiatannya dan langsung berjalan mendekati Ameera, sedangkan Zain dia masih berada didalam kamar untuk bersiap-siap berangkat kekantor.


"Nyonya tidak apa-apa??, apa Nyonya sedang masuk angin, mau saya kerokin Nyonya??", kata bibi kepada Ameera.


"Tidak perlu Bi, saya hanya mual saja, entah kenapa perut saya mual sekali mencium bumbu yang baru saja bibi tumbuk diatas cobek itu", kata Ameera kepada bibi.


"Apa mungkin Nyonya sedang hamil??, apakah bulan ini Nyonya sudah mendapatkan tamu bulanannya Nyonya??", kata Bibi lagi kepada Ameera.


Ameera langsung saja tertegun mendengar kalimatnya sang bibi, dia lansgung teringat jika dia sudah melewatkan masa haidnya sekitar dua minggu lamanya.


Tanpa menjawab perkataannya sang bibi, Ameera langsung saja berjalan kearah kamarnya dan langsung mengambil sesuatu yang selalu dia simpan dan stok didalam laci lemarinya.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2