
Kita berpindah keAdzriel dan juga Mayang. Kesibukannya Adzriel semakin bertambah ketika Mayang dinyatakan hamil dan kandungannya divonis lemah oleh Dokter.
Namun Adzriel tidak pernah mengeluh dan bersyukur karena dia bisa ikut berjuang ketika Mayang sedang mengandung anaknya itu.
Semua kegiatannya Mayang selalu membutuhkan bantuan dari orang lain, dan Adzriel mempercayakan Mayang kepada bibi yang bekerja dirumahnya.
Tapi untuk urusan mandi, Mayang hanya mau dan Adzriellah yang membantu Mayang untuk mandi.
Suatu ketika diwaktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Mayang yang belum bisa tidur, dia yang daritadi masih terjaga lalu membangunkan Adzriel yang sudah terlelap dalam tidurnya itu.
Adzriel langsung saja bangun ketika Mayang menggoyangkan badannya dengan perlahan-lahan.
"Ada apa sayang??, apa kamu mau kekamar mandi??", kata Adzriel kepada Mayang sambil membuka matanya yang masih mengantuk itu.
"Tidak Mas, tapi May mau sesuatu??", kata Mayang kepada Adzriel.
"Mau apa sayang, katakan saja kepada Mas, kalau bisa pasti Mas akan penuhi", jawab Adzriel kepada Mayang dengan mata yang benar-benar sudah terjaga.
"Emm May mau pizza, martabak manis dan juga rujak Mas", kata Mayang kepada Adzriel dengan menyebutkan makanan yang sedang ingin dimakannya.
Adzriel yang mendengar permintaannya Mayang, mata dia langsung benar-benar jreng sekali, karena malam-malam begitu harus mencari rujak.
Untuk pizza dan juga martabak manis masih oklah dijam segitu masih ada yang buka, namun rujak dia harus mencarinya dimana, begitulah sekiranya yang difikirkan oleh Adzriel.
"Rujaknya apa tidak bisa digantikan besok saja sayang, jangan malam ini", kata Adzriel kepada Mayang, membuat Mayang langsung memajukan bibirnya kepada Adzriel.
"Untuk pizza dan juga martabak manisnya bisa Mas belikan sekarang, namun rujaknya", kata Adzriel lagi kepada Mayang.
"Sekarang dong Mas, May maunya makan rujak sekarang", kata Mayang kepada Adzriel dengan sedikit manja.
"Baiklah akan mas usahakan dapat rujaknya, namun jika tidak dapat jangan marah kepada Mas ya sayang", kata Adzriel kepada Mayang, dan Mayang langsung saja mengangguk kepada Adzriel.
Adzriel yang sudah siap dan juga sudah membawa dompet serta kunci mobilnya, dia lalu berpamitan kepada Mayang sambil mencium keningnya Mayang sebelum keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Adzriel yang sudah turun dari atas kamarnya, dia lalu mencari bibi untuk memberitahukan kepadanya jika dia ingin mencari makanan yang sedang diinginkan oleh Mayang.
"Aku bingung malam-malam begini dimana harus mencari rujaknya", kata Adzriel dengan sangat pelan namun bibi masih bisa mendengar perkataannya Adzriel.
"Emmm Tuan, bagaimana kalau rujaknya saya yang membuatnya saja, kan didalam kulkas banyak buah-buahan, bagaimana??", kata Bibi kepada Adzriel.
Wajah Adzriel langsung cerah ceria ketika mendengar perkataan dari asisstan rumah tangganya. Dia langsung saja mengangguk dengan semangat kepada Bibi.
"Iya Bi, buatkan saja, kalau begitu saya keluar dulu mau mencari pizza dan martabak manisnya untuk May", kata Adzriel dengan semangat kepada bibi.
Bibi hanya mengangguk kepada Adzriel dan dia langsung saja berlalu masuk kedalam dapur untuk membuat rujak malam-malam ketika Adzriel sudah berlalu dari hadapannya.
Sekitar satu jam kemudian, Adzriel sudah mendapatkan pizza dan martabak manis pesanannya Mayang.
Adzriel dia tidak membeli satu atau dua buah saja, melainkan beberapa box pizza dan martabak manisnya untuk dia berikan kepada penjaga rumah serta para pekerja yang bekerja dirumahnya.
