LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
RUJAK


__ADS_3

Ketika Aulian melihat Bibi membawa masuk makanan yang dimintanya dia begitu sangat senang sekali, dan Aulian sungguh sangat tidak sabar untuk segera mencicipinya.


Zahra, Ibu Dina dan Bunda Lili mereka bertiga sangat terkejut melihat makanan yang dibawa oleh Bibi dan langsung ditaruh Bibi diatas meja yang ada disitu.


"Terimakasih Bi",, kata Aulian kepada Bibi yang sudah selesai menghidangkan makanan yang dia inginkan diatas meja sambil tersenyum manis.


"Sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya", kata Bibi itu kepada Aulian dan semua orang yang ada diruang Keluarga.


Aulian, Zahra, Ibu Dina dan juga Bunda Lili mereka semua hanya mengangguk saja sambil tersenyum kepada Bibi.


"Abang menyuruh Bibi untuk membuat ini??",, kata Zahra kepada Aulian sambil menunjuk makanan yang terhidang diatas meja.


"Iya Nak, kamu tadi baru saja meminum satu gelas jus lemon lho, dan sekarang kamu ingin makan rujak sebanyak ini??", kata Bunda Lili juga kepada Aulian dengan heran.


Dan yaps yang diminta oleh Aulian kepada Bibi adalah rujak. Tadi ketika Aulian pamit kepada Zahra ingin jalan-jalan disekitar halaman rumah, sebenarnya Aulian hanya ingin melihat-lihat saja pohon mangga yang ada dipekarangan rumahnya, apakah sudah berbuah apa belum.


Harapannya Aulian terkabul, ternyata pohon manggnya sedang berbuah dan sangat masih muda sekali, sesuai harapannya Aulian.


Aulian langsung saja menyuruh salah satu anak buahnya yang berjaga didepan untuk mengambil beberapa mangga muda itu untuk dia bikin rujak.


Sekitar lima buah mangga muda sudah berada ditangannya Aulian, dan Aulian langsung saja masuk lewat pintu belakang dan dia juga langsung menyuruh para pembantunya untuk membuatkan rujak untuknya ditambah dengan buah-buahan yang ada dikulkas.


Dan semua pesanannya Aulian sudah jadi serta sudah terhidang diatas meja yang ada diruang Keluarga.


"Memangnya kenapa Bund, ini enak dan ini segar rasanya dimulutnya Aul", jawab Aulian kepada Bundanya.


"Ini semua juga bukan untuk Aul saja, ini untuk kita semua, silahkan kalau mau ambil", kata Aulian kepada semua Keluarganya dan dia mulai mengambil rujak itu kedalam piring yang sudah disediakan.


Aulian yang sudah mengambil rujak itu dia langsung saja memakannya dengan sangat lahap dan sepertinya sangat enak sekali.


Hingga membuat Zahra, Ibu Dina dan juga Bunda Lili mereka bertiga serasa ingin juga menikmati rujak yang sedang dimakan oleh Aulian.


"Bund sama Ibu mau, biar Zahra ambilkan??", kata Zahra kepada Ibu dan Bunda Lili.

__ADS_1


"Boleh tapi sedikit saja", jawab Ibu Dina kepada Zahra.


"Iya sedikit saja Zahra", kata Bunda Lili juga kepada Zahra.


Aulian dia masih terus menikmati rujaknya dengan santai dan seperti penuh dengan penghayatan.


Sedang Zahra dia langsung saja mengambilkan rujak itu untuk Ibunya dan juga mertuanya.


Dan ketika sudah selesai Zahra langsung saja memberikan rujak itu kepada Ibunya dan juga Bunda Lili.


Bunda Lili dan juga Ibu Dina mereka langsung saja mencicipi rujak yang tadi diambilkan oleh Zhara dengan berbagai potongan buah-buahan.


"Bunda mau coba mangganya, sepertinya Aul makan dia enak-enak saja, Bissmillah", kata Bunda Lili ketika ingin memasukkan potongan mangga muda itu kedalam mulutnya.


Dan ketika sudah masuk kedalam mulutnya, Bunda Lili langsung saja melepehkannya karena ternyata mangga muda itu rasanya sangat super asam sekali.


