
Zahra menunggu semua hasil itu dengan harap-harap cemas, karena dia bingung tidak bisa mengutarakan perasaannya yang saat ini sedang dirasakannya itu.
Ketika sudah menunggu beberapa menit, Zahra lalu mengambil ketiga testpack itu dengan mata yang tertutup.
Dengan membuka mata secara perlahan-lahan, Zahra langsung saja melihat kearah ketiga testpack itu dan mata dia langsung saja sedikit melotot ketika melihat semua hasil yang ada didalam testpack itu.
Zahra langsung saja meneteskan air matanya ketika melihat semua hasil dari semua testpack itu yang hasil semuanya menujukkan dua garis, yang artinya Zahra positiv hamil.
"Ya Allah", kata Zahra sambil menangis terharu.
Dan sekarang Zahra tahu kenapa selama beberapa hari ini badannya merasa sedikit bermasalah karena ternyata dia sedang mengandung buah cintanya dengan Aulian.
Zahra lalu membuang urinnya tadi dan juga membersihkan wadah yang tadi dia gunakan untuk menampung urinnya itu.
Dengan keadaan yang masih lemas dan pusing, ditambah rasa bahagia yang membuncah, Zahra berusaha berjalan keluar kamar mandi untuk menuju keranjangnya.
Sambil duduk dipinggir ranjang, senyum merekah bahagianya Zahra tidak pernah luntur dari bibirnya dengan terus menggenggam erat ketiga testpacknya tadi yang sudah dicucinya.
Ketika sudah sampai diranjang, Zahra lalu merebahkan badannya diatas ranjang, karena tubuhnya Zahra benar-benar tidak kuat untuk dibuat beraktifas sama sekali.
Testpack yang digunakannya tadi Zahra simpan dibawah bantalnya sambil memejamkan matanya untuk tidur.
Zahra tertidur dengan perasaan yang amat sangat bahagia sekali, hingga waktunya Aulian pulang pun Zahra masih tertidur dengan pulasnya, karena Zahra benar-benar rasanya tidak bisa jauh dari ranjang.
Aulian yang sudah masuk kedalam kamarnya, cuma menaruh tasnya saja dishofa dan belum mengganti jasnya dia lalu mendekati Zahra yang masih tertidur itu.
Ketika sudah sampai disamping ranjang, Aulian lalu menempelkan telapak tangannya kedahinya Zahra, dan itu membuat Zahra terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.
"Eh Abang sudah pulang, maafkan Zahra yang malah asik tidur begini Bang", kata Zahra ketika sudah bangun dan melihat Aulian sambil berusaha untuk duduk dengan bersandar disandaran ranjang.
"Badan kamu hangat, apa masih tidak enak badan sayang??", kata Aulian yang sudah duduk didekat kakinya Zahra.
Zahra langsung tersenyum kepada Aulian ketika melihat perhatiannya Aulian kepadanya.
"Zahra tidak apa-apa ko Abang, hanya saja Zahra cuma ingin tidur terus rasanya", jawab Zahra kepada Aulian.
__ADS_1
"Nanti kita tidak perlu kepesta pernikahannya Zain dan Ameera saja ya sayang, nanti untuk urusan kado gampang biar Abang urus, kita keDokter saja untuk periksa ya sayang", kata Aulian kepada Zahra dengan ekspresi yang sangat khawatir sekali.
"Iya Abang", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum.
"Kalau begitu kamu istirahat dulu, Abang mau kekamar mandi dan berganti baju, Abang tidak akan kembali kekantor, Abang dirumah saja untuk menemanimu", kata Aulian kepada Zahra sambil mengusap lembut pipinya Zahra.
Zahra hanya tersenyum manis saja kepada Aulian dengan wajah pucatnya.
Aulian langsung saja berlalu dari hadapannya Zahra menuju kedalam kamar mandi untuk mandi untuk mandi dan juga berganti pakaian.
Sekitar lima belas menit kemudian Aulian yang sudah selesai dari bersih-bersih badannya dia langsung saja keluar dari dalam walk in closet, dan ketika sudah keluar Aulian melihat Zahra yang ternyata tidak tidur lagi melainkan duduk dengan posisi yang masih sama seperti tadi ketika Aulian tinggal.