Ketika Aulian sudah masuk kedalam rumah, Aulian langsung saja mencari Bibi kedapur, dan ternyata rujak yang dipesan oleh Mayang sudah dibuatkan oleh Bibi diatas meja makan.
"Eh Tuan Adzriel sudah datang, itu Tuan rujaknya sudah saya taruh diatas meja makan", kata Bibi ketika dia baru saja keluar dari dalam kamar mandi melihat Adzriel sudah pulang.
"Baik Tuan, dan terimakasih", jawab Bibi dengan ramah kepada Adzriel sambil menerima box pizza dan martabak manisnya itu.
"Apakah mau saya bantu Tuan", kata Bibi lagi kepada Adzriel ketika Adzriel sedang mengambil nampan yang berisi rujak untuk Mayang sambil membawa Pizza dan juga martabak manisnya.
"Tidak perlu Bi, saya bisa", jawab Adzriel kepada Bibi sambil tersenyum dan setelahnya dia berlalu masuk kedalam kamarnya.
Sedikit kesusahan ketika Adzriel membuka pintu kamarnya, dan ketika Adzriel sudah masuk kedalam kamarnya dia lalu menaruh semua makanan yang dia bawa keatas meja dekat shofa yang ada didalam kamarnya.
Adzriel langsung saja berjalan kearah ranjang ketika sudah menaruh makanannya, dan Adzriel melihat Mayang dia sudah tertidur dengan sangat lelap.
"May, sayang, hey bangun, itu rujak sama pizza dan juga martabaknya sudah Mas bawakan", kata Adzriel sambil membangunkan Mayang.
Mayang yang terusik tidurnya dia langsung saja membuka matanya dengan perlahan-lahan.
__ADS_1
"Eh ada apa Mas??", kata Mayang yang ketika sudah membuka matanya melihat Adzriel sudah duduk dipinggir ranjangnya.
"Itu Pizza rujak sama martabak manisnya sudah mas belikan", kata Adzriel lagi kepada Mayang.
"Memangnya May tadi apa minta itu ya sama Mas??", kata Mayang kepada Adzriel.
Adzriel sedikit gemas mendengar jawabannya Mayang.
"Iya kan tadi May bilang sendiri jika May lagi ingin makan rujak, pizza sama martabak manis sayang", jawab Adzriel kepada Mayang.
"Dan ini Mas sudah bawakan itu semua, itu Mas taruh diatas meja", kata Adzriel lagi sambil menunjuk makanan yang dia taruh diatas meja.
"Sepertinya May tadi tidak meminta itu deh, Mas salah dengar mungkin, masa malam-malam begini May minta rujak", jawab Mayang kepada Adzriel, membuat Adzriel langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Ya sudah kalau tidak mau, biarkan makanannya disitu saja, Mas mau istirahat dulu", kata Adzriel kepada Mayang sambil menahan rasa marahnya.
Mayang yang melihat Adzriel sedikit bete dia langsung saja tertawa lucu sambil menarik tangannya Adzriel yang ingin berlalu berdiri.
"Jangan marah dong Mas, May tadi kan cuma bercanda", kata Mayang kepada Adzriel sambil tersenyum lucu.
Adzriel langsung membalikkan badannya menghadap Mayang dengan tersenyum juga.
"Bercandanya tidak lucu", kata Adzriel kepada Mayang sambil mencubit hidungnya Mayang.
"Ya maaf, tolong bantu May dong Mas", kata Mayang kepada Adzriel sambil tertawa.
Adzriel lalu membantu Mayang untuk turun dari atas ranjang, namun bukan membawa Mayang kekursi roda melainkan langsung menggendong Mayang dan meletakkannya dishofa yang ada didepan meja.
"Terimakasih suamiku", kata Mayang kepada Adzriel, dengan sambil menyuruh Adzriel untuk duduk menemaninya disampingnya.
Mayang langsung saja makan makanan yang dipesannya tadi kepada Adzriel, namun ketika Mayang melihat rujaknya yang sangat menggiurkan, Mayang jadi tidak berselera makan pizza dan martabak manisnya.
Dan malah menyuruh Adzriel yang untuk menghabiskan pizza dan juga martabak manisnya, jika tidak Mayang akan mengambek, alhasil mau tidak mau Adzriella yang memakan pizza dan juga martabak manisnya itu.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***