LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
MALL


__ADS_3

Aulian dan Zahra saat ini mereka berdua sedang berada didalam mobil untuk menuju kesebuah tempat yang tadi Aulian katakan kepada Zahra.


Setelah sekitar beberapa menit berkendara, akhirnya Zahra dan Aulian sampai juga disebuah mall yang cukup besar dikota itu dan mall itu adalah salah satu milik dari sahabatnya Aulian yaitu Adzriel.


"Abang mengajak Zahra kemall Abang, apa Abang mau membeli sesuatu", tanya Zahra sambil melepaskan sabuk pengaman yang dipakainya.


"Iya Zahra, sudah yuk ikut Abang", jawab Aulian dan lalu Aulian turun dari dalam mobil diikuti juga oleh Zahra.


Aulian dan Zahra mereka berjalan berdampingan memasuki mall, membuat pasang mata yang melihat Aulian dan juga Zahra mereka langsung mengalihkan pandangan mereka karena Zahra dan Aulian sore itu terlihat sangat serasi sekali.


"Kamu mau tahu tidak Zahra", kata Aulian kepada Zahra.


"Tahu apa Abang?? ", jawab Zahra kepada Aulian.


"Mall ini adalah salah satu milik Keluarganya Adzriel Zahra sahabatnya Abang, masih ingat kan dengan Adzriel?? ", kata Aulian kepada Zahra. Membuat Zahra sedikit terkejut ketika mendengarnya. Dan Zahra hanya mengangguk sambil mendengarkannya saja.


"Ko hanya mengangguk-mengangguk saja sih Zahra, tidak mau bertanya yang lain begitu", kata Aulian lagi yang tidak mendapat jawaban dari Zahra dan Aulian melihat Zahra hanya menanggapi perkataannya dengan menggelengkan kepalanya saja.


"Tidak ada Abang, dan Zahra bingung mau menjawab apa perkataannya Abang", jawab Zahra sambil tertawa kecil kepada Aulian membuat Aulian juga ikut tertawa melihatnya.


Akhirnya setelah beberapa menit berjalan Aulian sampai juga ditoko yang dia inginkan, yaitu toko laptop.


"Abang kesini apa mau membeli laptop baru?? ", tanya Zahra kepada Aulian sambil menghentikan Aulian sejenak yang ingin masuk kedalam tokonya.


"Bukan untuk Abang akan tetapi untuk kamu sayang", jawab Aulian sambil tersenyum kepada Zahra.


"Tapi Zahra masih mempunyai laptop Abang, untuk apa membeli yang baru", jawab Zahra kepada Aulian.


"Kan sudah retak, sudah yuk anggap saja ini hadiah dari Abang, jangan menolak yah, nanti Abang marah lho", jawab Aulian sambil pura-pura cemberut kepada Zahra.


Mau tak mau akhirnya Zahra mengikuti Aulian yang sudah masuk terlebih dahulu kedalam toko laptop itu.


"Kamu mau laptop yang mana Zahra?? ", tanya Aulian ketika Zahra sudah duduk dikursi sebelahnya.


"Tidak tahu bingung, laptopnya bagus-bagus semua, terserah Abang saja", jawab Zahra kepada Aulian. Dan Aulian hanya mengangguk mendengar perkataannya Zahra.


"Mbak tolong saya mau melihat laptop keluaran terbaru dan termahal yang ada ditoko ini", kata Aulian kepada pelayan toko.


"Baik Tuan", jawab pelayan toko itu dan setelah itu dia berlalu untuk mengambilkan laptop sesuai keinginannya Aulian.

__ADS_1


Zahra yang mendengar perkataannya Aulian dia menjadi terkejut sekali. Dan merasa semakin ingin menolaknya saja.


"Abang jangan yang mahal, yang murah-murah saja", kata Zahra mencoba membujuk Aulian.


"Masa untuk calon istri sendiri membelikan yang murah-murah sih Zahra", jawab Aulian kepada Zahra dengan gemas.


"Tapi Abang............... ", jawab Zahra dengan perasaan yang tidak enak kepada Aulian.


"Tidak apa-apa sayang", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum.


Dan pelayan toko tadi sudah datang sambil membawa laptop pesanannya Aulian dan terus menunjukkannya kepada Aulian dan serta Zahra.


"Baiklah saya suka, bungkus yang itu mbak", kata Aulian kepada pelayan toko itu.


"Baik Tuan", jawab pelayan toko itu, dan dia mulai menata dan mempacking laptop itu kekardusnya dengan rapi.


"Abang bayar dulu dikasir ya sayang", kata Aulian kepada Zahra dan dijawab anggukan saja oleh Zahra.


"Mbak-mbak, laptopnya itu harganya berapa ya?? ", tanya Zahra kepada pelayan toko yang sedang membungkus laptop yang dibeli Aulian untuk Zahra sepeninggalan Aulian menuju kekasir.


"Harganya sekitar (...........) ", jawab pelayan toko kepada Zahra.


"Sudah mbak", tanya Aulian yang baru saja menyelesaikan pembayaran laptop.


