
Disebuah apartemen orang yang tadi baru saja mengirimkan foto itu kepada Zahra dia tertawa cukup keras sekali, karena mengira dia sudah berhasil membuat Zahra marahan kepada Aulian, dan dia sangat berharap jika Zahra akan membatalkan rencana pernikahannya dengan Aulian.
"Sungguh kamu sangat nekat Via", kata teman Via kepada Via.
"Mau bagaimana mana lagi, ini adalah langkah terakhirku untuk mendapatkan Aulian Jeva", jawab Via kepada temannya yang bernama Jeva.
"Cukup kemarin Zahra bisa membuatku sakit hati melihat pemberitaannya ketika dilamar dengan begitu romantisnya oleh Aulian dipesta resepsinya Kak Qiyas Kakaknya Aulian Jeva", kata Via lagi kepada Jeva.
Ya orang yang mengirimkan foto itu kepada Zahra adalah Via orang yang sedang dicurigai oleh Kak Qiyas dan juga Papah Ziyas. Via melakukan itu karena dia merasakan sakit hati kepada Zahra, dan ketika Via menyuruh orang untuk menyelidiki siapa Zahra sebenarnya, Via semakin benci saja kepada Zahra, karena menurut Via Zahra tidak pantas bersanding dengan Aulian.
Via lalu meminta tolong kepada Jeva sahabat dekatnya dari jaman kuliah dan Aulian pun juga mengenal dengan Jeva untuk mencarikan orang yang pintar dalam mengedit foto.
Laki-laki yang didalam foto bersama Via dia adalah temannya Via, Via sengaja meminta tolong kepada teman laki-lakinya untuk berfoto begitu mesra kepadanya kemarin ketika sedang liburan diSingapura.
"Tapi jika sampai ketahuan kamu jangan bawa-bawa aku kedalam masalahmu ini lho Via, aku juga sudah sering memperingatkanmu kemarin", kata Jeva kepada Via.
Mereka berdua saat ini sedang berbicara didalam kamarnya Jeva yang ada didalam apartemennya. Dan sedang duduk dipinggir ranjang.
Via pagi-pagi sekali main keapartemennya Jeva untuk mengambil foto hasil editan itu yang sudah selesai diedit oleh temannya Jeva.
Walau bisa dikirmkan lewat ponsel akan tetapi Via ingin sekali datang main keapartemennya Jeva, sekalian saja membicarakan rencananya kepada Jeva untuk memisahkan Aulian dan juga Zahra.
"Kamu tenang saja, mereka pasti kesulitan untuk mencari kebenarannya Jeva, karena foto editan itu benar-benar sangat mirip sekali seperti Aulian, dan aku sangat puas akan kinerja teman kamu Jeva", jawab Via kepada Jeva dengan tersenyum senang.
"Kamu jangan sombong dulu Via kamu kan belum tahu siapa saja kenalannya Keluarga Irawan, dia orang terkaya diNegara ini, bisa saja mereka mengenal orang ahli IT yang sangat ahli yang bisa membongkar kebohonganmu ini Via, dan kamu bisa dipenjara jika ketahuan Via", jawab Jeva kepada Via.
"Tenang saja aku sudah punya rencana selanjutnya Jeva", jawab Via kepada Jeva sambil mencoba tenang.
__ADS_1
"Mereka akan aku beriwaktu dalam tiga hari, jika dalam tiga hari mereka bisa membuktikan jika foto itu adalah editan saja, aku akan melarikan diri dari Negara ini sejauh mungkin, dan jika dalam tiga hari mereka belum bisa membuktikannya akan aku sebar foto-foto itu kepada wartawan", jelas Via dengan begitu sombongnya kepada Jeva seakan rencanakan tidak akan terbongkar.
"Jangan nekat deh Via, jika kamu pergi bagaimana dengan Keluargamu??", kata Jeva memperingatkan lagi kepada Via.
"Untuk masalah Keluargaku itu urusan mudah", jawab Via kepada Jeva sambil berjalan keluar menuju balkon yang ada didalam kamar, karena mereka saat ini sedang berbicara didalam kamar.
"Terus apa sekarang langkah kamu selanjutnya Via??", tanya Jeva kepada Via.
"Dari laporan orang suruhanku saat ini Aulian dan juga Zahra meereka sedang berada diPerusahaan Irawan Corp", jawab Via dengan tenang sekali kepada Jeva.
Iya memang dari kejadian lamarannya Zahra dan Aulian kemarin dipesta Pernikahannya Kak Qiyas dan Kia, Via langsung saja menyuruh orang untuk selalu mengawasi Zahra, bahkan sampai Zahra tinggal dimana pun dia tahu.
Akan tetapi orang suruhannya Via tidak berani berbuat macam-macam kepada Zahra karena begitu banyak bodyguard yang menjaga Zahra baik yang terang-terangan maupun yang bersembunyi.
