LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
TERBONGKAR


__ADS_3

Malam pun tiba, dan saat ini Hafiz dan kedua orang tuanya, serta kedua adiknya sudah dalam perjalanan menuju kerumahnya Khansa. Dan Ayah Mirac pun sudah mengabari calon besannya itu.


Ternyata jarak rumah antara rumahnya Ayah Mirac dan Ayah Fikri tidak terlalu jauh, jika tidak macet tiga puluh menitan pun sudah sampai, dan jika macet paling sekitar satu jam saja.


Dan tepat pukul setengah tujuh malam, Keluarga besarnya Hafiz sudah sampai dirumahnya Ayah Fikri. Kakek mereka yang bernama Umran tidak bisa ikut karena beliau masih berada diTurki dan belum bisa pulang, akan tetapi Ayah Mirac sudah menceritakan semuanya kepada Kakek Umran, dan Kakek Umran sangat senang sekali mengetahui kabar serta cerita dari anaknya Mirac.


Ingin sekali Kakek Umran langsung terbang pulang hari itu juga, akan tetapi keadaanlah yang masih memaksa Kakek Umran untuk tinggal diTurki dahulu dan baru bisa pulang lusa.


Sedang Neneknya Hafiz beliau sudah meninggal sejak Hafiz menginjak bangku SMA. Tidak lupa juga Hafiz memberi kabar gembira ini kepada kedua sahabatnya Aulian dan juga Adzriel.


Aulian dan juga Adzriel mereka sangat-sangat terkejut sekali mendengar kabar jika sahabat somplaknya Hafiz ingin melangsungkan lamaran hari ini juga jam setengah tujuh malam.


Aulian dan Adzriel mereka diundang untuk menemani Hafiz meminang Khansa, dan Aulian serta Adzriel mereka sedang dalam perjalan menuju kerumahnya Khansa, walau Aulian dia baru saja sampai rumah tadi sekitar pukul empat sore, dan juga badannya capek akan tetapi Aulian dia masih menyempatan untuk datang menemani sahabatnya lamaran.


"Tidak ku sangka sahabatku yang itu juga akan lamaran malam ini ya Aul?? ", kata Adzriel kepada Aulian sambil menyetir mobilnya.


Karena Aulian dan Adzriel mereka menggunakan satu mobil yaitu mobilnya Adzriel, karena Aulian dia masih capek dan masih malas untuk menyetir mobil.


Khansa sendiri dia juga sudah menceritakan perihal lamarannya Hafiz kepada Zahra tadi pagi secara mendadak, dan membuat Zahra pun juga sama terkejutnya seperti Aulian dan juga Adzriel. Serta Zahra dimintai tolong oleh Khansa untuk menemaninya diacara lamarannya, tidak cuma Zahra saja tetapi Ameera juga disuruh untuk menemani Khansa.


Aulian tadi sampai rumahnya Papah Ziyas sekitar empat sore, dan Aulian sebelum pulang kerumahnya Papah Ziyas dia sudah mengantarkan Zahra terlebih dahulu kerumah yang akan ditempatin mereka kelak ketika sudah menikah.


Zahra sendiri sudah tinggal dirumah itu sekitar seminggu lebih, dan Zahra sangat menyukai sekali dengan rumah yang akan ditempatinnya bersama Aulian kelak.


Zahra yang waktu itu baru saja sampai rumah dan Aulian dia yang langsung terburu-buru pulang kerumahnya Papah Ziyas, karena Aulian ingin cepat istirahat supaya bisa menemani Hafiz nanti malam, membuat Zahra sampai lupa memberitahukan kepada Aulian jika Zahra ingin menemani Khansa lamaran, dan niat Zahra nanti ketika sudah sampai dirumahnya Khansa dia akan memberitahukan kepada Aulian, akan tetapi keadaan dirumah Khansa sendiri membuat Zahra sampai lupa belum memberitahukannya kepada Aulian.


"Iya aku juga tidak menyangka, aku rasa bakal dia yang akan menikah terlebih dahulu dibanding aku Dzriel", jawab Aulian kepada Adzriel.


"Kira-kira siapa ya wanita yang akan dilamar oleh Hafiz, apa karyawan wanitanya Kak Kia kemarin ya", kata Adzriel lagi kepada Aulian.

__ADS_1


"Maksud kamu apa Dzriel?? ", jawab Aulian dengan bingung.


Adzriel lalu menceritakan kejadian dimana Hafiz yang menggoda Khansa waktu itu dikantornya Kak Kia istrinya Kak Qiyas. Semuanya yang Adzriel tahu Adzriel ceritakan kepada Aulian.


"Bisa juga wanita yang bernama Khansa itu Dzriel yang dilamar oleh Hafiz, tapi entahlah, mari kita buktikan, ayo cepat keluar", jawab Aulian kepada Adzriel dan langsung mengajak Adzriel keluar dari dalam mobil, karena mereka baru saja sampai dirumahnya Khansa.


Adzriel dan Aulian mereka langsung saja masuk kedalam rumahnya Khansa, diruang tamu rumahnya Khansa masih belum dimulai acaranya dan mereka kedua belah Keluarga masih bercanda dan mengobrol ringan saja.


"Eh Nak Adzriel dan Aulian akhirnya kalian datang juga, lihat tuh teman kamu biasanya tidak bisa diam, sekarang dia sedang anteng karena sedang berada didepan calon mertuanya", kata Ayah Mirac ketika melihat Adzriel dan Aulian baru saja datang sambil menggoda Hafiz.


Membuat Hafiz melirik Ayahnya dengan cemberut, dan yang lain termasuk Ayah Fikri yang mendengar perkataannya Ayah Mirac mereka tertawa semua.


