
Hari demi hari dilalui Ameera dengan cukup berat namun tergolong masih normal saja dalam mengalami gejala morning sicknessnya.
Dia tidak mengidam yang aneh-aneh kepada Zain, hanya hal-hal sewajarnya saja kepada Zain dan itu tidak mempersulit Zain dalam memenuhinya.
Tidak terasa juga usia kehamilannya Ameera sudah menginjak usia kelima bulan saja, yang artinya Baby Fika anaknya Aulian dan Zahra sudah berumur sekitar delapan bulanan.
Sungguh bagi Aulian perkembangan usianya baby Fika sangat cepat sekali, dan Aulian serta Zahra mereka berdua sangat bahagia sebab baby Fika dia tumbuh dengan sehat dan sesuai dengan usianya.
Saat ini Aulian dan juga Zahra mereka berdua sedang menemani baby Fika yang belum mau tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Walau sudah digendong dan dingajikan oleh Aulian seperti biasanya akan tetapi tetap saja matanya baby Fika masih terbuka sangat lebar sekali, tanpa ada tanda-tanda ingin tertidur.
Zahra yang melihatnya pun dia langsung saja menyuruh Aulian untuk meletakkan baby Fika ketempat bermainnya saja.
"Ayah taruh saja baby Fika disini, kita temanin dia bermain saja, siapa tahu jika dia kecapekan nanti dia akan tertidur sendiri", kata Zahra kepada Aulian.
Dan Aulian dia langsung menaruh baby Fika diarea bermainnya yang ada didalam kamar.
Ketika baby Fika didekatin oleh Zahra dia selalu menghindar dan langsung mendekati Aulian, dan itu membuat Zahra serta Aulian menjadi bingung sekali.
Bahkan ketika Baby Fika rewel Zahra mencoba memberikan ASInya kepada Baby Fika, Baby Fika tidak mau selalu memiringkan wajahnya seakan tidak mau menenen dengan Zahra.
"Ini Fika kenapa Ayah, kenapa dia tidak mau dengan Mamah??", kata Zahra dengan bingung kepada Aulian.
Sambil menenangkan baby Fika Aulian lalu menjawab perkataannya Zahra.
"Ayah juga tidak tahu Mah, coba kita tanya Ibu saja bagaimana, karena tidak seperti biasanya baby Fika seperti ini", kata Aulian kepada Zahra.
Dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Aulian, setelahnya mereka berdua bersama baby Fika yang lagi rewel didalam gendongannya Aulian langsung keluar kamar dan menuju kekamarnya Ibu Dina.
Zahra langsung saja mengetuk pintu kamar Ibunya ketika sudah sampai didepan kamar Ibunya.
Dan Ibu Dina yang sedang ingin tidur, dia langsung saja beranjak turun dari atas ranjang untuk membukakan pintunya ketika mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
__ADS_1
"Ya Allah Fika kenapa Nak??, kenapa dia sampai bisa rewel begini??", tanya Ibu Dina kepada Zahra dan juga Aulian ketika sudah membukakan pintu kamarnya dan melihat baby Fika menangis sangat rewel sekali.
"Kami tidak tahu Bu, makanya kami kesini ingin bertanya sama Ibu", jawab Aulian sambil menenangkan baby Fika.
"Dia juga tidak mau dengan Zahra Bu, jika didekatin oleh Zahra selalu menolak, diberi ASI pun dia juga menolak", kata Zahra dengan sedih kepada Ibunya.
Ibu Dina langsung saja mencoba untuk menggendong baby Fika, dan baby Fika langsung saja mau dengan neneknya.
Namun ketika Zahra ingin mencoba menggendongnya juga, baby Fika kembali tidak mau kepada Zahra.
"Sudah biar Ibu saja yang menidurkannya", kata Ibu Dina kepada Zahra dna juga Aulian.
Aulian, Zahra dan Ibu Dina serta Baby Fika yang sedang digendong oleh Ibu Dina mereka semua saat ini sedang berada diruang keluarga sambil menunjukkan wajah khawatirnya kepada baby Fika yang masih menangis itu.
"Apakah kamu sudah datang bulan Nak", tanya Ibu Dina kepada Zahra sambil menimang-nimang baby Fika dalam gendongannya.
"Belum Bu, memangnya kenapa??", tanya Zahra kepada Ibunya dengan bingung.
