LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
SEMUA CERITA


__ADS_3

Ternyata Aulian beristirahat hingga terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Dan Zahra yang daritadi tidak melihat Aulian keluar kamar dia langsung menyuruh adiknya Firman untuk mencoba membangunkan Aulian.


"Bagaimana Firman Kak Aulian sudah bangun?? ", tanya Zahra kepada Firman ketika Firman sudah keluar dari dalam kamarnya.


"Sudah Kak, Kak Aulian sedang mengumpulkan nyawanya dulu", jawab Firman sambil tertawa kecil kepada Kakaknya Zahra.


Zahra hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar candaan dari adiknya Firman.


"Ya sudah Kakak mau sholat dulu kalau begitu, kalau Kak Aul sudah selesai ajak dia sholat berjamaah dengan kamu ya Firman", kata Zahra kepada Firman.


"Siap Kak", jawab Firman kepada Zahra.


Dan lalu Zahra berlalu pergi dari hadapannya Firman untuk melaksanakan sholat maghrib didalam kamarnya.


Sepeninggalan Zahra Firman lalu duduk dan minum air putih dikursi meja makan yang ada didekat dapur.


"Firman kamar mandinya mana sih, Kakak mau mandi", tanya Aulian ketika sudah bangun dan langsung mencari Firman.


"Ya Allah maaf lupa Kak, kamar mandinya ada disamping kamarnya saya, maafkan Firman yang lupa membuka pintunya, Kakak jadi tidak tahu jika itu pintu kamar mandinya, yang ada kamar mandinya didalam kamar disini cuma kamarnya Kak Zahra saja Kak", jawab Firman dan Aulian hanya mengangguk terus berlalu masuk kedalam kamar mandi yang ada disebelah kamarnya Firman.


Mereka semua akhirnya sudah selesai melaksanakan sholat maghrib, begitupun dengan para bodyguard dan Indra serta Zain juga.


"Selamat menunaikan ibadah sholat maghrib bagi yang membaca pesan iniπŸ€— dan juga jaga kesehatan dimanapun kamu beradaπŸ˜‰" begitulah bunyi pesan yang Zain terima dari seseorang yang akhir-akhir ini dekat denganya sambil disematkan emoticon seperti itu, dan Zain yang membacanya sambil tersenyum sendiri dibuatnya.


"Yang disana juga ya, dan jaga kesehatan selalu My Future WifeπŸ™‚πŸ’˜", balas Zain sengaja membalas begitu kepada orang itu karena Zain sudah merasa nyaman dengan orang itu dan Zain tidak mau menundanya lagi untuk segera memberitahukannya kepadanya.


Masalah diterima atau tidak Zain tidak memikirkannya yang terpenting fikir Zain sudah berani berjuang, dan dia tidak mau mengalami lagi kejadian seperti Zahra yang sudah keduluan diambil laki-laki lain.


".......... ... "


Zain tertawa sendiri melihat tidak ada balasan dari seberang sana, karena memang balasan dari Zain sangat mengejutkan sekali bagi orang itu.


Ketika Zain sedang tersenyum sendiri didepan teras rumahnya, Bapaknya Zain yang melihatnya dia langsung duduk disebelahnya Zain membuat Zain langsung mengalihkan pandangannya kearah Bapaknya yang tiba-tiba duduk disampingnya.

__ADS_1


"Eh Bapak", kata Zain dengan muka yang sangat ceria sekali ketika baru saja melihat ponselnya.


"Sepertinya kamu sedang bahagia, apa kamu tidak ingin membaginya dengan Bapak kamu yang tua ini Zain", kata Pak Didi kepada Zain sambil menggodanya.


Zain tertawa sendiri, karena dia malu antara ingin memberitahukannya kepada bapaknya atau tidak.


"Kenapa menjadi tertawa sendiri kamu Zain, pasti ini tentang wanita kan?? ", goda Pak Didi lagi untuk Zain. Dan Zain langsung mengangguk pelan kepada Bapaknya.


"Doakan saja Zain Pak, karena Zain sedang mencoba mendekati dan ingin melamar seorang wanita", kata Zain akhirnya jujur kepada Bapaknya.


Sontak perkataan dari Zain membuat Pak Didi langsung terkejut bahagia mendengarnya.


"Masyaallah, anak Bapak ini tidak pernah cerita tahu-tahu sudah mau melamar anak orang saja", kata Pak Didi sambil merangkul pundaknya Zain dengan bahagia.


"Boleh Bapak tahu wajah gadis itu Nak, apakah kamu mempunyai fotonya?? ", kata Pak Didi lagi kepada Zain.


Dan Zain langsung saja membukakan galeri ponselnya yang ada beberapa foto gadis itu. Setelah itu Zain memperlihatkannya kepada Bapaknya.