Aulian dan Adzriel mereka langsung duduk ditempat yang sudah disediakan oleh pemilik rumah, dan mereka hanya diam sambil mendengarkan setiap perkataan dari semua orang yang sedang berbicara.


"Baiklah, bisakah kita mulai acaranya calon besanku", kata Ayah Fikri kepada Ayah Mirac sambil tertawa geli, karena dari sahabat sekarang akan menjadi besannya.


"Bisa dong besanku, kalau bisa secepatnya nikahkan mereka, dan tolong panggilkan Khansa keluar", jawab Ayah Mirac dengan tertawa juga, membuat Mamah Ola dan Mamah Yuli ikut-ikutan tertawa


"Benar kan apa aku bilang, pasti wanita yang bernama Khansa itu Aul calon istrinya Hafiz", bisik Adzriel kepada Aulian yang duduk disebelahnya. Dan Aulian hanya mengangguk saja mendengar perkataannya Adzriel.


Karena Hafiz sendiri ketika menceritakan kepada Adzriel dan Aulian tentang lamarannya, dia tidak menceritakan siapakah wanita yang akan dia lamar, alhasil Adzriel dan Aulian mereka menjadi menebak-nebaknya sendiri.


Akhirnya keluar juga Khansa dari dalam kamarnya dan menuruni tangga ditemani oleh Zahra dan juga Ameera.


Zahra dia sangat terkejut sekali ketika melihat Aulian ada bersama Keluarganya Hafiz, sedang Aulian sendiri dia juga sama terkejutnya dengan Zahra ketika melihat Zahra turun bersama wanita yang sedang dilamar oleh sahabatnya Hafiz.


"Dia kan Zahra Aulian", bisik Adzriel lagi kepada Aulian, dan Aulian dia hanya diam saja tanpa menjawab perkataannya Adzriel.


Hafiz pun juga sama terkejutnya ketika melihat Zahra turun menemani Khansa. Ketika Khansa, Zahra dan Ameera sudah sampai dibawah dan bergabung dengan Keluarga yang lainnya sontak Aulian, Adzriel, dan Hafiz mengucapkan kata yang sama.

__ADS_1


"Zahra", kata Aulian, Adzriel dan Hafiz secara bersamaan membuat para Keluarga bingung dengan ketiga laki-laki itu kenapa bisa menyebut nama Zahra secara bersamaan.


"Kalian bertiga sudah kenal dengan Nak Zahra??", tanya bingung dari Mamah Yuli dan membuat yang lain langsung memasang telinga mereka masing-masing, pasalnya mereka juga sama penasarannya seperti Mamah Yuli.


"Dia tunangan saya Nyonya", jawab Aulian kepada Mamah Yuli dan langsung membuat yang lainnya pada terkejut, kecuali Khansa dan Ameera karena mereka sudah tahu.


Akan tetapi yang membuat Ameera juga Khansa terkejut adalah Hafiz ternyata sahabatnya Aulian. Serta Zahra sendiri dia belum banyak bertanya tentang laki-laki yang akan melamar sahabatnya Khansa, dan jika Khansa ditanya Zahra selalu menjawab dia adalah seorang CEO sinting. Bahkan Zahra sendiri sampai lupa menanyakannya kepada Ameera siapa calon suaminya Khansa.


Andai Zahra tahu jika laki-laki yang akan melamar Khansa adalah Hafiz, dia pasti akan datang bersama dengan Aulian dan tidak akan begini ceritanya.


Ada satu orang yang sangat terkejut mendengar jawabannya Aulian dan orang itu adalah Kakaknya Khansa yang bernama Saka, karena Saka ternyata juga menyukai Zahra sejak dulu ketika Zahra sering main kerumahnya untuk menemui Khansa, akan tetapi sampai sekarang Saka belum berani mengungkapkannya kepada Zahra, hanya mengagumi dan mencintai dalam diamnya.


Saka sendiri dia seumuran dengan Kak Qiyas. Dan bahkan Khansa yang sebagai adik kandungnya Saka dia tidak mengetahui jika Kakaknya juga mencintai sahabatnya, karena Saka sangat pintar menyembunyikan ekspresinya.


"Iya Mamah dan kami pun sudah mengenal Zahra dari dia menjadi tunangannya Aulian", jawab Hafiz kepada Mamah Yuli Mamahnya Khansa. Membuat Mamah Yuli dan yang lainnya hanya mengangguk saja kecuali Saka.


"Kenapa tidak cerita Nak jika kamu sudah bertunangan dengan anaknya Tuan Ziyas?? ", kata Ayah Fikri kepada Zahra.


"Maaf Yah, Zahra belum sempat menceritakannya, dan hanya Keluarga inti saja ko Ayah yang kami undang, bahkan tunangan resminya baru kemarin Ayah", jawab Zahra kepada Ayah Fikri, dan memang Zahra serta Ameera mereka beruda diminta oleh Ayah Fikri dan Mamah Yuli untuk memanggil mereka sama seperti Khansa.


"Ya sudah tidak apa-apa, yang penting acaranya lancar dan jika nanti kalian berdua menikah jangan lupa undang Ayah sama Mamah ya Zahra", kata Mamah Yuli kepada Zahra.


"Iya Mah", jawab Zahra kepada Mamah Yuli sambil mengangguk kecil.


Sedang Aulian dia daritadi masih terus melihat kearahnya Zahra dengan pandangan yang sulit diartikan, dan Zahra yang menyadari arti tatapannya Aulian dia hanya bisa menunduk karena takut.


Sebab Zahra tahu jika dirinya salah tidak memberitahukan dan bercerita dengan Aulian. Zahra berdoa semoga Aulian mau mendengarkan penjelasannya, karena didalam hati kecilnya Zahra, Zahra bukan bermaksud untuk tidak memberitahukannya atau tidak mau jujur kepada Aulian.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2