"Biasanya anak bayi yang seperti ini tidak mau dengan Ibunya karena Ibunya sedang hamil adiknya, kan kamu tidak KB kan Zahra", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
Dan Zahra serta Aulian yang mendengar perkataannya Ibu Dina mereka lalu pada saling pandang dengan fikiran yang hampir sama.
"Coba kamu cek sekarang sayang, siapa tahu benar apa kata dari Ibu", kata Aulian kepada Zahra.
"Iya karena ikatan batin seorang baby yang akan mempunyai adik dia sangat kuat sekali Nak, coba saja kamu cek dulu sekarang, kamu masih menyimpan testpack kan??", kata Ibu Dina lagi kepada Zhara.
"Baik Yah, Bu sebentar akan Zahra cek sekarang, dan Zahra masih punya ko testpacknya", jawab Zahra kepada Ibu Dina dan juga Aulian.
Zahra setelah berkata seperti itu dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kedalam kamarnya lagi untuk mengambil tespack dan mengecek apakah dia hamil atau tidak.
Ketika sudah semua prosedur Zahra lakukan sesuai petinjuk yang ada didalam kemasan, saatnya dia melihat hasil dari test yang dia lakukan melalui testpack tersebut.
Ketika Zahra membalikkan testpacknya menghadap kearahnya, Zahra hanya bisa terdiam dan langsung saja keluar dari dalam kamarnya menuju keruang keluarga lagi.
__ADS_1
Aulian sejujurnya dia juga sangat penasaran sekali dan juga tidak sabar ingin segera melihat hasilnya, ketika Aulian melihat Zahra sedang berjalan kearahnya, Aulian langsung saja berdiri dari duduknya dan segera mendekati Zhara.
"Pelan-pelan, ini Fika sudah tertidur, kalian berdua jangan berisik", peringat dari Ibu Dina kepada Aulian yang sudah sangat tidak sabar ingin segera mengetahui hasilnya.
Aulian dan Zahra mereka lalu berbicara dengan suara perlahan sekali, karena takut membangunkan baby Fika.
"Bagaimana sayang??", tanya Aulian kepada Zahra ketika mereka berdua sudah pada duduk dishofa yang ada diruang keluarga.
"Ini Ayah lihat sendiri saja", kata Zahra sambil memberikan bungkusan testpack tadi kepada Aulian.
Aulian lalu mengambil bungkusan testpack itu dan langsung mengambil testpacknya yang tadi digunakan oleh Zahra.
Dan walau Zahra mengetesnya sekitar pukul sebelas malam, tetap saja hasilnya tidak dapat dibohongi dan disembunyikan.
"Kamu hamil lagi sayang, pantas saja baby Fika dia sangat marah kepadamu, karena dia tahu sebentar lagi akan mempunyai seorang adik", kata Aulian kepada Zahra ketika sudah melihat hasil testpacknya.
"Iya Ayah, tapi kan ini semua hasilnya Ayah, kenapa Mamah yang disalahkan oleh baby Fika", jawab Zhara dengan nada merajuk manja kepada Aulian.
Aulian langsung saja tertawa bahagia sambil membawa Zahra kedalam pelukannya, sedangkan Ibu Dina dia yang daritadi memperhatikan Aulian dan Zahra dia hanya diam saja sambil terus melihat kearahnya mereka berdua.
"Benar apa kata Ibu jika kamu sedang hamil sayang, tapi apa kamu tidak merasakan gejala orang hamil Mah, seperti biasanya??", kata Aulian kepada Zhara.
"Tidak Ayah, malahan Mamah biasa saja tidak merasakan mual dan pusing sama sekali", jawab Zahra kepada Aulian.
"Itu mungkin karena kamu sambil bahagia Nak karena teralihkan dengan adanya baby Fika bersama kamu", jawab Ibu Dina kepada Zhara.
"Bisa juga Bu", jawab Aulian kepada Ibu mertuanya.
Dan Aulian serta Zahra mereka berdua belum bisa berfikir jernih untuk kedepannya bagaimana ketika mengetahui jika Zahra hamil lagi.
Difikirannya Aulian dan Zahra saat ini adalah yang terpenting malam itu baby Fika tidak rewel lagi dan bisa tertidur dengan tenang serta lelap seperti biasanya.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...