LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KETIDAKSENGAJAAN


__ADS_3

Ketika Zahra sudah sampai dirumah kontrakannya pun dia masih gelisah tak menentu entah kenapa. Dia mandi, bersih-bersih rumah, bahkan sampai mengerjakan berkas-berkas dan file yang belum selesai pun dia menjadi tidak bisa konsentrasi.


"Astaghfirullah, ya Allah hamba ini kenapa??, cuma karena mendengar pembicaraannya Tuan Aulian tadi sore membuatku jadi tidak tenang begini", kata Zahra lirih dan lesu sambil menghentikan kegiatannya yang lagi mengerjakan file-file dilaptopnya.


"Jam enam lebih lima belas menit, nanti sajalah jam setengah tujuhan aku keluarnya", kata Zahra lagi sambil melihat jam yang tergantung didinding.


Jam didinding baru saja menunjukkan pukul enam lebih lima belas menit, dan Zahra sudah melaksanakan sholat maghrib dan juga mengaji. Ketika Zahra sudah mulai membuka laptop untuk mengerjakan pekerjaannya, fikirannya tidak bisa diajak bekerja sama untuk mengerjakan itu semua. Karena fikirannya Zahra sedang tertuju keAulian seorang.


Dan Zahra memutuskan nanti akan keluar untuk mencari makan malam, dan mencari angin untuk menghilangkan fikirannya yang terus tertuju keAulian saja.


Dirumahnya Aulian, Adzriel dan Hafiz sudah datang daritadi tepat saat adzan maghrib berkumandang.


Mereka bertiga melaksanakan sholat berjamaah dimushola yang ada didalam rumahnya Aulian.


"Ini kita jadi pergi kan Fiz", tanya Adzriel kepada Hafiz ketika mereka bertiga sudah selesai melaksanakan sholat maghrib dan saat ini mereka bertiga sedang berada dikamarnya Aulian.


"Jadilah, aku sudah memesan tempat dicafe biasanya kita, tapi aku memesannya tidak yang VIP", jawab Hafiz kepada Adzriel sambil tertawa kecil.


Aulian yang lagi sedang memakai kaosnya pun dia juga menyahuti perkataannya Hafiz. Saat ini Aulian dia sedang berpakaian santai dengan celana selutut bermerk terkenal miliknya.


"Kenapa tidak memesan VIP seperti biasanya saja Fiz?? ", tanya Aulian kepada Hafiz.


Iya, nama Fiz yang disebut Aulian ketika mengangkat telefon yadi sore dan didengar Zahra adalah Hafiz sahabatnya Aulian. Yang sampai saat ini membuat Zahra tidak tenang dan kefikiran terus-menerus.


"Lagi kepingin saja Aul, terus kamu jadi ikut apa tidak, kenapa berpakaian seperti itu?? ", kata Hafiz kepada Aulian dan dianggukkin oleh Adzriel juga.


"Lagi malas aku berpakaian menggunakan celana panjang, lagian ini juga baju dan celana mahal, masih bagus untuk dibuat pergi", jawab Aulian dengan acuh tak acuh sambil duduk dishofa dan memainkan hpnya.


"Ok-ok terserah kamu sajalah, mau pakai apapun kamu akan tetap mudah memikat para wanita, apalagi jika tidak memakai apapun, pasti lalat pun ikut terpesona melihatmu Aul", jawab sembarangan dari Hafiz untuk Aulian, dan langsung mendapat lemparan bantal shofa yang ada disebelahnya.


Hafiz yang mendapat lemparan bantal dia hanya tertawa mengejek Aulian. Padahal Hafiz sendiri dia termasuk laki-laki yang manis, dengan alis hitam tebal dan hidung mancungnya, sudah banyak juga wanita yang menginginkan Hafiz karena Kakek serta Ayahnya Hafiz masih keturunan Turki.


Walau Hafiz dia sering tengil dan usil, akan tatapi jiwa persaudaraannya sangatlah kuat dan dia juga tidak tegaan dengan orang-orang yang sekiranya sangat membutuhkan bantuan.


Sedangkan Adzriel dia juga tidak kalah tampannya dengan Aulian, sebelas dua belas jika harus dibandingkan, karena Ayahnya Adzriel asli berkebangsaan Arab dan Aulian serta Adzriel mereka mempunyai kharisma sendiri-sendiri, juga kewibawaan yang masing-masing mereka miliki bisa membuat para wanita yang melihat akan bingung mau pilih Aulian atau Adzriel.

__ADS_1


"Ya sudah yuk berangkat, sudah jam setengah tujuh ini", kata Adzriel menengahi antara Aulian dan Hafiz.


"Iya ayo", jawab Aulian langsung berdiri dari duduknya.


"Ini kita mau pakai satu mobil atau bagaimana?? ", tanya Hafiz kepada Aulian dan Adzriel.


"Pakai mobil sendiri-sendiri, karena aku lagi kepingin naik mobil sendiri", jawab Aulian kepada Hafiz dan Adzriel.