"Sudah Tuan", jawab pelayan toko itu kepada Zahra.


"Ayo sayang", kata Aulian kepada Zahra, dan setelah itu mereka langsung keluar dari dalam toko laptop itu setelah tadi mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada pelayan toko.


"Sudah maghrib Abang, kita cari mushola dahulu yang berada didalam mall ini yuk", kata Zahra kepada Aulian.


"Iya ayo", jawab Aulian kepada Zahra.


Dan setelah itu Zahra dan Aulian mencari mushola yang tersedia didalam mall untuk menunaikan sholat maghrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan lagi jalan-jalannya. Setelah selesai melaksanakan sholat maghrib, Aulian mengajak kesalah satu restoran yang ada didalam mall.


"Kita makan disini saja ya Zahra", kata Aulian kepada Zahra dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Aulian.


"Kamu mau makan apa Zahra", tanya Aulian lagi kepada Zahra.


Zahra lalu menyebutkan makanan yang ingin dimakannya kepada waitress dan Aulian pun juga sama menyebutkan makanan yang dipesannya kepada waitress.

__ADS_1


"Oh ya Zahra, dari dulu Abang mau menanyakan ini akan tetapi lupa terus", kata Aulian kepada Zahra sepeninggalan waitress yang pergi untuk menyiapkan pesanan Zahra dan juga Aulian.


"Mau tanya apa Abang sama Zahra?? ", jawab Zahra kepada Aulian.


"Zahra dulu kenapa langsung menolak Abang, jujur Zahra adalah wanita pertama yang berani menolak Abang", kata Aulian membuat Zahra langsung mengalihkan pandangannya kearah Aulian.


"Bukan-bukan, ini bukan seperti yang Zahra fikirkan, maksudnya itu banyak wanita yang selalu mengejar-ngejar Abang, dan bahkan Abang tidak tergoda sama sekali dengan mereka, jujur Abang belum pernah mengutarakan perasaan sama sekali sama seorang perempuan Zahra, diwaktu dulu ketika SMA Abang ingin mengutarakan perasaan Abang, Allah telah menunjukkannya terlebih dahulu kepada Abang jika wanita yang Abang sukai tidaklah baik perangainya", kata Aulian lagi panjang lebar sambil menjelaskan dan menceritakan sedikit kisahnya kepada Zahra.


Zahra yang mendengar perkataannya Aulian dia sedikit terkejut dan bingung harus menjawab apa kepada Aulian.


"Jangan marah ya sama Abang Zahra, sungguh sekarang hanya Zahra yang paling Abang cintai", kata Aulian lagi kepada Zahra yang hanya diam saja daritadi tanpa menjawab perkataannya.


Zahra lalu tersenyum kepada Aulian membuat Aulian langsung lega dan juga membalas senyumnya Zahra.


"Zahra percaya sama Abang, yang lalu biarlah berlalu Abang yang terpenting sekarang Abang harus bisa memegang ucapan Abang yang sering Abang ucapkan keZahra ya", kata Zahra sambil tersenyum kepada Aulian.


"Dan untuk dulu kenapa Zahra langsung menolak Abang karena Zahra takut Abang, jika nanti Zahra akan dihina, dicemooh lagi sama kedua orang tuanya Abang, Keluarga Abang ataupun semua orang yang mengenal Abang", jawab Zahra jujur kepada Aulian. Dan Aulian masih setia mendengarkan perkataannya Zahra.


"Dikampung setelah kematian dari Ayah, Ibu, Zahra dan bahkan adiknya Zahra yang masih kecil sering dihina, sering dicaci maki, dan dicemooh Abang karena kami hanya orang miskin, dengan tekad bulat dan ridho dari Ibu, Zahra memberanikan diri merantau kekota besar ini Abang setelah mendapatkan beasiswa ketika kuliah dahulu dan sampai bisa bekerja dengan Kak Kia hingga bisa merubah nasib Ibu dan juga adiknya Zahra Abang", cerita Zahra lagi kepada Aulian, Aulian yang baru mendengar cerita dari Zahra dia langsung rasanya ingin marah kepada orang-orang yang sudah menghina Zahra dan Keluarganya.


Ketika Zahra ingin melanjutkan lagi ceritanya datanglah, makanan pesanan mereka yang membuat Zahra tidak jadi melanjutkan ceritanya.


"Terimakasih", kata Zahra kepada waitress yang mengantarkan makanannya sambil tersenyum.


"Ayo Abang dimakan dulu yuk, daritadi cerita terus bikin Zahra lapar", kata Zahra kepada Aulian setelah waitress tadi yang mengantarkan makanan pergi.


"Tapi janji ya nanti dilanjutkan lagi", kata Aulian kepada Zahra.


"Insyaallah, kalau ingat ya Abang", jawab Zahra sambil tertawa kecil kepada Aulian.


"Ayo Abang dimakan, mumpung masih hangat", kata Zahra lagi.


Dan setelah itu mereka lalu makan makanan yang dipesan mereka dengan tenang dan diselingi dengan percakapan-percakapan kecil antara Zahra dan juga Aulian.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


BERSAMBUNG 😅😂


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2