LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
PAGI PERTAMA


__ADS_3

Pagi harinya Mayang tidak seperti biasanya dia pagi itu bangun kesiangan, yang biasanya bangun pukul setengah tiga atau jam tiga pagi untuk menunaikan sholat tahajud dulu, kali ini dia bangun pukul lima subuh.


Mayang yang sudah terbangun dia langsung saja membangunkan Adzriel yang masih tertidur disebelahnya.


"Astaghfirullah jam lima, aduh aku juga lupa jika sudah menikah, ini gara-gara semalam baru kerja lembur bersama Mas Adzriel ya begini jadinya kesiangan", kata Mayang ketika baru saja melihat jam didinding kamarnya.


"Mas-mas, ayo bangun sudah jam lima subuh, May kesiangan ini, ayo kita segera mandi dan lalu sholat subuh", kata Mayang yang langsung membangunkan Adzriel dengan cara menggoyangkan badannya Adzriel.


Adzriel langsung saja berusaha membuka matanya ketika merasakan badannya diguncang dengan begitu kuat sekali oleh Mayang.


"Ada apa May??", tanya Adzriel dengan sambil mengumpulkan nyawanya yang masih setengah.


"Lihat jam itu, ayo segera kita mandi lalu sholat", kata Mayang kepada Adzriel.


Adzriel lalu melihat kearah jam dindingnya Mayang yang ada didalam kamar.


"Jam lima May, memangnya kenapa??'', kata Adzriel kepada Mayang yang masih dalam keadaan yang belum sadar akan rasa mengantuknya.


"Mas lupa, kita belum mandi junub dan kita juga belum sholat subuh", jawab Mayang kepada Adzriel.


"Aapaaaaa!!!!", kata Adzriel dengan tiba-tiba ketika dia baru saja sadar akan kelalaiannya.


Adzriel langsung saja bangun dari tidurnya dan langsung berlari menuju kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya Mayang.


Mayang yang melihat Adzriel beranjak dengan keadaan yang tidak memakai baju, dia lalu melototkan matanya sambil tertawa kecil.


Adzriel yang sudah masuk kedalam kamar mandi, tiba-tiba dia keluar lagi dan berjalan menuju kearah Mayang yang masih terduduk diatas ranjang sambil menutupi tubuhnya.


"Aaaaaa", teriak Mayang dengan suara kecil ketika tiba-tiba Adzriel menggendong dirinya.


"Sudah jangan teriak-teriak, kita mandi bareng saja, kelamaan jika harus bergantian, nanti malah tidak keburu untuk sholat subuhnya", kata Adzriel kepada Mayang sambil menurunkan Mayang dengan pelan-pelan ketika sudah sampai didalam kamar mandi.


"Iya-iya Ok, tapi mohon maaf suamiku, tangannya tolong dikondisikan ya supaya kita bisa cepat selesai dan bisa segera menunaikan sholat subuh, sudah mirip macan tutul ini tubuhku", kata Mayang kepada Adzriel ketika tangannya Adzriel malah menggoda Mayang dan Mayang melihat tubuhnya penuh tanda cinta yang diberikan oleh Adzriel semalam.


Dan Adzriel dia langsung saja tertawa cukup keras ketika mendengar perkataanya Mayang.


"Mas itunya tolong dikondisikan dong, berdiri terus itu lho", kata Mayang lagi kepada Adzriel ketika melihat miliknya Adzriel sedang berdiri.


"Memangnya kenapa, bilang saja jika mau lagi", goda Adzriel sambil menempelkan miliknya kepan***tnya Mayang.

__ADS_1


"Iiish sudah jangan ganggu May, May mau mandi dulu", jawab Mayang kepada Adzriel.


Dan dia langsung saja mandi dan tidak memperdulikan Adzriel lagi.


Mereka mandi dengan cukup cepat sekali karena mereka memburu waktu untuk segera sholat subuh.


Dan ketika mereka bedua sudah selesai sholat subuh, Mayang lalu ijin kepada Adzriel untuk keluar kamar dan membantu ibunya.


"Mas, May mau membantu Ibu memasak ya, karena May ini sudah kesiangan sekali", kata Mayang kepada Adzriel sambil melipat mukena yang tadi dipakainya untuk sholat.


"Iya sayang, Mas mau didalam kamar sebentar ya", jawab Adzriel kepada Mayang sambil tersenyum manis sekali.


"Emm May tunggu", kata Adzriel kepada Mayang mencegah Mayang untuk keluar kamar.


Dan Mayang langsung saja menghentikan jalannya yang ingin menuju kearah pintu.


"Iya Mas ada apa??", tanya Mayang kepada Adzriel sambil berbalik badan menghadap Adzriel yang sudah duduk dipinggir ranjang.


"Itu kamu memangnya apa sudah tidak sakit May", kata Adzriel kepada Mayang dengan sangat hati-hati sekali.


"Masih sakitlah Mas, ini coba lihat kalau tidak percaya masih lecet", jawab Mayang seperti biasanya ceplas ceplos.


Setelah sampai diranjang, Adzriel lalu menurunkan Mayang dengan sangat perlahan, dan Adzriel lalu melakukan hal yang membuat Mayang terkejut sekali.