Dan ketika Via melihat undangan yang tersebar diinternet serta televisi tentang pesta pernikahannya Zahra dan Aulian yang akan berlangsung kurang lebih sepuluh hari lagi, Via langsung saja merencanakan sesuatu untuk membatalkan pesta pernikahannya Aulian dan juga Zahra.
"Akan aku ikuti permainan mereka, kita akan buktikan siapa yang akan menang, mereka atau aku", jawab Via lagi kepada Jeva sambil melihat kearahnya Jeva dengan tersenyum miring.
"Sungguh kamu sangat berani sekali Via untuk mendapatkan seorang Aulian Irawan, aku salut kepadamu, disaat banyak laki-laki yang mengejarmu kamu malah masih tetap memilih Aulian yang tidak sama sekali melirik kamu", kata Jeva sambil merangkul pundaknya Via.
"Itu yang namanya pengorbanan dalam cinta Jeva", jawab Via kepada Jeva sambil tersenyum senang.
Mereka berdua terutama Via tidak tahu saja, jika kebohongannya akan segera terbongkar, dan Author juga tidak akan membiarkan jika Via yang akan menang π.
............***************.............
Kembali lagi kePerusahaannya Papah Ziyas, setelah tadi Papah Ziyas, Kak Qiyas, Aulian dan juga Zahra merencanakan untuk menjebak orang yang mengirimkan foto itu kepada Zahra, saat ini mereka semua sedang memperhatikan dan menunggu hasil dari orang yang ahli IT yang sedang mengamati foto yang sangat merugikan Aulian sekali.
__ADS_1
Tadi sebelum mereka merencanakan sesuatu, Kak Qiyas sudah terlebih dahulu menghubungi kenalannya yang ahli IT itu yang kebetulan orang kenalannya Kak Qiyas sedang berada dikantor temannya yang hanya berjarak beberapa gedung dengan Perusahaannya Papah Ziyas.
Sontak langsung saja kenalannya Kak Qiyas dia dengan senang hati menemui Kak Qiyas yang sedang berada diruangannya Papah Ziyas. Dan disinilah dia sudah duduk bersama dan bergabung dengan Papah Ziyas, Kak Qiyas, Aulian dan juga Zahra diruang kantornya Papah Ziyas.
"Bagaimana Faisal, apa yang kamu lihat dari foto itu??", tanya Kak Qiyas kepada orang kenalannya itu yang bernama Faisal.
"Ini seratus persen editan Qiyas, lihat saja bayangannya saja sama background gambar dibelakangnya tidak menyatu, terlihat sangat berbeda sekali, dan sudah saya cek ini melalui apikasi yang saya punya, dan ini benar-benar sudah diedit dan wajah laki-laki ini diganti dengan foto wajahnya Tuan Aulian", jawab Faisal kepada Kak Qiyas sambil memperlihatkan hasil foto yang sudah dicek oleh Faisal melalui laptopnya dan masih didengar oleh semuanya.
"Zahra kamu sudah yakin belum jika itu bukanlah Abang, kamu percaya kan sama Abang, jangan batalkan pernikahan kita ya sayang", kata Aulian kepada Zahra dengan wajah yang sangat memohon sekali kepada Zahra, ketika baru saja mendengar perkataannya Faisal.
Zahra yang duduk disampingnya Aulian dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Aulian ketika mendengar perkataannya Aulian kepadanya sambil tersenyum sangat manis sekali kepada Aulian.
"Iya, Zahra sudah percaya lagi sama Abang, Zahra juga tidak jadi membatalkan pernikahan kita, kita hadapi bersama ya Abang masalah ini", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum manis kepada Aulian.
Papah Ziyas yang melihat Zahra sudah tidak marah lagi kepada Aulian dia tersenyum dalam diamnya. Sedangkan Kak Qiyas dan Faisal mereka hanya mendengarkan saja percakapannya Zahra dan juga Aulian, sambil terus mengotak-atik foto editan itu.
"Terimakasih sayang, baiklah ayo kita segera bertindak sebelum dia menyebarkan foto itu kepada para wartawan", jawab Aulian kepada Zahra dan masih didengar semuanya.
Kak Qiyas yang mendengar perkataannya Aulian dia langsung mempunyai rencana untuk menjebak orang yang mengirimkan foto itu kepada Zahra.
Kak Qiyas langsung saja mengatakan kepada Zahra, Aulian dan juga Papah Ziyas tentang rencana yang dimilikinya itu, awalnya Aulian dia sangat menentang sekali dengan rencananya Kak Qiyas, akan tetapi setelah dijelaskan oleh Kak Qiyas Aulian dia langsung saja setuju dengan rencananya Kak Qiyas.
...π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±...
Kita enaknya apakan itu si Via ya readers, bantu komen dong biar bisa dapat referensi juga dari readers ππ
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***