"Aku sama kamu ya Fiz, kan aku kesininya tidak pakai mobil", kata Adzriel kepada Hafiz. Karena jarak rumahnya Adzriel dan Aulian cukup dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


"Lagian juga kenapa kamu kesininya jalan kaki sih Dzriel?? ", tanya Hafiz kepada Adzriel.


"Iya kepingin saja", jawab Adzriel kepada Hafiz.


"Sudah-sudah ayo", ajak Aulian kepada Adzriel dan Hafiz.


Mereka bertiga langsung saja keluar dari kamarnya Aulian, sekitar jam tujuh kurang lima belas menit berangkat menuju keCafe yang mereka pesan.


"Bund, Pah, Aul pergi dulu sama mereka berdua", pamit Aulian kepada Bunda dan Papahnya yang sedang menonton televisi diruang keluarga. Sambil menyalami tangan Papah Ziyas dan Bundanya.


"Iya hati-hati kalian dijalan", jawab Bunda Lili kepada Aulian, Adzriel dan juga Hafiz. Sedangkan Papah Ziyas dia hanya mengangguk dan tersenyum saja ketika Aulian, Adzriel dan Hafiz berpamitan dengannya.


"Assalamu'alaikum Bund, Pah,


"Assalamu'alaikum Om, Tante,


Salam Aulian dan Adzriel serta Hafiz secara bersamaan. Dan langsung dijawab salamnya oleh Papah Ziyas dan Bunda Lili.


Mereka bertiga langsung saja pergi menuju kecafe dengan menggunakan mobil sendiri-sendiri, kecuali Adzriel yang ikut menumpang dimobilnya Hafiz.


Kembali lagi keZahra. Zahra yang sekuat tenaga untuk berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaannya dilaptop sampai dia melupakan waktunya.


"Ya Allah, sudah jam tujuh ternyata, sholat dululah, setelah itu mencari makan diluar", kata Zahra untuk dirinya sendiri ketika dia tanpa sengaja melihat jam yang ada dilayar laptopnya.


Zahra langsung saja menyimpan file-file yang dia kerjakan dan setelah itu Zahra mematikan laptopnya. Setelah selesai Zahra langsung saja bergegas menunaikan kewajibannya untuk sholat isya' terlebih dahulu sebelum pergi mencari makan.

__ADS_1


"Sudah begini sajalah, lagian juga cuma mencari makan saja didekat-dekat sini", kata Zahra ketika sedang bercermin.


Zahra saat itu dia sedang menggunakan gamis rumahan yang simple dan manis yang berwarna biru langit, serta hijabnya yang bermotif bunga dan sepadan dengan gamisnya membuat kecantikan naturalnya semakin terpancar walaupun itu sudah malam.


Zahra langsung saja keluar dari rumahnya dan dia menaiki taksi untuk menuju keCafe yang tidak terlalu jauh dari rumah kontrakannya. Sekitar lima belas menitan Zahra sudah sampai diCafe yang tidak tahu kenapa Zahra sangat ingin sekali makan disana.


"Alhamdulillah sampai", kata Zahra ketika sudah turun dari taksi.


Zahra langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk keCafe dan menuju kemeja yang kosong. Ketika Zahra masuk tadi ada sepasang mata yang terus mengawasi Zahra.


"Aul, Adzriel ada cewek tuh, cantik sekali sumpah", kata Hafiz kepada Adzriel dan Aulian yang sedang memainkan hpnya.


Iya sepasang mata itu adalah miliknya Hafiz, karena setiap Hafiz makan ditempat yang biasa mata dia selalu berkelana melihat-lihat sekitar dan sekeliling sambil menikmati hidangan yang dia pesan.


Adzriel dan Aulian mereka berdua tidak menanggapi perkataannya Hafiz karena Aulian dan Adzriel tahu, Hafiz selalu berkata seperti itu jika dia sedang melihat wanita yang dia anggap cantik.


"Hmm", jawab Aulian akhirnya kepada Hafiz sambil membuka email dihpnya.


Hafiz yang gemas dengan jawaban dari Aulian, dia langsung saja menolehkan wajahnya Aulian kearah wanita yang dikatakan cantik oleh Hafiz dengan cara kasar. Dan membuat Aulian langsung terpaku ditempatnya.


"Zahra", kata Aulian ketika sudah melihat wanita cantik yang dikatakan oleh Hafiz temannya.


Adzriel yang mendengar nama Zahra disebut dia langsung saja mengangkat wajahnya untuk melihat kearahnya Aulian. Lalu Adzriel melihat kearah pandanganya Aulian dan juga Hafiz.


"Zahra", gumam Adzriel dengan suara sangat kecil dan hanya dia saja yang mendengarnya. Ketika dia melihat Zahra yang duduk diseberang meja sana sambil tersenyum kepada waitress.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Lhah ko Adzriel kenal dengan ZahraπŸ™€


Penasaran kan readersπŸ˜‚πŸ˜‚


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2