"Eeeeh, eeeeh Mas mau apa, kenapa kepalanya dimasukan kedalam roknya May", kata Mayang kepada Adzriel dengan sangat terkejut karena tiba-tiba Adzriel langsung memasukkan kepalanya kedalam rok yang dipakai Mayang.


Dan Adzriel sepertinya sudah ketularan gila seperti Mayang.


"Lhah tadi katanya disuruh melihat sendiri bagaimana sih kamu sayang", jawab Adzriel dengan muka sok polosnya kepada Mayang ketika sudah menarik keluar kepalanya dari dalam roknya Mayang.


Mayang hanya menampilkan wajah gemasnya kepada Adzriel, membuat Adzriel langsung tertawa bahagia sambil memeluk Mayang dengan posisi membalikkan tubuhnya Mayang yang berada diatas tubuhnya.


"Sudah kamu didalam sini saja May sama Mas, Ibu dan yang lainnya pasti mereka mengerti ko sayang", kata Adzriel kepada Mayang.


"Tapi Mas, May tidak enak, malu sama Ibu dan yang lainnya juga", jawab Mayang kepada Adzriel.


"Sudah percaya deh sama Mas, nanti jika kamu paksakan keluar kamu juga yang tambah malu, karena mereka akan melihat jalan kamu yang sedikit mangangkang begitu", jawab Adzriel kepada mayang sambil tersenyum nakal.


"Iya ini semua kan gara-gara Mas, rasanya miliknya Mas seperti masih tertinggal didalam punyanya May", kata Mayang kepada Adzriel, membuat Adzriel langsung tertawa cukup keras sekali, hingga tanpa sengaja sedikit terdengar dari luar.

__ADS_1


Dan Ayah Rahman serta Kak Arjuna yang mendengar suara tawanya Adzriel mereka langsung saling pandang.


"Kira-kira mereka sedang apa ya Yah, ketawanya Adzriel sangat kencang sekali begitu", kata Kak Arjuna kepada Ayahnya.


"Sedang main gundu mereka, dan Nak Adzriel yang menang mangkanya bisa sesenang itu", jawab Ayah Rahman kepada Kak Arjuna dengan asal sambil membantu para anak buahnya Adzriel yang sedang membereskan rumah sisa acara semalam.


"Main gundunya bagaimana Yah, bisa ajarkan keArjun??", jawab Kak Arjuna kepada Ayahnya sambil menggodannya juga, membuat Ayah Rahman langsung melempar kain lap yang tadi digunakan untuk mengelap meja.


Kak Arjuna langsung saja tertawa ketika baru saja mendapatkan lemparan kain lap dari Ayahnya.


Kembali kedalam kamarnya Mayang.


Adzriel yang masih memeluk Mayang dengan posisi yang sama Mayang berada diatas tubuhnya saat ini Mayang menyandarkan kepalanya didadanya Adzriel, dengan tangannya Adzriel memeluk erat tubuh rampingnya Mayang.


"Terus May disini mau apa Mas, jenuh juga jika lama-lama didalam kamar begini", kata Mayang sambil menyandarkan kepalanya didadanya Adzriel.


"Kita ulangi lagi seperti semalam saja May, mau ya", jawab Adzriel sambil menggoda Mayang.


"Tidak mau, masih sakit sekali miliknya Mayang, nanti malam saja", jawab Mayang dengan posisi yang belum berubah.


"Janji ya nanti malam lagi", jawab Adzriel kepada Mayang.


"Iya janji, Oh ya Mas ceritakan dong bagaimana Mas bisa melakukan semua ini hingga tiba-tiba May bisa sudah resmi menjadi istrinya Mas, padahal setahu May, Ayah juga dirumah saja tidak pernah pergi kemana pun maupun keKUA untuk mendaftarkan pernikahan kita, bahkan Ayah atau Ibu juga tidak meminta May foto atau data-datanya May Mas", kata Mayang kepada Adzriel.


"Itu semua Mas yang menyuruh semua anak buahnya Mas May mengurus semua pernikahan kita disini, sedang Mas dikota sedang mempersiapkan seserahan dan acara serta mengabari semua keluarganya Mas, supaya Keluarganya Mas nanti tidak bingung dengan jalannya acara jika disini", jawab Adzriel kepada Mayang.


"Jadi yang Mas pergi secara diam-diam itu bersama Kak Arjuna tidak berpamitan kepada May itu juga disengaja ya Mas??", tanya Mayang sambil melihat kearahnya Adzriel.


"Iya sayang, dan selama beberapa hari itu juga Mas juga tidak sempat mengirimimu pesan itu juga disengaja plus karena Mas sangat sibuk sekali", jawab Adzriel kepada Mayang sambil membalikkan tubuhnya Mayang tiduran disampingnya supaya jika mengobrol menjadi lebih enak.


"Tolong ceritakan semua dong Mas kepada May, sungguh May sangat penasaran sekali, bagaimana jalan ceritanya", kata Mayang kepada Adzriel.


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


Dan Adzriel lalu menceritakan semuanya kepada Mayang, dan akan author bahas dipart selanjutnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2