LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
SEMANGAT DARI MAMAH HASNA


__ADS_3

Ketika Adzriel sudah sampai didalam kamarnya, dia langsung mengecek ponselnya dan ternyata begitu banyak notifikasi dari anak buahnya yang sedang dia tugaskan untuk memata-matai Mayang.


Adzriel langsung saja membuka beberapa pesan yang dikirimkan oleh para anak buahnya itu. Adzriel menugaskan setidaknya sekitar lima orang anak buah untuk memata-matai aktifitasnya Mayang dikampungnya.


"Siapa laki-laki itu, kenapa terlihat sayang sekali dengan Mayang", kata Adzriel ketika mendapat kiriman foto dari anak buahnya.


Didalam foto itu terlihat jika Mayang sedang mengantarkan makanan untuk laki-laki yang ternyata adalah Kakaknya Mayang yaitu Kak Arjuna yang sedang bekerja diperkebunan, dan juga didalam foto itu terlihat jika Mayang sedang mengambilkan makanan serta menemani Kak Arjuna makan siang dipondok yang ada dikebun.


"Apa itu calon suaminya Mayang, karena mereka terlihat sangat mesra sekali", kata Adzriel lagi sambil terus melihat foto-foto itu.


Adzriel juga mendapatkan kiriman foto ketika Mayang sedang dibonceng oleh Kak Arjuna menggunakan motor. Ketika Mayang juga sedang membantu Kak Arjuna mengambil buah-buahan serta sayuran yang siap panen dikebun.


Bahkan Adzriel juga mendapatkan kiriman foto ketika Mayang jalan kaki berdua saja bersama Kak Arjuna dengan Mayang yang menggandeng mesra lengannya Kak Arjuna.


"Siapa sih laki-laki ini, kenapa semakin kesini jika aku melihat kedekatannya Mayang dengan laki-laki itu rasanya sakit sekali hatiku", kata Adzriel lagi sambil sedikit emosi.


Adzriel lalu menelfon anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengawasi Mayang dikampungnya.


"Halo apakah kamu tahu siapa laki-laki yang selalu bersama Mayang itu??", kata Adzriel dengan to the point kepada anak buahnya.


"Belum Tuan, kami belum mendapatkan waktu yang pas dan tepat untuk menanyakan kepada warga sekitar siapakah yang selalu bersama Nona Mayang Tuan", jawab anak buahnya Adzriel kepada Adzriel.


"Cepat cari tahu, saya tidak mau tahu bagaimana pun caranya juga kalian semua harus segera memberikan informasi kepadaku", kata Adzriel kepada anak buahnya.


"Siap Tuan", jawab anak buahnya Adzriel dan Adzriel dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya kepada anak buahnya.


Tanpa terasa adzan maghrib pun berkumandang, dan Adzriel dia langsung saja melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


Dan ketika sudah selesai dan sudah mengaji sebentar, Adzriel termenung dibalkon kamarnya sambil melihat keatas langit.


"Apa aku berhenti saja ya, karena aku lihat Mayang sudah bahagia dengan laki-laki itu", kata Adzriel dengan lirih sambil melihat kearah langit.

__ADS_1


Ketika Adzriel sedang termenung sambil melihat bintang-bintang dilangit, Adzriel dikejutkan dengan tepukan dipundaknya, dan ternyata yang menepuk pundaknya adalah Mamahnya.


"Eh Mamah, bikin Adzriel terkejut saja", kata Adzriel sambil melihat siapa yang menepuk pundaknya.


"Daritadi sudah Mamah ketuk pintu kamarnya, ketika Mamah coba buka ternyata tidak dikunci, dan waktu Mamah sudah masuk kedalam kamar, Mamah sudah memanggil-manggil nama kamu tapi kamu tidak menanggapi, ternyata lagi melamun disini, lagi mikirin apa sih Nak, lagi mikirin Mayang ya??", kata dan goda Mamahnya Adzriel yang bernama Hasna itu kepada Adzriel sambil tertawa kecil.


Perkataan dari Mamahnya membuat Adzriel yang awalnya melihat kepekarangan bawah langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Mamah Hasna.


"Mamah tahu darimana??, dari Ayah ya??", kata Adzriel kepada Mamah Hasna, dan mamah Hasna dia langsung saja mengangguk kepada Adzriel.


"Nak wanita baik-baik adalah wanita yang akan marah ketika kehormatannya dia renggut secara paksa, bukan cuma keperawanan saja arti kehormatan untuk semua wanita. Contohnya saja dengan sikap kamu kepada Mayang, itu sama saja kamu sudah melecehkan Mayang, padahal Mayang sudah menjaganya sekuat dan sebisanya dari kaum laki-laki seperti kamu", kata Mamah Hasna dengan tiba-tiba kepada Adzriel dengan lembut khas seorang Ibu.


"Sekarang Mamah tanya sama kamu, apakah Mayang berhijab??", tanya Mamah Hasna kepada Adzriel.