Bunda Lili langsung saja meminum air yang juga sudah disediakan yang ada diatas meja ketika sudah melepehkan potongan mangga muda yang dimakannya tadi.


"Asem sekali mangganya", kata Bunda Lili ketika sudah melepehkan mangga muda itu.


"Enak-enak dari Hongkong", jawab Bunda Lili kepada Aulian dengan sewot, membuat Aulian langsung saja tertawa kecil ketika mendengarnya, sedangkan Ibu Dina dan juga Zahra mereka berdua juga ikut-ikutan tertawa.


"Mbak jangan dicobain mangganya, rasanya seperti ranjau", kata Bunda Lili kepada Ibu Dina.


Ibu Dina hanya tertawa kecil saja kepada Bunda Lili.


"Kamu mau sayang rujaknya, ini enak", kata Aulian kepada Zahra sambil menyodorkan potongan buah untuk Zahra.


"Makan Abang saja, nanti Zahra ambil sendiri saja",, jawab Zahra kepada Aulian, dan Aulian hanya mengangguk saja kepada Zahra dan langsung memakan rujaknya lagi dengan lahap.


Bahkan Aulian dia makan rujak itu sudah menambah berulang kali dan sudah hampir menghabiskan setengah dari semua buah yang terhidang diatas meja.


"Suami kamu sudah pecinta pedas dan rujak eh dia malah mengidam rujak begitu, Bunda jamin itu sisa buah dan sambal yang ada didalam mangkok Aul semua yang menghabiskan Zahra",, kata Bunda Lili kepada Zahra.

__ADS_1


Membuat Zahra langsung tertawa ketika mendengarnya.


Dan benar saja sambil menonton televisi Aulian tanpa sadar sudah menghabiskan semua rujak yang terhidang diatas meja didepannya.


Dan itu membuat Bunda Lili yang melihatnya dia langsung tertawa geli.


"Mbak suruh Bibi nanti membeli stok buah yang banyak lagi, nanti saya jamin Aul pasti minta dibuatkan rujak lagi", kata Bunda Lili kepada Ibu Dina sambil melirik kearahnya Aulian.


Dan Ibu Dina hanya tersenyum lucu juga melihat Aulian yang makan melebihi porsi yang biasanya.


Singkat cerita Aulian dan juga Zahra mereka berdua sudah masuk kedalam kamarnya, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul satu siang, Bunda Lili pun juga pulang kerumahnya daritadi sejak pukul sebelas siang tadi.


Aulian dan juga Zahra yang sudah melaksanakan sholat dhuhur berjamaah pun mereka langsung saja merebahkan badan mereka diatas ranjang untuk tidur siang, akan tetapi ada yang berbeda dengan Aulian saat ini, karena dia terus memeluk dan terus menciumin wajahnya Zahra terus, hingga membuat Zahra kegelian dan susah bergerak.


"Abang tolong sudah, Zahra mau istirahat Abang", kata Zahra kepada Aulian sambil menahan wajahnya Aulian yang ingin terus menciumin wajahnya Zahra.


"Kenapa sayang, Abang rasanya ingin terus menciumin wajah kamu", kata Aulian kepada Zahra.


"Zahra geli Abang", jawab Zahra kepada Aulian.


Dan tiba-tiba Aulian langsung berpindah posisi diatas tubuhnya Zahra dan menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya supaya tidak menindih perutnya Zahra.


"Sekarang Abang kenapa diatas tubuhnya Zahra??", tanya Zahra dengan bingung kepada Aulian.


"Ya tidak apa-apa, Abang hanya ingin kamu sayang siang ini, boleh ya", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum nakal.


"Boleh-boleh saja ko", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum manis.


Dan Aulian yang sudah mendapat lampu hijau dari Zahra, dia langsung saja mencium Zahra tepat dibirnya lalu mereka berciuman dengan sangat intens sekali, dan akhirnya terjadilah yang mesti harus terjadi diantara Aulian dan juga Zahra.


Aulian melakukan itu dengan Zahra rasanya dia tidak merasakan capek sama sekali, jika Aulian tidak ingat Zahra sedang hamil muda, Aulian pasti akan meminta lagi dan lagi kepada Zahra hingga Zahra meminta ampun kepadanya.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2