"Kamu tidak istirahat lagi sayang??", kata Aulian yang sudah duduk dipinggir ranjang sebelahnya Zahra sambil menggenggam kedua tangannya Zahra.
"Ada sesuatu yang ingin Zahra sampaikan kepada Abang", kata Zahra kepada Aulian dengan ekspresi yang susah ditebak oleh Aulian.
"Apa itu sayang, dan kenapa kamu seperti serius sekali??", jawab Aulian kepada Zahra sambil penasaran.
"Iya Abang ini sangat-sangat serius sekali", jawab Zahra dengan muka datarnya.
Dan itu membuat Aulian menjadi khawatir jika Zahra mengidap penyakit yang serius atau hal yang semacamnya.
"Tapi ada syaratnya Abang", kata Zahra dengan masih berakting didepannya Aulian.
"Kenapa mesti ada syarat segala sih sayang??", jawab Aulian kepada Zahra yang sudah tidak sabar akan hal yang akan disampaikan oleh Zahra.
"Kalau mau cepat, sekarang Abang segera tutup kedua matanya Abang", jawab Zahra kepada Aulian.
"Harus ya sayang", jawab Aulian kepada Zahra.
Dan Zahra hanya mengangguk dengan muka datarnya kepada Aulian.
Dengan terpaksa Aulian lalu menutup kedua matanya didepannya Zahra.
"Jangan mengintip lho Abang", kata Zahra sambil tersenyum ketika Aulian sudah menutup kedua matanya.
__ADS_1
Aulian dia hanya diam saja sambil memajukan bibirnya seperti cemberut kepada Zahra.
Zahra lalu menarik pelan tangannya Aulian yang berada didekat kakinya, dan Aulian pun menurut saja ketika tangannya ditarik oleh Zahra.
Zahra langsung saja menaruh ketiga testpack itu ditelapak tangannya Aulian dan tanpa menunggu lama serta tanpa menunggu aba-aba terlebih dahulu dari Zahra, Aulian langsung saja membuka matanya ketika dia merasakan jika Zahra menaruh sesuatu diatas telapak tangannya.
Aulian langsung melihat kearah benda yang ditaruh Zahra ditelapak tangannya, dengan ekspresi terkejutnya Aulian melihat semua ketiga hasil tespack tersebut.
"Kamu hamil Zahra, kamu hamil anakku??", kata Aulian kepada Zahra dengan ekspresi terkejutnya, ketika sudah mengetahui hasil dari ketiga testpack tersebut.
"Iya Abang, Zahra hamil, ini anak kita", kata Zahra dengan sangat bahagia sekali dengan sedikit mengeluarkan air matanya sambil menarik tangannya Aulian ditempelkan diperutnya yang masih rata itu.
Aulian langsung saja memeluk Zahra dengan sangat erat sekali, dan terus memberikan kecupan bertubi-tubi diwajahnya Zahra sebagai ungkapan kebahagiaannya.
"Terimakasih ya Allah, terimakasih sayang", kata Aulian lagi dengan perasaan yang sangat bahagia sekali dan langsung memeluk Zahra lagi.
Zahra pun begitu dia juga sama bahagianya melihat Aulian sangat bahagia sekali mengetahui kehamilannya.
"Jadi kamu sakit begini bukannya karena sedang masuk angin atau apa ternyata karena ini perubahan hormon kehamilan kamu sayang??", kata Aulian kepada Zahra.
"Iya Abang", jawab Zahra kepada Aulian dengan tersenyum cerah sekali.
"Nanti kita harus segera cek kandungan kamu sayang, akan tetapi biarlah Abang ingin bermanja denganmu dulu dan calon baby kita saat ini sayang", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum manis sekali dan juga sambil mengusap perut ratanya Zahra.
Mereka bedua yaitu Zahra dan juga Aulian saat itu sedang menikmati kebahagiaannya yang baru saja mengetahui kehamilannya Zahra.
Dan Aulian juga tidak menyangka jika dia akan diberikan kepercayaan dengan begitu cepat oleh Allah dengan adanya seorang anak ditengah-tengah pernikahannya dengan Zahra.
...πππππππππππππ...
Selamat ya Zahra atas kehamilannya π
Dan mau auhtor segera tamatin nih, boleh ya readers π
Soalnya Auhtor tidak suka cerita yang terlalu panjang π πππ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***