"Selama beberapa hari bertemu dipesta pernikahannya Aulian, Adzriel melihat dia selalu berhijab dan bahkan bisa dibilang syar'i Mah", jawab Adzriel jujur kepada Mamahnya dan langsung duduk dikursi sebelah Mamahnya.


"Jika Mayang sudah bisa menjaga dirinya dengan berhijab, itu artinya kamu yang salah tidak bisa mengendalikan hawa na***u kamu Nak", jawab Mamah Hasna kepada Adzriel.


"Iya Mah Adzriel tahu jika sikap Adzriel kepada Mayang salah, dan Mayang pantas marah kepada Adzriel", kata Adzriel kepada Mamahnya.


"Akan Adzriel coba lagi Mah", jawab Adzriel kepada Mamahnya.


"Apakah kamu mencintainya Nak??", tanya Mamah Hasna kepada Adzriel lagi.


"Entahlah Mah, rasanya yang Adzriel rasakan kepada Mayang, Adzriel ingin selalu berada disampingnya Mayang, dan ingin memiliki Mayang seutuhnya menjadi istrinya Adzriel, akan tetapi,..........", kata Adzriel sengaja menjeda kalimatnya.


"Tapi apa Nak??", tanya Mamah Hasna kepada Adzriel.


"Dia sepertinya sudah mempunyai laki-laki yang begitu menyayanginya dan dekat dengannya Mah, bahkan Adzriel lihat Mayang begitu bahagia sekali dekat dengan laki-laki itu", jawab Adzriel kepada Mamahnya.


"Maksud kamu apa Nak??", tanya Mamah Hasna dengan bingung kepada Adzriel.

__ADS_1


Adzriel lalu membuka ponselnya yang dia taruh diatas meja sampingnya, dan Adzriel lalu menunjukkan foto-fotonya Mayang yang tadi dikirimkan oleh para anak buahnya kepada Mamahnya.


"Mayang ternyata manis sekali wajahnya, dan benar dia berhijab syar'i Adzriel", kata Mamah Hasna kepada Adzriel sambil melihat-lihat semua foto-fotonya Mayang diponselnya Adzriel.


"Apakah kamu menyuruh orang untuk mengawasinya Nak??", tanya Mamah Hasna untuk kesekian kalinya kepada Adzriel.


"Iya Mah, itu Adzriel lakukan supaya Adzirel tahu dimana Mayang tinggal, akan tetapi Adzriel malah sering mendapat laporan seperti itu dari anak buahnya Adzriel", jawab Adzriel sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi dengan begitu lemasnya.


"Ketahuilah Nak, apa yang kita lihat belum tentu benar dan sesuai dengan penilaian kita, serta apa yang menurut kita benar, belum tentu menurut orang lain benar", kata Mamah Hasna kepada Adzriel dengan tersenyum.


"Maksud Mamah??", jawab Adzriel dengan bingung sambil menghadap kearah Mamahnya.


"Begini Nak, kamu lihat penampilannya Mayang, dia begitu syar'i dalam berhijab dan berpakaian, tidak mungkin dia mudah dengan sembarangan laki-laki mau berpegangan tangan, ketika kamu pegang tangannya dia merasa tidak nyaman, dan ketika juga kamu cium dia begitu marah kepadamu, bisa jadi laki-laki yang ada didalam foto itu adalah Kakaknya Nak, coba fikirkan itu", kata Mamah Hasna kepada Adzriel membuat Adzriel langsung teringat dengan sesuatu.


Ketika diacara pernikahannya Aulian dan juga Zahra, Adzriel pernah melihat Mayang jika dia diajak bersalaman oleh para laki-laki Mayang selalu menangkupkan kedua telapak tangannya didadanya.


"Iya Mah, Mamah benar sekali, kenapa Adzriel tidak kefikiran sampai kesitu ya Mah", jawab Adzriel kepada Mamahnya dengan sangat semangat sekali.


"Itu karena hatimu sedang dibutakan dengan kecemburuan makanya kamu tidak bisa mikir", jawab Mamah Hasna kepada Adzriel.


Membuat Adzriel reflek langsung tertawa ketika mendengar godaan dari Mamahnya.


"Sudah ayo turun kita makan malam, pasti Ayah dan adik kamu sudah menunggu kita diruang makan", kata Mamah Hasna sambil berlalu dari hadapannya Adzriel.


"Iya Mah, Mamah duluan saja", jawab Adzriel kepada Mamahnya yang sudah hampir membuka pintu kamarnya.


Sepeninggalan Mamahnya, Adzriel langsung tersenyum senang sekali, dan semakin memantapkan hatinya untuk berjuang mendapatkan hatinya Mayang yang sudah dilukainya itu.


"Aku harus berjuang, dan aku harus melakukan sesuatu, tidak akan aku biarkan laki-laki lain memiliki Mayang", kata Adzriel menyemangati dirinya sediri.


Dan setelah berkata seperti itu untuk dirinya sendiri, Adzriel langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya untuk makan malam bersama keluarganya diruang makan.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2