"Masyaallah cantik sekali wajahnya, pantas saja kamu bisa cepat bangkit dari Zahra Zain", goda Pak Didi kepada Zain, membuat Zain langsung tertawa kecil dibuatnya.


.......... *******************..........


Dibeda tempat tepatnya dirumahnya Khansa saat ini Hafiz dia sedang main kerumahnya Khansa dan dengan beraninya dia datang langsung menemui kedua orang tuanya Khansa, membuat Khansa tadi sangat terkejut sekali ketika melihat Hafiz tiba-tiba datang kerumahnya.


"Selamat malam om, tante", kata Hafiz dengan tersenyum ramah sambil memberikan sebuah bingkisan berupa roti dan buah-buahan yang tadi dibelinya dijalan.


"Malam, anda ini siapa ya, kenapa saya sepertinya baru pertama kali melihat kamu datang kesini?? ", tanya Ayahnya Khansa kepada Hafiz dengan wajah tegasnya.


"Perkenalkan Tuan nama saya Serhan Hafiz Muhammad Mazhar", jawab Hafiz dengan tenang sambil terus mengumbar senyum dengan Ayahnya Khansa yang bernama Fikri itu.


"Yah nama pemuda ini sepertinya tidak asing ya Yah ditelinga Ibu, tapi Ibu lupa siapa?? ", kata Mamahnya Khansa yang bernama Yuli itu.


Sedangkan Khansa yang disuruh untuk membuatkan minum untuk Hafiz oleh Mamahnya malah ditinggal mengintip dahulu dibalik tembok dan malam menyuruh pembantunya untuk membuatkan minumannya.

__ADS_1


"Apa diKeluarga kamu ada yang bernama Mazhar anak muda, dan wajah kamu pun seperti ada campurannya bukan asli negara sini", kata Ayah Fikri kepada Hafiz.


"Iya Tuan Kakek dan Ayah saya asli Turki Tuan, sedangkan Mamah saya asli orang sini Tuan", jawab Hafiz dengan tenang padahal aslinya jantungnya Hafis sedang deg-degan sekali.


"Sumpah ternyata begini rasanya ya menghadapi calon mertua, rasanya ingin cepat-cepat aku bawa lari nikah saja anaknya", batin Hafiz didalam senyum manisnya kepada Ayah Fikri Ayahnya Khansa.


Belum sempat Ayah Fikri menjawab perkataannya Hafiz sudah disela terlebih dahulu oleh Khansa sambil membawa minuman dan camilan untuk Hafiz.


"Silahkan diminum Tuan", kata ramah Khansa padahal wajahnya Khansa menunjukkan berbeda sambil melototkan matanya kepada Hafiz.


Dan Hafiz pun yang melihat bukannya marah, malah menurutnya wajah Khansa malah terlihat lucu dan membuatnya semakin cinta.


"Terimakasih Ayunda", jawab Hafiz sambil tersenyum manis yang membuat Khansa semakin mototkan matanya kepada Hafiz karena panggilan Hafiz kepadanya, dan Khansa juga malu kepada kedua orang tuanya, apalagi Ayahnya yang terkenal tegas serta galak dalam mendidik anak-anaknya.


"Ayunda", beo Mamah Yuli ketika mendengar Hafiz memanggil Khansa dengan panggilan Ayunda.


"Khansa masuk", kata tegas Ayah Fikri kepada Khansa dan Khansa langsung menuruti perintah dari Ayahnya.


"Oh sekarang Mamah ingat Yah", kata Mamah Yuli dengan tiba-tiba kepada suaminya.


"Nak Kakek kamu apakah bernama Umran Mustafa Mazhar, dan Ayah kamu juga bernama Mirac Zhumabek Mazhar?? ", tanya Mamah Yuli kepada Hafiz yang sungguh sangat mengejutkan sekali untuk Hafiz.


"Nyonya bagaimana anda tahu nama lengkap dari Kakek dan Ayah saya Nyonya?? ", jawab Hafiz dengan sangat terkejut sekali kepada Mamahnya Khansa ini.


Dan jawaban dari Hafiz membuat Mamah Yuli dan Ayah Fikri mereka saling pandang dengan tersenyum penuh arti dan yang mengetahui arti itu cuma mereka berdua.


Sedangkan Hafiz dia melihat Mamah Yuli dan Ayah Fikri seperti itu, membuat Hafiz sangat bertanda tanya sekali, bagaimana Mamahnya Khansa bisa mengenal Kakek dan Ayahnya, begitulah batinnya Hafiz.


Dan Khansa yang masih menguping dan mengintip dibalik tembok dia juga penasaran, kenapa Mamahnya bisa mengetahui nama Kakek dan Ayahnya Hafiz itu.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Coba tebak readers tebak sajalah apa sajaπŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***


__ADS_2